Gubernur NTT Dari Masa Ke Masa


Alm. W.J Lalamentik
Periode 1958 – 1968
Alm. El Tari
Periode 1968-1978
Alm. Wang Suwandi
Periode April 1978 – Juni 1978

dr. Ben Boi
Periode 1978 – 1988

dr. Hendrikus Fernandez
Periode 1988 – 1993

Herman Musakabe
Periode 1993 – 1998

Alm. Piet  A. Tallo, SH
Periode 1998-2008

Drs. Frans Leburaya
Periode 2008 – 2013

Demokrat Tunda Umumkan Calon Walikota Kupang


sergapntt.com [JAKARTA] – Partai Demokrat kembali menunda mengumumkan nama Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017 yang bakal bertarung di Pemilukada Kota Kupang 1 Mei 2012 mendatang.
“Menurut rencana hari ini, Selasa (31/1/12). Tapi tidak jadi. Keputusan baru akan di ambil pada hari Kamis (2/2/12),” ujar salah seorang pengurus DPP Partai Demokrat kepada SERGAP NTT di Jakarta, Selasa (31/1/12) petang.
Toh begitu, kabarnya, DPP Demokrat telah menyetujui salah satu paket calon walikota dan wakil walikota yang direkomendasikan oleh DPD Partai Demokrat NTT. Bahkan Surat Keputusan (SK) tentang Penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang Periode 2012-2017 telah dibuat dan tinggal ditanda-tangani oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat,  Eddy Baskoro Yudhoyono.  
“Oh,,, sudah. Paketnya sudah ada. Hanya SK-nya belum ditanda tangan aja. Cuma ngga etislah kalau saya sampaikan sekarang. Kita tunggu aja hari Kamis. Kan nanti diumumkan sekalian setelah SK-nya ditanda tangani,” ujar pengurus yang meminta namanya tidak disebutkan itu.
Hasil kupingan SERGAP NTT menyebutkan, Anas Urbaningrum dan Eddy Baskoro Yudhoyono telah menyetujui paket Rikardus Wowo dan Melkisedek L. MA.
“Koq tau? Tapi bukan aku yang ngomong loh,,,” tandas si pengurus itu.
Selain Demokrat, partai politik (parpol) lain yang disebut-sebut akan mengalihkan dukungan terhadap pasangan muda dengan sandi PRIMA itu adalah Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).
“Ya,,, PRIMA, JERIKO, Stanis Say, dan lain sebagainya sudah ada komunikasi dengan kita. Ya,,, kita tergantung ada partai lain yang siap berkoalisi atau tidak. Nah kalau ditanya soal PRIMA, ya,,, sekarang tergantung Demokrat. Sikap mereka seperti apa. Kalau PRIMA, ya kita ke PRIMA. Prinsipnya, siapa yang punya rekomendasi dari parpol lain, dan yang duluan untuk bangun kesepakatan dengan PPRN, ya,,, kita amankan,” ujar Ketua DPW NTT yang juga DEPERPU PPRN, Dr. Thomas Ola Langoday, SE. M.Si saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di Kupang, Senin (30/1/12).
by. SANTI POE

Gubernur Surati Mendiknas Agar Pertimbangkan Guru Asal Luar NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku, telah mengambil sikap dan langkah konkrit dengan menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta terkait kebijakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang mengirim 703 guru kontrak asal dari luar NTT melalui program “sarjana mengajar di daerah tertinggal “ ke NTT.
“Saya telah menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertimbangkan potensi para guru yang ada di daerah,” tegas Gubernur saat menerima ratusan demonstran yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari berbagai universitas yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya di depan pelataran Kantor Gubernur, Selasa (31/1/12).
Gubernur sempat menegur para demonstran untuk menurunkan spanduk yang bertuliskan ‘Jangan menjual kemiskinan dan kebodohan di NTT.”
Sejumlah guru kontrak asal Undiksa Bali saat tiba di bandara El Tari
Kupang beberapa waktu lalu
“Turunkan tulisan itu. Siapa yang menjual kemiskinan dan kebodohan di NTT?” ucap Gubernur balik bertanya kepada para demonstran.
Menurut Gubernur, tidak ada seorangpun yang menjual kemiskinan dan kebodohan di Provinsi NTT.
Gubernur menjelaskan, kebijakan penempatan tenaga guru kontrak yang ada di Provinsi NTT merupakan kebijakan nasional.
“Ini bukan kebijakan Gubernur. Ini kebijakan nasional. Karena itu, saya sudah jelaskan tadi bahwa saya telah menyatakan sikap melalui surat kepada Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Mari kita berjuang bersama agar Pak Menteri bisa mengakomudir kepentingan kita di daerah,” jelas Gubernur.
Ratusan mahasiswa FKIP dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya itu sebelumnya juga menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD NTT. Usai menggelar aksi di Gedung DPRD NTT mereka ‘merangsek” menuju Kantor Gubernur NTT.
Mereka sempat berorasi dan membuat kegaduhan di sekitar Kantor Gubernur. Tak lama berselang Gubernur Lebu Raya keluar dari ruang kerja dan menemui para demonstran didampingi penanggungjawab aksi salah seorang mahasiswa yang berasal dari Universitas PGRI Kupang yang menggunakan jaket berwarna hijau.
Sementara itu, Gubernur didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Ir. Eddy Ismail, MM, Kasat Pol Pamong Praja, Drs. Frans Lasa dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (PPO) Provinsi NTT, Yohanes Mau, S.Sos, MM.
Usai menjelaskan sikap Pemerintah Provinsi NTT terhadap kebijakan nasional yang menempatkan para guru di Provinsi NTT, Gubernur Lebu Raya meninggalkan para demonstran dan kembali ke ruang kerjanya.
By. VERRY GURU

Ratausan Guru Kiriman Mendiknas Ditolak di NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Sebanyak 703 guru yang dikirim Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditolak oleh ribuan mahasiswa Ilmu Keguruan dan Pendidikan dari berbagai universitas di NTT. Penolakan tersebut disampaikan kepada DPRD dan Gubernur NTT melalui demontrasi mahasiswa di Kantor DPRD NTT dan Gubernur NTT, hari ini, Selasa (31/1/12).
Para pendemo menuntut Mendiknas mencabut kembali keputusan terkait penempatan 703 guru dari luar NTT ke NTT. Dalam aksinya, mahasiswa mendapat pengawalan ketat aparat keamanan Kepolisian Resor (Polres) Kota Kupang.

Mahasiswa menilai, Mendiknas menganggap NTT adalah salah satu provinsi terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga dihadiahi program ‘sarjana mengajar di daerah tertinggal’ dari wilayah luar NTT sebanyak 703 orang.

“Kami tolak penempatan tenaga guru dari luar NTT,” kata koordinator unjuk rasa, Yakobus Nias, saat menggelar orasi di depan kantor DPRD NTT, Selasa, 31 Januari 2012.

Mereka juga mendesak Mendagri menarik kembali tenaga guru kontrak yang ditempatkan di 10 kabupaten di NTT dan mengganti tenaga guru kontrak asal daerah ini. “Kami menduga ada konspirasi politik, sehingga pemerintah daerah terkesan diam,” katanya.

Mereka juga mengancam akan menggerakkan mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah dan pusat jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Kami akan gelar aksi yang lebih besar jika tuntutan ini tidak terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah mengatakan akan mengajukan surat protes ke Kemendiknas terkait penempatan guru kontrak dari luar NTT. “Saya tidak setuju dengan program pemerintah pusat,” katanya.

Dia juga mengajak enam perwakilan dari perguruan tinggi di NTT untuk bersama-sama menemui Mendiknas untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Kami sama-sama ke Jakarta untuk menemui Mendiknas,” katanya.

by. JOSE


Selamat Jalan Ade,,,,!


sergapntt.com [JAKARTA] – Presenter sekaligus komedian Syamsul Effendi atau yang terkenal dengan nama Ade Namnung meninggal dunia sekitar pukul 11.45 WIB. Ade meninggal akibat serangan jantung.

“Tadi kena serangan jantung,” ungkap kakak Ade, Dodik, Selasa (31/1/2012) siang.

Ade meninggal di usia ke-34 tahun. Ia sempat beberapa pekan dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya, lalu dipindahkan ke RS Mitra Keluarga Cibubur.

Ade saat itu dirawat karena stroke. Kondisinya pun sempat membaik, namun kemudian kembali drop.

Sejumlah teman Ade juga telah melayangkan ucapan turun berduka cita,baik secara langsung maupun via facebook maupun twitter.

“Telah Berpulang Ke Rahmatullah Syamsul Effendi / ADE NAMNUNG Pukul 11.45..Mohon Dimaafkan Segala Kesalahan Beliau Semasa Hidup..Amin,” tulis standup comedian Ronny Immanuel atau Mongol.
“Selamat jalan Ade,,,! Moga Tuhan bersamamu di Surga”.

Sebenarnya Ade sudah keluar dari rumah sakit sejak Minggu (22/1/2012) lalu. Namun, presenter bertubuh besar itu tiba-tiba berubah pikiran dan memilih untuk tetap tinggal di rumah sakit.

“Dia berubah pikiran, katanya nggak mau menyusahkan orang,” tutur adik Ade, Dilla saat berbincang melalui ponselnya.

By. SANTI/DC