Mia (22), Payudaranya Digerayangi Monyet


sergapntt,com [DENPASAR] – Charmian Chen, 22 tahun, seorang wisatawan yang masih berstatus mahasiswi asal Taiwan mendadak terkenal di internet lantaran payudaranya digerayangi monyet saat sedang mengunjungi daerah wisata Monkey Forest, Ubud, Bali. Bahkan bajunya diploroti dua ekor monyet hingga ia nyaris telanjang.
Kejadian ini sempat diabadikan dengan kamera, lalu fotonya beredar ke seluruh dunia lewat internet. Gambar ini kemudian menjadi berita utama di sejumlah stasiun televisi Taiwan.

Mia —begitulah Charmian Chen biasa disapa—, tidak pernah menyangka bahwa insiden itu akan membuatnya menjadi tenar, dan mulai banyak menerika tawaran sebagai bintang iklan.

“Saya sedang berlibur dan pada awalnya foto-foto itu lucu saja. Namun, ketika saya kembali ke Taiwan, semua orang mencoba menambahkan saya sebagai teman mereka di Facebook. Saya berpikir, ini agak aneh”, paparnya.

Ia melanjutkan, “Kemudian salah satu dari mereka bilang, mereka sudah melihat foto-foto (saya) itu dan saya benar-benar terkejut. Hal berikutnya yang saya tahu adalah saya mendapat telepon dari stasiun televisi. Saya sedang berlibur di Bali, jadi saya tidak keberatan. Tapi, kembali di Taiwan, saya masih ingin belajar, jadi saya tidak ingin menjadi terkenal hanya karena payudara saya. Tapi sesungguhnya itu menyenangkan, orang mendatangi saya dan bilang ‘you’re the monkey girl’ dan hal itu membuat saya tertawa”

Chen mengatakan, monyet-monyet itu, selain lapar, juga tertarik pada bikini-bikini yang dipakai banyak pengunjung. Dia menambahkan, “Saya pikir, ketika monyet-monyet itu menarik pakaian saya, itu karena ada jagung. Namun, staf taman itu mengatakan, pengunjung yang berbikini cerah memang menarik perhatian para monyet. Saya pikir, warna-warna cerah itu mereka kira mungkin buah. Saya tidak tahu tentang hal itu (sebelumnya), tapi sangat aneh ketika itu”

By. CIS

Ahmad Gazali Kursus Bola Di Beckham


sergapntt.com [JAKARTA] – Kedatangan bintang sepak bola dunia David Beckham ke Indonesia sangat ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. Para pengagum mantan pemain Manchester United itu bahkan sangat berharap bisa bertemu dan ngobrol dengan Bekham secara langsung.
Tapi keberuntungan datang kepada Ahmad Gazali atau Al Lucky Laki yang berkesempatan bertemu langsung. Putera Ahmad Dhani yang menggemari dan mengidolakan suami Victoria Beckham itu dijadwalkan akan bertemu langsung Bekham pada 29 November 2011 mendatang.

Ayah Al, Ahmad Dhani yang ditemui di acara musik Dahsyat di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/11/2011) mengungkapkan, anaknya akan memanfaatkan pertemuannya dengan Beckham itu untuk konsultasi dan kursus kilat.

“Rencananya Al mau coaching clinic sama Beckham,” ungkap Dhani.

Saat ditanya latar belakang, Al bisa punya kesempatan emas itu, Dhani menyebut bahwa hal itu tidak lepas dari bukti kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Selain itu, ketiga anaknya juga punya harapan besar bertemu dengan Beckham.

“Ya namanya juga orang tua yang sayang sama anak-anaknya. Tentunya ada impian Al, El, Dul semasa kecil mereka untuk bertemu Beckham. Dan berlatih langsung dengan Beckham, itu impian mereka. Pastinya ini adalah sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka,” terangnya. 

By. KPL/CHE/DAR/LEX

Said dan Ghonim, Dua Tokoh Muda Dibalik Revolusi Mesir


sergapntt.com [KAIRO] – Pergolakan di Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak menjadi catatan baru bagi sejarah Negeri Seribu Menara tersebut. Catatan yang layak ditorehkan dengan tinta emas ini bukan hanya akan membuat Mesir memasuki era baru yang mungkin akan lebih baik, namun juga munculnya tokoh-tokoh yang menjadi isnpirasi bagi terjadinya revolusi di negeri piramid itu pada abad modern ini.
Tokoh-tokoh itu, mempu membuat jutaan rakyat Mesir turun ke jalan selama 18 hari, terhitung sejak 25 Januari 2011 hingga Mubarak menyatakan mengundurkan diri sebagai presiden pada 11 Februari 2011, untuk merebut kembali hak-hak mereka yang dirampas dan diberangus selama 30 tahun rejim Mubarak berkuasa, dan untuk meraih kehidupan yang lebih baik, lepas dari belenggu tirani dan praktek korupsi yang disuburkan rezim itu. Meskipun, gerakan para tokoh yang diawali melalui situs jejaring sosial Facebook dan Twitter ini sempat mendapat perlawanan dari rezim Mubarak dengan cara memblokir saluran internet dan ponsel, serta teror oleh milisi preman pro presiden terguling itu.

Tokoh-tokoh baru itu bukanlah mereka yang sudah terkenal, seperti Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi populer yang keberadaannya dilarang oleh rezim Mubarak, dan bukan pula Mohamed El Baradei, peraih Nobel Perdamaian yang malang melintang di luar negeri semasa aktif memimpin lembaga pengawas nuklir PBB. 

Sejumlah inspirator yang dimaksud adalah mereka yang, sebelum pergolakan ini dimulai, tidak dikenal oleh publik di Mesir. Dua tokoh muda yang mendapat sorotan adalah Khaled Said dan Wael Ghonim. Bagi kaum muda Mesir, Said menjadi martir bagi gerakan pro demokrasi setelah mati mengenaskan oleh pihak keamanan, sedangkan Ghonim dianggap banyak kalangan sebagai pahlawan setelah ditahan polisi selama 11 hari.

Sebelum ditangkap polisi, Ghonim bergerak di “bawah tanah” sebagai aktivis internet. Pemuda berusia 30 tahun itu menjadi salah satu motor penggerak mobilisasi massa melalui internet untuk turun ke jalan dengan mengelola sejumlah grup akun di laman jejaring sosial Facebook.

“Ini adalah revolusi kaum muda di internet dan kini merupakan revolusi bagi semua rakyat Mesir,” kata Ghonim kepada kantor berita Associated Press. Salah satu grup akun Facebook yang dikelola Ghonim itu bernama “We are All Khaled Said.” Nama grup akun itu terinspirasi dari seorang pemuda bernama Khaled Said. 

Menariknya, Ghonim dan kalangan muda lainnya melihat Said sebagai motivator mereka untuk berontak melawan kesewenang-wenangan rezim Mubarak, yang berkuasa sejak 1981. Pemimpin berusia 82 tahun itu, bagi Ghonim dan kaum muda di Mesir, memandang sebelah mata eksistensi dan hak-hak mereka untuk berekspresi.

Said pun menjadi korban kebrutalan rezim Mubarak. Pria berusia 28 tahun itu tewas pada Juni 2010 setelah, tanpa alasan yang jelas, disiksa sejumlah polisi berpakaian sipil di suatu warung internet di Kota Alexandria. Padahal Said adalah bagian dari masa depan Mesir. Menurut media Almasry Alyoum, Said dikabarkan pernah menimba ilmu di Amerika Serikat (AS) untuk belajar program sistem komputer. 

Muncul foto Said dalam keadaan sudah tidak bernyawa namun dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Itulah sebabnya kematian Said di tengah polisi tidak bisa diterima para pemuda seperti Ghonim.

Maka, Ghonim pun rela mempertaruhkan profesinya sebagai salah seorang eksekutif perusahaan jasa informasi internet terbesar di dunia, Google Inc., untuk ikut bergerak menentang rezim Mubarak. Ghonim sejak Januari 2010 tercatat sebagai seorang manajer marketing Google untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dia sebenarnya hidup nyaman dengan pekerjaannya di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, kenyamanan itu dia tinggalkan selama beberapa pekan terakhir. Menurut stasiun berita BBC, Ghonim berhasil membujuk Google untuk memberi dia cuti pulang kampung ke Mesir karena “urusan pribadi.” Nyatanya, ia ikut gerakan bawah tanah anti Mubarak.

Namun, pada 27 Januari 2011, Ghonim dinyatakan hilang saat situasi di Mesir akibat gelombang demonstrasi mulai panas. Akhirnya muncul laporan bahwa Ghonim ditahan polisi Kairo setelah ketahuan terlibat dalam gerakan anti Mubarak lewat internet.

Pria yang sudah punya dua anak itu selama 11 hari mendekam di sel. Berkat lobi dan desakan dari sejumlah pihak, termasuk dari lembaga Amnesty International, Ghonim akhirnya dibebaskan pada 7 Februari 2011.

Dalam wawancara dengan Dream 2 TV, Ghonim mengaku mendapat perlakuan baik dari polisi selama ditahan. Namun, dia kaget saat polisi menyebut dia sebagai penghianat.

“Siapapun yang punya maksud baik akan dicap pengkhianat karena menjadi jahat sudah merupakan norma. Kalau saya pengkhianat, tentu saya sudah berleha-leha di vila saya di Uni Emirat Arab sambil cari uang yang banyak dan berkata seperti yang lain, ‘Biarkan negara ini (Mesir) jadi neraka.’ Namun, kami bukan pengkhianat,” kata Ghonim.

Di penjara berhari-hari tidak membuat Ghonim kapok. Menurut harian LA Times, tak lama setelah bebas, Ghonim bukannya pulang ke Dubai tapi justru kembali turun ke jalan. Ia juga kembali aktif di Twitter. “Kebebasan adalah sebuah berkah dan kita pantas untuk memperjuangkannya.” kata Ghonim di salah satu tweet-nya.

Ghonim juga merupakan pendukung setia tokoh oposisi Mesir pemenang Nobel, Mohammad ElBaradai. Ghonim bergabung secara sukarela sebagai tim kampanye ElBaradei, sebulan sebelum mantan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEC) itu kembali ke Mesir.

Menurut Ziad Al-Alimi, asisten senior ElBaradai, Ghonim sempat membantu membuatkan ElBaradai situs web resmi http://www.7amla.net. Dia juga membuat laman resmi ElBaradei di Facebook. 

Aksi gigih dan pengorbanan Ghonim, yang terinspirasi oleh kematian tragis Said, membangkitkan kesadaran banyak orang di Mesir. Tak hanya kaum muda, namun juga warga-warga yang sudah mapan seperti Afaf Naged, mantan anggota komisaris Bank Nasional Mesir. Mereka pun turun ke jalan menuntut Mubarak segera turun dari kekuasaan.

“Saya juga datang kemari karena Wael Ghonim. Dia benar ketika mengatakan partai Mubarak, NDP (Partai Demokratik Nasional) telah tamat. Tidak ada lagi partai, namun mereka tidak mau mengakuinya,” kata Naged seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.

Seorang perempuan bernama Fifi Shawqi juga baru kali pertama ikut berdemo. Dia membawa serta ketiga anaknya dalam demonstrasi di Lapangan Tahrir, Kairo, pada 8 Februari 2011.

Shawqi juga mengaku tergerak oleh pernyataan Ghonim selepasnya dari penjara. Kala itu, Ghonim menyatakan sedih atas korban tewas dan dia mengatakan cinta Mesir.

“Saya menangis. Saya merasa dia dan semua pemuda di sini seperti anak saya sendiri,” ujar Shawqi. Dalam aksi itu, Ghonim sempat berorasi di hadapan puluhan ribu demontrasi di Lapangan Tahrir. Pidato ini langsung mendapatkan respon positif dan membakar semangat para demonstran.

Namun, Ghonim tidak mau disebut pahlawan. “Tolong jangan sebut saya sebagai pahlawan. Saya bukan pahlawan, saya selama 12 hari terakhir hanya tidur. Pahlawan adalah mereka yang turun ke jalan. Jadi, arahkan kamera Anda kepada orang yang tepat,” kata Ghonim.

By. ACAK

Ani Yudhoyono: Jangan Hanya Menanam


sergapntt.com [DENPASAR] – Ibu Ani Yudhoyono mengingatkan anak-anak untuk tidak sekedar menanam pohon namun juga harus memastikan pohon yang ditanam tetap hidup.
Hal itu disampaikan oleh ibu Ani di hadapan ribuan pelajar sekolah di Kawasan Konservasi Tahura, Denpasar, Bali, sebelum ia mengajak anak-anak itu menanam mangrove.

“Nanti ketika menanam kemudian diberi tanda, diberi nama, sehingga bisa dicari,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hanya pohon yang hiduplah yang dapat memberi sumbangsih bagi kelestarian lingkungan. Itulah sebabnya sang penanam harus memastikan pohon yang ditanamnya hidup.

Ani kemudian meminta anak-anak yang hari itu menanam mangrove bersamanya untuk kembali datang ke kawasan konservasi itu di kemudian hari guna memastikan mangrove yang ditanamnya hidup.

“Paling tidak pengawasannya,…jangan sampai apa yang sudah susah-susah kita tanam kemudian hari dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Untuk mempermudah melacak tanaman yang ditanam di antara ribuan mangrove yang ada, ia meminta anak-anak memberi tanda atau nama tanamannya masing-masing.

Kemudian Ibu Negara mencontohkan bahwa ketika kelahiran cucu pertamanya, ia menanam pohon sukun dan kenari yang diberinama “kenari Aira” dan “sukun Aira” (Aira adalah nama cucu Ani Yudhoyono–red).

Menurut dia, ketika sang cucu berusia satu tahun, masing-masing pohon itu sudah mencapai tinggi lima meter.

Ibu Ani Yudhoyono mengajak lebih dari dua ribu anak-anak Bali untuk menanam mangrove di Kawasan Konservasi Tahura, Denpasar, dalam suatu program bertema “Tanamkan Cinta Pohon Sejak Dini”.

Acara penanaman mangrove yang dilakukan ibu Ani Yudhoyono itu merupakan bagian dari acara tambahan rangkaian Pertemuan Puncak (KTT) ke-19 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), 13-19 November.

Pada kesempatan itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa luas hutan di Bali sekitar 130.686 hektare, di antaranya berupa hutan mangrove seluas 4.116 hektare. Taman Hutan Ngurah Rai sendiri seluas 1.373 hektare yang seluruhnya adalah mangrove.

Sementara itu Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menilai kegiatan itu dapat semakin meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya dengan menanam pohon.

Usai menanam mangrove, ibu Ani kemudian meninjau jalur lari (jogging track) yang berada di kawasan Pusat Informasi Mengrove. Turut mendampingi Ani Yudhoyono adalah Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan sejumlah anggota Solidaritas Istri KIB (SIKIB). 

By. ANTARA

Banggar DPR Dituding Keciprat Proyek Kemenakertrans


sergapntt.com [JAKARTA] – Terdakwa kasus suap proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya, menuding Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meneguk untung dari proyek senilai Rp 500 miliar.
Sekretaris Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) itu menyangkal Kementeriannya menerima duit dari proyek itu. “Sepanjang itu (commitment fee)sepuluh persen, adalah Banggar (Badan Anggaran). Memang sejak awal sudah disepakati itu. Orang di tempat saya juga tahunya kalau itu untuk Banggar,” kata Nyoman usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI, Rabu, 16 November 2011.

Peran Badan Anggaran dalam proyek transmigrasi tidak langsung dilakukan oleh para anggota ataupun pimpinannya, melainkan lewat sejumlah orang yang disebut Nyoman sebagai “calo Banggar”, yakni Sindu Malik, Ali Mudhori, dan Iskandar Pasojo alias Acos. “Dari awal memang (anggaran proyek) dibentuk Banggar melalui calo-calonya,” ujar dia.

Dalam kasus ini Nyoman menyatakan perannya bukan sebagai perencana. Yang memprakarsai pembahasan proyek adalah Direktur Jenderal P2MKT Djoko Sidik dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Tamsil Linrung. Kedua pejabat itu dituding Nyoman melakukan pertemuan di Hotel Crowne Jakarta untuk membahas proyek PPID.

Nyoman mendesak KPK segera menetapkan Ali Mudhori dkk. sebagai tersangka. Menyusul dirinya dan dua terdakwa kasus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi lainnya. “Kami mendorong KPK. Sebagai warga negara saya sedih, kenapa ini (para calo dari Badan Anggaran) tidak dijerat,” ujarnya.

Ia juga meminta KPK mengusut duit Rp 21,5 miliar yang tak jelas keberadaannya. “Dharnawati kan mendapat 5 persen dari Rp 25 miliar, yakni Rp 3,5 miliar. Nah Rp 21,5 miliar sisanya ke mana?” kata dia. “KPK bilang sudah mencari. Tapi dokumennya sudah dimusnahkan Sindu Malik.”

Sejumlah nama orang dekat Muhaimin sebelumnya disebut-sebut terlibat kasus ini. Mereka adalah Ali Mudhori, Sindu Malik, Danny Nawawi, dan M. Fauzi. Namun hingga kini keempatnya masih berstatus saksi, meski sudah dikenai status cegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Ali dan Fauzi disebut-sebut sebagai mantan anggota staf Muhaimin. Namun belakangan Muhaimin membantahnya. Adapun Sindu yang mantan pegawai Ditjen Pajak disebut-sebut sebagai orang dekat Muhaimin. Ia diduga mengatur pembagian success fee proyek pencairan dana PPID.

Adapun peran Acos dalam perkara ini diduga lantaran hubungan baiknya dengan Tamsil Linrung. Ia diduga aktif menghubungkan Badan Anggaran dengan Kementerian selama proses penetapan anggaran PPID.

by. ISMA SAVITRI /TEMPO