Jeriko Diserang, Jeriko Disayang


sergapntt.com [KUPANG] – Amunisi perang mulai digelontorkan. Lawan politik menjadi target. Tak peduli masih saudara apa tidak. Yang penting bisa menang saat melawat ke arena pemilukada. Hm,,, Kota Kupang kini jadi tontonan. Seribu pasang mata tiap detik menerawang update isu paling mutakhir. Rakyat hiruk pikuk dengan geliat ekonomi, sementara politisi sibuk bertamu kesana kemari. Sambil mengemis suara pemilih, sebagian kandidat justru menebar dengki terhadap lawan politik.
Hasil intaian Sergap NTT menyebutkan, figur yang paling disoroti, dibenci, plus paling ditakuti saat ini adalah Jefri Riwu Kore. Sebab, Anggota Komisi IX DPR yang optimis akan keluar via Partai Demokrat itu terus menuai simpati rakyat kota KASIH. Hasil perkiraan tim pengkaji Jeriko Center menyebutkan, hampir ¾ % pemilih Kota Kupang lebih memilih Jeriko ketimbang yang lain. Selain masih muda, pria yang akrab dipanggil Jeriko itu diyakini mampu memanage Kota Kupang ke arah yang lebih baik.
Bagi lawan politik, Jeriko ibarat ancaman yang harus segera ditepis. Tak peduli dengan cara apa. Termasuk menggunakan dukun yang ahli mengguna-guna. Bahkan sederet argumen pun dibangun untuk membunuh karakternya. Mulai dari isu dugaan keterlibatannya dengan Nasarudin hingga persoalan tak jelas di pilkada periode lalu terus disebar guna menuai benci rakyat Kota Kupang.
Walau begitu rakyat Kota Kupang tetap menjagokan Jeriko. Hampir disetiap kesempatan yang didiskusikan hanyalah tentang figur Jeriko. Tak peduli dia pedagang atau pejabat. Semua seolah terhipnotis dengan keberadaan Jeriko.
“Itu tandanya, rakyat sangat sayang dengan Jeriko. Untuk apa peduli dengan calon-calon lain. Asal tau saja, figur yang suka menjelek-jelekan figur lain, sesunggunya itu wujud asli pribadinya,” tegas Hendro Mitang (35), warga Kecamatan Maulafa yang mengaku akan memilih Jeriko saat hari “H” pemilukada tiba.
Menurut Hendro, Jeriko memiliki jiwa kepemimpinan yang selama ini selalu diimpi-impikan rakyat Kota Kupang. Paling tidak, figur Jeriko tidak munafik seperti pengikut Yudas kebanyakan. Peduli rakyat hanya pada saat butuh dipilih rakyat. Begitu kursi empuk diraih, semua tinggal nama dan wacana.   
“Saya mau tanya kamu-kamu yang wartawan. Coba tilik dari sudut pandang hati yang paling obyektif. Apa sih yang berubah di kota ini? Yang kita dengar hanya ribut, ribut, ribut, dan ribut,,,,. Pemimpin itu, kita pilih, bukan untuk ribut-ribut, tapi untuk urus rakyat. Nah kalau kita pilih lagi yang suka ribut-ribut model begitu, mo jadi apa ini Kota Kupang. Karena itu,,,,,, bae sonde bae, lebe bae semua kita pilih Jeriko. Beta kenal betul itu orang. Dia itu sonde suka ribut-ribut. Buktinya dia sonde pernah punya musuh selama berkecimpung  di dunia politik praktis atau di kehidupan sosialnya. Nah,,, kalau kita pilih yang punya musuh, maka pasti,,,! Sekali lagi,,,, pasti,,,! Begitu dia jadi walikota, dia hanya sibuk baribut dengan  dia punya musuh-musuh. Kita? Dia lupa lah,,,! Kalau kita tagih, paling dia hanya bilang, ah,,, urus rakyat itukan hanya wacana aja,” imbuh Hendro, sinis.
Sejumlah petinggi di Kota Kupang juga punya prediksi yang sama. Kata mereka, diatas kertas, kali ini  Pemilukada bakal dimenangi Jeriko. Apalagi sebagaian besar PNS di Kota Kupang cenderung mengidolakan Jeriko. “Kalau boleh jujur, sekarang ini tidak ada yang bisa menandingi Jeriko. Bahkan saya pastikan, 80 persen PNS di Kota Kupang lebih memilih Jeriko ketimbang yang lain, “ ujar salah seorang pejabat eselon II di Kota Kupang yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
Bagi Hendro, siapa pun yang berpasangan dengan Jeriko tidak akan mempengaruhi pilihan rakyat Kota Kupang. “Kayaknya tekad rakyat Kota Kupang sudah bulat tuh,,,! Itu yang saya amati. Jadi,,, siapa saja yang dipasangkan dengan Jeriko, no problem,,,! Beta yakin, Jeriko dan pasangannya akan tetap menang. Yang lain? Ah,,,! Bikin abis energi saja,,,! Bahkan beta pastikan, jika Jeriko terus diserang, maka Jeriko akan makin disayang rakyat Kota Kupang. Orang punya anak tidak ada salah koq,,,! Janganlah! Kita jangan suka mengumbar kesalahan orang lain, padahal kita sendiri lebih bejat dari orang yang kita tuduh, ” tohoknya. (by. chris parera)

dr. Niken, Keluarga Nomor Satu


SEDERHANA, ramah, dan rapi nampak akrab menghiasi tutur kata dr. Yovita Anike Mitak, M.PH. Di ruang tamu berwarna coklat putih, wanita berparas ayu yang kini menjabat sebagai Direktur RSU Prof. W.Z Yohanes Kupang itu terlihat anggun dibalut stelan rok blus bercorak daerah. Begitulah kesan pertama saat Sergap NTT menemui ibu tiga anak yang akrab disapa dr. Niken itu di kediamannya di kompleks RSU Prof. W.Z Yohanes Kupang pada Kamis, (14 Juni 2007) sore.
Fasenya selalu  segar dihiasi senyum. Sorot mata yang teduh menggambarkan kedamaian. Tak banyak basa-basi dalam obrolan. Semua dimulai dengan cerita yang pasti. “Saya pulang kerja rata-rata di atas jam 3.30 Wita. Maklum, mengurus rumah sakit ini ibarat mengurus rumah tangga yang besar,” ujar dr. Niken, penuh senyum.
Toh begitu, anak pertama dari empat bersaudara buah perkawinan (ayahanda) Anton Mitak dan (ibunda) Elisabeth Mitak itu tak pernah patah semangat. Semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Baginya, kepercayaan adalah amanah dan tugas adalah kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Walaupun harus banyak menghabiskan waktu di rumah untuk urusan-urusan kantor.
“Yang lebih sering di rumah itu, menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang belum terselesaikan di kantor. Biasanya, waktu di kantor itu habis untuk terima tamu, ya..terima wartawan, terima karyawana rumah sakit, rapat koordinasi tingkat internal maupun eksternal. Sehingga tugas-tugas kantor ada yang tak terselesaikan, dan terpaksa harus saya selesaikan di rumah,” paparnya.
Sebelum menjabat sebagai Direktur RSU Prof. W.Z Yohanes Kupang, ibunda Antonio Edwin Porsiana (Klas I, SMAK St. Yosef Malang), Maria Diandra Porsiana (Klas III, SMPK St. Theresia Kupang) dan Diony Porsiana (Kelas I, SMPK St. Theresia Kupang) itu sempat ditugaskan sebagai dokter inpres di Kabupaten TTS.
“Dulu saya sekolah SD di SD Putri, (sekarang Don Bosko) Kupang. SMP di  St. Theresia Kupang. SMA di SMA Khatolik Malang. Kuliah di Fakultas Kedokteran Brawijawa Malang. Begitu selesai kuliah Tahun 1989, saya ditugaskan sebagai Dokter Inpres di Kabupaten TTS. Beberapa bulan orientasi di Rumah Sakit TTS, saya lalu ditempatkan di Puskesmas Polen. Dari Polen saya pindah ke Batakte (1991-1993), Bakunase (1993-1997) dan tahun 1997 saya ditarik ke Kanwil Kesehatan NTT dan ditempatkan sebagai Kepala Seksi Upaya Kesehatan Dasar,” ucapnya.
Perjalanan karir mantan dokter pribadi Gubernur NTT, Piet A. Tallo, SH selama satu periode itu berjalan bak air mengalir. Tak ada rintangan yang berarti. Kepercayaan memangku jabatan seirama dengan prestasi kerja yang ia persembahkan untuk nusa dan bangsa. Ujungnya, Tahun 2001, istri Albert Porsiana itu dipercaya menjadi Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Penyuluh Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan NTT. Pada saat yang bersamaan ia diberi kesempatan untuk mengambil gelar master di Kuala Lumpur Malaysia.
“Pulang dari sana, saya kembali menjadi Kasubdin Pengembangan Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan NTT hingga tahun 2006. Tanggal 4 Maret 2006, saya dilantik menjadi Direktur RSUD W.Z Yohanes Kupang. Sedangkan serah terima jabatan (dari dr. Hen Mooy) tanggal16 Maret 2006,” kisahnya.
Jika pekerjaan kantor telah selesai, wanita kelahiran Bandung 15 Februari 1964 itu mengaku, banyak menghabiskan waktu di rumah dengan berolah raga, les piano atau berbelanja. Baginya, olah raga sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Selain bisa menghilangkan stres, olah raga juga bisa membuat fisik menjadi bugar.  Sebab, kata dr. Niken, pekerjaan yang banyak menggunakan otak (berpikir), bisa membuat seseorang cepat lelah, ketimbang pekerjaan dengan menggunakan fisik. Oleh karena itu, olah raga, makan teratur, banyak istirahat dan tidak terlalu stres harus terus dilakukan agar bisa menjaga stamina tetap bugar.
“Sejak sekolah saya paling suka basket dan bola volly. Tapi sekarang udah nggak sempat lagi. Paling saya ikut aerobic di Heny Salon. Tapi sekarang udah jarang. Ya…tau sendirikan. Tapi, olah raga itu penting loh. Itu untuk menjaga keseimbangan,” tegasnya.
Selain olah raga, les piano, dan berbelanja, dr. Niken ternyata gemar membuat kue demi kesenangan anak-anak dan suami. “Tapi terus terang loh, saya nggak bisa masak. Justru suami saya yang pandai memasak. Sering sih diprotes anak-anak, papa saja yang masak, jangan mama, nggak enak rasanya. Yang saya bisa, paling buat kue, itu pun diajarkan oleh mertua. Tapi, yang penting bagi saya adalah kebahagiaan anak-anak dan suami. Prinsipnya keluarga itu nomor satu, walupun aktivitas hidup lainnya juga penting,” timpalnya.  
Soal makanan favorit, ibu yang satu ini hanya punya satu, yakni daging. “Kalau belum makan daging, rasanya saya belum makan. Saya paling suka steak”, tandasnya.  (by. cis)

Christine Moron, Pelajar Yang Dianugerahi Suara Merdu


SELAMA ini banyak yang tak kenal dengan Christine Oki Moron. Maklum pemilik suara merdu mirip Nikita ini tak ingin tenar seperti artis-artis kebanyakan. Ia lebih suka tak dikenal tapi bakat dan karyanya bisa dinikmati dan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Kepedulian terhadap kehidupan orang lain bukan hanya omong kosong belaka. Ini benar-benar dibuktikan Christine via album perdananya yang berisikan lagu-lagu rohani agama kristen.   
Selain sibuk berkonsentrasi pada pelajaran di sekolahnya, gadis manis yang selalu tampil trendy ini ternyata kini sedang sibuk mengsukseskan albumnya.  Bagi Christine, melakukan sesuatu dan mengorbankan waktu untuk membantu dan membahagiakan orang tua dan orang banyak adalah baik.
Sonde rugi koq buat senang orang tua”, katanya.
Menjadi penyanyi bukan harus melupakan kodrat. Jabatan atau profesi yang dijalani pasti ada batasnya. Oleh karena itu wanita kelahiran Kupang 5 Januari 1990 ini merasa tak harus berubah walaupun ia telah menyandang predikat sebagai penyanyi.
“Tetap menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada meniru gaya hidup orang lain,” tegasnya.   
Lahir di Kupang 5 Januari 1990, Christine yang akrab dipanggil Oki menghabiskan masa kecilnya di  Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Karena besar di kampung, ia merasakan betul bagaimana nikmatnya hidup bebas dari polusi udara dan kebisingan kota.
Christine mulai jatuh cinta dengan dunia musik tepatnya ketika ia masih duduk di kelas 4 SDK Sint Arnoldus Penfui Kupang. Berbekal alat musik seadanya, sejak kecil Christine sudah mulai belajar olah vokal di rumah. Perlahan tapi pasti, kemampuan vokal yang ia miliki mulai nampak. Atas saran orang tua, Christine pun akhirnya memberanikan diri mengikuti lomba nyanyi, baik yang diselenggarakan oleh sekolah, gereja maupun pemerintah. Hasilnya, anak kedua dari pasangan Petrus P. Moron dan Ny. Yuliana M. Katnesi ini pernah menjadi juara I lomba Karoke tingkat SD se Kabupaten Kupang. Selain  menjuarai lomba karoke, tahun 2002 Christine pernah pula menjadi atlet bulu tangkis mewakili Kota Kupang pada Pekan Olah Raga Usia Dini (Pordini) se NTT yang digelar di Kota Kupang. Setamat dari SDK Sint Arnoldus Penfui Kupang, Christine memilih melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hati Tersuci Maria (HTM) Halilulik, Kabupaten Belu. Di sana Christine kembali menunjukan kebolehannya dengan menjadi juara I lomba nyanyi pada Hari Ulang Tahun (HUT) SMP HTM Halilulik dan juara II lomba nyanyi antar kecamatan se Kabupaten Belu.
Kendati sukses menggarap album, siswi kelas II IPA SMA Geovani ini tak mau berbangga hati. Hidup sederhana dan menghargai orang tua merupakan prinsip hidupnya. Sedangkan hal terpenting dalam hidupnya adalah pendidikan. Baginya, dalam menjalani profesi, bakat harus didukung dengan akal yang sehat.
“Percuma kalau hebat nyanyi tapi otak kosong,” tandasnya.
Pelantun lagu Bersama Yesus, Aku Percaya, Damai, Hukum ke Empat, Sempurna Kasih-Nya, Renungkanlah, Disaat Badai dan Nama-Mu Yesus yang juga bercita-cita menjadi apoteker ini merupakan siswi SMA Geovani pertama yang berhasil membuat album musik. Tak heran bila kini ia menjadi idola dan kebanggaan siswa-siwi dan guru-guru SMA Geovani. 
“Pasti bangga dong dipuji teman-teman dan guru-guru,” celetuknya.
Toh begitu Christine mengaku sempat patah semangat saat sedang dalam proses menyelesaikan album. Kala itu karena ada kesalahan teknis saat rekaman, sang ayah meminta ia untuk berhenti menyanyi ada kesalahan teknis saat rekaman, sang ayah meminta untuk tidak lagi melanjutkan pembuatan album. .
“Dulu beta sempat stres ketika bapak minta beta untuk sonde usah menyanyi lay. Itu gara-gara terjadi kesalahan teknis saat rekaman,” paparnya.
Hanya saja larangan itu tak bertahan lama. Dua hari kemudian sang ayah kembali meminta Christine untuk melanjutkan proses pembuatan album hingga tuntas. Kini albumnya Christine tinggal menunggu cover (dos kaset) yang masih dipesan dari Surabaya. Diperkirakan awal Juni 2007 mendatang album perdana tersebut sudah beredar di pasaran.
Daftar Riwayat Hidup
Nama               : Christine Oki Moron
Sapaan             : Oki/Christine/Itin
TTL                 : Kupang, 5 Januari 1990
Bintang             : Capricorn
Agama             : Kristen Katholik
Tinggi Badan    : 152 cm
Berat Badan     : 43 kg
SD                   : SDK Sint Arnoldus Penfui – Kupang
SLTP               : SMP Hati Tersuci Maria Halilulik di Kabupaten Belu
SLTA               : SMA Geovani Kupang (Kini duduk di kelas II IPA)
Alamat             : RVM Ladyes Dormytori Kupang
Nama Ayah      : Petrus P. Moron
Nama Ibu         : Ny. Yuliana M. Katnesi
Nama Adik      : Geovani Moron   (by.cis)

Toti, Pilihan Partai Golkar Nagekeo


“Kemenangan saya merupakan kemenangan kita bersama, karena, apalah artinya diri saya tanpa teman-teman seperjuangan dalam Partai Golkar yang kita cintai ini.”
Begitulah sepenggal kalimat yang diucapkan Anggota DPRD Kabupaten Ngada distrik Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Thomas Tiba Owa alias Bang Toti usai dirinya terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Nagekeo dalam Musyawarah Daerah Khusus (Musdasus) Partai Golkar Kabupaten Ngada yang dilaksanakan di Aula Gereja St. Yoseph Bajawa pada Rabu, 13 Juni 2007 lalu. Kemenangan Bang Toti itu sekaligus memupus harapan kandidat lain, yakni Patris Bhira dan Paulus Beto untuk menjadi orong nomor satu di DPD Partai Golkar Nagekeo.
“Tapi, saya mengajak semua komponen untuk melaksanakan tugas dengan nurani yang tulus. Jika dalam tugas, saya melakukan kesalahan, silakan tegur dan ingatkan saya, karena saya juga manusia yang punya kelemahan,” pinta Toti.
Musdasus yang dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Drs. I.A Medah dan Sekretaris Partai Golkar NTT, Cyrillus Bau Engo itu dipadati sesepuh dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Ngada dan Nagekeo, antara lain Simon K. Sada, Servas Sandino, Rafael Awe, Ahmat Tuju dan Mat Manetima.
Medah dalam sambutannya berharap, kepengurusan DPD Partai Golkar Nagekeo yang baru terpilih dapat bekerja optimal demi kebesaran partai. “Kita harus bertanya pada diri kita, apa yang sudah kita buat untuk masyarakat. Untuk itu kepada semua kader golkar harus bekerja sama demi kemenangan Partai Golkar pada event-event Pilkada yang sebentar lagi akan berlangsung,” tegasnya.
Menurut Medah, terpilihnya badan pengurus tidak mutlak memenuhi keinginan banyak orrang, tapi semua pihak harus menghargai keputusan yang sudah diambil secara arif dan bijaksana. Solidaritas dari semua pengurus partai, baik di tingkat bawah maupun di tingkat atas harus dijaga. Karena partai yang kuat akan menghasilkan kinerja yang baik bagi masyarakat.
“Tinggal selangkah lagi, banyak event penting. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dan saling mendukung demi mencapai tujuan sesuai apa yang kita harapkan. Kepada pengurus partai terpilih, selamat berjuang untuk memenangkan kepentingan politik dimasa datang. Partai Golkar tidak menyelesaikan masalah, akan tetapi Partai Golkar akan berjuang sungguh-sungguh untuk menyalurkan aspirasi masyarakat,” tandasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Ngada, Drs. Thomas Dolaradho mengaku, pemilihan Ketua DPD II Kabupaten Nagekeo telah berlangsung sangat demokratis dan penuh dengan nuansa budaya. Namun tugas yang akan diemban di daerah yang baru itu sangat berat dan tidak boleh cepat putus asa.
“Karena kita semua adalah kader partai yng telah dipercayakan untuk tugas-tugas yang mulia. Kita harus belajar dari pengalaman pahit yang sudah kita lalui bersama. Untuk itu kita harus solid dan mendukung semua program partai demi kelancaran tugas yang lebih berpihak kepada masyarakat banyak. Kopersi di bangun atas dasar kepercayaan, tetapi partai dibangun atas dasar ketidakpercayaan. Selamat bertugas kader –kader paartai,” ucap Dolaradho.
Dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Nagekeo sesungguhnya ada dua kandidat yang diunggulkan, yakni Bang Toti dan Patris Bhira, BA. Keduanya adalah tokoh Golkar yang selama ini berperan aktif membesarkan Partai Golkar di Ngada.
Hal ini diakui utusan Komcam Partai Golkar Kecamatan Aesesa, Serafinus Mena. “Dua-duanya adalah kader Partai Golkar. Tetapi untuk sekarang, sosok Bang Toti yang paling pas untuk menahkodai Partai Golkar di kabupaten yang masih bayi ini. Karena sosok Bang Toti sudah banyak makan asam garam dalam dunia politik,” ujarnya, polos.
Pengakuan terhadap Bang Toti juga disampaikan enam Komcam Partai Golkar Nagekeo lainnya, yakni Komcam Nangaroro, Keo Tengah, Boawae, Aesesa Selatan, Mauponggo dan Wolowae.  “Ini bukan soal suka atau tidak suka, tetapi itulah sebuah demokrasi, dan harus di terima oleh kita semua.  Bang Toti adalah pilihan Partai Golkar Nagekeo. Untuk itu, kedepan kita harus mendukung ketua terpilih ini. Karena tanpa bantuan dan kerja sama dari semua kita, maka akan sia-sia,” pinta mereka beramai-ramai.
Musdasus Partai Golkar Ngada ini berdasarkan peraturan organisasi Partai Golkar Nomor: PO-07/DPP/GOLKAR/IV/1999 tentang Penyelenggaraaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar bagi Kabupaten atau Kota Madya baru. Karena Kabupaten Nagekeo baru diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Ad Interim, A.S Widodo pada Selasa, 22 Mei 2007 lalu, maka DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada harus memisahkan diri dari Kabupaten Nagekeo. Dengan demikian, kepengurusan Partai Golkar Nagekeo harus segera dibentuk, dan sesuai Peraturan Partai Golkar Pasal 03 tentang Penyelenggaraan Musda Partai Golkar, maka DPD Partai Golkar Kabupaten Ngada berwenang membentuk DPD Partai Golkar Kabupaten Nagekeo, menetapkan program kerja Partai Golkar Kabupaten Nagekeo dan menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Nagekeo.
Kemenangan Bang Toti dalam Musdasus kali ini sebelumnya sudah diprediksikan oleh Komcam Partai Golkar Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada, Drs. Benyamin Roga.
“Beliau (Bang Toti-red) adalah tokoh potensial bagi perkembangan Partai Golkar kedepan. Selain dia sangat dekat dan menyatu dengan akar rumput di Nagekeo, dia juga sudah sangat berpengalaman bagaimana mengurus Golkar agar tetap menjadi nomor 1 di Nagekeo,” akunya.  (by. sherif goa)

Djemi Lassa, ST, Mantan Penjual Kue Yang Sukses Kelola Usaha Jual Beli Komputer


sergapntt.com – Sambil menjunjung sekeranjang aneka kue buatan ibunya, Djemi Lassa berjalan menyusuri lorong-lorong di Kota SoE. Sesekali langkahnya berhenti, pandangannya diarahkan ke deretan rumah-rumah yang dilewati, berharap ada yang mau membeli dagangannya. Aktivitas ini menjadi rutinitas kegiatannya sepulang sekolah atau saat liburan. Dingin Kota SoE tak membuat pria kelahiran SoE 13 Juni 1977 itu menyerah. Kakinya terus melangkah terbang demi meraih cita-cita yang diidam-idamkan.
Itu hanyalah sekelumit cerita masa kecil yang terus dikenang Djemi —begitulah Djemi Lassa biasa disapa— hingga sekarang. Kini putra kedua dari Alexander Lassa dan Ny. Domina Juliana Ang itu telah beralih profesi sebagai pebisnis jual beli komputer. Bahkan pemilik Timoresse Komputer dan Petra Gemilang itu, kini mulai diperhitungkan kalangan pengusaha jual beli komputer di Kota Kupang.
Kisah keberhasilan seseorang pasti beda-beda. Banyak suka duka yang dialami sebelum meraih nasib yang lebih baik. Begitulah yang dialami Djemi. Bermodalkan semangat ingin maju seperti orang sukses kebanyakan,  sejak kecil Djemi tidak malu melatih diri untuk mandiri, walaupun harus memulai dengan hanya sebagai penjual kue keliling. Toh dari sinilah ia mendapat ilmu dagang yang sesungguhnya. Bahkan profesi ini pula yang mendorong Djemi berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Kristen Petra Surabaya.
Disiplin ilmu yang didapat memang S1 Teknik Sipil. Namun semasa kuliah Djemi lebih banyak bergelut dengan dunia usaha kontraktor. Belakangan usaha kontraktor ini mengilhami dirinya untuk menjadi seorang pengusaha.
“Saya bersyukur karena semasa kuliah saya banyak mendapat pengalaman yang membangun, mendidik dan membentuk pribadi saya menjadi seorang yang berani, analitis, creative dan tidak putus asa,” ujarnya.
Bermodal uang pinjaman dari sang kakak, usai mengenyam pendidikan di bangku kuliah, Djemi memutuskan untuk mulai berbisnis jual beli computer second. Alhasil karena kelihaiannya mengelolah bisnis komputer,  enam bulan kemudian ia mampu mendirikan sebuah perusahaan yang ia beri nama Timorese Gemilang. Perusahaan ini bergerak dibidang penjualan alat-alat computer dan digital.
“Saya bukan orang yang pintar computer. Apalagi semasa kuliah saya tidak pernah punya computer. Tapi saya punya semangat untuk belajar tentang komputer. Saya tidak pernah malu untuk belajar, walaupun saya harus belajar dari komputer milik orang lain. Saya mengerti tentang computer itu secara autodidak,” ucapnya.
Kendati terbilang sukses dengan usahanya, suami dari Eliyana Wirawan itu tidak lupa diri. Rendah diri dan ramah dalam bertutur kata menjadi ciri khas kepribadian pria tampan yang satu ini. Ia tahu bahwa apa yang dimilikinya sekarang ini adalah anugerah Tuhan. “Praise the Lord, usaha yang saya bangun berkembang pesat,” tandasnya.
Alhasil, sejak tahun 2005 Timorese Komputer mendapat kepercayaan sebagai  Authorized Service Canon (ASC) atau Servis Resmi Canon untuk semua produk jenis Printer Canon dan Scanner Canon. Bahkan  merk-merk produk terkenal seperti IT ternama seperti Intel, Tohiba, Acer, HP, Samsung, Kingston, Logitec, Sony, MSI, Visipro, Gygabite dan lain sebagainya juga dilimpahkan kepada Djemi.
Kepercayaan kepada Djemi tidah hanya berhenti disitu. Setahun setelah bergumul dengan bisnis komputer, Djemi dipercayakan oleh sebuah perusahaan Swis sebagai Distributor SKF (bearing sepeda motor) di NTT. Bahkan di tahun yang sama ia diminta menjadi distributor DENSO (Sparepart seperti Busi Motor, mobil dan electrical part). Rejeki datang silih berganti. Djemi kerja dengan penuh tanggung jawab. Karena itulah ia kembali mendapat kepercayaan sebagai distributor MTR (Spare part sepeda motor) dan diawal tahun 2007 resmi menjadi distributor Ban Mizzle untuk area NTT.
Walaupun begitu Djemi tidak mau terlena dengan kesuksesan dan kepercayaan yang telah diraih. Ia terus mengembangkan usaha komputernya. Di awal tahun 2007, Djemi melakukan expansi dengan membuka perusahaan baru bernama Petra Gemilang.
“Perusahaan ini adalah perusahaan penjualan peralatan computer dengan focus pada computer build up, accesoris dan  notebook. Saat ini Timorese Komputer sudah Mempunyai cabang dibeberapa tempat, antara lain di  Kabupaten TTS, TTU dan Rote Ndao. Akhir tahun 2007 ini kami akan melakukan axpansi usaha ke Atambua. Prinsip saya dalam berbisnis adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, profesional serta penuh kejujuran. Namun yang utama dalam berbisnis adalah kreatif. Jangan pernah berhenti kreatif kalau kita ingin menjadi seorang pengusaha yang tangguh. Jangan pernah berhenti berjuang sebelum kita memperoleh kesuksesasan,” paparnya.
Menurut Djemi, jiwa enterpreuner atau jiwa bisnis bukan karena factor genetic atau keturunan. Siapapun bisa melakukannya. Sebab yang sulit adalah bagaimana seseorang memiliki karakter enterpreuner seperti tidak pernah putus asa, berani rugi, berani memulai, kreatif, jujur, rendah hati serta  bertanggungjawab.
“Karakter-karakter seperti ini, mudah dibaca, tapi tidak mudah untuk dimiliki. Karena memerlukan perjuangan dan doa yang sungguh-sungguh,” timpalnya.
Bagi Djemi, aktivitas bisnis merupkan kegiatan yang mengasyikan. Namun harus dipahami bahwa bisnis bukan sekedar jualan produk. Bukan hanya soal harga!
“Kalau berbisnis hanya berpikir tentang harga semurah mungkin, semua orang bisa. Tapi itu bukan bisnis namanya. Banyak aspek dalam berbisnis yang perlu diperhatiakan secara seksama, termasuk marketing. Modal bukan penentu bagi seseorang berhasil menjalani usaha atau tidak. Itu paradigma yang salah. Sebab kesuksesan menjadi enterpreuner hanya membutuhkan seseorang yang memiliki karakter enterpreuner,” tegasnya.
Oleh karena itu Djemi sangat mengharapkan agar kedepan di NTT muncul figur-figur pemimpin daerah yang berjiwa atau paling tidak memiliki kepedulian soal enterprenur.
“Saya memimpikan di Kupang ini muncul pemimpin-pemimpin yang punya visi agar di NTT muncul generasi-generasi muda yang bertanggung jawab, berjiwa dan berkarakter enterprenur. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu daerah. Generasi ini hanya bisa ada jika pemimpin kita punya kepedulian soal enterprenur. Jangan ada lagi mental untuk selalu ingin menjadi PNS. Di daerah kita ini, masih banyak butuh enterpreuner-enterpreuner muda yang kedepan bisa turut memajukan daerah yang kita tinggal sekarang ini,” tambahnya.
Seandainya harapan Djemi ini bisa terwujud, seandainya generasi muda NTT memiliki jiwa juang seperti Djemi, kedepan NTT pasti lebih maju dari hari ini. Selamat berjuang Djemi!  (by. cep)