sergapntt.com – Kesuksesan tidak datang sendiri. Keberhasilan harus diusahakan. Rasa optimis dan jujur harus menjadi dasar setiap usaha yang digeluti. Begitulah prinsip dagang yang dijalani pemilik Pusat PLATINA Computer Kupang, Melkisedek L. Madi.
Tak ada yang menyangka jika sekali kelak, Eki ——–begitulah Melkisedek L. Madi biasa disapa—- akan menjadi orang sukses. Jangankan teman-teman, orang tuanya pun tak yakin jika Eki mampu hidup mandiri seperti pria dewasa kebanyakan. Maklum pria kelahiran Sumba, 22 Mei 1969 ini, sejak kecil dikenal sebagai anak yang manja. Rasa pesimis itu berubah tatkala melihat Eki berubah 180 derajat. Eki yang dulu manja, kini jadi seorang pekerja keras. Eki yang dulu tergantung pada pemberian orang tua dan sanak saudara, kini bergelimangan rupiah.
Pria jebolan Universitas Widya Karya Malang itu mengaku, semasa kuliah dirinya sempat menjadi loper koran dan pedagang bakso. “Tapi, saya baru sadar bahwa hidup ini adalah perjuangan, ketika suatu waktu saat liburan, saya kunjungi kakak saya yang nomor empat di Surabaya. Belum lama tinggal di rumah kakak, tiba-tiba kakak berangkat ke Jakarta. Sedihnya, ketika kakak berangkat, dia lupa memberi saya uang. Padahal waktu itu saya sama sekali tak punya uang. Praktis selama beberapa hari setelah kakak berangkat, saya kelaparan. Karena lapar itulah, saya lalu bongkar bangkir seisi rumah. Mulai dari lemari, laci bufet, sofa, pokoknya saya bongkar semua. Saya cari kalau-kalau ada uang yang kakak lupa. Tapi ternyata tidak ada,” paparnya.
Dalam kepanikan dan lemas karena perut kosong, tiba-tiba mata Eki tertuju pada sebuah Alkitab yang terletak di atas lemari. Seketika itu juga Eki langsung mengambilnya.
“Saya lalu buka lembar per lembar. Lama juga saya bolak balik itu Alkitab. Saya mulai putus asa. Saya harus makan apa. Saya mau minta ke mana. Sementara hidup di Jawa tahu sendiri kan. Tapi Tuhan Maha Tahu. Dalam kepanikan, tiba-tiba saya temukan uang Rp 500 di dalam Alkitab itu. Tanpa pikir panjang lagi, uang itu saya langsung beli ubi kayu. Ya…waktu itu saya hanya makan ubi kayu. Dari situ saya akhirnya sadar bahwa saya harus bekerja jika tidak kelaparan untuk kedua kalinya. Saat itu juga saya bangkit dari kegampangan hidup yang saya alami sejak kecil,” ujarnya.
Bersama sang kakak, tahun 1997 Eki mulai merintis bisnis Komputer di Kupang. Usaha yang digeluti ini maju pesat. Keuntungannya pun luar biasa. Karena itulah maka tahun 1999, Eki memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Hasilnya, Eki sukses menapaki bisnis komputer hingga sekarang. Namun hanya sedikit orang yang tahu bagaimana Eki sukses.
“Paling pertama harus jujur. Kita harus jaga kepercayaan orang. Yang kedua harus optimis dengan apa yang dikerjakan. Jika punya rasa optimis, maka segala sesuatu pasti berhasil. Yang berikut harus berani terima kegagalan,” tegasnya.
Selain sukses menggeluti bisnis, suami dari Ny. Reni Marlina Un dan ayah dari Riky Putra Madi (Siswa kelas III SDK Asumpta, Kupang), Abraham Rikson Ady Medi dan Nisa Ariela Madi itu ternyata mahir menjaga keutuhan rumah tangga. Menurut dia, saling pengertian harus bisa mewarnai kehidupan berkeluarga.
“Saya ini orangnya optimis. Dalam berumah tangga, hal-hal penting harus kita ingat. Misalnya hari ulang tahun pernikahan, hari ulang tahun anak dan lain sebagainya. Itu salah satu contoh jika kita menghargai kehidupan berumah tangga. Kita juga harus mencintai keluarga seutuhnya, apapun resikonya,” tandasnya. (by. cis)

