Sudah pasti seorang hamba Tuhan menyampaikan khotbah dalam suatu ibadah gereja mengenai pemerintahan, rakyat, pembangunan, hukum dan pilkada, beberapa orang berganggapan bahwa hamba Tuhan atau Pendeta tersebut telah salah mempergunakan mimbar gereja untuk berpolitik. Namun menurut penulis tidaklah demikian, malah sebaliknya, Pendeta/Hamba Tuhan yang enggan menyampaikan Firman Tuhan secara lengkap dan menyeluruh maka, Pendeta/Hamba Tuhan tersebut justru kurang pas dihati Tuhan, kompromi atau kurang menguasai pengetahuan Firman Tuhan dengan baik.
II Timotius 3:16-17, Segala tulisan yang diilhamkan Allah (Kejadian 1:1 sampai dengan Wahyu 22:21) bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.
Matius 22:21, Beri pada kaisar (Raja, Pemerintah) yang milik kaisar. Apa yang menjadi milik Kaisar?, pajak, hormat, undang-undang, peraturan-peraturan; ya tapi juga kita harus beri Firman Tuhan dan Doa.
Bertolak dari 2 ayat diatas, penulis menguraikan tulisan ini dengan judul, Sosok Pemimpin dari Lensa Alkitab.
Doa serta harapan kami (Pendeta/Hamba Tuhan) para pemimpin dapat berkaca diri dalam terang Firman Tuhan.
1. Raja Saul ditolak Tuhan
I Semuel 16:1a, Tuhan berfirman kepada Nabi Semuel bahwa, IA (ALLAH) telak menolak Saul menjadi Raja Israel. Olehnya engkau tidak perlu berduka cita atas Saul.Jika Tuhan telah menolak Raja Saul berarti Tuhan tidak mempercayai dia lagi. Sehingga, kalau dibiarkan memimpin maka kutukan dan hukuman akan jatuh atas dirinya dan rakyat yang dipimpin.
Ingat 10 bala hukuman atas Mesir karena kekerasan hati Firaun (Keluaran 7 sampai dengan 11) Jikalau Tuhan sudah menolak seseorang siapa lagi yang harus mempertahankan dan mengangkat orang yang telah ditolak Tuhan, penulis yakin siapapun masih yang mempertahankan orang-orang yang ditolak Tuhan maka ia sendiri juga akan ditolakNya. Baca Bilangan 16:1-2 , Korah, Datan, dan Abiran bersepakat melawan nabi Musa ayat 31-35, Mereka mempengaruhi 250 orang untuk ikut dalam tim mereka sehingga Tuhan menghukum mereka, tanah terbelah menelan mereka dan api turun membakar mereka. II Raja-Raja 2:23-35-42, anak-anak Bethel mengolok-ngolok Nabi Elisa dan Tuhan menyuruh dua elor beruang hutan keluar mencabik-cabik mereka.
1. Apa Dosa Raja Saul
Ia (Saul) merampas hak dan wewenang Nabi Samuel (Hamba Tuhan)
Tugas dan tanggung jawab raja adalah mengurus rakyat agar bisa menikmati kehidupan makmur dan sejahtera secara jasmani dan rohani. Namun, dalam I Samuel 13:4-8, Raja te;lah mencampuri urusan korban, mezbah, mimbar dan itu merupakan pelanggaran berat terhadap otoritas Illahi, Raja berdosa kepada Allah dan Nabi Samuel. Raja/Pemerintah telah melakukan intervensi pelayanan, melecehkan dan merendahkan otoritas Kenabian Samuel dengan beberapa alasan dan pertimbangan. Panggilan dan tanggung jawab Nabi. Hamba Tuhan memimpin ibadah, doa, Firman Tuhan, pujia penyembahan, mengatur korban, menaikan sahfaat serta bimbingan rohani dan lain-lain seperti, KKR, PI, dan Seminar. Raja/Pemerintah dan Nabi/Pendeta haruslah merupakan mitra pelayanan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani rakyat/umat.
2. Raja Saul Tidak Mentaati Perintah Tuhan
Dalam I Samuel 15:1-3, Tuhan memerintahkan raja Saul memusnahkan seluruh bangsa Amalek, dari raja, rakyat dan harta benda apapun tanpa belas kasihan. Namun, ayat 9-15, Saul menyelamatkan Raja Amalek yaitu Agag dan hewan-hewan tambun. Sehingga dia tidak mentaati seluruh perintah Tuhan.
Amalek adalah musuh Israel (musu iman, rohani, umat Tuhan). Amalek gambaran kekuatan-kekuatan okultisme, mistik, dukun, sihir, suwanggi, le’u-le’u atau semua bentuk dan jenis kuasa gelap. Amalek juga adalah narkoba, jhudi, miras, korupsi, perselingkuhan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah belah, kedengkian, pemabukan, pesta pora dan sebagainya. Inilah Amalek yang menakutkan dan telah menjajah serta menyiksa rakyat. Bisakah, dan maukah Raja (Pemerintah) dan Nabi (Pendeta) bekerja sama menumpas Amalek?, harus mau dan bisa melakukannya. Mentaati Firman memang sulit tetapi jikalau kita tidak mentaatinya akan lebih sulit lagi. Harapan para Hamba Tuhan/ Pendeta agar pemimpin yang ada diatas dapat berkaca diri dalam melaksanakan panggilan dan tanggung jawab sebagai pemerintah.
Mazmur 127:1-3, Kalau Tuhan yang membangun rumah, sia-sia orang yang membangunnya, jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sia pengawal berjaga-jaga. Oleh karena itu, diatas semua dan segalanya kita harus berdoa memohon hikmat dan campur tangan Tuhan sehingga pembangunan dan keamanan dapat dicapai. Kejadian 26:12-3, Ishak menabur di tanah orang Falistin(gersang) namun, ia di berkati 100 kali ganda. Ia menjadi kaya dan kian lama kian kaya dan menjadi kaya. Ayub 1:1-2, Ayub orang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Mazmur 127:2b, Berkat Tuhan datang pada waktu kita tidur apalagi kalau kita bangun dan bekerja. Mazmur 133:1-3, Memelihara hubungan denagn Tuhan dan sesama kita adalah kunci untuk diberkati. Doa dan harapan para Hamba Tuhan baik Raja maupun nabi akan menjalankan panggilan seta tanggung jawab secara lebih baik dan berhasil. Tuhan Jesus berkati. Amin! (Oleh: Pendeta Yermy E. Selan)
