Masjid Al-Ikhwan Seleksi Tilawatil Qur’an


sergapntt.com [BA’A] – Masjid Al-Ikhwan Kelurahan Namodale Ba’a, Kamis (29/12) melakulan seleksi Tilawatil Qur’an (TQ) tingkat Kabupaten Rote Ndao yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Agustinus Orageru mewakili Bupati Rote Ndao, Leonard Haning.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Agustinus Orageru mengatakan, pemerintah senantiasa memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan TQ. Hal tersebut katanya, evetn tersebut merupakan wadah yang efektif untuk menumbuhkan motivasi bagi anak, remaja dan pemuda dalam memahami kitab suci Al-Qur’an dan mengimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemerintah dan DPRD senantiasa memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, di mana setiap tahunnya dialokasikan dalam APBD untuk mendukung penyelenggaraan seleksi TQ. Walaupun jumlahnya tidak seberapa dan masih belum memuaskan, sebab harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an (LPTQ) katanya harus terus didorong agar terus melakukan konsolidasi, menyusun program, pembinaan kelembagaan serta melakukan evaluasi terhadap permasalahan dan hambatan. Hal ini sangat diperlukan untuk mencapai prestasi dalam event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat provinsi.
Sementara, Ketua DPRD Rote Ndao, Cornelis Feoh dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap seleksi TQ sebagai momentum untuk melatih anak-anak, remaja dan pemuda mendalami Al’Quran.
Ia berharap agar peserta seleksi TQ dan qasidah giat berlatih agar dapat berpartisipasi pada MTQ tingkat provinsi dan dapat berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao.
Untung Harjito, ketua LPTQ Kabupaten Rote Ndao menjelaskan, penyelenggaraan seleksi TQ bertujuan meningkatkan kemampuan seni baca juga pemahaman isi Al-Quran, sehingga diharapkan terbentuk sumber daya manusia (SDM) muslim yang berakhlak dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta mampu mengimplementasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu kata Untung, seleksi TQ sebagai ajang persiapan qori dan qoriah yang akan mewakili Kabupaten Rote Ndao pada MTQ tingkat Provinsi NTT yang rencananya akan dilaksakan di Sumba Timur bulan Mei 2012 mendatang.
By. KR

Dinas Pertanian Rote Ndao Distribusi Bibit Lakamola Anan Sio


sergapntt.com [BA’A] – Untuk mendukung suksesnya gerakan lakamola anan sio, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Rote Ndao telah mendistribusikan beberapa macam bibit tanaman pangan kepada masyarakat untuk ditanam pada lahan lakamola anan sio yang telah disiapkan masyarakat.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Rote Ndao, Maks Ledoh di ruang kerjanya, pekan lalu.
Dikatakan, lahan lakamola anan sio yang telah disiapkan masyarakat seluas 1.928 hektare yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao, selain akan ditanami tanaman pangan juga nantinya dipinggir pagar akan ditanami tanaman industri seperti jati, mahoni, mangga dan gamalina.
Dirincikan, untuk jagung yang telah didistribusi kepada masyarakat sebanyak 25,5 ton diantaranya jagung komposit 18 ton dan hibrida 7,5 ton, sorgum 11 ton, kacang hijau 7 ton, kacang tanah 6 ton, kacang nasi 500 kilogram, kacang turis 500 kilogram, botok 500 kilogram dan ubi kayu sebanyak 240.000 stek. Semuanya itu telah didistribusi kepada masyarakat yang tersebar di 89 desa/kelurahan.
Selain itu katanya, akan ada lagi penambahan sorgum dan kacang hijau. Khusus untuk kacang hijau akan ditanam pada akhir musim hujan, sehingga nanti akan disebarkan kemudian kepada masyarakat.
Sementara untuk tanaman industri katanya sebanyak 1.500 anakan siap untuk didistribusi.
“Kita menunggu curah hujan memadai, diperkirakan akhir Januari akan ditanam pada lubang yang telah disiapkan oleh masyarakat dipinggir pagar lahan lakamola anan sio,” katanya.
By. BB

Dewan Pers Desak Polda NTT Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah Wartawan


sergapntt.com [JAKARTA] – Ketua Komisi Pengaduan dan Etika Masyarakat Dewan Pers Agus Sudibyo mengutuk pembakaran rumah wartawan tabloid Rote Ndao News, di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Dance Hanuk. 
Apalagi, pembakaran itu diduga berkaitan dengan pemberitaan Dance ihwal korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp3,1 miliiar untuk pembangunan rumah transmigrasi lokal.

“Mengutuk keras terhadap aksi kekerasan di luar prikemanusiaan tersebut. Kekerasan atas nama apa pun tidak diperbolehkan terjadi di negeri ini, baik terhadap kelompok maupun perorangan. Kekerasan bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang hakiki dan melanggar hukum,” tegas Agus di Dewan Pers, Jakarta.

Dia menjelaskan, tak lama sesudah membuat berita itu, Dance dan beberapa rekan yang lain mendapatkan ancaman dari oknum yang sebenarnya sudah diketahui. Mereka juga telah melaporkan hal tersebut kepada Polres Roten Ndao, tapi tak ditanggapi. Polisi berdalih kekurangan bukti meskipun identitas pelaku peneror sudah diberitahukan.

“Polres terkesan lamban dalam menyelesaikan kasus ini, padahal Dance dan teman-teman yang mendapat ancaman sudah melapor dan pelaku sudah jelas. Sampai akhirnya terjadi pembakaran rumah yang menewaskan putri Dance bernama Gino Novridi Henuk. Itu pun kepolisian menilai peristiwa kebakaran biasa dan bayi meninggal karena sakit,” ujarnya.

Oleh karena itu Dewan pers mendesak aparat kepolisian RI, dari tingkat Kapolri, Kapolda NTT dan Kapolres Roten Dao untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan membawa pelaku ke meja hijau tanpa pandang bulu.

“Ini membuktikan kekerasan terhadap media jadi ancaman serius di penghujung tahun 2011. Dan menunjukan lemahnya perlindungan hukum terhadap rekan wartawan,” tutupnya.

by. CHRIS PARERA/OKEZONE.COM

Rote Ndao, Zona Merah Bagi Wartawan


sergapntt.com [KUPANG] –  Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, Yemris Fointuna mengatakan Kabupaten Rote Ndao kini menjadi zona merah bagi wartawan. Sebab, keberadaan para kuli tinta di daerah itu sering diintimidasi oleh Bupati Rote Nado, Drs. Leonard Haning, MM dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Ini berawal ketika tanggal 20 Agustus 2011 lalu,Leonard Haning, MM mengeluarkan surat pernyataan resmi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao tidak mengakui keberadaan tiga orang wartawan Harian Umum (HU) Ernde Pos atas nama Liberanus Mami, Frits Fa’ot dan Endang Sidin terkait pemberitaan media tersebut yang menurutnya terlalu kritis dan tidak berimbang.  
Dalam suratnya bernomor: Hms 480/034/Kab.RN/2011, Haning mengatakan, sehubungan dengan pemberitaan HU Erende Pos edisi Jumat (12/8/11) dengan dua judul pada halaman depan, masing-masing; “Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Dinilai Bohongi BPK dan DPRD” dan “Bupati Rote Ndao Dinilai Tidak Konsisten dan Melanggar Hukum”, serta edisi Rabu (10/8/11) dengan judul “Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Sabotase Seminar Nasional”, maka Pemkab Rote Ndao tidak lagi mengakui lagi keberadaan ketiga wartawan tersebut dalam kapasitas apa pun.
Sejak saat itulah, wartawan yang bertugas di Rote Ndao selalu diteror jika menulis berita yang isinya mengkritisi pemerintah. Klimaksnya, Minggu (11/12/11) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita, rumah wartawan Tabloid Rote Ndao News, Dance Henuk diserang, dirusaki lalu dibakar massa. Akibatnya, bayinya yang baru berumur 1 bulan meninggal dunia akibat terkena lemparan batu.
Tak hanya sampai disitu, Kamis (15/12/11) giliran Endang Sidin yang di kejar. Wartawati ini bahkan diancam akan dibunuh oleh Jhon Terik, Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rote Ndao. Sudah begitu, polisi lamban pula menangani masalah tersebut.
“Bagi saya, Rote Ndao itu zona merah. Cukup berbahaya bagi wartawan,” ujar Yemris saat berdiskusi dengan awak Kontras Nusra, Cis Timor, Forum Solidaritas Jurnalis (FSJ-NTT) yang dihadiri oleh mantan Anggota DPRD NTT, Pius Rengka, Anggota DPD RI, Sarah Lery Mbuik serta Dance Henuk dan Endang Sidin di sekretariat Kontras Nusra di Kupang, Rabu (21/12/11) malam.
Sementara itu Lery Mbuik mengatakan, pemerintahan Rote Ndao dibawah kendali Leonard Haning sangat feodalis dan represif. “Pemerinatah Rote Ndao itu feodalis dan represif. Saya aja diintimidasi, apalagi masyarakat biasa lainnya,” papar Lery Mbuik, penuh emosi.
By. CHRIS PARERA

Wartawan Erende Pos Minta Perlindungan Kontras


sergapntt.com [KUPANG] – Wartawan Harian Umum (HU) Erende Pos, Dance Henuk dan Endang Sidin akhirnya kabur dari Kabupaten Rote Ndao guna mencari perlindungan di Kota Kupang. Dengan menumpang kapal cepat, Dance dan Endang yang ditemani wartawan Metro TV, A. Taufiq dan Pernanda Kusuma tiba di Kupang pukul 14.00 WITENG, Rabu (21/12/11).
“Di Rote saya tidak merasa nyaman lagi. Apalagi ketika polisi melepas para pelaku yang diduga membakar rumah saya. Karena itu, saya datang ke Kupang, untuk meminta perlindungan dari teman-teman wartawan, Kontras, Cis Timor dan lembaga-lembaga lain yang peduli terhadap masalah yang saya alami,” ujar Dance saat ditemui sergapntt.com di Sekretariat Kontras Nusra di Kupang, Rabu (21/12/11).
Senin (11/12/11) lalu, rumah milik Dance diserang dan dibakar oleh orang tak dikenal. Akibat serangan yang membabi buta itu, rumahnya rata dengan tanah dan ponakannya yang baru berumur 1 bulan tewas ditempat akibat terkena lemparan batu.
Diduga serangan itu akibat pemberitaan yang dilansir HU Erende Pos tentang berbagai dugaan tindak KKN di Rote Ndao.
Sejauh ini polisi telah menetapkan empat tersangka, yakni Sony Nale, Paulus Nale, Simon Zakarias, dan Jorsi Tine. Namun polisi hanya menahan Yonas Nale dan Jorsi Tine.
“Saya tidak tahu kenapa polisi lepas itu pelaku. Itu yang membuat saya takut, makanya saya lari ke Kupang ini,” ucap Dance, lirih.
Menurut Dance, dari keterangan saksi-saksi, para pelaku berencana untuk membunuhnya. Namun niat itu urung karena sebagaian pelaku takut.
“Awalnya mereka berencana membunuh saya. Tapi karena sebagian dari mereka takut, akhirnya mereka hanya melempar rumah hingga mengakibatkan anak saya meninggal, dan membakar rumah saya,” papar Dance.
Setelah berada di Kupang, Dance mengaku legah. Ia bisa sedikit lebih rileks karena jauh dari ancaman. “Sekarang saya bisa lebih santai,” imbuhnya.
Pengakuan yang sama disampaikan juga oleh Endang. Wartawati Erende Pos ini mengaku tidak nyaman di Rote Ndao pasca ancaman yang ia terima dari Jhon Terik, anggota Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote   Ndao.
“Saya tidak nyaman di Rote Ndao, makanya saya datang menemui teman-teman wartawan, Kontras dan Cis Timor di Kupang,” ujar Endang.
Sementara itu, koordinator Kontras Nusra, Marthen Salu mengatakan pihaknya akan terus mendampingi Dance dan Endang hingga proses hukum bagi para pelaku selesai.
“Kami sangat prihatin dengan masalah yang dihadapi Dance dan Endang ini. Koq bisa begini? Ini sudah sangat keterlaluan. Kami akan mendampingi mereka sampai selesai,” tegasnya, singkat.
By. Chris Parera