225 Pelajar dapat Beasiswa


sergapntt.com [BA’A] – Dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Korpri ke-40 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang jatuh pada 24 November 2011 lalu, Kopri Rote Ndao melakukan berbagai perlombaan yang berpusat di kantor bupati yang diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/12) Sekretaris Korpri Kabupaten Rote Ndao, Elias Manafe mengatakan, jenis kegiatan yang dilombakan untuk memperingati HUT Korpri diantaranya tenis meja putra dan putri, paduan suara antar SKPD dan lomba pengucapan Panca Prasetia Korpri yang diikuti perwakilan dari setiap SKPD se-Kabupaten Rote Ndao.
“Semua kegiatan perlombaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan telah berjalan dengan baik sesuai rencana,” kata Elias.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada juga pemberian beasiswa kepada anak anggota PNS golongan I dan II sebanyak 225 anak. Dengan rincian, siswa SD sebanyak 100 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap orang Rp 360 ribu, siswa SMP sebanyak 75 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap anak Rp 420 ribu dan SMA 50 orang dengan jumlah beasiswa untuk setiap orang Rp 720 ribu.
Dikatakan, pemberian beasiswa adalah sebagai motivasi dan dorongan kepada setiap siswa yang menerima, sehingga mereka (siswa, red) lebih semangat untuk belajar agar nantinya dapat meraih prestasi yang lebih memuaskan serta mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Untuk realisasi keuangan katanya sudah 100 persen dan setiap siswa sudah menerima, namun masih ada lima orang siswa yang belum mengambil uangnya karena masalah miskomunikasi.
Ditambahkan, Pemkab Rote Ndao juga telah mengusulkan ke pusat untuk anak-anak yang berprestasi dalam tahun 2011 baik dari jenjang SMA dan perguruan tinggi sebanyak sembilan orang, namun yang dijawab hanya empat orang, tiga orang SMA dan satu orang mahasiswa.
“Sekarang kita lagi menunggu proses pencairan dananya karena perlengkapan administrasi baru diantar ke provinsi. Kedepan kami akan berusaha lobi ke pusat melalui DPN Jakarta, sehingga kuota untuk Rote Ndao bisa dinaikkan,” katanya.
By. TOM

Rote Barat Laut Dukung Lakamola Anan Sio


sergapntt.com [BA’A] – Sebanyak 500 lebih warga Kecamatan Rote Barat Laut mendatangi Bupati Rote Ndao, Leonard Haning di rumah jabatan bupati di Ne’e, Minggu (11/12) petang. Kedatangan mereka untuk melakukan tatap muka.
Dalam tatap muka tersebut, salah satu maneleo, G Tungga yang dipercayakan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan warga mengatakan, mereka (masyarakat Rote Barat Laut, red) datang untuk berbicara langsung dengan Bupati Rote Ndao terkait dua hal yaitu bahwa dalam rangka menyambut musim hujan ini, maka warga mendukung penuh program lakamola anan sio yang telah dicanangkan bupati dan sekaligus mendukung dan tetap mempertahankan Bupati Leonard haning untuk maju pada pemilukada yang akan datang.
“Kami datang ke sini untuk berbicara langsung dengan bapak bupati sebagai ungkapan isi hati bahwa kami masyarakat Kecamatan Rote Barat Laut mendukung penuh gerakan lakamola anan sio yang merupakan sebuah program yang bagi kami masyarakat kecil adalah program yang sangat berarti karena langsung menyentuh dengan kehidupan kami masyarakat tani, sekaligus berharap dan mendukung bupati saat ini untuk maju pada pemilukada Rote Ndao yang akan datang,” katanya disambut teriakan setuju oleh warga yang hadir.
Sementara Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam ungkapan isi hatinya mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kedatangan dan inisiatif dari tokoh adat dan para maneleo Kecamatan Rote Barat Laut.
“Rote Ndao dari ujung timur sampai barat harus memiliki satu tekad yang sama untuk membangun Rote dalam suasana damai dan dasar cinta kasih dengan tidak membedakan satu dengan yang lainnya,” kata Leonard.
Dikatakan, setelah tiga tahun bersama masyarakat Rote Ndao membangun daerah dalam segala hal, banyak yang telah berhasil dengan baik tetapi juga masih banyak hal yang patut menjadi perhatian untuk diperbaiki dan diperhatikan dan akan dilanjutkan kedepan. Manakala dalam keberlanjutannya ada yang kurang akan dibenahi supaya lebih baik dari yang kemarin.
Tahun 2011 akan berlalu dan memasuki tahun 2012 katanya, program pembangunan tetap pada pembangunan infrastruktur, baik itu jalan, bidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Menjadi program tambahan untuk tahun 2012 adalah penerangan (kelistrikan).
“Untuk tahun 2012 pemerintah siapkan dana sebesar Rp 5 miliar yang akan didiskusikan dengan DPRD supaya kita mempercepat di bidang penerangan. Dana itu akan diperuntukan bagi 8.000 rumah di Rote. 8000 rumah itu terdiri dari listrik dan tenaga diesel, seberapa banyakpun akan diserap semua dan dana instalasinya akan disiapkan oleh pemerintah. Sementara rakyat tidak dibebankan biaya pemasangan,” katanya disambut tepuk tangan.
Sementara untuk lakamola anan sio katanya, akan diusulkan untuk memperbesar budget dengan penambahan sebesar Rp 50 juta, namun tentunya melalui mekanisme yang ada. Untuk RT/RW telah dirancang untuk nantinya bisa diberikan dana bantuan dan perhatian karena mereka-mereka inilah (RT/RW, red) adalah ujung tombak pelayanan kemasyarakatan dibawah.
By. RNS

 

TPM Ikut Pelatihan ToT


sergapntt.com [BA’A] – Penyadaran, peningkatan kapasitas dan pengorganisasian merupakan hakekat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena, keberhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ditentukan sejauhmana pendekatan pemberdayaan yang dipakai maupun memberikan perubahan bagi masyarakat.
“Perubahan ini terutama menyangkut cara pandang, kapasitas dan bentuk-bentuk pengorganisasian masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan kemandiriannya. Sehingga pengalaman yang berjalan di masyarakat menyangkut partisipasi, inisiatif lokal, pelatihan, pengawasan partisipatif dan advokasi hukum adalah beberapa pola dan bentuk yang perlu diperkuat dan dikembangkan ke depan,” demikian sambutan Kepala BPMPD Kabupaten Rote Ndao, MN Nunuhitu pada pembukaan ToT Pengembangan kader ruang belajar masyarakat tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2011 oleh PNPM Mandiri Perdesaan di aula hotel Videsy.
Dikatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ToT pengembangan kader karena memiliki tujuan untuk membangun kesadaran pentingnya penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas peserta terkait isu penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat, penyusunan strategi pengembangan media kabupaten dalam penanganan masalah dan pengawasan berbasis masyarakat serta pengembangan kerangka kerja aksi, merupakan suatu prioritas yang harus dicapai bersama untuk mewujudkan tujuan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.
Sementara, fasilitator pemberdayaan PNPM Kabupaten Rote Ndao, Nikodemus Asbanu disela-sela kegiatan ToT, Sabtu (10/12) mengatakan, kegiatan Training of Trainers (ToT) diikuti 23 peserta dari unsur tenaga pelatih masyarakat (TPM) setiap kecamatan diwakili tiga orang, unsur BKAD dua orang, badan pengawas UPK satu orang dan perwakilan masyarakat satu orang. Sementara, tingkat kabupaten perwakilan dari unsur pers, pengacara dan maneleo, masing-masing satu orang.
Dikatakan, materi yang disajikan adalah materi mengenai advokasi hukum comunity base monitoring (CBM), pengawasan berbasis masyarakat, penataan kelembagaan masyarakat dan pengembangan media informasi. Tujuannya agar terbentuknya ruang belajar masyarakat secara kolektif untuk mewujudkan kontrol publik dan hak rakyat atas pembangunan. Sementara pematerinya berasal dari tim fasilitator kabupaten empat orang, satker dua orang yaitu PJO kabupaten dan Kasubid UEM serta koordinator bidang pokja RBM kabupaten. 
Dia berharap, usai kegiatan, para pelatih bisa kembali dan selanjutnya mereka akan menjadi tenaga pelatih yang profesional ditengah-tengah masyarakat. “Hak dan kontrol hal-hal ini akan berjalan dengan baik apabila tenaga-tenaga pelatih ini terorganisir dengan baik,” katanya.
By. BOY

Rumah Wartawan Dibakar, Bayinya Meninggal Dunia


sergapntt.com [ROTE NDAO] – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa Dance Henuk, wartawan Rote Ndao News.  Jurnalis yang dikenal kritis di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, rumahnya diserang, dirusaki lalu dibakar. Akibatnya, bayinya yang baru berumur 1 bulan meninggal dunia.
Kediaman Dance Henuk yang terletak di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain itu diserang massa pada Minggu 11 Desember 2011 dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita.

Massa menyerang dengan lemparan batu dan kayu. Akibatnya rumah rusak parah. Di tengah kepanikan dan rasa takut, Dance dan istrinya harus kehilangan anak mereka yang masih bayi.

“Anak saya lahir 15 November 2011, baru berusia sebulan. Malam itu saat serangan dia syok,  kejang-kejang, dan sekitar 30 menit kemudian meninggal,” kata Dance, dengan suara tercekat, saat dihubungi VIVAnews, Rabu 14 Desember 2011.

Gino Novitri Henukh–demikian nama bayi itu–langsung dimakamkan hari Minggu itu.

Di tengah suasana duka dan kalut, massa tanpa ampun kembali menyerang, Senin dini hari. Mereka bahkan membakar rumahnya hingga hangus rata dengan tanah. Beruntung, Dance, istri, dan anaknya yang lain berhasil menyelamatkan diri.

Apa yang membuat massa sedemikian beringas menyerang?

Motifnya belum diketahui. Namun, menurut Dance, itu diduga terkait beritanya soal dugaan korupsi alokasi dana desa yang digunakan untuk membangun kantor desa. “Dan pemberitaan dugaan korupsi pembangunan rumah transmigrasi lokal,” tambah dia.

Sebelum penyerangan, Dance menceritakan, ia sempat didatangi sejumlah orang yang mengancam akan membakar rumah dan menghabisi nyawanya. “Orang yang datang pada Sabtu siang mengancam rumah saya akan dibakar, saya akan dibunuh,” kata dia.

Ia pun lalu melapor ke polisi yang langsung menurunkan tim ke rumahnya. “Tapi saat aparat kembali, massa menyerang.”

Massa menyerang dua kali. Pertama melempari rumah dengan batu dan kayu. Lalu membakarnya.

Kini, Dance dan keluarganya harus mengungsi. “Rumah dan seluruh perabot kami, semua harta benda hangus terbakar,” kata dia.

By.  VIVAnews

54 Imigran Afganistan Ditangkap Di Perairan Pukuafu


sergapntt.com [BA’A] – Sebanyak 54 imigran gelap asal Afganistan yang hendak menyeberang ke Australia untuk mencari suaka ditangkap aparat Polres Rote Ndao di perairan Pukuafu, Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekira pukul 03.30 Wita, Jumat (9/12/11).
Ke-54 imigran tersebut langsung digiring ke Mapolres Rote Ndao. Tiba di Mapolres sekitar pukul 07.30 Wita selanjutnya dibawa ke Mapolda NTT. Wakapolres Rote Ndao, Kompol Ardy Sutryono kepada wartawan mengatakan, informasi mengenai para imigran awalnya datang dari masyarakat dan anggota polisi yang bertugas di Rote Timur. Setelah dicek kebenarannya barulah pihaknya bersama anggota buser turun ke lokasi.
“Kami tiba dilokasi (Pukuafu, red) sekira pukul 03.00 pagi dan saat itu juga langsung di evakuasi. Para imigran menggunakan perahu tradisional,” ujar Ardy.
Dari 54 imigran tersebut katanya, sebanyak 49 orang berasal dari Afganistan dan lima orang dari Pakistan dan didalamnya terdapat satu perempuan (ibu) dan satu balita perempuan berusia dua tahun dan sisahnya laki-laki.
Para imigran tersebut katanya, menggunakan perahu tradisional tanpa nama asal NTB. Dari hasil pemeriksaan, pemilik kapal tersebut bernama Haji Nasrula asal Bima-Dompu Nusa tenggara Barat dan juragan bernama Amin Bere asal Rote-Papela dengan dua orang ABK diantaranya, Hamka (29)  dan Husin (54) asal Bima-NTB. Kapal itu berangkat dari NTB, Senin (5/12).
Menjawab motif para imigran yang hendak menyeberang ke Australia, Ardy mengatakan, sesuai hasil interogasi, motif mereka hanya mau mencari suaka ke Australia karena negara mereka katanya tidak aman dan sering terjadi konflik.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning pada kesempatan itu mengatakan, tugas dari pemerintah dan aparat kepolisian Rote Ndao adalah menangkap, mengamankan dan mengirim ke pemerintah provinsi dalam hal ini imigrasi dan tentu Satgas Polda NTT.
Sementara, kepala Unit IOM Rote Ndao, Ferdinan Naffi mengatakan, para imigran tersebut akan dibawa ke Polda NTT setelah itu langsung diantar ke imigrasi.
By. ROT