Aparat Ispektorat Harus Memiliki Motivasi untuk Belajar


sergapntt.com [BA’A] – Sebagai bentuk sinergisitas serta pemahaman yang komprehensif terhadap pengendalian internal pemerintahan dan demi percepatan peningkatan akuntabilitas keuangan negara, maka seluruh aparat inspektorat perlu dibekali dengan pengetahuan aktual tentang tugas-tugas evaluasi yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern pemerintah.
Demikian sambutan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam kegiatan bimbingan teknis sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Rote Ndao, Origenes Boeky, Selasa (6/12) di aula Bappeda Kabupaten Rote Ndao.
Menurutnya, prevalensi birokrasi yang kompeten dan profesional saat ini bukan saja merupakan sebuah keharusan, namun sudah menjadi kebutuhan. Sudah saatnya pemahaman dan penerapan substansi, profesional diperluas ke setiap lini dan level dalam setiap orang di setiap SKPD dalam organisasinnya di tuntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan serta sikap mental yang mendukung  optimalisasi fungsi SKPD-nya sebagai kontribusi bagi kinerja organisasinnya.
Dengan demikian, setiap upaya pengembangan sumber daya aparatur   untuk melahirkan manusia-manusia profesional wajib melalui training   atau  pelatihan  dan sebagainya harus diapresiasikan secara positif  oleh semua pihak karena memang bimtek adalah satu-satunya basis yang sangat penting untuk membentuk manusia-manusia profesionalisme.
Profesional sejati harus memiliki motivasi untuk terus belajar dan  seseorang yang terbiasa melakukan atau mengerjakan sesuatu  secara ala kadarnnya bukanlah seorang profesional dan sebaliknnya  seorang profesional tidak akan survive bila ia tidak terus menerus  memperdalam pengetahuan, keterampilan dan wawasan melalui  proses belajar yang  kontinue dan berkesinambungan.
Ia menegaskan, beberapa hal penting bahwa peserta bimbingan teknis (bimtek) hendaknya mengikuti kegiatan tersebut dengan tekun, disiplin dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk  membekali diri sendiri dengan informasi aktual seputar tugas pengawasan khususnya SPIP sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60/2008  dan  surat  edaran  Menteri  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi  Nomor 12/2010 dan peserta yang telah memperoleh materi bimtek SPIP harus didokumentasikan agar dapat dipakai sebagai bahan referensi.
By. RND

Bensin Kembali Langka di Rote Ndao


sergapntt.com [BA’A] – Bahan bakar minyak (BBM) khususnya bensin mulai langka di Kabupaten Rote Ndao. Pasalnya, quota BBM Kabupaten Rote Ndao biasanya setiap tanggal 5 pada bulan berjalan sudah didistribusikan, namun hingga, Senin (5/12) petang kondisi pangkalan BBM yang ada diseputaran Kota Ba’a ibukota Kabupaten Rote Ndao ditutup karena ketiadaan bensin.
Bukan saja pangkalan yang terlihat tidak menjual bensin, akan tetapi pengecer dipinggiran jalanpun terlihat hanya botol kosong yang menghiasi rak tempat jual bensin.
Salah satu warga Kota Ba’a, Yermias, Senin (5/11) saat hendak mengisi bensin disalah satu pengecer mengatakan, dirinya heran dan binggung sudah dua bulan bensin tidak lagi langka, tapi sekarang langka lagi.
“Sudah dua bulan ini bensin lancar, sonde seperti sebelumnya. Jadi beta pikir seterusnya sonde susah lagi cari bensin, ternyata ini hari beta liat di beberapa penjual hanya botol kosong,” ujarnya.
Dia mengatakan, jika dalam bulan ini bensin kembali langka, maka pihaknya merasa sangat terganggu. Pasalnya, bertepatan dengan Natal.
Dia berharap, pemerintah bisa secepatnya dapat mengatasi, sehingga nantinya tidak mengganggu aktivitas di bulan ini.
By. RND

PNPM Gelar Kegiatan Ruang Belajar Masyarakat


sergapntt.com [BA’A] – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Rote Ndao bersama fasilitator PNPM Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan workshop ruang belajar masyarakat (RBM) sebagai wahana pembelajaran bersama secara kolektif. Workshop dilaksanakan selama dua hari yakni 5-6 Desember 2011 di aula kantor BPMPD Kabupaten Rote Ndao.
Nikodemus Asbanu, fasilitator pemberdayaan PNPM Kabupaten Rote Ndao, Selasa (6/12) mengatakan, kegiatan hari pertama lebih fokus pada penetapan kegiatan. Pada waktu lalu katanya, telah dibentuk pokja RBM tingkat kabupaten. Pokja itu mendesain kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam wadah ruang belajar masyarakat. Desain kegiatan itu dibahas dan ditetapkan dalam workshop penetapan kegiatan.
Sedangkan hari kedua katanya, lebih fokus pada penyusunan modul RBM dengan tujuan untuk mengembangkan ruang belajar bersama masyarakat. Tentu saja harus dilakukan secara terorganisir, tersistematis dan terstruktur, maka perlu ada pelatihan-pelatihan yang akan dilakukan.
“Pelatihan-pelatihan ini harus didahului dengan penyusunan modul, karena ada modul yang sudah disusun dari pusat sebagai modul nasional juga diberi kesempatan untuk pokja kabupaten mendesain modul lokal dengan memperhatikan kearifan lokal di Kabupaten Rote Ndao. Seperti kita membuat modul lakamola anan sio, bagaimana sinergi PNPM mandiri pedesaan dengan lakamola anan sio,” ujarnya.
Modul-modul yang disusun dan dibahas, akan dilakukan pelatihan kepada tenaga pelatih dari tiap kecamatan selanjutnya mereka (tenaga pelatih, red) akan menjadi pelatih pengembangan kader, advokasi hukum, pengembangan media di masyarakat di setiap kecamatan dan desa.
Dijelaskan, kegiatan RBM adalah bagaimana mewujudkan hak rakyat terhadap pembangunan dan kontrol publik. Inilah yang mau dibanguan dalam wahana ruang belajar masyarakat. Karena sebenarnya masyarakat punya hak untuk kontrol langsung terhadap pembangunan itu.
Menjawab ada beberapa kasus yang melibatkan PNPM yang terjadi di Rote Ndao yang membuat masyarakat ragu akan program PNPM, Nikodemus mengaku, ada komponen masyarakat tertentu yang merasa kecewa terhadap penanganan kasus-kasus, sehingga hal itulah yang mau dibenahi melalui ruang belajar. Karena selama ini tidak pernah ada ruang belajar untuk masyarakat.
Dikatakan, ada juga banyak kekurangan dari implementasi program, namun karena pengawasan dari masyarakat kurang, jadi kebanyakan temuan masalah ditemukan oleh supervisi dari program dan supervisi dari badan pengawas program.
Dia berharap, pengawasan langsung dari masyarakat, karena kegiatan berada ditengah-tengah masyarakat, sehingga alangkah baiknya masyarakat yang melakukan pengontrolan langsung.
By. RND

Bupati Rote Ndao Minta BPKP Lakukan Audit Investigasi


sergapntt.com [KUPANG] – BPKP Perwakilan NTT diminta untuk melakukan audit investigasi atas 51 paket proyek bermasalah di Kabupaten Rote Ndao. Sebagaimana temuan Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, terdapat kerugian negara sekira Rp 50 miliar lebih.
Permintaan itu disampaikan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning kepada wartawan di bandara El Tari Kupang, sebelum berangkat ke Jakarta, Senin (5/12).  
“Tidak ada target tertentu. Pemerintah hanya ingin menyelamatkan uang daerah,” tegas Leonard.
Dijelaskan, temuan tersebut selain diserahkan kepada BPKP Perwakilan NTT,  juga diserahkan kepada Gubernur NTT, Kapolda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Polres Rote Ndao, Kejari Rote Ndao,bupati dan juga kepada ketua DPRD Rote Ndao.
Ia membeberkan, dugaan penyimpangan yang dilaporkan antaranya pembangunan jalan lingkar luar selatan pulau Rote tahun 2008 yang menelan dana sebesar Rp 26 miliar lebih. Di mana, pembangunan jalan hotmix harusnya 10 kilometer, namun yang dikerjakan hanya tujuh kilometer. Selain itu, rencana pembangunan empat jembatan, tapi hanya dibangunan dua jembatan.
“Hanya dengan cara melapor ke BPKP untuk dilakukan audit investigasi, uang negara bisa diselamatkan dan akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau ada utang harus dibayar,” tegasnya.
Leonard sangat menyayangkan kejadian itu karena temuan tersebut sudah bertahun-tahun, tetapi tidak diselesaikan. Karena itu, dengan melaporkan ke BPKP, ia berhadap uang negara yang diselewengkan segera dikembalikan.
Ditegaskan, laporan kepada BPKP adalah wujud dari komitmennya menciptakan penyelenggaraan pemerintah yang bersih dan berwibawa yang didukung oleh pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
By. LITA

Destinasi Laut Mati Sangat Fantastis


sergapntt.com [BA’A] – Menyadari ikon kawasan laut mati di wilayah Desa Sotimori Kecamatan Rote Timur yang fantastis, objek tersebut perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao untuk menunjang popularitas objek wisata tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut hingga kini kondisinnya tidak terawat dan sangat memprihatinkan. Padahal, kawasan tersebut banyak dikunjungi masyarakat luar Kabupaten Rote Ndao dan wisatawan mancanegara bahkan warga Rote sendiri.
Kepala Desa Sotimori, Aser Bulan, Senin (5/12) menegaskan, guna mendongkrak popularitas kawasan laut mati yang selama ini masih tenggelam ketenarannya, pemerintah melalui dinas terkait mempromosikan objek wisata tersebut dengan membuka askes jalan yang baik, pembangunan rumah kecil (lopo) dan menanam pohon yang cocok dengan keadaan tanah pasir.
“Merupakan suatu kebanggaan dari kami jika pemerintah melalui  dinas terkait bisa mengekspose objek tersebut, sehingga masyarakat luar daerah maupun dalam daerah Kabupaten Rote Ndao bisa mengenal keberadaan laut mati dan datang mengunjungi objek itu,” katanya.
Menurut Aser, jika pengunjung makin berdatangan, maka masyarakat ekonomi lemah sedikit diuntungkan. “Beberapa bulan lalu objek laut mati ini masih dikunjungi oleh pak Ketua DPRD Provinsi, Ibrahim Agustinus Medah beserta rombongan dan hal ini sangat menarik karena ternyata dari beberapa staf rombongan tersebut tidak menyangka kalau Kabupaten Rote Ndao juga memiliki laut mati,” jelasnya.
Masyarakat mengharapkan, dengan terisolirnya kawasan objek laut mati serta minusnya promosi objek tersebut untuk menarik pengunjung, kirannya pemerintah melalui dinas terkait bisa mendongkrak popularitas objek tersebut terutama membangun infrastruktur ke lokasi tersebut.
RND