Gerindra Pertanyakan PAW


sergapntt.com [BA’A] – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kabupaten Rote Ndao mempertanyakan proses PAW dan penyelesaian kewajiban anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao saat rapat kerja dan evaluasi kegiatan Partai Gerindra selama tahun 2011. Rapat kerja dan evaluasi kegiatan Partai Gerindra Kabupaten Rote Ndao digelar di sekretariat DPC Gerindra Desa Sangguoen Kecamatan Lobalain, Selasa (15/11) lalu dipimpin Ketua DPC Gerindra Kabupaten Rote Ndao, Arkhimes Molle.
Dalam rapat kerja tersebut, agenda yang dibahas diantaranya evaluasi konsolidasi dan verifikasi internal partai, rencana pelantikan pengurus, kegiatan sosialisai partai, pemilu (pilkada, pemilu legislatif dan pemilu presiden) dan sikap partai dalam mencapai tujuan Partai Gerindra di Kabupaten Rote Ndao.
Demikian disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Rote Ndao, Arkhimes Molle kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/11).
Menurut Arkhimes, terkait PAW dan kewajiban anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao asal Partai Gerindra, khususnya kewajiban anggota DPRD merupakan amanat dan perintah yang telah diatur dengan jelas. Baik pada AD/ART, hasil keputusan rakernas maupun keputusan DPP dan penegasan dari ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
“Soal kewajiban anggota DPRD di legislatif, baik anggota DPR RI maupun DPRD wajib memberi konstribusi 25 persen dari penghasilannya,” jelas Arkhimes.
Terhadap kewajiban 25 persen dari penghasilan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao menurut Arkhimes, sebagai ketua DPC Partai Gerindra telah melakukan beberapa tindakan sesuai dengan mekanisme organisasi, termasuk mengusulkan untuk di PAW sesuai amanat AD/ART Partai Gerindra. Namun, proses selanjutnya adalah kewenangan DPD dan DPP Partai Gerindra. “Untuk itu, kita tunggu saja hasil atas usulan PAW,” katanya.
Dikatakan, surat teguran tegas DPD Partai Gerindra Provinsi NTT tentang penyelesaian iuran berturut-turut tiga kali namun tidak diindahkan juga oleh ketiga anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao tersebut. Tindaklanjut surat DPD itu oleh DPC diberikan kepada ketiga anggota DPRD berturut-turut tiga kali, namun tidak dilaksanakan. Pihaknya telah mengirimkan lagi surat pemberitahuan penyetoran iuran melalui rekening an. DPC Partai Gerindra Rote Ndao, namun tetap tidak diindahkan pula oleh ketiga anggota DPRD.
“Hal lain yang mendukung usulan PAW anggota DPRD adalah tidak berpartisipasi dalam kegiatan partai selama ini terutama dalam rangka memenuhi kewajibannya untuk memfasilitasi kegiatan verifikasi partai tingkat Kabupaten Rote Ndao sesuai dengan keputusan rakerda I NTT tanggal 15 Mei 2011 yang ditindaklanjuti dengan keputusan rapat DPC Partai Gerindra Kabupaten Rote Ndao tertanggal 18 Mei 2011,” kata Arkhimes.
By. RN

2000 Lahan Siap Ditanam


sergapntt.com [BA’A] – Persiapan musim tanam tahun 2011 sekaligus untuk mendukung gerakan lakamola anan sio, Dinas Pertanian membagi persiapan dalam tiga tahap. Ketiga tahap itu yakni tahap pembersihan lahan, tahap pemagaran dan tahap pengolahan lahan.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Rote Ndao, Maks Ledoh di ruang kerjanya, Kamis (13/10).
Dikatakan, target sementara lahan untuk gerakan lakamola anan sio sebanyak 2.151.14 hektare yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Rote Ndao. “Angka ini merupakan target sementara,” ujarnya.
Karena namanya gerakan katanya, selalu bergerak sehingga kalau ada masyarakat yang punya kemauan dan kemampuan pasti lahan-lahan tidur yang belum digarap akan digarap dan bertambah.
Sehingga, pihaknya mengatakan kalau angka tersebut adalah angka sementara.
Dia merincikan, dari 2.000 lebih hektare lahan yang digarap, sejauh ini pembersihan lahan baru mencapai 1.401 hektare dan pemagaran 968 hektare. Sedangkan untuk pengolahan baru 603 hektare lahan yang diolah.
Keterlambatan proses pengolahan karena terkendala traktor. “Pengolahan terlambat karena ada dua traktor rusak. Namun kami telah meminta teknisi dari surabaya untuk perbaiki dan hari ini teknisinya sudah tiba di Rote,” katanya seraya menambahkan, pihaknya juga saat ini mengupayakan kerja sama dengan pemerintah provinsi untuk pinjam pakai traktor.
Menurutnya, untuk saat ini benih yang tersedia untuk siap ditanam yaitu kacang hijau 5 ton serta benih wijan dan botok masing-masing 500 kilogram. Sedangkan, untuk benih sorgum 13 ton dan jagung 10 ton baru akan masuk pada minggu keempat bulan Oktober ini. Untuk batang ubi kayu 240.000 stek akan masuk pada pertengahan bulan November.
Dia berharap, rekanan yang melakukan pengadaan benih-benih tersebut bisa dipercepat karena sebentar lagi akan turun hujan. Hal ini katanya agar nantinya tidak terlambat tanam.
By. RN

Origenes Boeky Dilantik Jadi Plt Sekwan Rote Ndao


sergapntt.com [BA’A] – Origenes Boeky diangkat menjadi pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Rote Ndao menggantikan Zacharias Touklasik. Acara serah terima jabatan Sekretaris DPRD Rote Ndao dilakukan di ruang utama kantor DPRD Rote Ndao, Kamis (13/10/11) lalu.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Rote Ndao, Cornelis Feoh mengatakan, momen tersebut patutlah dihargai dan disyukuri untuk menyambut baik pejabat baru pelaksana tugas demi kelancaran tugas-tugas DPRD. Beban tugas yang selama ini diemban oleh pejabat lama, Zacharias Toulasik selama 10 tahun sebagai Sekretaris DPRD merupakan suatu hal yang patut dicontohi oleh pejabat lainnya.
Sepuluh tahun lamanya sebagai Sekretaris DPRD tentunya ada hal yang baik dalam pelaksanaan tugas, namun ada pula hal yang buruk. “Akan tetapi beliau (Zacharias Toulasik, red) selalu menunjukkan loyalitasnya sebagai Sekretaris DPRD hingga akhir masa jabatannya. Sebagai pimpinan DPRD saya himbau agar pimpinan SKPD lainnya contohilah sikap dan tingkah laku bapak Toulasik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di setiap SKPD masing-masing. Karena dia adalah orang yang loyal. Selalu menunjukkan sifat yang baik dan analisa serta kajian yang mendalam terhadap dua lembaga ini,” ujarnya.
Dua lembaga ini katanya, bukan untuk saling menyerang, namun untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat agar dalam pelayanannya dua lembaga ini bisa langgeng. Karena itu, diharapkan pejabat baru nanti, Origenes Boeky dapat bekerja sama dengan baik agar selalu terciptanya suasana harmonis antara legislatif dan eksekutif.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutannya mengatakan, dalam mengemban tugasnya, Zacharias Toulasik sebagai pemimpin yang menunjukkan sifat sebagai pemimpin yang pintar dan juga baik. Karena itu, patut dan layak untuk dicontohi oleh generasi muda.
Seorang pemimpin sejati tidak pernah melihat posisi sebagai jabatan yang harus dipertahankan dan dipelihara dengan sangat hati-hati melainkan harus mempersembahkan kepada rakyat karya-karya nyata. Seorang pemimpin juga mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan pencapaian kinerja dalam rangka meningkatkan kinerja birokrasi pemerintah serta memiliki kemampuan untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi. Dengan demikian, kepuasan kerja pegawai juga akan tercapai.
Ia meminta kepada pejabat yang baru agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan segenap aparatur pemerintah dalam mengawal dan menyukseskan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
By. RT

Diduga, Pekerjaan Jalan di Busalangga Asal-asalan


sergapntt.com [BA’A] – Pekerjaan jalan sirtu Ombok-Fatubebela-Sukuhun-Ndeuama oleh PNPM Kelurahan Busalangga Kecamatan Rote Barat Laut tahun 2011 sepanjang 3.400 meter dengan nilai kontrak PNPM Rp 297.126.000 dan nilai kontrak swadaya masyarakat sebesar Rp 243.756.000, masa kerja 60 hari kalender terhitung 19 Agustus 2011, diduga tidak sesuai RAB dan pekerjaan jalan tersebut tidak akan bertahan lama. Karena, hingga finishing jalan tersebut belum selesai dikerjakan.
Pantauan sergapntt.com di lokasi, belum lama ini, jalan tersebut tidak rata (bergelombang, red) dan nampak seperti tidak diratakan dan digilas.
Kristofel Mbau, kepala lingkungan Ndeuama yang didampingi salah seoarang tokoh masyarakat, Joi Ndun dikediaman Joi Ndun mengatakan, pekerjaan jalan sirtu sepanjang 3.400 meter sangat disesalkan. Pasalnya, jalan tersebut sebelum dikerjakan oleh PNPM lebih bagus dari sekarang.
“Saya sangat menyesal dengan pekerjaan jalan ini karena saya lihat jalan sebelumnya lebih bagus. Datang ini PNPM malah tambah bikin rusak,” kesal Kristofel.
Menurut Kristofel, sebentar lagi akan turun hujan dan pihaknya yakin saat hujan nanti, walau hanya beberapa jam turun hujan, jalan tersebut sudah tidak bisa dipakai alias rusak berat.
Dikatakan, batas akhir pekerjaan sesuai kalender kerja 60 hari. Jadi jelasnya pada 19 Oktober 2011 telah berakhir, namun pekerjaan empat deker hingga saat ini belum selesai dan masih terbengkalai.
Dia mengatakan, sebagaimana menurut pengakuan TPK, Veri Talo Manafe bahwa masa pemeliharaan jalan adalah oleh masyarakat. Tetapi pihaknya mempertanyakan kok pemeliharaannya diserahkan kepada masyarakat tetapi tidak ada dananya.
Ia tidak mempersoalkan keuangan, namun yang dipersoalkan dan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah kualitas jalan. “Kami masyarakat tidak persoalkan uangnya, tapi yang kami butuhkan pekerjaan jalannya bagus,” katanya.
Pihaknya meminta kejelasan tim PNPM, karena setahunya, prinsip pekerjaan PNPM terbuka tapi yang terjadi adalah sebaliknya.
Sementara, Joi Ndun mengatakan, selama pekerjaan jalan sirtu menurut informasi yang didengar, lebar jalan empat meter, namun pada kenyataannya lebar jalan bervariasi yaitu ada sebagian yang empat meter dan sebagianya tiga meter.
Sedangkan ketebalannya sesuai yang didengarnya 20-30 centimeter, tetapi yang ada hanya 15 centimeter. Bahkan ada ruas jalan yang ketebalannya tidak mencapai 15 centimeter. Sehingga pihaknya sangat yakin ketika turun hujan jalan tersebut tidak bertahan.
Hal ini katanya karena yang dilihat dirinya walas yang dipakai untuk meratakan dan menggilas sertu tidak maksimal. Pasalnya, walas hanya dua hari turun ke lokasi untuk menggilas jalan sepanjang 3.400 meter. Sudah begitu pekerjaan fibro selama dua hari tidak full, sehingga disepanjang ruas jalan nampak seperti digilas asal-asalan.
Pihaknya merasa pekerjaan jalan tidak sesuai. Sebab, selama ini ia meminta petugas PNPM kecamatan untuk menunjukan RAB pekerjaan, namun petugas PNPM selalu memberikan alasan, sehingga dirinya menilai bahwa pekerjaannya tidak benar.
“Liat sendiri itu jalan saja. Jalannya bergelombang, sudah begitu proses gilasnya tidak benar sehingga sertu yang ditimbun paling bertahan satu dua bulan. Kita ungkit dengan jari saja batu yang ikut digilas keluar dengan sendirinya. Apalagi nanti kalu turun hujan, saya sangat yakin jalan ini tidak akan bertahan lama. Justru jalan yang dahulu lebih bagus dari sekarang yang dikerjakan PNPM,” katanya dengan nada kesal.
Ditambahkan, menurut pengakuan TPK, Veri Talo Manafe kepada dirinya, anggaran PNPM sebesar Rp 297.126.000, swadaya masyarakat sebesar Rp 243.756.000 dan pemenang tender Rp 207 juta lebih, maka ini berarti sisa anggaran Rp 90 juta lebih dan untuk hak orang kerja (HOK) sebesar Rp 60 juta, sisa Rp 30.126.000. Sisa itu menurut ketua TPK akan ditenderkan lagi untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum dikerjakan yaitu jalan Ndiuama. Namun dirinya tidak tahu sudah dikerjakan atau belum.
By. TIM

Dana Kecil, Harus Dimanfaatkan dengan Baik


sergapntt.com [BA’A] – Dalam rangka pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan pada tingkat SMP, maka SMP Negeri 3 Rote Barat Daya sebagai salah satu SMP dari empat SMP yang mendapat bantuan dana bimtek dari provinsi, melakukan workshop bimtek KTSP selama tiga hari yang berlangsung sejak 1-3 Desember 2011.
Hal ini dikatakan kepala SMP Negeri 3 Rote Barat Daya, Paulus Nggadas disela-sela workshop di SMP N 3 Oelasin, Jumat (2/12). 
Menurutnya, kegiatan worskhop dilakukan agar para guru dapat mereview kembali perangkap pembelajaran yang ada sehingga bisa masuk unsur-unsur pembinaan karakter. “Kita tahu bahwa anak-anak disini karakternya berbeda dengan karakter anak lain. Sehingga dengan adanya pembinaan karakter ini, anak-anak bisa berubah. Bukan saja faktor intelektual yang berubah, tetapi sikap, perilaku dan tingkah laku bisa berubah,” kata Paulus.
Dikatakan, walau dana bantuan sangat minim, namun bagaimana dari sedikit dana itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan apabila laporan hasil dari kegiatan adalah positif dalam artian bahwa mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam kepada para guru, maka dirinya yakin kelak mutu pendidikan akan semakin bagus.
Sementara, Kabid Pendidikan dan Pengajaran Dinas PPO Kabupaten Rote Ndao, Jhon Pandie mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan warkshop yang dilakukan SMP Negeri 3 Oelasin karena selama ini dana bantuan seperti itu ke sekolah-sekolah kebanyakan hanya membuat laporan pertanggung jawaban, sementara kegiatan tidak dilakukan.
“Kami dari dinas menyambut baik kegiatan itu, karena selama ini sekolah-sekolah yang mendapat dana bantuan tapi tidak melakukan kegiatan. Hanya membuat laporan pertanggungjawaban dan selesai. Namun kepala sekolah disini mampu membuat kegiatan ini dan saya pikir ini sangat luar biasa,” tandas Jhon.
Kegiatan diikuti 14 guru SMP Negeri 3 Oelasin termasuk tenaga honor dan mahasiswa PPL Unstar sebanyak enam orang. Bertindak sebagai narasumber kepala SMP Satap Batulai Kecamatan Lobalain, Elsijon Thine dengan materi, pengembangan media pembelajaran, menyusun dokumen II KTSP dan mengembangkan bahan ajar.
Sedangkan kepala SMP Negeri 3 Oelasin, Paulus Nggadas membawakan materi, delapan standar nasional pendidikan, integrasi pendidikan karakter kedalam mata pelajaran, pembelajaran aktif (pakem), penilaian pendidikan dan pembelajaran IPA terpadu dan IPS terpadu.
By. RN