Hijaukan Pakan Ternak Saat Musim Hujan Tiba


sergapntt.com [MENIA] – Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua, musim hujan tahun ini tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan untuk kebutuhan masyarakat, namun ada sebuah program yang akan dilakukan dan melibatkan masyarakat yakni lomba menanam hijauan pakan ternak.
Hal ini disampaikan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome saat melakukan rapat bersama pimpinan SKPD di kantor bupati pekan silam. Dikatakan, peningkatan produksi ternak khususnya ternak ruminansia akan berhasil dengan baik jika ketersediaan pakan hijauan sebagai sumber pakan dapat dipenuhi secara kualitas dan kuantitas dan tersedia secara kontinue.
Hijauan makanan ternak bersumber dari padang rumput alam atau dengan melakukan penanaman hijauan makanan ternak. Jenis dan kualitas hijauan dipengaruhi oleh kondisi ekologi dan iklim di suatu wilayah. “Ketersediaan hijauan pakan ternak di Sabu Raijua tidak tersedia sepanjang tahun dan hal ini merupakan suatu kendala yang perlu dipecahkan. Masyarakat hanya mau memiliki ternak tanpa berpikir tentang pakan ternak itu sendiri, lalu bagaimana kita melakukan peningkatan produksi ternak di daerah ini kalau masyarakat hanya mengandalkan rumput di padang. Untuk itu, maka musim hujan tahun ini akan kita gerakkan masyarakt untuk menanam hijauan pakan ternak,” bebernya.
Ia menjelaskan, ternak ruminansia sebagai penghasil daging dan susu dengan pakan utamanya hijauan memiliki kendala dalam penyediaannya disebabkan oleh semakin berkurangnya lahan atau padang penggembalaan dan ketersediaan pakan hijauan sangat dipengaruhi oleh musim. Musim kemarau jumlahnya kurang dan sebaliknya pada musim hujan melimpah, sehingga ketersediaan tidak kontinue sepanjang tahun.
Kecukupan pakan bagi ternak yang dipelihara merupakan tantangan yang cukup serius dalam pengembangan peternakan di Sabu Raijua. Indikasi kekurangan pasokan pakan dan nutrisi ialah masih rendahnya tingkat produksi ternak yang dihasilkan.
“Kita akan lakukan lomba bagi masyarakat dan lewat dinas teknis telah melakukan sosialisasi hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga begitu musim hujan tiba, maka program hijauan pakan ternak juga jalan selain masyarakat tetap menanam jagung, kacang maupun sorgum seperti biasanya,” tambahnya.
Diakui, pakan untuk ternak ruminansia selama ini diperoleh dan bersumber dari padang penggembalaan. Padang penggembalaan menyediakan hijauan berupa rumput-rumputan dan leguminosa sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Beberapa tahun terakhir terdapat kecenderungan menurunnya produktivitas padang penggembalaan sebagai penyedia pakan akibat terjadinya perubahan fungsi lahan.
Lahan yang selama ini sebagai padang penggembalaan dikonversi menjadi lahan pertanian untuk persawahan, perkebunan dan pemukiman. Akibatnya, padang penggembalaan sebagai basis ekologi untuk ternak khususnya ternak ruminansia semakin berkurang.
By. SBR

BKKBN NTT Bantu Masyarakat Desa Di Sabu Raijua


sergapntt.com [SEBA] – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT melakukan pelayanan keluarga berencana (KB) kepulauan di Kabupaten Sabu Raijua. Program nasional itu terselenggara atas kerja sama BKKBN Provinsi NTT dengan BPMPP KB dan Pemdes Kabupaten Sabu Raijua.
Satelit Manafe, salah satu pendamping dari BKKBN Provinsi NTT dalam kegiatan pelayanan KB kepulauan kepada Timor Express di Desa Aimau Kecamatan Sabu Tengah menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan adalah melayani masyarakat dengan berbagai alat kontrasepsi sesuai dengan keinginan masyarakat yang dilayani. 
Dikatakan, program nasional KB kepulauan meliputi beberapa kabupaten di NTT yakni Kabupaten Sabu Raijua, kabupaten yang ada di daratan Sumba seluruhnya dan Kabupaten Flores Timur.
“Kegiatan ini adalah program nasional dalam rangka mencapai ketertinggalan dalam keluarga berencana di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan. Jumlah kabupaten dalam suatau provinsi ditentukan oleh pusat,” jelasnya.
Dikatakan, keluarga berencana adalah program yang digalakkan oleh pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang mana saat ini telah menduduki peringkat keempat jumlah penduduk terbesar di dunia. Jika tidak dikendalaikan, maka akan menjadi persoalan sosial yang bisa menggangu pembangunan bangsa.
“Program KB ini berada dalam pengawasan BKKBN, lembaga inilah yang mengelola dan mengatur pelaksanaan program keluarga berencana bagi masyarakat. Salah satu program yaitu mengkampanyekan program KB serta mengajak masyarakat untuk mengikutinya. Berbagai macam alat KB diperkenalkan kepada masyarakat dan mereka bebas memilih mana yang sesuai dengan keinginanya,” ujar Satelit.
Ia menjelaskan, untuk Kabupaten Sabu Raijua pelayanan KB telah dilakukan sejak 25 dan akan berakhir hingga tanggal 4 Desember yang akan datang. “Kita sudah melayani di Seba tepatnya di Puskesmas Seba. Di Pustu Daieko untuk Kecamatan Hawu Mehara dan sekarang kita layani di Pustu Aimau untuk Kecamatan Sabu Tengah. petugas medisnya semua berasal dari Kabupaten Sabu Raijua dan kita hanya mendukung dengan obat dan peralatan serta dokumen administrasi,” jelasnya.
Sementara, salah satu pendamping dari BPMPP KB dan Pemdes Kabupaten Sabu Raijua, Hengki Taka mengatakan, ada berbagai kendala yang dialami dalam rangka menyukseskan program KB di mana para petugas lapangan KB sudah ditarik untuk menduduki jabatan struktural.
Hal ini menjadi kendala sehingga adanya jaringan yang terputus antara program pemerintah pusat dengan kondisi di daerah. “Selain itu minimnya tenaga medis yang ada serta fasilitas penunjang juga menjadi kendala tersendiri dalam bagaimana menggairahkan program KB di Sabu Raijua,”katanya.

By. LET

Pesawat NBA Kembali Layani Rute Sabu – Kupang


sergapntt.com [MENIA] – Setelah sempat berhenti melayani penerbangan ke Sabu, kini PT Nusantara Buana Airlines (NBA) yang menang tender penerbangan subsidi, kini kembali beroperasi. Pesawat yang sebelumnya diaudit ini kembali melayani penerbangan Sabu sejak minggu ketiga bulan November lalu.
Kehadiran NBA untuk melayani penerbangan ke Sabu mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat. Marthen Kitu Rihi, salah satu penumpang yang hendak bepergian ke Kupang di bandara Terdamu Seba, Rabu (30/11/11) mengatakan, animo masyarakat menggunakan jasa penerbangan cukup tinggi. Hal ini terlihat saat melakukan pemesanan tiket pada petugas yang melayani di bandara untuk tiket pesawat komersial Susi Air.
“Kalau mau pergi ke Kupang, maka kita harus pesan tiket paling lambat dua atau tiga minggu sebelumnya. Itu juga belum ada jaminan kalau ada pejabat atau tamu penting yang datang. Kita maklum karena selama sekian bulan ini hanya Susi Air saja yang melayani Sabu, sehingga tidak heran jika untuk mendapatkan tiket sangat sulit walaupun dengan harga yang cukup lumayan,” ujarnya.
Dikatakan, dengan beroperasinya kembali, maka paling tidak penumpang yang ingin menggunakan jasa penerbangan tidak terlalu kerepotan lagi mendapatkan tiket karena sudah ada dua penerbangan yang melayani Sabu.
“Waktu lalu Pemkab Sabu Raijua menetapkan supaya bagi PNS atau pejabat yang menggunakan SPPD, maka harus menggunakan pesawat komersial yaitu Susi Air sesuai dengan yang disiapkan. Dengan demikian, maka kami masyarakat umum dapat menikmati penerbangan bersubsidi dengan NBA. Mudah-mudahan aturan itu masih dijalankan sampai sekarang,” katanya.
By. SB

Di Sabu, Harga Rumput Laut Anjlok


sergapntt.com [MENIA] – Potensi budidaya rumput laut yang kini kembali menggeliat di Kabupaten Sabu Raijua dan saat ini hasil rumput laut melimpah, para petani rumput laut menghadapi kendala serius yakni harga rumput laut anjlok. Anjloknya harga rumput laut di Sabu Raijua dikeluhkan masyarakat petani, sehingga mereka berharap ada intervensi pemerintah dalam mengimbangi harga rumput laut di tingkat petani.
Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat yang juga petani rumput laut, Hendrik Leo Age dari Kecamatan Raijua kepada Timor Express di Menia, Selasa (29/11). Dikatakan, harga rumput laut di Raijua saat ini berkisar antara Rp 4.500 hingga Rp 6.000 perkilo, sehingga sangat merugikan masyarakat setempat.
Disisi lain, jika masyarakat menahan dan tidak mau menjual hasil rumput lautnya, mereka diperhadapkan pada kehidupan sehari-hari mereka yang hanya bergantung pada penghasilan dari bertani rumput laut.
“Sekarang kan rumput laut di Raijua sudah bagus. Hasilnya melimpah, tapi sayang harganya terlalu di bawah. kalau ada yang berani ambil, maka harga tertinggi hanya sampai enam ribu rupiah,” ujarnya.
Dengan harga yang demikian murah, maka petani rumput laut jelas dirugikan jika dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan maupun tenaga dan waktu untuk bertani rumput laut. Ditanya mengenai koperasi pemerintah yang dikelola Disperindag yang juga mengumpulkan rumput laut, Hendrik mengaku kalau saat ini intervensi koperasi belum kelihatan di Raijua, sehingga memberi peluang kepada para pialang maupun rentenir yang menggunakan kesempatan dengan melihat kondisi ekonomi masyarakat yang demikian sulit.
“Memang dulu kopersi sempat masuk ke Raijua dengan harga yang sudah ditentukan sebesar Rp 9.000 perkilogram, namun entah karena modalnya kurang atau apa, koperasinya tidak pernah datang lagi menimbang hasil rumput laut petani,” jelasnya.
Dikatakan, saat ini masa jaya rumput laut sebelum dilanda pencemaran laut kini sudah kembali dan hasilnya sudah seperti dulu. Khusus untuk pulau Raijua hampir seluruh masyarakat membudidaya rumput laut, sehingga jika koperasi hendak mengambil hasil dari petani, maka membutuhkan modal yang cukup banyak untuk mengcover semua hasil rumpt laut yang ada dipulau tersebut.
“Hasil rumput laut di Raijua entah berapa ratus ribu ton sehingga kalau mau mengcover semua hasil, maka membutuhkan uang yang cukup banyak. Kalau tidak, maka para pialang atau rentenir rumput laut akan bermain di air keruh. Yang rugi adalah masyarakat karena harga rumput laut tidak sebanding dengan modal, tenaga maupun waktu yang telah dihabiskan untuk menghasilkan rumput laut. Untuk itu kami sangat berharap agar pemerintah memikirkan solusi bagi harga rumput laut ini, sehingga semangat masyarakat untuk bekerja juga akan semakin tinggi. Kalau tidak untuk apa kita tanam rumput laut kalau toh itu tidak menguntungkan petani walaupun hasilnya melimpah,” tukasnya.
By. ANR

TLM Lakukan Sosialisasi Kespro Bagi Pelajar


sergapntt.com [MENIA] – Selama dua hari, 25-26 November Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) GMIT bekerja sama dengan Puskesmas Seba melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi (kespro) bagi pelajar di beberapa sekolah di Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua.

Fasilitator Desa Yayasan TLM GMIT, Roy Kedoh kepada wartawan di  Seba, Sabtu (26/11) mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Yayasan TLM terhadap kesehatan masyarakat terutama pelajar yang masih mengikuti pendidikan di bangku sekolah. Untuk tujuan tersebut, maka melalui Divisi Transformasi Yayasan TLM melakukan kegiatan sosialisasi pentingnya kesehatan reproduksi diketahui secara dini oleh pelajar, sehingga memiliki pengetahuan untuk bisa menghindari dari setiap ancaman penyakit menular seksual (PMS).
“Kesehatan reproduksi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak problem remaja yang perlu mendapat perhatian bagi semua kalangan, baik orang tua, guru maupun konselor sekolah. Mengingat belakangan ini perilaku dan pergaulan remaja dengan lawan jenisnya (pacaran) telah mengarah pada perilaku seks dan mengabaikan substansi dalam menjalin hubungan yang pada dasarnya adalah sebagai ruang belajar dalam bersosialisasi, komunikasi, mengungkapkan emosi dan berkomitmen,” ujarnya.
Diharapkan kegiatan ini bisa memberi dampak yang positif bagi pelajar setelah mengetahui apa pentingnya kesehatan reproduksi, sehingga mampu menjaga diri dari pergaulan bebas yang berdampak pada rentannya kesehatan reproduksi.
“Kita lakukan kegiatan ini selama dua hari di beberapa sekolah yaitu di SMPN 3 Sabu Barat, SMKN Sabu Barat, SMPN 1 Sabu Barat dan SMA PGRI Sabu Barat,” jelas Roy.
Sementara itu, Roy William, salah satu dokter PTT pada rumah sakit Seba saat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi di SMPN 3 Sabu Barat menjelaskan, pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin. Hal ini tentunya akan membuat orang tua merasa khawatir. Untuk itu, perlu diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks.
Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. “Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang. Selain itu remaja juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya,” ujarnya.
Dijelaskan, PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
By. SBR