Guru dan Pengawas dapat Penghargaan


sergapontt.com [SOE] – Peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa memang perlu dihargai. Sehingga melalui peringatan hari jadinya yang ke-66, guru diberikan penghormatan sebagai peletak dasar kemampuan generasi muda. Sebagai bentuk penghargaan yang nyata, pemerintah memberikan tanda penghargaan kepada guru dan pengawas berpretasi di wilayah Kabupaten TTS.
Pemberian penghargaan kepada guru dan pengawas itu dilaksanakan pada upacara HUT PGRI dan HUT Korpri yang berlangsung di lapangan Puspenmas SoE, Selasa (29/11/11).
Dalam upacara tersebut, Bupati TTS, Paulus VR Mella menyerahkan penghargaan kepada satu pengawas dan empat guru perprestasi. Penyerahan tersebut disaksikan Muspida TTS serta ribuan peserta upacara.
Kadis PPO Kabupaten TTS, Aba L Anie yang diwawancara Timor Express menjelaskan, para guru dan pengawas tersebut telah melalui proses seleksi dan ujian. Menurut Aba, satu pengawas dan empat guru yang berprestasi itu bahkan berprestasi di tingkat provinsi dan juga nasional. Hal ini kata dia, sebagai bukti kualitas tenaga pendidik di daerah ini.
“Pengawas yang dapat penghargaan itu, Debora Daniel yang mendapat peringkat satu tingkat Kabupaten TTS dan juga NTT. Bahkan Debora masuk peringkat delapan nasional mewakili NTT. Untuk guru tingkat SMA, Jemy Pele dari SMAN 1 Mollo Selatan yang mendapat peringkat satu TTS dan peringkat tiga NTT. Sementara untuk tingkat SMP, Benyamin Sole dari SMP Kristen Kesetnana. Benyamin sedang mendalami bahasa Inggris karena mendapat kesempatan untuk melanjutkan S2 setelah mendapat sponsor,” terang Aba.
Dia menambahkan, untuk tingkat SD terdapat dua orang. Salah satunya adalah Isak Beukliu dari SD Inpres Ajotomas Mollo Utara. Isak kata dia, meraih peringkat satu tingkat Kabupaten TTS dan berhasil meraih peringkat pertama lagi di tingkat Provinsi NTT.
Dia menguraikan, proses seleksi yang dilakukan yakni seleksi administrasi, akademik, wawancara dan presentasi tulisan. Salah satu syaratnya adalah masa pengabdian minimal delapan tahun.
“Kita harapkan mereka-mereka ini akan menjadi guru yang diteladani baik dari segi disiplin dan juga dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. Karena mereka ini terpilih dari 3.983 orang guru PNS di Kabupaten TTS,” bebernya.
By. SOS

Di TTS, Bibit Jagung Bantuan Rusak


sergapntt.com [SOE] – Upaya pemerintah untuk menghindari bencana rawan pangan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai terbentur. Jika tahun sebelumnya masyarakat mengalami gagal tanam dan gagal panen, kali ini berbeda.
Di Desa Tetaf Kecamatan Kuatnana misalnya, masyarakat yang mendapat bantuan bibit jagung dari pemerintah desa diduga rusak sebelum ditanam. Pasalnya, selain kondisi bibit yang sebagian menghitam, masyarakat mengeluh karena sesudah ditanam hingga empat sampai lima hari tak kunjung tumbuh.
Beberapa warga yang ditemui wartawan, Rabu (30/11/11) mengisahkan, telah menerima bibit tersebut pertengahan November lalu. Namun setelah ditanam, hampir tidak ada yang tumbuh. Sehingga mereka menggantikan bibit yang mereka miliki.
“Kami dibagi setiap KK dapat satu kilogram. Jadi kami tanam tapi tidak ada yang tumbuh sampai sekarang. Jadi kami tanam ganti pakai kami punya bibit dan sudah tumbuh,” ujar salah satu warga, Yohana Neonali.
Hal yang sama diungkapkan Anderias Taniu yang juga adalah Kaur Pem Desa Tetaf. Anderias mengisahkan, setelah mendapat bagian, dia mencoba menanam jagung tersebut. Namun karena tidak tumbuh setelah menunggu hingga lima hari, dia mencoba menggali kembali untuk melihat bibit yang telah ditanamnya. Namun ternyata bibit tersebut telah mengembang dan hancur saat disentuh.
Kepala Desa Tetaf, Marthen Kause yang dikonfirmasi mengaku, bibit jagung tersebut dibagi secara gratis kepada seluruh masyarakat desa tersebut.
Menurut Marthen, bibit tersebut diadakan menggunakan dana ADD sebesar Rp 15,6 juta untuk 1.200 kilogram. Bukan diadakan oleh aparat desa, namun oleh pemerintah kecamatan. Dia mengungkapkan sistem pengadaan seperti itu telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Namun untuk tahun 2011 menuai masalah.
“Memang uangnya dari desa, namun ada staf di kecamatana, namanya Agustinus Neonane yang proses ini semua. Jadi bukan hanya desa kami yang dapat tapi ada tujuh desa di Kecamatan Kuatnana yang prosesnya sama begini. Jadi kami hanya menunggu untuk terima di tempat. Ini sistem yang sudah diatur dari tingkat atas, kalau tidak saya sebagai kepala desa tidak setuju. Karena kalau mau beli, mendingan saya langsung ke toko dan beli sesuai kebutuhan,” ujar Marthen kesal.
Dia menambahkan, setelah dibagikan, banyak masyarakat yang mengaku karena bibit jagung yang ditanam tidak tumbuh. Sehingga pihaknya telah melaporkan kepada pihak kecamatan melalui Agustinus Neonane. “Saya sudah kasih tahu dan mereka siap ganti. Kalau dugaan kami, jagung ini baru dipanen sehingga belum sempat dijemur dengan baik, sehingga rusak. Apalagi jagung juga tidak ada kemasan dan hanya diisi di dalam kantong plastik dan karung,” imbuhnya.
Sementara, Agustinus Neonane yang dikonfirmasi per telepon mengakui hal tersebut. Agustinus menjelaskan, bibit jagung tersebut dibelinya dari salah satu penangkar bibit binaan Dinas Pertanian di Kecamatan Batuputih.
Disebutkan, dirinya membeli bibit sebanyak tujuh ton dari penangkar tersebut dengan harga Rp 13 ribu per kilogram. Terkait bibit yang rusak, Agustinus mengaku akan mengganti sesuai kerusakan. Namun dia mengatakan akan membeli dari penangkar yang sama.
“Kami sudah dapat laporan dan untuk sementara baru dari Desa Tetaf. Itu jagung jenis Lamuru dari penangkar di Batuputih dan kami akan ganti 50 persen dari penangkar itu juga. Nanti hari Jumat kami akan antar,” janji Agustinus.
By. SOS

Pemerintah Bangun Fisik, Gereja Bangun Rohani


sergapntt.com [SOE] – Bupati TTS, Paulus VR Mella meminta pemimpin umat beragama untuk menggumuli berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Baik masalah sosial, pendidikan dan juga masalah ketenagakerjaan dan bencana kelaparan.
Hal ini disampaikan Paulus Mella saat memberikan sambutan dalam acara perayaan ekaristi pemberkatan gedung Kapela Santo Leonardus Nunusunu Kecamatan Kualin, Sabtu (26/11). Sesuai berita yang dihimpun dari Humas dan Protokol Setda TTS, dalam acara tersebut hadir pula Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr serta beberapa pejabat lainnya.
Paulus mengatakan, pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan selalu bermitra dengan pemimpin umat beragama untuk membangun masyarakat. Sehingga peran serta umat beragama dalam pembangunan di daerah sangat dibutuhkan.
Dikatakan, dalam kemitraan pemerintah dan gereja, pemerintah membangun masyarakat dari sisi fisik dan gereja membangun masyarakat dari sisi rohani. Sehingga menurut dia, akan ada keseimbangan antara jasmani dan rohani karena ada berbagai hal yang menjadi pergumulan pemerintah.
Paulus menyebutkan beberapa hal yakni adanya kekurangan pangan karena gagal tanama dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal. Ada pula banyaknya anak-anak yang putus sekolah.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr meminta masyarakat untuk tidak selalu mengeluh dengan keadaan yang dialami. Menurut Petrus, dengan anugerah yang diberikan Tuhan, masyarakat harus mampu mengelola alam yang Tuhan berikan dengan tetap menjaga kerukunan dan kedamaian sebagai manusia yang bermartabat.
By. MG

Kisruh Uang Di Partai Demokrat


Ampera Seke Selan 

sergapntt.com [SoE] – Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini lagi ribut besar soal uang pembinaan partai. Menurut Ketua DPC Partai Demokrat TTS, Ampera Seke Selan dan Bendahara Partai Demokrat TTS, Welmince Baokh, S.Th, pencairan dana partai dari Kas Kas Bagian Pembinaan Sosial (Binsos) Setda Kabupaten TTS sebesar Rp. 47 juta dari Rp. 77 juta Tahun Anggaran (TA) 2011 telah dilakukan oleh pengurus demokrat lain yang tidak berhak atas pengurusan dana tersebut.
Karena itu pihaknya akan melaporkan masalah ini ke Mapolres TTS untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saya kaget, lho koq dari total dana Rp77 juta untuk satu tahun anggaran kita baru cairkan Rp. 30 juta untuk pembiayaan operasional kantor, bayar rekening listrik, bayar rekening air, bayar kontrak kantor dan bayar ATK, tapi sisanya sudah tidak ada lagi,” jelas Seke Selan.
Sementara itu, Kabag Binsos Setda Kabupaten TTS, Tonce Sakan,S.Sos didamping Bendahara Binsos, Emy Oematan ketika di konfirmasi wartawan menyebutkan, dana pembinaan partai Demokrat sudah dicairkan oleh Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten TTS atas nama Simon Bin Linokas, SH atas perintah Wakil Bupati TTS, Drs. Beny A Litelnoni,SH,MSi untuk kelancaran Muscab Partai Demokrat pada Juni 2011 lalu yang mengalami deadlock. Karena itu, Tonce kemudian mempersilahkan wartawan untuk menanyakannya ke Wakil Bupati TTS.
Setelah di lakukan cross cek, ternyata pencairan tahap I dilakukan oleh Ketua dan Bendahara DPC Demokrat TTS pada Maret 2011. Sedangkan tahap II dilakukan oleh Simon Bin Liunokas dan Kuitanis adalah ditandatangani oleh Marthen Tokan selaku Ketua Panitia Muscab Partai Demokrat Kabupaten TTS yang juga sebagai pengurus DPD Partai Demokrat NTT pada Juni 2011.
Wakil Bupati TTS Drs. Beny A Litelnoni,SH,MSi yang di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan kalau dana tersebut dicairkan demi kelancaran Muscab Partai Demokrat TTS.
Sebagai eksekutif, kata dia, pihaknya berhak memberikan mandat untuk melakukan pencairan demi kepentingan kelancaran Muscab itu sendiri. Namun karena Muscab tidak jadi, maka dana itu tersimpan di kas DPD Demokrat NTT.
Litelnoni juga berharap agar kisruh uang pembinaan partai di tubuh Demokrat ini segera berakhir melalui komunikasi yang baik antara para pihak terkait.
By. MOR/EBEN

Jaringan PDAM Bonleu Macet


sergapntt.com [SOE] – Mata air Bonleu yang menjadi sumber utama jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten TTS sedang bermasalah. Hal yang mempengaruhi distribusi air ke pelanggan PDAM beberapa pekan terakhir.
Namun secara umum pengaduan pelanggan mulai berkurang karena PDAM menyiapkan mobil tengki air untuk melayani kebutuhan emergensi. Selain itu, masyarakat juga menyadari kondisi musim panas yang berpengaruh pada menurunnya debit air pada beberapa sumber.
Demikian dijelaskan Pjs Direktur PDAM TTS, Lely Hayer kepada wartawan, Senin (7/11) di ruang kerjanya. Lely dikonfirmasi tekait dugaan adanya pemutusan saluran air pada sumber air Bonleu oleh pihak tertentu. Menurut Lely, pelayanan air minum oleh PDAM saat ini memang terganggu. Namun pihaknya sedang berupaya untuk memperbaiki jaringan yang bermasalah agar dapat segera teratasi.
“Awalnya ada keluhan dari warga Kota SoE bahwa aliran air sangat kecil, bahkan hampir tidak ada. Sehingga kami bersama teman-teman di bagian teknis turun cek dan ternyata betul. Sehingga kami tanya ke petugas yang menjaga sumber di Bonleu, Benyamin Fallo. Kemudian dia bilang memang aliran air ke TTS sengaja dialihkan oleh petugas dari Kabupaten TTU. Memang mata air Bonleu itu ada persis diantara TTS dan TTU. Sehingga kami berupaya untuk turun cek langsung ke lokasi, Sabtu (5/11). Namun belum berhasil karena medan yang dilalui sangat berat karena sedang hujan. Waktu itu kami bersama DPRD dan Bagian Ekonomi,” jelas Lely yang didampingi Kasubag Pengaduan, Lunu Missa.
Terkait hal ini, Lely berjanji akan bersurat kepada PDAM Kabupaten TTU untuk segera dicarikan solusi. Selain itu, dia juga mengatakan antisipasi yang dilakukan dengan memperbaiki bak penampung Bonleu yang kini sudah rusak. Walaupun distribusi melalui jaringan pipa sedang terhambat, namun Lely mengharapkan masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, selain upaya perbaikan secara cepat, pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil tengki untuk keperluan emergensi para pelanggan. Dia menegaskan, pelayanan air tengki gratis tanpa biaya.
“Sumber air Bonleu itu merupakan sumber utama, sehingga kalau terganggu, maka jelas akan terganggu semua. Karena dari sumber tersebut ada 5.018 pelanggan yang terganggu dari total pelanggan 6.077. Memang kita masih dibantu dengan beberapa sumber seperti dari Buat, Kesetnana dan Oenasi. Namun beberapa sumber yang membantu justru debit airnya semakin turun. Sehingga kita tetap upayakan agar distribusi dari Bonleu segera normal kembali. Jadi tim teknis sudah turun untuk bekerja keras selama beberapa hari ini,” janji Lely.
Sementara itu, Lunu Missa mengaku, walaupun distribusi air terganggu, namun pengaduan pelanggan semakin berkurang. Hal ini menurut Lunu sebagai bentuk kesadaran masyarakat terkait kondisi alam yang memang tidak terhindarkan. Dia mengatakan, menurunnya pengaduan pelanggan karena adanya mobil tengki yang siap melayani kebutuhan emergensi selama 24 jam.
“Ini juga bukan kita yang mau, karena memang kondisi alam sehingga debit air menurun. Sehingga masyarakat juga mengerti itu,” akunya.
By. SOS