Jaga Kerukunan Beragama


sergapntt.com [So’e] -> Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans lebu Raya, meminta masyarakat NTT untuk tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan antar umat beragama. Karena kondisi aman dan kerukunan antar umat beragama adalah faktor penting untuk membangun daerah ini.
“Saya minta kita semua jaga kerukunan, jaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Itu yang diperlukan untuk daerah ini. Untuk membangun NTT,” tegas Gubernur Lebu Raya dalam sambutannya saat memperingati Ulang Tahun Kapela Santo Andreas Kakan ke-50, di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (17/9/11), yang turut dihadiri oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, dan pimpinan SKPD tingkat Provinsi NTT.

Lebu Raya menambahkan, ibarat manusia, usia 50 tahun bukan lagi usia muda tapi merupakan usia yang menunjukan kematangan dan kedewasaan. Sehingga melalui perayaan emas ini dapat dijadikan sebagai momen refleksi untuk meneguhkan semangat dan iman. Meningkatkan iman dan menumbuhkan semangat cinta kasih kepada sesama. “Umat Santo Andreas terbilang sudah dewasa. Jaga toleransi dan kebersamaan. Tunjukan keteguhan iman saudara dan beri cinta kasih kepada sesama walau bukan orang Katolik,” pinta Lebu Raya. (by. ferry guru)

GOR Kobelete TTS Habiskan Rp 31 M


SERGAP NTT -> Pembangunan gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Kobelete dan saat ini memasuki proses tender. GOR ini akan menghabiskan dana Rp 31 miliar. Pembangunannya direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun.
“Proses pembangunan GOR sudah berjalan dan saat ini memasuki tahap penjelasan atau anwizjing oleh Dinas PPO,” jelas Bupati TTS, Ir. Paul Mella.
Paul Mella, mengatakan pembangunan GOR harus mulai berjalan dengan dana yang sudah dialokasikan. Dan untuk tambahan dana pusat akan diusulkan tahap berikutnya.
“Yang penting jalan dulu baru pemerintah pusat bisa tambah,” tegasnya.
Pada tempat berbeda, Kabid Sarana Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Sarpor) yang juga ketua panitia tender, Alex Letuna mengatakan, proses tender gedung GOR sudah berjalan dan sudah dilakukan aanwizjing pada tanggal 22 Juni 2011, yang diikuti tiga perusahaan yakni PT Waskita Karya, PT Batu Besi dan PT Sumber Griya Permai. “Panitia tetap membuka pendaftaran bagi rekanan yang mau mengikuti tender hingga tanggal 1 Juli 2011 saat memasukkan dokumen. Dengan ketentuan harus pengikuti ketentuan yang sudah disepakati saat penjelasan,” ujarnya. (by. web)
Menurut Letuna, pembangunan GOR ini memiliki dua kontrak, yakni kontrak induk Rp 31 miliar. Dan anak kontrak setiap tahap bervariasi, yakni tahap pertama Rp 12 miliar yang terdiri dari APBN Rp 3,5 miliar dan APBD II sebesar Rp 8,5 miliar.
Sedangkan sisa dana Rp 19 miliar akan ditenderkan pada tahap kedua dan ketiga.
“Kita berharap pembangunan tahap kedua dan ketiga juga dari dana bantuan APBN,” katanya. (*)

KETIKA KEJAHATAN BERBALIK ARAH


SERGAP NTT -> Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kej. 50:20
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28
Allah yang maha baik telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang sungguh amat baik, supaya bisa menerima yang terbaik. Begitu besar kebaikannya sehingga hal hal yang buruk sekalipun bisa diubah menjadi yang baik. Kejahatan bisa berbalim arah. Itulah yang terjadi dengan kehidupan Yusuf bin Yakob, yang mendapatkan julukan The Prince of Egypt.
Sejak masih bocah, ia sering dikucilkan oleh saudara saudara tirinya. Maklum, Yusuf begitu dimanjakan oleh ayahnya. Maklum saja karena ia lahir dari istri yang sangat dicintainya. Kelahiranya ke dalam dunia merupakan keajaiban ilahi. Tanda tanda itu memang mulai kelihatan sejak ia masih bocah. Selain suka bermain, ia juga suka bermimpi. Terkadang isi mimpi itu bisa membuat saudaranya iri hati. Tentu saja dua mimpi yang ia ceritakan di depan ayahnda dan seisi rumah bukan sembarang mimpi seperti orang yang doyan tidur. Kedua mimpi yang menjadi pertanda bahwa ia akan menjadi orang besar telah menyeretnya pada penderitaan demi penderitaan. Buntutnya adalah pelecehan, penyiksaan, penipuan dan usaha pembunuhan.
Gagal dari usaha pembunuhan, akhirnya Yusuf menjadi korban children traficking. Ia dijual menjadi budak belian tanpa mengetehaui nilai transaksinya. Sampai disini tidak ada satu patah kata keluhan yang muncul dari ucapan bibirnya. Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Keluar dari kandang singa, masuk rumah tua yang penuh dengan ular berbisa. Lepas dari sumur mati, ia jatuh ditangan pedagang manusia. Kedua tempat itu ibarat terminal transit perjalanan hidup yang tidak mudah dijalani oleh remaja yang biasa dimanja.
Karena pertolongan Tuhan, prestasi kerja Yusuf benar benar mengagumkan majikannya. Dalam waktu singkat, Tuhan mempromosikannya dari jongos menjadi bos. Namun seiring dengan kenaikan tanggung jawab, ia harus menghadapi kejahatan firtnah dari istri majikan yang sangat kejam. Tiga belas tahun mendekam di penjara, ia masih tetap setia dan tidak tenggelam dalam kecewa. Singkat cerita, di dalam penjara ia dikecewakan oleh salah satu orang ditolongnya, namun Tuhan mengubahnya menjadi jembatan untuk promosi yang berikutnya. Ia berhasil menolong sang raja dan diangkat menjadi orang nomer dua. Luar biasa.
Selama kita bersama dengan penyertaan Tuhan yang maha kuasa, jangan pernah takut terhadap rekayasa manusia. Terkadang Tuhan menggunakan kesulitan dari musuh untuk membentuk karakter kita. Life must go on. Bukankan kebesaran seseorang diukur dari seberapa besar rintangan yang pernah ditaklukannya dalam hidup? Bukan dari jabatan, pangkat, kedudukan dan kekayaan.
Tidak heran jika Yusuf menjadi perdana menteri karena dia lulus menjalani fit and proper test yang langsung ditangani oleh Tuhan. Ada yang bilang kalau hidup dalam pencobaan dan disertai Allah itu jauh lebih baik dari pada tanpa pencobaan namun tidak bersama dengan Allah. Oleh karena itu ketika sedang dihadang oleh kesulitan dan berbagai pergumulan, jangan lari dari dari Allah dan mencari jalan pintas.
Jika ingin melihat kejahatan berubah menjadi kebaikan, persoalan menjadi berkat, rintangan menjadikesempatan, fitnah menjadi berkah, mendekatlah kepada Tuhan. Tuhan petnah berkata kalau ia dekat dengan mereka yanh hancur hatinya. Bukankah Tuhan turut bekerja sama dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihiNya? Selamat mencoba. (by. paulus w.p)


Anggota DPRD TTS Menangis


sergapntt.com [SOE] – Gara-gara tidak mampu  membayar utang, Anggota DPRD TTS, Vinsen Tamonob menangis dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) SoE, Senin (3/12). Tangisan Vinsen adalah simbol kekesalannya karena tidak mampu membayar uang milik korban Drs. Samuel Manu, M.Pd.
Vinsen mengeluarkan air mata usai mendengar keterangan korban Samuel Manu yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herry C. Franklin,SH, dalam sidang lanjutan kasus tersebut, Senin pekan lalu.
Dalam keterangan korban Samuel Manu yang dibacakan JPU Herry C. Franklin,SH, pada tanggal 17 Mei 2006 sekitar pukul 21.00 Wita di rumah korban Samuel Manu meminjamkan uang milik korban Rp 6,5 juta.
Uang yang diminta terdakwa Vinsen Tamonob sebagai uang pelicin untuk melobi proyek pekerjaaan kepada CV. milik adik korban atas nama Yohanes Manu sebanyak 2 proyek yaitu, proyek rehabilitasi fisik gedung SD Yaswari Fatuhilik dan SD GMIT Nenu tahun 2005/2006 dari sumber DAK.
Dihadapan saksi korban kala itu, terdakwa berjanji, apabila tidak berhasil dalam lobinya maka uang milik saksi korban akan dikembalikan dalam jumlah 10 kali lipat atau Rp 65 juta.
Karena tergoda dengan rayuan terdakwa, korban menyerahkan uang dengan rincian Rp 3 juta untuk melobi pekerjaan fisik SD Yaswari Fatuhilik dan Rp 3,5 juta untuk melobi pekerjaan fisik SD GMIT Nenu. Tapi dalam pelaksanaannya lobi terdakwa tidak berhasil, sehingga korban menuntut uangnya dikembalikan.
Sementara penasehat hukum terdakwa, Simon D. Tunmuni,SH dalam eksepsinya menjelaskan, surat dakwaan JPU tidak jelas atau tidak memenuhi syarat-syarat dalam pasal 143 ayat 2 sub B KUHAP sehingga harus dibatalkan demi hukum.
”JPU ragu-ragu untuk menguraikan dan menjelaskan tindak pidana yang dilakukan terdakwa. Apakah benar terdakwa sebagai penerima uang ataukah terdakwa yang memberikan uang,” tulis Simon dalam eksepsinya.
Ia mengatakan, jika paparan surat dakwaan tidak cermat dan tidak jelas menyebabkan surat dakwaan batal demi hukum sesuai pasal 143 ayat 3 KUHAP. Selanjutnya masalah yang dituduhkan kepada terdakwa bukan masuk dalam ruang lingkup pidana, melainkan perdatan karena menyangkut masalah utang piutang dan dalam kuitansi tidak ada batas waktu. (by. siprianus atok)

Pejabat TTS Bermental KKN


sergapntt.com [SOE] – Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten TTS, pekan lalu menggelar Sosialisasi Pemantapan Budaya Politik bagi para camat, pimpinan parpol dan tokoh masyarakat tingkat kecamatan se-Kabupaten TTS. Acara yang digelar di Hotel Roda Pedati ini menghadirkan pembicara dari Fisip Undana Kupang, Dr Yanuarius Koli Bau.
Dalam materinya, Koli Bau mengungkapkan, bahwa banyak pejabat di TTS bermental korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), mulai dari pejabat teras hingga desa. “Mental korupsi ini ditandai dengan munculnya berbagai kasus penyimpangan seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dll, yang masih simpang siur dan belum jelas proses penyelesaiannya,” kata Kolibau.
Koli Bau yang didampingi Kepala Kantor (Kakan) Kesbang TTS, Drs. Yusuf Halla selaku moderator ini menyebutkan contoh masalah ADD. Bupati TTS, menurut Kolibau, bersekongkol dengan Kepala Bagian (Kabag) Pemdes memerintahkan para kepala desa (kades) untuk membeli motor. “Padahal kita tahu, banyak masyarakat butuh bantuan dalam banyak hal, seperti penyediaan listrik, jalan raya dan pokok persoalan lain yang butuh perhatian pemerintah, tapi tidak ditanggapi secara baik,” tegas peneliti dari FISIP Undana ini.
Ia mengatakan, bagaimana bisa menciptakan good governance (Pemerinthan yang bersih) bila tidak ada good political (kemauan politik). Pemerintah dan masyarakat harus proaktif dalam setiap proses pembangunan yang sementara berjalan, bukan sebaliknya menciptakan kebijakan yang tidak populis seperti kasus ADD maupun tindakan tidak profesional seperti KKN di mana-mana.
Ia menyebutkan, cara berpolitik masa sekarang beda dengan zaman orde baru. Masyarakat sekarang sudah cukup pintar, dan itu salah satu perubahan yang cukup signifikan bagi masyarakat modern saat ini, terlebih di TTS.
Sebelumnya, acara ini dibuka oleh Asisten III, Drs. Salmun Tabun, M.Si mewakili Bupati Banunaek. Dalam sambutan tertulisnya, Banunaek meminta agar sosialisasi politik ini menjadi ajang pembelajaran yang penting bagi perkembangan TTS ke depan.
Sementara Kakan Kesbang, Yusuf Halla pada penutupan acara ini meminta seluruh peserta sosialisasi agar memanfaatkan materi sosialisasi sebagai referensi bagi proses pemberdayaan politik yang baik menjelang Pilkada di TTS tahun depan.
”Yang diharapkan melalui kegiatan ini, kita bisa mendapatkan figur pemimpin yang baik dan mampu membawa TTS menuju perubahan yang lebih baik dari saat ini. Kita semua diharapkan bisa menumbuhkan sikap kritis dan control sosial yang efektif demi terciptanya tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” pinta Halla. (by. sipri atok)