Kontraktor Nakal Akan di-PHK


sergapntt.com  [KEFA] – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten TTU akan mem-PHK kontraktor pelaksana fisik proyek tahun anggaran 2011 jika tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja yang sudah ditetapkan. Langkah ini akan diambil sebagai upaya untuk mendisiplinkan kontraktor di Kabupaten TTU dalam menangani pekerjaan proyek.
“Kontrak kerja proyek antara kami dengan kontraktor pelaksana  rata-rata berakhir 20 Desember dan kami masih akan beri toleransi waktu sampai 31 Desember. Kalau sampai batas toleransi dan kontraktor yang bersangkutan juga tidak menyelesaikan fisik proyeknya, maka kami tidak akan segan-segan untuk PHK kontraktor yang bersangkutan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PU TTU, Yani Salem di ruang kerjanya, Selasa (13/12).
Langkah ini diambil karena perkembangan fisik proyek  baru mencapai 70 persen sesuai data laporan pengawas lapangan. Hal ini penting diambil lembaganya guna menjamin mutu fisik proyek yang dihasilkan kontraktor pelaksana.
“Soal mutu pekerjaan kami tidak main-main. Karena itu kalau kontraktornya kerja tidak sesuai bestek langsung kami suruh bongkar dan kerja sesuai aturan. Ini semua kami lakukan tidak sekadar mencari perhatian, tapi benar-benar untuk mendukung kemajuan program pembangunan di TTU kedepan,” tegasnya.
Dijelaskan, total  pekerjaan fisik proyek Bina Marga  yang didanai  dari APBD TTU tahun 2011 berjumlah tujuh paket dalam bentuk pekerjaan jalan. Dari ketujuh paket proyek jalan tersebut sesuai data pengawasan dilapangan hanya satu paket yang ditemukan bermasalah karena kontraktor pelaksanaan bekerja diluar bestek, namun sudah diperbaiki sesuai kontrak kerja dengan kontraktor yang bersangkutan.
“Kontrak kerjanya jelas, material agregat yang digunakan adalah agregat kali bukan gunung. Tapi di lapangan kontraktor tersebut menggunakan agregat gunung sehingga kami perintahkan untuk bongkar dan ganti dengan agregat kali dan itu sudah dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai pelaksanaan sejumlah paket proyek jalan dan jembatan senilai Rp 18 miliar yang didanai dengan dana PPID tahun 2011 Yani mengaku, perkembangan fisik proyeknya rata-rata baru mencapai 45 persen.  Hal ini sebabkan mepetnya waktu pelaksanaan fisik proyek oleh kontraktor pelaksana.
Dia memastikan, sejumlah paket proyek dana PPID tahun 2011 tidak bakal selesai pada akhir tahun ini, sehingga terpaksa diberhentikan sambil menungggu petunjuk teknis pelaksanaan dari pemerintah pusat. “Kami akan bayar sesuai perkembangan fisik proyeknya, tidak mungkin kami bayar seratus persen kalau fisik proyeknya belum selesai. Kecuali paket proyek jalan di Mena yang fisik proyeknya sudah seratus persen,” ujarnya.

By. KEF

Lakalantas, Wanita Paruh Baya Tewas


sergapntt.com [KEFA] – Ima Seran, wanita asal Kabupaten Belu, Senin (12/12) dini hari tewas di KM 16 jurusan Kefamenanu-Noemuti. Wanita paru baya ini ditemukan tewas oleh warga dalam keadaan tulang kering kaki sebelah kanan hancur setelah ditabrak sebuah mobil pick up warna hitam dalam perjalanan menuju Kupang sekitar pukul 04.00 Wita.
“Dia (korban, red) ditabrak oleh mobil kijang pick up warna hitam dari arah Kefamenanu. Setelah itu, oto yang bersangkutan langsung putar dan kembali ke arah Kefa,” ungkap salah seorang saksi mata, Frans Tpoen, warga sekitar lokasi kejadian kepada anggota Satlantas Polres TTU, Senin (12/12).
Menurut Frans, korban ditabrak setelah salah satu bus melaju dari arah Kupang menuju Kota Kefamenanu. Setelah kejadian, korban sempat  berteriak kesakitan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
“Oto yang tabrak itu bunyinya halus. Tapi karena masih sedikit gelap dan tidak ada orang lain yang melihat langsung kejadian itu sehingga dia langsung putar dan lari kembali ke Kefa,” jelasnya.
Kapolres TTU, AKBP Gede Mega yang dikonfirmasi melalui Kasatlantas, AKP Andreas Tangketasik di ruang kerjanya membenarkan peristiwa naas yang menewaskan Ima Seran. Kasus  lakalantas itu diketahui setelah menerima laporan warga.
“Kami terima laporan dari Polsek Noemuti atas laporan masyarakat sekitar jam tujuh pagi. Setelah itu langsung kami menuju ke TKP dan jemput korban yang sudah dalam keadaan meninggal. Setelah itu jenazah korban langsung kami antar ke ruang jenazah RSUD Kefamenanu untuk pastikan kebenaran kematian korban,” kata Andreas.
Mengenai proses hukum atas kasus itu, Satlantas Polres TTU selain memeriksa saksi Frans Tpoen, juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap mobil pelaku penabrakan. Sebab, pelaku penabrakan masih kabur dan belum diketahui persis.
“Mobil yang menabrak melarikan diri dan sampai saat ini belum diketahui. Tapi tidak berarti kami diamkan kasus ini. Kami masih terus  berupaya untuk selidiki siapa sebenarnya pelaku penabrakan,” tegasnya.
By. TMR

 

Bank NTT Kefamenanu Gelar Pasar Muraht


sergapntt.com [KEFA] – Kepedulian sosial manajemen Bank NTT Cabang Kefamenanu kepada masyarakat Kabupaten TTU terus meningkat. Sabtu (10/12), Bank NTT Cabang Kefamenanu menggelar pasar murah bagi masyarakat Kecamatan Noemuti, Bikomi Selatan dan Noemuti Timur.
Pasar murah berlangsung di depan kantor Bank NTT Unit Noemuti dan menjual 500 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng 2 liter, beras 4 kg, gula pasir 2 kg dan terigu 2 kg seharga Rp 50 ribu per paket.
Di Noemuti, masyarakat dari berbagai pelosok di tiga kecamatan itu berdatangan memadati lokasi pasar murah. Umumnya warga yang datang adalah mereka yang sudah memiliki kupon paket sembako seharga Rp 50 ribu. Meski warga cukup banyak memadati lokasi pasar murah dan sempat diguyur hujan, namun kegiatan berjalan aman terkendali tanpa pengawalan aparat keamanan.
Hadir pada kesempatan itu, selain pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Sonny Pellokila, Kepala Cabang Pembantu Bank NTT Oelolok, Hendrikus Thaal, Direktur Pemasaran, Irene Olin serta Camat Noemuti, Petrus Nahak.
Sonny Pellokila yang dimintai komentarnya usai pasar murah menjelaskan, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan menjelang hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 semata-mata merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial manajemen Bank NTT  atas keadaan stok pangan saat ini terutama kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kami (Bank NTT, red) tahu dan ikut merasakan apa yang dialami masyarakat TTU saat ini. Karena itu kami tidak ingin masyarakat TTU sendirian memikul beban, makanya pasar murah yang kami lakukan ini sebenarnya bukti bahwa kami tidak semata-mata mengejar keuntungan dari masyarakat, tapi kami juga peduli dengan masalah yang dialami masyarakat dari waktu ke waktu termasuk saat ini,” ungkap Sonny.
Menurut Sonny, kehadiran Bank NTT Cabang Kefamenanu untuk melayani kebutuhan masyarakat TTU dari waktu ke waktu dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan agar lebih baik melalui berbagai produk  Bank NTT yang dijual kepada masyarakat TTU.
Karena itu dia meminta kepada seluruh masyarakat TTU untuk selalu menjadikan Bank NTT sebagai mitra yang selalu setia melayani kebutuhan masyarakat tanpa mengenal batas waktu.
“Bank NTT adalah milik pemerintah daerah dan masyarakat TTU. Karena itu pula Bank NTT adalah bagian yang tidak terpisahkan dari seluk beluk masyarakat TTU, sehingga kapan saja kami selalu siap melayani yang terbaik kepada siapa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT Cabang Kefamenanu,” katanya.
By. TMR

 

BRI dan Unimor Tanam Seribu Anakan Pohon


sergapntt.com [KEFA] – Hari ulang tahun (HUT) BRI ke-116, 16 Desember mendatang diisi dengan berbagai kegiatan. Selain olahraga dan sosialisasi program kerja, pimpinan BRI Kefamenanu, Frasiskus  Estono juga menggelar kegiatan bakti sosial berupa penanaman 1.000 anakan pohon di kampus Unimor.

Seribu anakan yang ditanam karyawan/karyawati BRI Kefamenanu bersama karyawan-karyawati Unimor di kampus Unimor, Sabtu  (10/12) terdiri dari 300 anakan terambesi, 100 anakan cendana dan 600 anakan mahoni.
“BRI Kefamenanu tidak hanya peduli dengan masalah perbaikan ekonomi masyarakat TTU, tapi juga  masalah lingkungan yang tandus, kritis menjadi bagian tanggung jawab BRI untuk melestarikan, makanya BRI bekerja sama dengan Unimor menanam seribu anakan di kampus ini,” ungkap pimpinan BRI Kefamenanu Fransiskus Estono usai melakukan penghijauan di kampus Unimor, Sabtu.
BRI Kefamenanu memilih kampus Unimor sebagai tujuan kerja bakti memeriahkan HUT BRI ke-116 tahun ini mengingat daerah sekitar perumahan BTN termasuk lingkungan kampus terkategori sebagai lahan yang cukup tandus. Pemilihan kampus Unimor sebagai sasaran penanaman 1.000 anakan atas pertimbangan jarak yang sangat dekat dengan kampus Unimor, sehingga memudahkan perawatan dan pemeliharan tanaman dalam jangka panjang.
“Kita tidak hanya sebatas tanam saja, tapi akan diikuti dengan perawatan yang baik sehingga seribu anakan yang kami tanam kelak akan tumbuh dan memberikan manfaat yang baik bagi keindahan kampus Unimor. Karena itu kami juga akan membuat lomba memelihara dan merawat anakan yang kami tanam hari ini, siapa yang berhasil akan diberikan hadiah yang setimpal,” ujar Fransiskus.
Dijelaskan, BRI Cabang Kefamenanu memilih ketiga jenis tanaman itu sebagai anakan untuk menghijaukan kampus Unimor karena keunggulan dari berbagai aspek yang dimiliki ketiga anakan itu. Cendana misalnya merupakan jenis tanaman komoditas masyarakat NTT yang pernah mengharumkan nama NTT, namun sekarang keberadaannya perlahan punah. Sedangkan mahoni dan terambesi selain berfungsi komoditas dan menghijaukan lingkungan sekitar juga kedua jenis tanaman ini mampu menyimpan air guna memenuhi  kebutuhan manusia, hewan dan tanaman sekitarnya.
“Cita-cita kami, satu saat kampus Unimor tampil dengan lingkungan yang hijau, indah dan kaya sumber air untuk menghidupi masyarakat sekitar. Dengan demikian, masyarakat sekitar tidak akan lagi mengalami kekurangan air pada musim  kemarau,” jelasnya.
Fransiskus mengaku, pihaknya akan mendukung perkembangan Unimor kedepan dengan berbagai program BRI antaranya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Unimor sesuai ketentuan internal BRI. Bagi mahasiswa yang lolos seleksi penerimaan beasiswa, maka BRI Kefamenanu bersedia melayani mahasiswa yang bersangkutan mulai semester pertama hingga semester akhir.
“Satu dua hari kedepan ini kami bersama Unimor berangkat ke Denpasar untuk tanda tangani MoU tidak hanya soal beasiswa, tapi juga  menyangkut program-program lainnya sesuai kebutuhan kedua belah pihak,” jelas Fransiskus.
By. TMR

 

Bulog Diminta Cairkan Beras PKP


sergapntt.com [KEFA] – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten TTU, Selasa (6/12) mengirim surat permohonan pencairan beras PKP ke Bulog Subdivre Atambua. “Distribus beras PKP tahap III dan IV sudah selesai dan kami akan fax surat permohonan pencairan beras PKP tahap V dan VI ke Bulog Atambua,” ungkap Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten TTU, Marselina  Sumu yang didampingi Kabid Sarana Prasarana, Hilda Fernandes di ruang kerjanya, Selasa (6/12).
Dijelaskan, total beras bantuan program PKP TTU sesuai surat permohonan pencairan yang diajukan untuk memenuhi hak 26.558  KRTM sesuai data sensus BPS tahun 2010 berjumlah 1.593.480 kg.
Total beras program PKP dua tahap terdiri dari tahap V (September-Oktober) sebanyak 796.740 kg dan tahap VI (November-Desember) sebanyak 796.740 kg.
Bantuan beras PKP akan secepatnya disalurkan kepada penerima setelah tiba di Kabupaten TTU. “Kami tahu kondisi persediaan pangan masyarakat kita saat ini, sehingga pasti kami berusaha agar secepatnya teruskan beras bantuan itu kepada masyarakat sasaran,” ujarnya.
Diakui, sesuai ketentuan pemerintah pusat, beras miskin (raskin) yang dikonversi menjadi beras PKP yaitu setiap KRTS berhak menerima  15 kg setiap bulan. Meski demikian, penerapan bantuan beras program PKP tidak menutup kemungkinan terjadi pemerataan kepada semua kepala keluarga miskin sesuai kondisi masing-masing desa/kelurahan.
Langkah ini dilakukan mengingat masih banyak KK miskin yang belum terakomodir dalam data KRTS. “Aturannya memang setiap KRTS berhak mendapat 15 kg setiap bulan, tapi kami juga tidak melarang para kepala desa untuk melakukan kesepakatan bersama masyarakat untuk membagi beras sama rata dengan  KK miskin lainnya yang  tidak masuk dalam daftar KK miskin sesuai data BPS,” katanya.
Mengenai KK yang tidak memiliki lahan kebun sesuai syarat  pembagian beras program PKP secara gratis kepada masyarakat Marselina menjelaskan, sesuai keputusan bupati, KK miskin yang bersangkutan bisa memperoleh raskin dengan cara menebus harga sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Langkah ini diambil untuk menjamin hak KK miskin untuk menikmati  subsidi pemerintah pusat kepada semua KRTS yang sudah ditetapkan. “Sebenarnya ada kemudahan bagi KK miskin yang tidak punya lahan kebun seperti masyarakat di kota antara lain kerja bakti di tempat-tempat umum seperti pasar, terminal dan saluran yang ada dalam kota. Kalau itu bisa dilakukan, maka mereka juga punya hak untuk dapat beras PKP secara gratis,” jelas Marselina.
By. TEF