sergapntt.com [KEFA] -> Untuk mengetahui dan memastikan berbagai bantuan kemanusiaan yang dikirim Pemerintah Polandia kepada sejumlah sekolah, panti sosial dan klinik kesehatan yang diasuh biara OFS, Duta Besar (Dubes) Polandia untuk Pemerintah RI, Gregorz Wisneski dan manajer program Damian Irzyk selama dua hari mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT.
“Ini merupakan kunjungan kehormatan dan kemanusiaan bagi pemerintah TTU. Memang program kami sangat sederhana tetapi sangat berarti dan penting bagi negara kami Polandia,” ucap Dubes Wisneski, yang diterjemahkan oleh staf lokal Kedubes Polandia, Joko Tirto saat bertatap muka dengan Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab TTU di aula Rumah Jabatan Bupati TTU di Kefamenanu, Sabtu (10/9).
Menurut Dubes, opini yang berkembang di Polandia, Indonesia termasuk negara yang sedang berkembang dan secara ekonomi tumbuh dengan baik. Karena itu, lanjut Dubes, setelah melihat dari dekat kondisi yang terjadi ternyata Kabupaten TTU masih memerlukan banyak bantuan kemanusiaa. “Kedatangan saya ke TTU untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dan ke depan bisa ada bantuan-bantuan lagi untuk TTU,” tegas Dubes.
Di tempat yang sama, Wabup Alo Kobes menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kemanusiaan yang dilakukan Dubes Wisneski. “Atas nama Pemkab TTU, kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kemanusiaan yang dilakukan oleh Dubes Polandia di Kabupaten TTU,” ujar Wabup seraya menambahkan, masih ada rakyat di TTU yang miskin. Tetapi kata Wabup, Pemerintah TTU mengkonversi program pemberian beras miskin dengan program padat karya pangan. “Artinya, raskin tersebut dibeli oleh pemerintah, lalu rakyat yang memiliki lahan, buka dulu lahannya dan siap untuk ditanam baru pemerintah beri raskin tersebut. Jadi rakyat berkeringat dulu baru terima raskin,” jelas mantan Kepala Bagian Pemerintah Desa Setda TTU.
Usai tatap muka Dubes bersama rombongan mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Brayat Pinuji Benpasi Kefa dan Panti Sosial Santa Katharina Mena di Kecamatan Biboki Monleu. Sedangkan Minggu (11/9) Dubes Wisneski mengunjungi Panti Sosial Santa Maria Manufui Kecamatan Bobiki Selatan Kabupaten TTU.
Batuan kemanusiaan yang diberikan Pemerintah Polandia antara lain mesin sedot air, tempat tidur dan kasur, lemari dari kayu jati, komputer, laptop dan LCD serta sejumlah alat kesehatan lainnya.
Ajak Negara Lain Bantu NTT
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada Duta Besar (Dubes) Polandia untuk Pemerintah RI, Gregorz Wisneski agar mengajak lagi sejumlah negara lain untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT.
“Pemerintah dengan sumber daya yang sangat terbatas masih membutuhkan bantuan dengan semua pihak untuk membantu urusan-urusan kemanusiaan yang ada di daerah ini. Saya minta agar Pak Dubes tolong ajak lagi negara lain untuk bantu kami,” pinta Gubernur saat menjamu Dubes Wisneski di ruang kerjanya, Senin (12/9).
Gubernur meyakini kehadiran dan kedatangan Dubes Polandia ke NTT khususnya ke Kota Kupang dan Kabupaten TTU karena didorong oleh rasa kemanusiaan yang tinggi. “Saya percaya Pak Dubes ke NTT punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Mari kita bangun kerja sama yang lebih baik. Apalagi dengan pola pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dengan NGO atau NGO dengan NGO. Saya telah ajak teman-teman dari berbagai negara lain datang dan bantu NTT untuk turunkan angka kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan dan derajat kesehatan di daerah ini,” tegas Gubernur yang saat itu didampingi Asistem Administrasi dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Drs. Andereas Jehalu, M.Si.
Sementara itu, Dubes Wisneski menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU yang dengan hangat menyambut kehadirannya bersama manajer program Damian Irzyk dan staf lokal Kedubes Polandia di Indonesia Joko Tirto.
Menurut Dubes, opini di negara Polandia menyebutkan negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang dan secara ekonomi telah maju. “Karena itu, sangat sulit kami mendapatkan bantuan dari negara Polandia untuk Indonesia. Kami pikir hanya Afrika saja yang perlu dibantu. Tetapi dengan kehadiran saya ke sini dan mendapatkan informasi dari pemerintah serta para suster OFS, saya bisa tahu apa yang dibutuhkan oleh daerah ini,” tandas Dubes Wisneski, seperti yang diterjemahkan Joko Tirto.
Dubes berjanji akan menyampaikan kepada para koleganya dari negara lain untuk dapat membantu Indonesia khususnya NTT. “Saya akan sampaikan kepada para kolega saya yang lain. Apalagi sekarang ini Presiden Uni Eropa berasal dari negara Polandia,” kata Dubes dan memohon kepada Gubernur untuk memperhatikan infra struktur yang ada di Desa Mena Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten TTU.
Karena lanjut Dubes, perangkat komputer dan laptop yang diberikan kepada Panti Sosial dan anak-anak sekolah di wilayah tersebut tidak ada manfaatnya karena belum ditunjang dengan ketersediaan listrik dan jaringan telkomsel. “Saya mohon Pak Gubernur tolong perhatikan Desa Mena. Karena kami beri bantuan komputer dan laptop tapi belum bisa dimanfaatkan,” ucap Dubes, sambil tersenyum.
Terhadap permintaan tersebut, Gubernur menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan memperhatikan permintaan yang disampai Pak Dubes. “Kami akan perhatikan infra struktur di Mena khususnya listrik,” kata Gubernur.
Usai tatap muka dilanjutkan dengan acara tukar – menukar cindera mata antara Gubernur Lebu Raya dan Dubes Wisneski. (by. ferry guru)





