Meski Kalah, Hasil Yang Dicapai Timnas Patut Disyukuri


sergapntt.com [JAKARTA] – Meski hanya mampu meriah medali perak, namun Ketum PSSI, Djohar Arifin tetap mengapresiasi perjuangan Timnas U-23 di laga final menghadapi Malaysia.
“Kita sudah lakukan yang terbaik, dan meraih medali perak, meski bukan medali yang kita inginkan (emas),” ujar Djohar di hadapan para pemain dan ofisial tim.

Ditambahkan Djohar, pihaknya tetap mensyukuri hasil yang diraih oleh Garuda Muda, hal tersebut tak karena lebih dari 10 tahun Indonesia tak mampu masuk ke babak final SEA Games.

“Selama 10 tahun terakhir kita tak pernah masuk final. Prestasi malam ini patut kita syukuri,” tambahnya.

Kendati kalah, Djohar meminta rakyat Indonesia untuk mensyukuri apa yang telah dicapai Timnas. “Masuk final itu sebuah pencapaian terbaik karena persiapan kita cuma 4 bulan,” tandas Djohar. 
Kegagalan Timnas U-23 di babak final SEA Games 2011 bukan hanya memukul para pemain dan pelatih. Jutaan suporter Skuadra Garuda Muda juga merasakan kekecewaan yang sama karena tim pujaannya gagal melengkapi gelar juara umum SEA Games ini dengan medali emas di cabang sepak bola.

Karena itulah, setelah Skuadra Garuda Muda kalah melalui adu penalti oleh Timnas Malaysia, Manajer Timnas U-23, Roso Daras melontarkan permintaan maafnya pada seluruh pecinta sepak bola Indonesia.

“Mohon maaf, kali ini kami masih belum berhasil untuk memenuhi harapan yang dipercayakan pada kami,” ucap Roso.

Sebelumnya, perjuangan Egi Melgiansyah dan kawan-kawan harus berakhir dengan kekalahan. Setelah berjuang 90 menit normal kedudukan imbang 1-1, selanjutnya 2 x 15 menit perpanjangan waktu, kedudukan tetap imbang, mereka harus melakoni adu penalti.

Di drama adu penalti itu, dua penggawa Skuadra Garuda Merah Putih gagal menaklukkan penjaga gawang Malaysia, Khairul Fahmi. Sementara, hanya seorang penggawa Harimau Malaya yang gagal menaklukkan kiper andalan Skuadra Garuda Muda, Kurnia Meiga Hermansyah. 

Kekalahan atas Malaysia di final SEA Games 2011 ini memang menyesakkan, tak terkecuali sang pelatih Rahmad Darmawan.

Bahkan, pelatih yang akrab disapa RD itu dengan ksatria mengakui bahwa dirinya telah gagal memenuhi target yang diberikan kepada dirinya.

“Saya dapat tugas untuk meraih medali emas, jadi apapun alasannya sata telah gagal,” ujar RD dalam konferensi persnya.

“Hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk negeri ini, Terima kasih atas kerja samanya.”

Sementara itu, mengenai kemungkinan dipilihnya dirinya untuk menggantikan pelatih Timnas Senior, Wim Rijsbergen, RD juga enggan untuk mengomentari kemungkinan tersebut.

Pasalnya, dirinya telah gagal sehingga RD mengaku belum pantas untuk menjadi pelatih Timnas Senior.

“Kalau saya diserahi tugas, saya akan bertanya, apakah saya pantas naik ke Timnas Senior dengan kegagalan ini?” pungkas RD. 

By. CHE / END

OPM Digerakan Dari Belanda


sergapntt.com [JAKARTA] – Sejumlah atribut yang berhubungan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dipajang di sebuah etalase toko di Amsterdam, Belanda. Tidak hanya atribut, toko ini pun menampung donasi dari berbagai pihak untuk mendukung kegiatan OPM.
Cerita ini disampaikan staf khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi, Jackson Kumaat yang kebetulan tengah berada di negeri kincir angin tersebut. Jackson menceritakan, atribut-atribut yang ia lihat ini berada di sebuah bangunan ruko beralamat di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda.
“Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Jackson Kumaat.
Di toko itu, Jackson Kumaat melihat berbagai atribut Papua Merdeka. Mulai dari bendera, spanduk, poster, cindera mata dan foto-foto yang mengisahkan perjalanan menuju kemerdekaan Papua. Toko tersebut, jelas Jackson, mirip sebuah kantor LSM.
Bukan hanya menampilkan atribut-atribut OPM, ruko ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi Papua Merdeka di luar negeri, khususnya di Belanda. Saat mengunjungi ruko itu, Jackson sempat berbincang dengan seorang petugasnya. Warga negara Belanda ini menilai, dukungan negara-negara Eropa sangat penting dalam mendukung kemerdekaan Papua.
Dari informasi yang diperoleh, pemilik ruko itu bernama Boodschap van Benny Wenda. “Saya berharap Papua dan Papua Barat segera merdeka. Negara-negara Eropa perlu mendukung kami agar pemerintah Indonesia menggelar referendum, untuk menentukan masa depan kedua provinsi tersebut,” jelas Jackson menirukan perkataan pria tersebut.
Informasi lain menyebutkan perjuangan Papua merdeka digerakan dari Belanda. Bahkan sejumlah pimpinan gerilyawan Papua berada di Belanda guna mencari dukungan politik, dana dan persenjataan untuk pasukannya di Papua.
Sementara itu, kondisi keamanan di Papua kembali memanas dengan maraknya aksi penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata terhadap polisi. Polri menduga dalang yang berada pada aksi penembakan ini dilakukan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Felix Walik.
“Kita masih dalami terus apakah kelompok ini masih berkorelasi dengan kelompok Felix Walik,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar.
Boy memaparkan polisi pernah menangkap Felix Walik pada Desember 2009 lalu. Ia menduga anggota OPM kelompok Felik Walik ini melakukan balas dendam dengan melakukan aksi penyerangan kepada polisi yang sedang bertugas, khususnya petugas yang berjaga dalam jumlah minim.
Menurutnya, untuk menangkap Felix Walik, polisi membutuhkan proses penyelidikan yang cukup panjang dan diakuinya tidak mudah. Maraknya aksi penembakan ini, lanjutnya, akan diurai perlahan-lahan oleh polisi untuk menemukan pimpinannya. “Sama seperti kita berjuang untuk menangkap tokoh mereka pada 2009. Itu kan salah satu proses panjang yang dilakukan polisi di sana. Bukan berarti kita defensif,” tegasnya. ia menambahkan salah satu upaya dalam menangkap pimpinan kelompok separatis dengan bekerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat, suku dan adat di Papua.
Polri menduga tahun 2011 ini akan menjadi puncak penyerangan kelompok separatis atau kelompok sipil bersenjata terhadap polisi. Hingga awal November 2011, telah terjadi sedikitnya sembilan kali aksi penembakan.
“Gerakan-gerakan ini sudah ada sejak puluhan tahun. Mereka masih melakukan aktivitas seperti itu (penyerangan terhadap polisi),” kata Kombes Boy Rafli Amar.
Pada 2011 ini aksi penembakan terhadap polisi semakin meningkat. Pada 2009, sedikitnya terjadi delapan kali aksi penembakan dan langsung menurun drastis pada 2010 yang hanya terjadi satu kali. Kemudian pada 2011 hingga awal November, telah terjadi sedikitnya sembilan kali aksi penembakan.
Pada 15 Desember 2009, polisi berhasil menangkap pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Velix Walik. “Setelah tertangkap gembongnya pada 15 Desember 2009, langsung menurun drastis pada 2010, hanya satu kali pada 24 Januari 2010 di Mil 61,” jelasnya.
Namun tiba-tiba, aksi penembakan terhadap polisi semakin meningkat pada 2011. Tercatat ada sembilan aksi penembakan di Papua hingga awal November 2011. Diawali pada 6 April di Tanggul Timur Freeport dengan korban luka-luka dan juga pada 7 April 2011. Kemudian pada 14 Oktober juga di Tanggul Timur Freeport yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Lalu terjadi tiga kali aksi penembakan di lokasi yang berbeda pada 21 Oktober yaitu di Mil 36,37 dan 40. Akibatnya satu orang pekerja Freeport meninggal dunia. Pada 29 Oktober 2011, terjadi di Mil 36, namun penembakan hanya terkena bak belakang mobil patroli. Dilanjutkan pada 5 November yang terjadi di Mil 42 dan 43 serta yang terakhir pada 7 November di Mil 45. “Di kawasan pegunungan di Papua, dia (Velix Walik) memang pimpinan OPM, pangkatnya kalau tidak salah Jenderal. Kita masih melakukan pendalaman apakah ini bagian kelompok dia yang lama itu,” ujarnya.
By. EGE

Pilot Terkunci Di Dalam Toilet, Awak Pesawat Panik


sergapntt.com [NEW YORK] – Seorang pilot terkunci di dalam toilet, mungkin terdengar seperti sebuah lelucon. Namun jika hal ini terjadi maka yang terjadi berikutnya adalah kepanikan bagi para awak dan penumpang.
Situasi konyol ini terjadi dalam penerbangan Chautauqua Airlines, sebuah maskapai penerbangan domestik di Amerika Serikat. Dalam penerbangan Delta 6132 jurusan Asheville, Karolina Utara menuju New York pekan lalu itu terjadilah ‘tragedi’ unik ini.
Saat itu, pesawat terbang tinggal berjarak 30 menit dari Bandara LaGuardia, New York saat sang pilot menggunakan toilet pesawat terbang. Entah apa yang terjadi, pintu toilet macet dan sang kapten terjebak di dalamnya. Karena tak bisa keluar maka sang kapten mengetuk pintu toilet untuk meminta tolong.
Salah seorang penumpang yang mendengar ketukan itu kemudian menghampiri toilet dan berusaha membantu. Karena penumpang itu juga gagal membuka pintu, maka sang kapten memberi kata sandi untuk masuk ke kokpit kepada penumpang itu.
Di saat yang bersamaan, ko-pilot yang tidak mengetahui kondisi itu melaporkan ‘hilangnya’ sang kapten melalui radio. Akibat laporan ini nyaris dua jet tempur mendekati pesawat berpenumpang 18 orang itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kapten telah menghilang dan saya mendengar seseorang dengan logat asing mencoba masuk ke kokpit dan saya harus menangani masalah ini,” kata si kopilot.
Padahal, suara asing itu adalah penumpang yang diberikan kata sandi untuk masuk ke dalam kokpit.
Mendengar laporan itu, menara pengawas bandara menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan kopilot untuk mendarat di mana saja. Beruntung di saat genting itu, sang kapten akhirnya bisa keluar dari toilet dan kembali memegang kendali kokpit. “Saya kapten dan saya sudah kembali. Pintu toilet rusak,” kata dia melalui radio.
“Kami hanya ingin memastikan, apakah ada masalah di dalam pesawat?” tanya petugas menara pengawas.
“Negatif. Saya terkunci di dalam toilet karena pintunya rusak. Saya harus berusaha untuk keluar dari sana,” kata kapten.
Pesawat itu akhirnya bisa mendarat dengan selamat di New York, meski demikian para petugas kepolisian dan FBI tetap melakukan pemeriksaan.
Manajemen Chautauqua Airlines kemudian memberikan penjelasan soal masalah sepele yang nyaris berbuntut panjang itu. “Tak satupun penumpang kru pesawat dalam bahaya,” kata juru bicara Chautauqua Airlines, Peter Kowalchuk.
“Kopilot menjalankan tugas dengan benar. Dia tak mengizinkan siapapun masuk ke kokpit sebelum bisa memastikan kondisi kapten penerbangan,” tambah Kowalchuk.
By. EGE

Kisah Pilu Dewi Yulianti, Dipaksa Ustad Solmed Melakukan Hubungan intim


sergapntt.com [JAKARTA] – Dewi Yulianti, mantan istri ustad Solmed, mengaku, perilaku mantan suaminya tersebut tidak mencerminkan bahwa dia seorang ustad. “Saya dulu pacaran tiga bulan dan saya tahu perilaku dia itu jauh sekali mencerminkan seorang ustad, makanya saya sering putusin. Tapi dia selalu mengadu kepada ibu saya,” ungkap Dewi. 
Namun demikian, masih menurut Dewi, ibunya selalu yakin dengan perkataan Solmed karena cukup pintar merayu. Terlebih ibunya sangat mendambakan menantu seorang ustad. “Dan ibu saya nggak percaya dengan perkataan saya. Apalagi ibu saya pengen banget mantu seperti dia yang seorang ustad,” sambungnya.
Dewi menambahkan, banyak kebohongan yang dilakukan selama ia menjalani rumah tangga bersama Solmed. “Pokoknya kalau pingin tahu tentang dia ya harus jadi pacar atau menikah dengan dia,” ketusnya.
“Saya hanya bilang sebagaimanapun bangkai dikubur pasti akan tercium juga. Biarlah nanti Allah yang akan membuka aibnya karena dia juga bilang Allah Maha tahu,” imbuhnya.
Dewi Yulianti terus saja membeberkan aib mantan suaminya, Ustad Solmed. Kali ini Dewi mengaku bahwa semasa ia hidup bersama Solmed banyak wanita di sekelilingnya.
Dengan nada bicara polos Dewi membenarkan jika Solmed yang pernah mengisi hidupnya itu seorang laki-laki mata keranjang. Benarkah? “Iya, betul sekali. Perceraian saya aja karena itu,” cetus Dewi.
Dewi berani menjamin apa yang ia katakan perihal aib mantan suaminya. Bahkan ia siap membuktikan kebenarannya. “Boleh di cek di pengadilan Agama Jakarta Barat kenapa saya layangkan gugatan. Di situ saya cantumkan nama selingkuhan dia, seperti Iis, Ega, Eni. Itu yang ketahuan yah, nggak tahu yang belum,” papar Dewi.
Dewi melanjutkan, ia bahkan pernah mendapati suaminya kala itu mengirim pesan singkat yang mesra kepada wanita lain. “Saya sering mergokin dia sms’an sama mereka (selingkuhan) dan jalan di mall, nonton (bioskop),” tandasnya.
Dewi Yuliawati juga mengaku masih sering berhubungan intim dengan ustad Solmed meski mereka sudah bercerai. Pusing,,! Selalu  jadi alasan Solmed untuk meminta hubungan layaknya suami istri.

Menurut Dewi, ustad Solmed memang jago dalam merayu. Salah satu rayuan yang ampuh agar ustad Solmed bisa berhubungan intim karena memakai alasan sakit kepala. “Setiap Solmed minta, dia mengaku kepalanya sakit, kayak mau pecah. Ya  saya jadinya kasihan,”ujar Dewi Yuliawati, di kantor pengacaranya, Minggu (20/11/2011).

Dewi Yuliawati dan Ustad Solmed memang pernah menikah hanya dalam waktu 6 bulan saja. Meski sudah bercerai pada tahun 2006, mantan pasangan suami istri itu masih suka berhubungan intim, sampai akhirnya berhenti karena Dewi sudah menikah dengan pria lain.
Dewi mengatakan, jika dia tak mau memuaskan nafsu ustad Solmed, biasanya ustad Solmed menurunkan Dewi di tengah jalan tol. “Kalau saya nggak nurutin mau berhubungan sama dia, saya diputer-puterin di tol. Kita sudah baku hantam, saya tahu itu dosa, karena saya pernah diturunin di tol,”ungkap Dewi Yuliawati, di kantor pengacaranya, Minggu (20/11/2011).
Dewi pun sudah sering menolak tawaran yang diberikan ustad Solmed untuk berhubungan. Sebagai wanita yang taat terhadap ajaran agama, Dewi takut melakukan dosa. “Saya sudah nggak mau, saya tahu itu dosa, saya turun dari mobil, ibu saya yang tahu itu semua. Selama ini saya hanya diam bertahun-tahun,”papar Dewi Yuliawati.
Pengacara Dewi, Sunan Kalijaga mengatakan,  “Klarifikasi berita yang kurang enak didengar, merugikan Dewi dan keluarganya. Klien kami ibu Dewi seorang yang (tidak) bekerja di dunia entertainment, dia pekerja di bank swasta bukan untuk cari popularitas,” ucap Sunan Kalijaga, ditemui di Ruko PLAZA 3 Pondok indah Blok A no 1 JL TB simatupang Pondok indah, minggu (20/11/11).
Dewi membantah kemunculannya di saat terakhir sebelum Ustad Solmed menikah, dan mengungkap penyebab perceraiannya dengan sang da’i karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Ustad Solmed, untuk mencari popularitas. “Kemunculan saya bukan mencari popularitas, saya seorang pegawai biasa. Tapi selama ini media atau orang sekitar, banyak yang tanya pada keluarga saya. Akhirnya saya yang orang biasa dikorek-korek, ibu saya, kakak saya semua ditanya soal mantan suami (Ustad Solmed). Efeknya pribadi dan keluarga sangat tidak baik pastinya,” tuturnya.
Selain itu sempat muncul anggapan dari masyarakat bahwa ia ingin menggagalkan pernikahan Ustad Solmed karena muncul di saat-saat terakhir. Hal itu juga dibantah mentah-mentah oleh Dewi. “Bukan saya yang baru muncul di media, pada saat Solmed sama April, tidak sama sekali saya mau menggagalkan pernikahan, saya justru bersyukur, alhamdulilah Solmed menikah,” ucapnya.
Menurut Dewi, melalui telepon Ustad Solmed sendiri baru mengaku duda, di saat-saat terakhir sebelum melamar April. “Padahal Ustad sendiri yang baru mengaku duda di detik-detik mau melamar April. Justru Solmed yang menelepon saya. Ustad Solmed mengaku duda saat di detik-detik ingin lamaran dengan April,” tandasnya.
By. MOR/KPL/GUM/SJW/CHE

Jelang Test Capim KPK, Komisi III DPR Pecah Kubu


sergapntt.com [Jakarta] – Jelang fit and proper test calon pimpinan (capim) KPK, terjadi pecah kubu dalam Komisi III DPR. Terdapat dua kubu, yakni yang mendukung Yunus Hussein dan yang mendukung Bambang Widjojanto sebagai pimpinan KPK.
“Ya memang di Komisi III ada pecah kubu,” ungkap anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo kepada wartawan usai peluncuran buku ‘Perang-perangan Melawan Korupsi’ di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2011).

“Yang pertama, Yunus Hussein yang didukung oleh Fraksi Demokrat. Kemudian Bambang Widjojanto yang didukung oleh Fraksi Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindra,” imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Bambang, belum diketahui kandidat capim KPK yang mana yang akan menjadi unggulan. Bambang meminta publik untuk menunggu fit and proper test.

“Kita tidak tahu siapa yang bakal diunggulkan atau tidak. Soal kekuatan masing-masing calon pimpinan KPK, itu tidak dapat diukur. Nanti saja tunggu fit and proper test,” tandas Bambang.

Komisi III DPR RI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan capim KPK pada 21 November hingga 1 Desember 2011. Kedelapan capim KPK yang akan dites DPR adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, Handoyo, Abraham, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, dan Ariyanto Sutadi.

By. DETIK.COM