Redam Valencia, Madrid Kokoh di Puncak


sergapntt.com [MESTALLA] – Real Madrid mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen La Liga setelah meredam ketangguhan tuan rumah Valencia di Stadion Mestalla dengan skor 3-2, Minggu (20/11/11) dini hari.
Menghadapi tuan rumah yang mulai kembali ke jalur yang benar berkat empat kemenangan beruntun tak membuat anak asuh Jose Mourinho gentar, karena mereka pun tengah on fire dengan mengemas kemenangan dalam 10 laga terakhir.

Namun Los Che tak mau dipermalukan di depan pendukung sendiri dan tampil menggebrak di menit awal, sayang usaha Adil Rami dan Dani Parejo belum menemui sasaran.

Madrid baru bangkit memasuki menit kesepuluh dan melancarkan sejumlah serangan berbahaya lewat aksi Christian Ronaldo dan Karim Benzema namun masih belum bisa membobol gawang Valencia yang dikawal Diego Alves.

Tetapi kebuntuan akhirnya pecah di menit 20 ketika berawal dari situasi bola mati, Xabi Alonso memberikan umpan pada Benzema yang dengan sigap melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti tanpa mampu dibendung Alves. 1-0 Madrid memimpin.

Madrid mulai menikmati permainan dan mendapatkan sejumlah peluang emas, namun sebelum jeda Valencia bangkit melakukan perlawanan dan mengancam gawang Iker Casillas pula. Ronaldo berpeluang menggandakan keunggulan Madrid sebelum jeda, namun upayanya masih bisa digagalkan Diego Alves dan babak pertama ditutup dengan kemenangan tim tamu 1-0.

Pasukan Unai Emery kembali menekan di babak kedua dan nyaris menyamakan kedudukan di awal laga, namun sayang Roberto Saldado gagal menjangkau umpan silang Jeremy Mathieu di depan gawang Casillas.

Namun justru Madrid yang menggandakan keunggulan mereka lewat Sergio Ramos di menit 72 memanfaatkan umpan tendangan sudut Mesut Ozil.

Gol tersebut seolah memupus asa tuan rumah, namun sebaliknya mereka kian bersemangat dan memetik buah kerja keras mereka 3 menit berselang lewat aksi Saldado yang melesakkan tendangan voli dari dalam kotak penalti.

Ronaldo kembali membawa Madrid menjauh di menit 79 setelah menaklukkan Diego Alves dari sudut sempit, namun Madrid kembali dibuat tak bisa bernafas lega setelah Saldado memperkecil ketinggalan di menit 83 usai bekerja sama dengan Pablo Hernandez.

Laga terus berjalan ketat hingga menit akhir dan Madrid akhirnya bisa mempertahankan keunggulan mereka serta posisi puncak klasemen, juga menjaga kejaran dari sang rival Barcelona di peringkat kedua. 

By. CHE/ROW/BOLA

Makna Hari Berdasarkan Aktivitas


HARI merupakan dimana bumi berputar pada porosnya sehingga terjadinya siang dan malam. Setiap orang pasti memiliki tujuh hari dalam seminggu. Tapi apakah kita sudah menggunakan hari-hari kita sebaik mungkin dan bermanfaat? Sebenarnya apa makna hari untuk kita? Mari kita lihat makna 7 hari berdasarkan aktivitas kita, senyum dululah,,,, hahahaha,,,! 
SENIN (Semangat nan indah)
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main PlayStation lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa… Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat nan indah?

SELASA (Selalu luar biasa)
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu???

Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum.

RABU (Rasakan bahagia dalam kalbu)
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama, Mama”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama, Mama” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

KAMIS (Kami sukses)
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja… Bila seseorang berkata kepada kita: “Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata: ”Enak apanya? Biasa saja kok”, mengapa kita tidak berkata: “Amin”. Bila seseorang berkata: “Pasti kamu banyak uang”. Daripada berkata: “Ga kok, Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata: “Amin”. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan?

JUMAT (Juga amat berat)
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?

SABTU (Saatnya bersatu)
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya. Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencintai bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar.

MINGGU (Mari ingat berkah seminggu)
http://i240.photobucket.com/albums/ff244/ubercomments/days/sunday/non/008.jpgHari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yang salah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain. Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses. Tapi,,,, refleksi diri itu setelah ANDA pulang dari gereja. Oke?

By. F.CUKA

Menghayati Makna Hari Minggu Kel. 16:27-35; Yoh. 4:1-6


“TETAPI KETIKA PADA HARI KETUJUH ADA DARI BANGSA ITU YANG KELUAR MEMUNGUTNYA, TIDAKLAH MEREKA MENDAPATNYA” (Kel. 16:27).
 Hari libur diterjemahkan dari kata “holiday” yang artinya: “hari kudus”. Terjemahan yang tepat, sebab hari libur di hari Sabat dihayati sebagai hari yang kudus.  Karena hari libur di hari Sabat dalam penghayatan umat Israel bukan sekedar hari libur di mana umat boleh bersenang-senang dan melampiaskan keinginan manusiawinya. Sebaliknya pada hari Sabat, umat Israel wajib berhenti dari seluruh pekerjaannya karena Allah menguduskan dan berhenti dari karya penciptaanNya. Makna hari Sabat dalam teologi umat Israel bukan sekedar umat harus berhenti dari pekerjaan dan aktivitasnya, tetapi karena Allah sang pencipta bersedia berhenti bekerja untuk menguduskannya. Dengan demikian hari Sabat menjadi hari yang kudus. Umat berhenti bekerja karena Allah menguduskan, sehingga seluruh hari yang telah mereka jalani menjadi bermakna dan berakhir dengan pengudusan. Karena itu dengan berkat dan pengudusan pada hari Sabat, umat Israel dapat memulai kembali aktivitas dan pekerjaannya pada hari-hari selanjutnya dengan perspektif iman yang baru. Mereka bekerja bukan sekedar mencari nafkah, tetapi mereka bekerja untuk merespon berkat dan pengudusan Allah. Dengan demikian makna umat bekerja yang sesungguhnya bertujuan untuk menguduskan kehidupan  agar menjadi bermakna di hadapan Allah dan sesama. Namun dalam kondisi tertentu penghayatan iman umat Israel seringkali bergeser. Saat umat Israel berada di padang gurun dalam kondisi kesulitan makanan, mereka secara sengaja melanggar kekudusan hari Sabat. Umat Israel lebih memilih untuk mengumpulkan manna dengan harapan dapat memperoleh makanan yang lebih berlimpah. Mereka memaknai pengudusan hari Sabat dengan sikap serakah.
Umat Kristen melaksanakan ibadah pada hari Minggu, bukan semata-mata karena pengudusan hari Sabat. Karena makna ibadah pada hari Minggu secara khusus merayakan kebangkitan Kristus. Memang dalam merayakan kebaktian hari Minggu, gereja Tuhan dalam perjalanan sejarahnya menyatukan pengudusan hari Sabat (hari Sabtu) dengan peristiwa kemenangan Kristus. Karena itu ibadah hari Minggu memiliki 2 dimensi yang terkait, yaitu dimensi pengudusan sebab Allah menguduskan hari Sabat dan dimensi tindakan Allah yang membangkitkan Kristus untuk mengalahkan maut. Kedua dimensi tersebut menjadi satu-kesatuan saat umat Kristen melaksanakan ibadah pada hari Minggu. Jadi kedua dimensi tersebut bermuara kepada pengudusan diri sebab Kristus telah bangkit mengalahkan kuasa maut. Untuk itu umat percaya perlu merespon peristiwa kebangkitan Kristus dengan pengudusan diri, sehingga umat tidak lagi hidup menurut kehendak dan keinginan daging. Dalam menghayati makna ibadah hari Minggu, umat  percaya tidak perlu membuang begitu saja nilai-nilai spiritualitas yang terkandung dalam hukum hari Sabat. Sebaliknya nilai-nilai spiritualitas hari Sabat seharusnya semakin diperdalam maknanya dalam perspektif kebangkitan Kristus. Dengan sikap spiritualitas yang demikian, umat percaya juga tidak akan bertindak seperti umat Israel saat mereka di padang gurun. Yang mana umat Israel berupaya bekerja untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya makanan dengan harapan dapat memiliki persediaan yang lebih memadai. Namun catatan kesaksian kitab Keluaran justru mengejutkan, karena ternyata rezeki dan berkat yang diharapkan oleh umat Israel tidak semakin bertambah saat mereka melanggar pengudusan hari Sabat. Kel. 16:27 menyaksikan: “Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya”.
Menurut hukum ekonomi, semakin banyak waktu yang kita pakai untuk  mengumpulkan uang,  manusia akan memperoleh simpanan (saving) yang lebih besar. Hukum ekonomi tersebut dibangun di atas dasar pemahaman manusia sebagai mahluk yang ekonomis. Itu sebabnya muncul filosofi “time is money”. Nilai waktu diukur dari nilai mata uang. Filosofi tersebut dalam pengertian sempit dapat memperdangkal makna keberadaan manusia. Seakan-akan keberadaan diri manusia diukur dari banyaknya materi dan kekayaan yang berhasil dikumpulkan. Padahal makna keberadaan manusia ditentukan oleh nilai yang lebih utama, yaitu apakah dia menjadi lebih manusiawi dan mencerminkan gambar-rupa Allah dengan apa yang dia miliki. Dunia sering menempatkan nilai “memiliki” lebih utama dari pada nilai “menjadi”. Karena itu manusia sering bekerja keras sedemikian rupa untuk menambah apa yang telah dimiliki, atau menghalalkan cara untuk memperoleh milik sebanyak-banyaknya. Dengan pemahaman yang demikian, manusia terjebak dalam sikap serakah. Manusia sering tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya.  Sikap umat Israel yang terus mengumpulkan manna pada hari ketujuh karena mereka tidak lagi menempatkan makna pengudusan hari Sabat dengan sikap hormat. Mereka ingin mengambil waktu pengudusan hari Tuhan menjadi kesempatan untuk menambah jumlah makanan. Dengan pengabaian terhadap pengudusan hari Tuhan, umat Israel menempatkan dirinya sebagai para budak yang menghamba kepada Mammon dan dunia perut.  Dalam realita hidup sehari-hari, umat percaya juga dapat berlaku seperti umat Israel. Mereka terus bekerja tanpa mengenal lelah, sehingga tidak lagi mampu memaknai karya Kristus yang bangkit dan telah membebaskan mereka dari belenggu kuasa maut.
Padahal secara manusiawi, manusia tetaplah mahluk yang terbatas dan lemah. Setelah bekerja keras, manusia juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Di saat  umat percaya beristirahat, mereka juga membutuhkan penyegaran rohani dengan merenung, berdoa, berefleksi dan melayani sesama. Dengan beristirahat, umat percaya memulihkan kembali sumber kekuatannya kepada Allah. Karena itu dengan beristirahat pada hari yang dikuduskan Allah, umat percaya mengalami “penciptaan kembali”. Makna penciptaan kembali disebut dengan “rekreasi” yang berasal dari kata “re” dan “creation”. Tujuan “rekreasi” adalah pemulihan yang menyeluruh secara rohaniah dan jasmaniah, sehingga mereka dapat menjalankan perannya sebagai ciptaan Allah yang baru. Demikian pula keberadaan Tuhan Yesus sebagai seorang manusia. Setelah Tuhan Yesus bekerja dan melakukan perjalanan yang cukup jauh, Injil Yohanes menyaksikan Dia menjadi sangat letih. Untuk itu Tuhan Yesus tidak memaksakan diri atau menggunakan kuasa ilahiNya untuk memulihkan keletihan manusiawiNya. Sebaliknya Tuhan Yesus mengambil keputusan untuk duduk beristirahat di pinggir sumur. Dengan sikap duduk dan beristirahat, Tuhan Yesus dapat memulihkan kembali kondisi tubuhNya yang letih agar dapat melakukan pekerjaan Allah secara prima. Jika Tuhan Yesus yang adalah inkarnasi Firman Allah menghargai nilai istirahat, seharusnya kita selaku umat percaya juga menghargai dengan berhenti dan menguduskannya sebagai hari Tuhan. Pada hari Tuhan, kita  secara khusus beristirahat dengan mengulurkan tangan, memberi pelayanan dan kepedulian kepada sesama di sekitar kita. Dengan spiritualitas yang demikian, kita berperan untuk “menciptakan kembali” sesama yang terluka dan menderita.
Doa:
Ya Allah, Engkau bekerja untuk menciptakan langit dan bumi selama 6 hari dan pada hari ketujuh
Engkau berhenti dan menguduskannya. Ampunilah kami yang seringkali bersikap serakah
dengan menggunakan seluruh waktu untuk kepentingan diri, sehingga kami tidak memiliki waktu
khusus untuk mempermuliakan namaMu. Mampukanlah kami untuk menghargai keberadaan
kami dalam perspektif hidup yang kudus dan kemenangan Kristus atas maut. Amin.

By. PDT. YOHANES BAMBANG MULYONO

Pintar Sembunyikan Kisah Asmara di Kantor


sergapntt.com – TAK sedikit kantor yang menetapkan peraturan bahwa para pekerjanya tidak boleh merajut kisah asmara dalam kantor yang sama. Bagi sebagian pihak yang sedang mabuk asmara, tentu saja peraturan ini sangat merugikan.
Satu-satunya cara agar hubungan tetap berlangsung bersama kekasih adalah menyembunyikan kisah asmara. Meski sulit, namun Anda dan pasangan patut melakoninya agar hal ini tetap menjadi rahasia.

Selain itu, Anda pun wajib memerhatikan serangkaian panduan tentang cara menyembunyikan asmara di kantor, seperti yang dirangkum Askmen untuk menunjang langkah Anda.

Jangan mengubah kebiasaan rutin Anda

Cara terbaik untuk menyembunyikan asmara di kantor adalah dengan tidak mengubah jadwal kerja Anda sepanjang hari. Anda tidak perlu mengubah semua kebiasan yang Anda lakukan. Karena jika ada yang berubah pada Anda, orang-orang akan melihat perubahan yang signifikan dalam kebiasan rutin Anda. Dan hal ini bisa menjadi bahan gosip yang paling hot di lingkungan kantor. Jadi, hindari melakukan sesuatu yang luar biasa atau diangap aneh oleh lingkungan Anda.

Ini berarti tidak ada makan siang dengan kekasih hati. Namun, hal ini juga tak berarti Anda menghindari pasangan saat bertemu, karena bisa menimbulkan kecurigaan. Bersikaplah seperti biasanya.

Untuk menyembunyikan kisah percintaan di kantor, hindari pula beberapa cara seperti mengatur jadwal pertemuan yang sama, mengambil makan siang, tiba di kantor dan meninggalkan pekerjaan pada saat yang sama, dan lainnya. Konon, hal ini juga bisa membuat lingkungan kantor bertanya-tanya pada Anda.

Hati-hati saat mengirim e-mail

Ada beberapa cara menyembunyikan kisah asmara di kantor, sementara itu Anda pun masih bisa berkomunikasi dengan pasangan selama jam kerja. Jika Anda tidak hati-hati, maka hal ini bisa berdampak negatif. Akan lebih baik jika tidak meninggalkan jejak yang mengarah langsung ke rahasia Anda. Misalnya, jangan mengirimkan e-mail pribadi dengan menggunakan alamat bisnis Anda. Kebanyakan perusahaan memiliki server internal yang dapat melacak setiap dan semua e-mail yang dikirim antara karyawan, dan jika ada yang sesuatu yang aneh, IT bisa melihatnya. Mereka akan menemukan lebih dari cukup bukti untuk menghukum Anda dan pasangan. Untuk itu berhati-hatilah!

Menyimpan rahasia hanya untuk diri sendiri

Anda mungkin memiliki beberapa teman dekat di tempat kerja, yang biasa menjadi tempat Anda untuk berbagi cerita. Tetapi kali ini, perlu Anda ingat, Anda tidak bisa menceritakannya pada banyak orang rahasia yang satu ini. Ini adalah aturan yang sangat penting untuk diikuti jika Anda ingin menyembunyikan kisah asmara di kantor.

Anda tak perlu membual saat sahabat Anda menanyakan sesuatu mengenai kekasih baru Anda, bersikaplah seperti biasa. Seperti Anda tidak mengetahui apa-apa, ini untuk memastikan bahwa kalian tidak ada hubungan apa-apa.

By. TTY

Inilah 3 Mitos Salah soal Cinta


sergapntt.com – PEMAHAMAN yang salah soal cinta dapat membuat kehidupan terganggu. Inilah beberapa mitos salah yang perlu diperbaiki soal kehidupan cinta.
Membicarakan cinta memang selalu tampak indah. Kita semua seperti dibawa ke negeri dongeng di mana berlimpah impian dan keindahan. Padahal, kenyataannya tidaklah seindah angan tersebut. Ketika dijalani, ada beberapa hal yang tak mengenakkan tentang cinta dan perlu Anda ketahui. Inilah bocorannya, seperti ditulis Sheknows.

Menemukan Mr Right akan menyelesaikan masalah

Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk menemukan seseorang yang dapat menginspirasi Anda agar menjadi yang terbaik. Tetapi percayalah bahwa kehadiran seorang tambatan hati bukan menjadi sebuah solusi satu-satunya yang dapat menyelesaikan permasalahan kehidupan. Bahkan jika tidak berurusan dengan masalah diri Anda sendiri, baik itu soal masalah pribadi, keuangan, dan sebagainya belum tentu Anda akan menemukan pasangan yang cocok. Jadi sebelum Anda berharap pada sang pasangan, belajarlah untuk menjadi orang yang kuat pada diri Anda sendiri sehingga tidak menyandarkan apapun pada kehadiran pria semata.

Pernikahan adalah segalanya

Menganggap pernikahan adalah sebuah solusi atas berbagai permasalahan rasanya bukan asumsi yang bijak. Yang harus Anda ingat adalah, pernikahan merupakan momen khusus dalam menemukan seseorang yang dapat menjadi teman seumur hidup. Jadi, perlu ada hal-hal yang harus ditentukan dalam hidup Anda dan tidak hanya menyoal pernikahan saja.

Menjadi lajang itu menyebalkan

Merasa disisihkan, putus asa mencari soulmate dan masih melajang memang tidaklah mudah. Namun demikian, hal ini bukanlah akhir dari segalanya. Justru ketika Anda lajang, semakin besar kemungkinan Anda untuk memanfaatkan waktu melakukan berbagai hal. Tak hanya itu, Anda pun dapat lebih fokus pada pengerjaan semua hal yang dapat Anda lakukan demi menemukan peluang cinta, misalnya bertemu teman-teman baru, memerbaiki kinerja di kantor, atau melakukan berbagai hal baru yang menantang. Ingat, menjadi lajang sebenarnya pun menyenangkan. Tergantung dari bagaimana Anda memanfaatkan waktu tersebut dengan baik.

By. TTY