Nuklir Iran Sangat Menakutkan!


sergapntt.com [WASHINGTON] — Gedung Putih, Kamis (10/11/2011), menyatakan, laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada pekan ini tentang program senjata nuklir Iran “sangat menakutkan”. Gedung Putih juga menyatakan akan terus menekan Teheran agar “mengubah perilakunya”.
“Mereka perlu bertindak benar terhadap dunia dan melaksanakan kewajiban mereka mengenai program nuklir mereka. Kami akan terus berusaha mengegolkan itu setelah laporan yang sangat menakutkan ini,” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.
Sementara itu, pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan, aksi militer terhadap Iran dapat menimbulkan konsekuensi yang tak diinginkan. Panetta mengatakan kepada wartawan Pentagon, ia sependapat dengan penilaian sebelumnya bahwa serangan hanya akan membuat program nuklir Iran mundur paling lama tiga tahun.
Panetta, mantan direktur CIA, mengatakan, laporan IAEA “sejalan dengan penilaian intelijen yang menyatakan Teheran sedang berusaha mengembangkan kemampuan nuklirnya. Tapi masih ada perbedaan di dalam negeri Iran mengenai apakah akan membuat bom.
Di dalam laporan paling akhirnya mengenai program nuklir negara Persia itu, Selasa, IAEA menyatakan bukti “yang bisa dipercaya” memperlihatkan Iran telah terlibat dalam proyek dan percobaan yang berkaitan dengan pembuatan senjata nuklir. Teheran sepenuhnya menolak laporan itu dan berkeras Iran tak memiliki program senjata nuklir. Iran juga mengkritik laporan IAEA tersebut sebagai “tidak seimbang, tidak profesional, dan dilatarbelakangi motif politik”.
Banyak pengulas percaya Amerika Serikat dan sekutu Barat-nya akan mengutip temuan di dalam laporan tersebut untuk mendorong sanksi yang lebih keras dan lebih melumpuhkan Iran.
By. ANTARA

Papuaku Sayang, Papuaku Malang


sergapntt.com [JAYAPURA] – Dari jauh tampak anggun. Semua mata terpana akan keelokannya. Apalagi disana terkubur harta karun yang tak ternilai harganya. Hasrat pun membara ingin memilikinya. Itu sebabnya, mengapa Papua diperebutkan banyak orang. Tapi sebagai pewaris tanah Papua, OPM tak rela tanah tumpah darahnya  diacak-acak.
Sebuah lagu yang dilantunkan Edo Kondologit “,,,,KAMI tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang,,,” menggambarkan bagaimana sakit hatinya rakyat Papua. Tanah mereka kaya raya, tapi hidup mereka miskin melarat.
Inilah yang membuat Kelly Kwalik angkat senjata berperang melawan TNI/Polri. Sayang, Komandan Batalyon (Danyon) Tentara Pembebasan Nasional OPM ini tewas dalam penyergapan yang dilakukan TNI/Polri di Timika, Mimika, Papua pada Rabu (16/12/2009) pagi sekitar pukul 03.00 WITENG. Toh begitu, penerus Kelly Kwalik tak mau menyerah. Mereka ingin lari tapi sayang meninggalkan Papua. Karena itu terpartri dalam diri mereka, merdeka atau mati. Mereka terus melanjutkan perjuangan walau kemalangan terus menghantui setiap derap langkah mereka.
Kini jumlah meraka makin banyak. Laporan badan intelejen Belanda menyebutkan, jumlah pasukan OPM sekarang telah mencapai 50 ribu lebih personil yang diantaranya terdapat warga asing dan rakyat Indonesia yang  bersimpati dengan perjuangan OPM. Mereka kebanyaka n bermarkas di hutan belantara di sejumlah pegunungan di Papua.
Tak sedikit pula dari mereka yang bermukim di luar negeri. Benny Wenda misalnya. Salah satu pemimpin Majelis Suku Koteka ini memusatkan gerakkan pembebasan Papua di Inggris. “Desa saya dibom ketika saya masih kecil, dan banyak dari keluarga saya dibunuh. Kemudian, saya mulai kampanye  untuk membebaskan mereka.  Karena itu, saya ditangkap, disiksa dan diancam dengan kematian. Saya berhasil melarikan diri ke Inggris, di mana sekarang saya tinggal . Tapi,,,, di Papua sana banyak orang saya sangat menderita. Mereka dibunuh, diperkosa dan disiksa. Hidup seakan sulit bagi mereka. Yang kami minta adalah kebebasan seperti yang Anda nikmati setiap hari. Kebebasan untuk berbicara dan hidup tanpa rasa takut,” ujar Benny Wenda yang dilansir situs http://www.freewestpapua.org/.
Berbagai kemalangan lain yang dialami warga Papua juga dibeberkan di situs ini. Kampanye kemerdekaan terus mereka lakukan. Walaupun mereka sendiri tidak bisa memastikan kapan Papua akan merdeka.
Sementara di Papua, berpuluh-puluh tahun rakyat papua hanya menonton warisan kekayaan mereka dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi sebagai centeng alias anjing penjaga Freeport.
Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936, pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka kotak pandora gunung emas di tanah Papua.
Sedangkan ekspedisi Freeport yang dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960, semakin menguatkan hasrat membangun proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam moyang mereka.
Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih). Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.
Namun nasib berkata lain. Sejak tahun 1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 2041.
“Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka,” ujar sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Tahun 1970, operasi tambang berskala penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas, tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebaliknya, pihak Freeport dinilai tidak terbuka dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas.
Tidak mengherankan, kalau ada pihak yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal 8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.
“Bandingkan saja misalnya dengan jumlah APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah. Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun,” tutur sumber matanews.com, Kamis (03/11).
Lalu setega itukah Freeport untuk membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut itu?.
Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan. Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong pribadi dan kelompok.
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng, dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.
Kisruh Freeport yang kini masih berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih memperjuangkan haknya.
Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entahsampai kapan.
By.CIS/ D/CHE/PTFICOM/DBS

Kehadiran PN dan PA Di Mabar Untuk Mendukung Otda


sergapntt.com [LABUAN BAJO] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si menilai keberadaan Pengadilan Agama (PA) dan Pengadilan Negeri (PN) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan sistem pemerintahan dan otonomi daerah (Otda).
”Keberadaan kedua lembaga ini merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap rasa adil akan hak dan kewajibannya sehingga menumbuhkan rasa aman, tertib dan damai dari segala aspek kehidupan manusia moderen saat ini,” tandas Wagub dalam sambutannya saat menghadiri acara peresmian beroperasinya kantor PA dan institusi PN Mabar di Aula Kantor Bupati Mabar, Labuan Bajo Rabu (16/11).
Menurut Wagub, kiprah kedua lembaga ini dalam sendi kehidupan bermasyarakat serta upaya memelihara stabilitas nasional, menjaga dan memelihara citra dan jati diri dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dalam upaya menegakkan supremasi hukum dan menjamin mantapnya stabilitas keamanan dalam negeri.
Wagub mengharapkan kepada seluruh komponen yang ada di Mabar untuk menjaga sarana dan prasarana termasuk keberadaan PA dan PN yang baru diresmikan secara arif sehingga perkembangannya ditata dengan pendekatan yang bersifat kemasyarakatan, kesejahteraan dan ketertiban serta rasa adil. ”Saya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mabar tetap memberikan perhatian dan kepedulian untuk secara bersama dapat mengembangkan peran kedua lembaga ini berkaitan dengan kepentingan seluruh masyarakat,” tandas Wagub.
Di tempat yang sama, Ketua MA (Mahkamah Agung) RI, DR. Harifin A. Tumpa, SH, MH mengatakan, dengan diresmikannya pengoperasian 22 pengadilan tingkat pertama di Labuan Bajo ini diharapkan akan lebih meningkatkan pelayanan kepada publik khususnya para pencari keadilan. ”Sarana dan prasarana gedung pengadilan yang layak juga akan membuat publik merasa nyaman dalam menjalani proses berperkaranya,” tandas Harifin.
22 pengadilan tingkat pertama yang diresmikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2008, Nomor 20 tahun 2009 dan Nomor 3 tahun 2011 yakni : PN Pagar Alam, PN Kasongan, PN Oelamasi, PN Pasangkayu, PN Andolo dan PN Pasarwajo. Sedangkan PA yang diresmikan antara lain : PA Tasikmalaya, PA Kota Banjar, PA Amurang, PA Marisa, PA Andolo, PA Pasarwajo, Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong, PA Kota Padang Sidempuan, PA Mentok, PA Lebong, PA Batu Licin, PA Batu Taliwang, PA Labuan Bajo, PA Nunukan dan PA Arso.
By. FERRY GURU

Beri Contoh Dan Teladan Nasional Yang Baik !


sergapntt.com [LABUAN BAJO] – Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si memuji dan menilai kehadiran Ketua MA (Mahkamah Agung) RI, DR. Harifin A. Tumpa, SH, MH bersama rombongan sebanyak 100 orang lebih sebagai contoh yang perlu diteladani semua komponen bangsa yang ada di republik ini.
“Kehadiran yang mulia Ketua MA bersama rombongan memberi contoh yang baik. Kehadiran beliau memperlihatkan karakter lembaga MA yang menjadi teladan nasional bagi sejarah baru perjalanan bangsa ini,” tandas Wagub saat mendampingi Ketua MA di Labuan Bajo, Rabu (16/11).
Menurut Wagub, kehadiran Ketua MA bersama para Ketua PT (Pengadilan Tinggi), para Ketua PN (Pengadilan Negeri) dan Pengadilan Agama (PA) seluruh Indonesia untuk meresmikan beroperasinya Pengadilan Agama (PA) Labuan Bajo dan institusi PN Labuan Bajo, menunjukkan bahwa Indonesia yang beraneka ragam suku, agama dan ras serta membentang dari Sabang sampai Merauke, Sangirtalaut sampai Rote Ndao merupakan bangsa yang besar dan diperhitungkan di kawasan Asia Pasifik.
Kehadiran Ketua MA dan rombongan, lanjut Wagub merupakan momentum yang sangat tepat. “Karena Komodo telah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Kehadiran Ketua MA ke Pulau Komodo sangat tepat. Ini pasti membawa makna dan angin ‘surga’ dan sentuhan kasih yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli rakyat dan pendapatan asli daerah khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Manggarai Barat,” kata Wagub.
Dengan masuknya Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, menurut Wagub merupakan investasi yang luar biasa bagi industri pariwisata di Provinsi NTT. ”Saya ajak kita semua, mari bicara kepada masyarakat dunia dan masyarakat di Indonesia untuk datang ke Pulau Komodo,” pinta Wagub.
Sementara itu, Ketua MA (Mahkamah Agung) RI, DR. Harifin A. Tumpa, SH, MH mengaku, kehadiran pihaknya di Labuan Bajo sebagai salah satu dukungan atas terpilihnya Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. ”Kami memilih Manggarai Barat untuk melaksanakan kegiatan pengresmian PA Labuan Bajo sebagai bentuk dukungan kami atas terpilihnya Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia,” ucap Harifin.
Dia meminta kepada seluruh jajaran yang berada di bawah Mahkamah Agung untuk menjadi duta-duta dalam menyampaikan pesan tentang keberadaan Pulau Komodo dan habitat binatang Komodo yang sangat unik. ”Kami yang datang ini akan menjadi duta-duta dalam menyampaikan pesan tentang keberadaan Komodo. Semoga makin banyak orang yang datang ke Komodo sehingga bisa menunjang dan memberi andil bagi kesejahteraan masyarakat di daerah Manggarai Barat,” ucap Harifin Tumpa.
                                
By. FERRY GURU

Pelajar Menebar “Teror”, Orang Tua Diminta Waspada


sergapntt.com [KUPANG] – Mutakhirnya teknologi, mahir pula perilaku hidup bebas anak muda jaman sekarang. Kendati masih belia, tapi jangan ditanya urusan pacar lengkap dengan menu penutupnya. Semua sudah di luar kepala. Mulanya coba-coba, belakangan jadi ketagihan.  Kalau sudah begini, petir pun tak mampu membuat mereka gentar hadapi bahaya kehamilan.
Ya,,, rupanya wabah seks bebas sedang berkembang di Kota Kupang. Tak hanya oknum anak SMA atau mahasiswi yang disebut-sebut punya predikat ganda.  Kini prilaku liar anak SMP pun mulai tumbuh bak jamur dimusim hujan.  Diam-diam mereka punya jaringan sendiri. Dari mulut ke mulut, akhirnya terkuak, ternyata selama ini ada anak SMP yang menjajakan tubuhnya demi kepuasan dan rupiah.
Awal November 2011 lalu, aparat Polsek Oebobo Kota Kupang menangkap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilaporkan telah memboking cewek SMP dari pagi hingga malam. “Yang lapor itu bukan si cewek itu, tapi orang tuanya si cewek itu,” ujar Kanis, sobat sergapntt.com.
Kini kasus tersebut sedang ditangani dan dikembangkan polisi. Sementara si pria penikmat ‘daun muda’ itu telah dikurung polisi.  “Kasian juga itu orang tua. Kata dia, dia dijebak. Tapi yah,,,, kita lihat saja pembuktiannya nanti,” papar salah seorang kerabatnya yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
Sebelumnya, tim buser Polsek Oebobo juga menangkap dua pemuda yang dilaporkan mengurung dan meniduri pacar mereka masing-masing selama satu hari. Ironisnya, pacar kedua pemuda itu masih duduk di kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di Kota Kupang.
Hasil investigasi sergapntt.com menyebutkan, rata-rata pelajar SMP yang bisa diboking, berparas cantik dipadu body menawan. Tarif pun tak mahal-mahal amat. Sekali pake mereka biasanya hanya meminta bayaran Rp. 100 ribu hingga 200 ribu. Misalnya saja Leny (14) —nama samaran—. Dara blasteran antar pulau di NTT ini hanya mematok tarif Rp. 150 ribu sekali kencan. Jika doble, maka otomatis ongkos pun tambah. Hanya saja, yang ini terserah konsumen. Asalkan wajar.
Menurut Leny, kegiatan ‘lembur’ di luar jam sekolah ini sudah ia lakoni hampir setahun lebih. Itu berawal ketika secara sepihak ia diputusin sang pacar. Padahal selama pacaran segala sesuatunya telah ia berikan. Bisa dibilang mereka sudah seperti suami istri.
Karena kecewa, suatu sore, iseng-iseng Leny berjalan kaki menelusuri lorong dekat rumahnya. Maksudnya untuk melepas penat yang melilit kepala. Tapi belum jauh dari rumahnya, ia bertemu dengan temannya semasa SD. Setelah obrol beberapa saat, Leny pun diajak menggunakan sepeda motor.  Di rumah temannya itu, Leny menegak minuman keras. Tak banyak memang. Tapi karena tak biasa, Leny pun mabuk. Akhirnya Leny diantar pulang.
Keesokan harinya Leny seperti ketagihan. Tapi kali ini bukan hanya miras. Leny mulai agresif mengajak temannya untuk melakukan hubungan seks. Semenjak itulah, Leny makin liar. Jika ada peluang atau kesempatan, Leny pasti menikmati miras dan seks. Hingga suatu ketika ia memutuskan untuk total mencari duit  dari kaum pria pemburu ‘barang baru’.
“Ya,,, uangnya b pakailah. Beli inilah,,,itulah,,, macama-macamlah. Tapi jangan bilang-bilang lo ka,,,” papar Leny sembari meminta aktivitasnya dirahasiakan.
Tak hanya Leny, diluar sana masih banyak lagi. Mereka terus menebar teror memporak-poranda moral masa depan. Karena itulah para orang tua diminta waspada dan haru berperan akti memonitor setiap perkembangan anak.  “Masalah ini bisa selesai, kecuali mulai dari rumah. Itu tanggung jawab para orang tua,” tegas Markus Deo, warga Kecamatan oebobo, Kota Kupang, Rabu (16/11/11).
By. CHRIS PARERA