Krisdayanti dan Raul Bericiuman Didepan Anang


sergapntt.com [JAKARTA] – Tampil di acara ulang tahun Insert ke-8 di Gedung Trans TV, Minggu (16/10/2011), diva pop Indonesia Krisdayanti dan Raul Lemos mengumbar kemesraan di atas panggung. Saat Krisdayanti melantunkan lagu ‘Kau Di Hatiku Selamanya’, tiba-tiba pengusaha asal Timor Leste itu muncul dari belakang dan langsung memeluknya.
Tidak hanya sampai di situ, pria yang sudah memberi seorang putri bagi Krisdayanti itu, membawa setangkai bunga mawar berwarna pink dan putih. Berkali-kali Raul mendaratkan ciumannya pada sang istri, bahkan Raul tidak sungkan mendaratkan ciumannya ke bibir Krisdayanti.
Anang yang kebetulan hadir sebagai pengisi acara bersama Ashanty, hanya tersenyum menyaksikan adegan romantis yang diperagakan oleh mantan istrinya itu.
Krisdayanti sendiri kerap terlihat tampil romantis dengan sang suami. Sebagai suami, Raul juga beberapa kali disebut sebagai pria romantis yang selalu memberikan perlindungan terbaik bagi istrinya.
Acara ulang tahun infotainment Insert memang bertabur para bintang dan dihadiri banyak artis tenar. Jika diperhatikan, dalam panggung berkonsep on the floor itu, Anang Hermansyah bereuni dengan para mantan pasangan duetnya.
Acara yang juga menyerahkan penghargaan kepada insan selebriti itu dihadiri oleh pasangan Anang kali pertama, yang juga mantan istrinya Krisdayanti yang malam itu tampil bersama suaminya, Raul Lemos. Selain juga hadir mantan pasangan duetnya, Syahrini.
“Senang sekali. Sama Mbak KD juga hubungannya baik, sama Syahrini juga baik. Kan kita sama-sama di dunia hiburan jadinya yah senang,” ungkap Ashanty saat ditanya perihal mantan pasangan duet Anang yang malam itu juga tampil di panggung.
Bahkan Anang dan Ashanty sempat bertegur sapa dengan Krisdayanti dan Raul Lemos, sebelum memasuki Studio Trans TV, tempat acara tersebut berlangsung.
“Aku ketemu sama Raul di luar. Ya karena memang hubungannya dengan KD dan Raul baik-baik saja nggak ada masalah sih, ” ungkap Anang.
“Aku juga tadi ketemu Mbak KD dan kita ketawa-ketawa, say hai juga,” sahut Ashanty.
Takut disalahtafsirkan, Anang balik bertanya saat didesak soal perasaannya mengenang saat satu panggung bersama mantan suaminya. “Kalau mengenang konteksnya apa dulu?” ungkap Anang.
Anang mengaku tetap menjaga hubungan dengan mantan istrinya itu, begitu halnya dengan mantan pasangan duetnya yang lain, Syahrini. Tidak ada persoalan apapun di antara mereka hingga kini, meski sempat diberitakan macam-macam sebelumnya. “Ya nggak ada apa-apa juga tahu,” tegas Anang.
“Iya bagus kok Mbak Syahrini tadi nyanyinya pas banget nyanyiin ‘On The Floor’,” sahut Ashanty mendukung sang calon suami. (by. kpl/hen/dar)



Wagub NTT Resmikan Pembangunan Hotel Rai Hawu Sabu Raijua


sergapntt.com [EILODE] – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, meresmikan penggunaan Hotel Rai Hawu, di Desa Eilode Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua,          Senin (17/10/11). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wagub Esthon Foenay.
Dalam sambutannya, Esthon Foenay mengatakan, kehadiran Hotel Rai Hawu tidak saja sebagai sarana penginapan bagi para wisatawan manca negara maupun domestik, tetapi juga dapat dipergunakan untuk kepentingan orang banyak dan dapat memacu peningkatan percepatan pembangunan perekonomian masyarakat Sabu Raijua.
Selain itu, semua wahana dan prasarana perhotelan dapat memberikan nilai tambah dalam menyerap tenaga kerja, menjaga kesinambungan devisa yang masuk ke Sabu Raijua dengan meningkatnya kunjungan orang, wisatawan dalam dan luar negeri.
“Dengan hadirnya Hotel Rai Hawu, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat daerah ini, akan semakin banyak orang yang akan datang ke Sabu. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sabu Raijua,” tandas Esthon Foenay.
Sehubungan dengah hal tersebut, Esthon Foenay menambahkan, manejemen hotel perlu memberikan kualitas pelayanan yang baik, yang tepat dan bergerak cepat sesuai dengan tuntutan dan harapan banyak orang. Karena pelayanan yang baik memberikan kesan pada orang untuk kembali berkunjung ke Sabu.
“Berilah pelayanan yang baik supaya orang ingin kembali ke Sabu,” pintanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan SKPD Tingkat Provinsi NTT, Pimpinan SKPD Tingkat Kabupaten Sabu Raijua, Komisaris CV. Camaredire Hotel Rai Hawu, Bapak KomJenPol (Purn) Drs. Y Jacky Uly, MH, dan keluarga besar Pontoh, tokoh masyarakat dan tokoh adat Sabu Raijua serta undangan lainnya. (by. heri lay)

Jeriko dan dr. Niken Paling Diminati Rakyat Kota Kupang


sergapntt.com [KUPANG] – Drs. Jefri Riwu Kore diklaim paling diminati rakyat Kota Kupang sebagai Calon Walikota Kupang periode 202-2017. Sebuah lembaga survei independen menyebutkan Anggota DPR RI yang akrab disapa Jeriko itu berada di renking satu dalam survei tahap I yang dilakukan sejak Juli hingga 16 Oktober 2011. Posisi ke 2 ditempati Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT, dr. Niken Mitak. Berikutnya disusul dr. Teda Litik, Rikardus Wawo, Fredy Ndolu, Daniel Adoe, Daniel Hurek dan Max Saba.
Sementara itu terkait peluang menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik menuju gelanggang suksesi Kota Kupang, Jeriko mengaku, “Sebagai Anggota Partai Demokrat, saya optimis akan diamankan Partai Demokrat sebagai Calon Walikota Kupang”.
Santer terdengar Jeriko akan berpasangan dengan Drs. Kristo Blasin (Anggota DPRD NTT asal PDIP). Bahkan paket ini disebut-sebut telah mendapat restu Ketua DPD PDIP NTT yang juga Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jhon Kaunang.
Jika demikian adanya, maka bisa dipastikan Demokrat dan PDIP akan berkoalisi menghadapi suksesi Kota Kupang. (by. Andy)

Kisah 2 Anak SMP 07 Kupang Yang Disekap Lalu Ditiduri Sang Pacar


sergapntt.com [KUPANG] – Dua siswi SMP 07 Kolhua Kupang berinisial FL (14) dan AN (14) menjadi korban bekapan pacar mereka masing-masing. Mulanya, Senin (17/10/11) pagi, AN dihubungi Jitro Ale (23) melalui handphone. Jitro mengajak AN untuk bertemu. Maklum sudah hapir seminggu keduanya tak pernah bersua muka. Ajakan Jitro langsung disanggupi AN. Bahkan AN berjanji, sepulang sekolah nanti, ia dan FL, temannya yang juga pacarnya sobat karib Jitro, Mardi Liulima (17) akan meluncur ke rumah Jitro.  
Betul saja. Persis sesaat setelah jam pulang sekolah tiba, AN dan FL mendatangi kediaman Jitro yang tengah ditunggui Jitro dan Mardi. Pertemuan itu pun dihiasi canda tawa layaknya orang pacaran. Lama tak bertemu membuat mereka larut dalam pelukan kasih sayang, ciuman dan rabaan menggelitik. Tak disangka jarum jam telah menunjukan pukul 17.00 WITENG.
Karena matahari akan kembali ke peraduannya, Jitro pun mengajak kekasihnya untuk pulang. Takut kalau- kalau dicari orang tua. Namun niat Jitro ditolak AN. Kata AN, ia masih kangen dan masih ingin bersama Jitro. Sampai pagi pun tak masalah, walaupun pada akhirnya harus dimarahi atau dipukul orang tua. Alhasil Jitro tak bisa berbuat banyak. Ia ingin memaksa AN pulang, tapi takut sang pacar berpikir yang tidak-tidak. Akhirnya, ia pasrah lalu memanfaat kesempatan untuk melampiaskan hasrat yang sudah terpendam lama.
Singkat kata, malam pun tiba. Dua pasangan ini pun masuk ke kamar masing-masing. Disana mereka saling berbagi kasih dengan obrolan yang dibayangi  letupan ciuman, kasak-kusuk alat vital yang diraba serta desahan nafsu yang menggelegar di tengah dinginnya malam.
Sampai pagi, boleh dibilang kedua pasangan ini tidur bak ayam mendimi pohon pada malam hari. “Sonde sono”, kata orang Kupang. Apalagi Jitro. Begitu kaget dengan mata masih dihantui kantuk, tangannya langsung menggerayangi kemolekan tubuh kekasihnya yang terlentang tanpa busana disisinya.
“Malam itu saya dan AN melakukan hubungan badan satu kali,” ujar Jitro sedikit malu-malu saat ditanyai wartawan usai diperiksa polisi.
Bagi Jitro dan AN, serta Mardi dan FL, malam itu penuh kenangan indah. Sampai mati pun pasangan tersebut tak sudi melupakan. Namun berbeda dengan kedua orang tua AN dan FL. Rasa cemas dan marah terus berkecamuk begitu mendapati anak mereka belum pulang hingga malam hari.  Upaya pencarian pun dilakukan. Penghuni rumah dikerahkan untuk mencari AN dan FL. Hingga akhirnya Ny. Sarci, ibunya FL mendatangi dukun. Atas petunjung mbah dukun, Ny. Sarci dan suami mendatangi rumah Jitro. Tapi, kondisi rumah saat itu sepi. Pintunya terkunci dari luar.
Karena capek mencari, Ny. Sarci pun pulang lantas mendatangi sekolah dan meminta para guru disana untuk menahan FL, jika besok pagi FL masuk sekolah. Hal yang sama juga dilakukan Ny. Petronela, ibunya AN.
FL sendiri tercatat sebagai warga Rt12/Rw06 Kelurahan Belo, Kota Kupang. Sedangkan AN tercatat sebagai warga Rt37/Rw11 Kelurahan Oepura, Kota Kupang.
Jika Jitro dan AN malam itu sempat melakukan hubungan seks satu kali, maka tidak halnya dengan Mardi dan FL. Malam itu, kata Mardi, ia dan pasangannya hanya menghabiskan waktu hingga pagi hari dengan ciuman bak adegan film blue dan raba-raba layaknya laki-laki menghadapi kemolekan tubuh wanita.
Ny. Sarci dan Ny. Petronela baru bisa bertemu anak mereka keesokan harinya saat AN dan FL ke sekolah.
Sementara itu, Kapolsek Maulafa, AKP. Iwan Iswahyudi mengatakan pihaknya mendapat pengaduan dari orang tua salah seorang korban. Berkat laporan itu polisi lalu menjemput Jitro dan Mardi. Dihadapan polisi Jitro dan Mardi mengakui semua perbuatan mereka. Sedangkan AN dan FL setelah dijemput oleh polisi dan orang tua mereka dari sekolah langsung di bawah ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang untuk di visum. (by. chris parera)

TKI Asal NTT Terancam Hukuman Mati Di Malaysia


sergapntt.com [JOHOR] – Sebanyak 151 Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Indonesia di Malaysia terancam hukuman mati. Mereka didakwa terkait kasus pembunuhan dan narkoba. Diantara 151 orang tersebut terdapat 2 orang TKI asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berasal dari Kabupaten Ngada dan Flores Timur. Sayangnya, belum diketahui secara detail identitas serta kasus yang dialami keduanya.
Toh begitu, Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budisantoso mengatakan sebanyak 218 TKI, kini terancam hukuman mati, yakni di Malaysia 151 orang, 43 di Saudi Arabia, 22 di China, 2 di Singapura, serta di beberapa negara lain.
Menurut dia, pada November 2011 nanti, para terpidana akan dijatuhi hukuman mati.
“Semua kasus itu, banyak terkait masalah pembunuhan dan Narkoba,” ujar Priyo di DPR, Jumat (14/10/2011).
Bersamaan dengan itu, para  anggota DPR RI lintas fraksi membentuk Kaukus Perlindungan TKI bekerjasama dengan sejumlah organisasi masyarakat atau LSM. LSM yang ikut bergabung antara lain, Migrant Care, Imparsial, Kontras dan lainnya.
Kaukus ini, kata Priyo, diharapkan bisa sinergi dengan Satgas TKI yang sudah dibentuk oleh DPR RI dan tugasnya akan berakhir Desember 2011 mendatang.
Kaukus ini antara lain dipelopori oleh anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Eva Kusuma Sundari, Teguh Suwarno, Ledia Hanifah, Jamal Aziz dan lain-lain.

“Saya apresiasi gagasan kaukus untuk perlindungan TKI. Ini, tidak juga mudah karena DPR sudah membentuk tim satgas gabungan lintas komisi VIII, IX, I dan III DPR RI. Akan tetapi, kaukus ini makin memperkuat DPR untuk membela dan melindungi TKI di luar negeri,” Priyo menegaskan.
Priyo mengungkap, melalui parlemen Asia akan  memasukkan usulan permintaan keringanan hukuman. Kemudian, pendampingan hukum dengan membentuk lawyer (penasihat hukum) sejak awal dengan anggaran yang memadai. Selain itu, meminta kepada Kemenakertrans, Kemenlu dan BNP2TKI untuk mendorong diplomat-diplomat handal agar melobi Saudi, Mayalsia, China dan Singapura untuk menyelesaikan ancaman hukuman mati tersebut.
“DPR akan mendorong, mendukung, dan mengawal ini agar sinergi dengan tim satgas yang dibentuk DPR RI. DPR bersepakat akan mengirimkan nota surat pada pimpinan parlemen Negara-negara tempat TKI bekerja tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, awal tahun 2011, seorang TKI asal Kabupaten Belu terancam hukuman mati karena dituduh membunuh majikannya. 

“Kami telah mendapat informasi resmi mengenai TKI asal Kabupaten Belu bernama Wilfrida Soik, yang kini terancam hukuman mati di Malaysia karena disangka terlibat pembunuhan Puan Yeap (majikan),” kata anggota Divisi Advokasi Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT, Jan Pieter Windy, di Kupang, Minggu (9/1/11). 

PIAR NTT, kata dia, sedang mengusahakan untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga korban di Belu, wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste untuk dicarikan solusi bersama. 

“Kami berpendapat bahwa masalah ini harus segera diwacanakan untuk sebuah perjuangan bersama terhadap hak Wilfrida,” katanya. 

Korban yang tertangkap di Johor-Malaysia pada 18 Desember 2010 itu diadili di Pengadilan Pasir Mas tanpa ada pendampingan dari pihak manapun juga, baik oleh AP Master selaku Agensi yang menempatkan ataupun dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 

Saat ini, Wilfrida berada di Penjara Pengkalan Cepa, Kota Bharu dan terancam hukuman mati di Pasir Mas, Kelantan, Malaysia setelah disangka terlibat dalam kasus pembunuhan majikannya di Malaysia yang bernama Puan Yeap. 

Dia menjelaskan, korban yang sedang mengalami gangguan jiwa/mental adalah korban perdagangan orang (Trafficking) yang dilakukan oleh Agensi Pekerjaan (AP) Master/Lenny Enterprise. 

Korban dibawa oleh Agensi Pekerjaan Master dari Belu-Nusa Tenggara Timur ke Malaysia ketika Indonesia sedang melakukan Moratorium dalam hal pembantu rumah tangga (PRT). 

Walaupun menderita gangguan kejiwaan, AP Master tetap menempatkan Wilfrida untuk menjadi PRT yang bertugas menjaga Puan Yeap yang sedang sakit (Parkinson) dan baru saja menjalani operasi bedah otak. 

“Korban yang sedang menderita gangguan kejiwaan disiksa dan dipaksa oleh AP Master untuk menjalani pekerjaan tersebut walaupun kondisi kejiwaannya tidak siap,” katanya. 

Karena itu, PIAR meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan perhatian dalam bentuk bantuan hukum bagi korban. (by.yh/0-163)