Ana (61), Gunakan Telur Donor Agar Bisa Hamil


sergapntt.com [RIO DE JAINERO] – Ana, seorang perempuan tua berusia 61 tahun di Brazil diketahui positif hamil. Kabar ia mengandung bayi pertamanya itu sempat membuat heboh di negara asal pesepak bola Ronaldhino itu. Ana diketahui memiliki suami berusia 38 tahun. Dia hamil dengan  telur donor dan akan melahirkan pada November 2011 mendatang.
“Saya sudah menopause… suami saya ingin jadi ayah. Saya juga ingin jadi ibu. Saya sangat sehat … dan saya telah menjalani pemeriksaan medis,” kata Ana kepada surat kabar O Globo Brasil.
Ana mengatakan, ia tak berencana memberi tahu putri masa depannya itu bahwa ia  menggunakan telur donor untuk bisa hamil.
Sebelumnya pada 9 September 2011 di Brazil, seorang perempuan yang berusia 52 tahun  untuk pertama kali jadi ibu dari anak kembar. Sang suami berusia 58 tahun.
Para pejabat kesehatan Brazil mengatakan mereka prihatin dengan gelombang kehamilan saat usia sudah telat,  karena bisa membahayakan si ibu.

****
Naluri seorang wanita untuk memiliki anak kadang tidak dibatasi oleh usia, seperti halnya dengan wanita bernama Omkari Panwar. Dia melahirkan bayi kembar pada usianya yang ke 70. Dia sangat ingin sekali memiliiki anak, dan akhirnya keinginannya bisa di wujudkan oleh suaminya Charan Singh Panwar yang telah berusia 77 Tahun… Memang semua itu tidak lepas dari kehendak Allah SWT..
Ibu tertua di dunia ini melahirkan bayi kembar pada usia 70 tahun setelah melakukan IVF, dia sangat bangga bisa melahirkan pada usia 70 tahun dan berkata “Sekarang saya memiliki anak lagi untuk di rawat”.
Mereka melakukan IVF dengan tujuan ingin mendapatkan anak laki laki sebagai ahli warisnya untuk meneruskan usaha keluarga. Pasangan yang telah mempunyai dua anak perempuan kira kira 40 tahun lalu, dan juga 5 orang cucu ini hampir melarat setelah melelang tanahnya, menjual seluruh kerbaunya dan juga pinjaman sebesar 4400 Poundsterling untuk biaya persalinan.
Sebab, bayi tersebut harus berada di rumah sakit selama beberapa minggu karena berat badan mereka sangat ringan (2pounds saja masing2), dan cenderung prematur.. bayi kembar ini lahir dalam usia kehamilan 34 minggu dengan operasi cesar darurat, dan kemudian bayi ini dibawa ke Jaswant Roy Speciality Hospital yang memiliki fasilitas perawatan yang lebih canggih.
Pasangan ini tidak mengerti tentang prosedur fertilitas yang mengijinkan omkari untuk melahirkan bahkan setelah dia mengalami menopause, sepertinya ada donor sel telur yang diberikan sehingga memungkinkan omkari bisa mengandung. Tetapi keluarga ini sama sekali tidak paham apa yang terjadi saat mereka mendatangi ahli kandungan di Meerut.
Sebelumnya predikat ibu tertua didunia dipegang oleh wanita asal Rumania bernama Adriana Iliescu yang melahirkan seorang bayi perempuan pada usia 66 tahun 320 hari pada Mei 2005, dan wanita Spanyol bernama Carmela Bousada yang pada Desember 2006 melahirkan bayi kembar pada saat dia berusia 66 tahun 358 hari. Omkari sepertinya tidak perduli bahwa dia telah memecahkan rekor dunia sebagai ibu tertua “Jika saya adalah ibu tertua di dunia, saya tidak perduli, saya hanya ingin bersama dengan bayi saya dan merawat mereka selama saya masih mampu”. (by. oga)

Amerika, Israel dan Uni Eropa Kutuk Bom Solo


sergapntt.com [NEW YORK] – Warga Amerika, Israel dan Uni Eropa mengutuk keras aksi pemboman terhadap Gereja Protestan di Solo pada Minggu 25 September 2011. Karena itu mereka mendukung pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap para pelaku dan otak pemboman.

“Itu perbuatan terkutuk,” ujar Andre Tomsak, warga Amerika yang bermukim di Nevada. Komentar yang sama juga dilecutkan sejumlah warga Israel usai mendengar kejadian tragis di Solo.
“Kami tidak menyangka, Indonesia yang begitu tenang dan damai, tiba-tiba digaduhkan dengan tindakan terkutuk,” ucap Joseph Polisky.
Warga Jerusalem yang pernah mampir di Bali itu meminta pihak kepolisian Indonesia untuk bertindak tegas dan adil.
“Kami berharap, Indonesia bisa kembali ke keadaan semua, aman dan damai,” pintanya.
Perwakilan Uni Eropa juga turut memberi tanggapan atas aksi peledakan Solo. Selain mengutuk, Uni Eropa juga mendukung pemerintah Indonesia untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggungjawab.
“Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengutuk dan mengecam keras aksi peledakan bom di gereja Protestan di Solo pada hari Minggu, 25 September dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka,” demikian pernyataan Kantor Delegasi Uni Eropa, yang beranggotakan 27 negara Eropa.
“Mengingat pentingnya melindungi para penganut keyakinan minoritas sesuai hukum yang berlaku, Delegasi Uni Eropa menyambut baik tekad pemerintah Indonesia menindak tegas para pelaku penyerangan,” lanjut pernyataan Delegasi Uni Eropa, bersama para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa di Indonesia.
Menurut penyelidikan polisi, pelaku bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah sudah dipastikan bernama Pino Damayanto alias Ahmad Yosepa alias Hayat. Dia merupakan satu dari lima orang yang masuk daftar pencarian (DPO) karena tergabung dalam jaringan teroris Cirebon.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris mengeluarkan anjuran khusus (travel advice) bagi warganya yang hendak mengunjungi Indonesia, terutama daerah-daerah yang rawan serangan teroris. Peringatan ini dikeluarkan menyusul insiden ledakan bom Solo.

Dalam halaman Indonesia pada situs Kementerian Luar Negeri Inggris, yang diperbarui 25 September 2011, London memperingatkan warganya untuk berhati-hati ketika mengunjungi Indonesia. Mereka menuliskan bahwa seluruh wilayah di Indonesia rawan serangan teroris.
Sementara itu, pengamat Crime Analyst Forum (ICAF) asal Indoneia, Mustofa B Nahrawardaya, di Jakarta mengatakan bom bunuh diri di Solo merupakan upaya adu domba.
“Peledakan ini adalah upaya adu domba dan penyudutan terhadap kelompok tertentu, atau bahkan mengarah ke agama tertentu ke agama lain, dalam hal ini jemaat Kristen. Tujuannya agar terjadi pergesekan-pergesekan horizontal antaragama atau kelompok,” katanya.
Dia berharap, polisi menyelidiki kejadian ini secara profesional di tempat kejadian dan harus bisa mencari bukti akurat, tanpa dipengaruhi opini yang berkembang sebelumnya. Polisi harus obyektif dan meneliti semua barang bukti, tanpa ditunggangi kepentingan lain, selain mengungkap jaringannya.
Dalam kondisi politik yang belakangan memanas di Tanah Air, sangat terbuka kemungkinan adanya kelompok tertentu untuk mengacaukan perhatian pemerintah dan masyarakat dengan peristiwa semacam ini. Bahkan, sangat mungkin kelompok itu mengacaukan barang bukti di tempat kejadian perkara agar terkesan melibatkan keterlibatan kelompok agama lain.
“Biarlah polisi yang bekerja mengungkap kasus ini. Namun, baik juga jika ada sebagian kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang turut memantau dan mengawasi peristiwa ini. Itu penting agar selama penyelidikan tidak dibelokkan ke arah kepentingan sesaat,” katanya.
Agar peristiwa bom semacam itu tidak terulang, lanjut dia, masyarakat jangan mudah mempercayai ajakan untuk melanggar hukum. Harus diakui, teroris tentu menggunakan akal dan cara yang tidak terdeteksi dengan mudah.
Namun, apabila masyarakat berhati-hati atas ajakan, hasutan, atau gosokan dari siapa pun, semoga peristiwa itu bisa dihindari. “Masyarakat jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Mabes Polri memastikan pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo adalah Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat.
Di tempat terpisah, Ketua RT 19/07 Kelurahan Plumbon, Desa Plumbon, Kabupaten Cirebon Elly Ermawati mengatakan bahwa Achmad Yosepa Hayat alias Hayat pernah tinggal selama dua tahun disana. Saat itu, menurutnya, Hayat sudah memiliki bayi perempuan berusia 2,5 bulan.
“Sepertinya istrinya juga sudah mengajukan cerai sejak Hayat masuk dalam DPO. Istrinya juga pernah bekerja menjaga apotek, dan kemudian keluar kerja setelah Hayat masuk dalam DPO. Istrinya cantik, tidak mengenakan cadar,” kata Elly. (by team)

Gong Belajar, Upaya Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Pencanangan Gong Belajar merupakan suatu gerakan moral untuk menggugah hati seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) agar selalau mau meperhatikan soal belajar. “Tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak bukan merupakan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, pada acara Pencanangan Gong Belajar dan Musyawarah Besar Guru Tingkat Provinsi NTT, di Alun-alun Dinas PPO Provinsi NTT, Selasa, (27/9).
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, kita membutuhkan pembenahan bersama agar berbagai upaya pembenahan berlangsung sinergis. Dari keluarga ditanamkan karakter dasar anak seperti budi pekerti, kemauan dan tekad untuk berusaha, disiplin, tekun dan sabar. Karakter dasar ini dibenahi dan dikembangkan di sekolah sebagai karakter personal dan akhirnya menjadi karakter sosial. Dalam proses ini, pemerintah terlibat memfasilitasi berbagai hal agar dinamika keluarga dan sekolah boleh berlangsung secara tertib dan berkelanjutan.
 “Aktualisasi Gerakan Gong Belajar ini berkiblat pada tiga hal yakni, pengendalian jam belajar pada jam 07.00 sampai 13.00 oleh para guru dan jam 17.00-19.00 oleh orang tua di rumah, pemondokan siswa siap ujian nasional terutama pada saat menjelang pelaksanaan ujian nasional serta pemberian reward kepada guru yang berprestasi istimewa dengan indikator antara lain siswa didik di bidang studi mendapat prestasi istimewa,” lanjut Gubernur Lebu Raya.
Gubernur Lebu Raya menambahkan, hari ini kita menyelenggarakan Musyawarh Besar (Mubes) guru yang baru pertama kali diselenggarakan di NTT, karena itu mubes para guru setidaknya harus memberi ruang refleksi terhadap evaluasi kinerja guru yang telah dicapai selama ini, klarifikasi persoalan atau kendala yang dihadapi serta apa strategi untuk mengembangkan kompetensi dan kesejahteraan para guru. Guru harus merasa besar sehingga membuat anak-anak juga merasa besar karena itu diperlukan mimpi besar, cita-cita besar untuk membuat bangsa juga menjadi besar agar dapat melahirkan anak-anak yang berkualitas, berdaya saing untuk menghadapi situasi global, katanya.
Gubernur berharap, pertemuan besar ini bisa menanamkan obsesi besar, menegakkan komitmen, punya idealism, merumuskan langkah besar, menghasilkan keputusan besar dan mesti memberi hasil besar sebagai dedikasi guru bagi pendidikan di daerah ini. berbagai persoalan yang masih mengganjal, mesti didiskusikan dan dibahas secara transparan, dimusyawarahkan untuk disepakati sebagai keputusan dan rekomendasi bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT,              Drs. Clemens Meba, MM, mengatakan Gong Belajar merupakan suatu gerakan atau upaya untuk memotivasi siswa serta menyadarkan orangtua/keluarga dan masyarakat agar lebih aktif melibatkan diri bersama sekolah dan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di NTT. (by heri lay)

Gubernur NTT: Makna Otda Telah Alami Rekonstruksi !


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan makna otonomi daerah (Otda) telah mengalami rekonstruksi sebagaimana terkandung dalam UU Nomor 32 tahun 2004, yakni pada sistem pemerintahan daerah, dimulai dari sistem pemilihan kepala daerah, pertanggungjawaban kepala daerah, pola pembagian urusan secara proporsional antar tingkatan pemerintahan, sistem perencanaan pembangunan daerah, kepegawaian hingga pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah. Keseluruhan sistem dimaksud mendorong interaksi manajemen pemerintahan daerah antara pemerintah daerah dengan DPRD sebagai mitranya agar memiliki kemampuan yang tangguh dalam menghadapi tantangan global dan memiliki kemandirian dalam menata otda secara bertanggungjawab.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Lebu Raya saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi NTT tahun anggaran 2011 di depan sidang paripurna DPRD NTT yang dipimpin Ketua DPRD NTT, Drs. I. A. Medah didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara, S.Ip, Senin (26/9).
Menurut Gubernur, penyampaian Nota Keuangan atas RAPBD NTT TA 2011 merupakan wahana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kondisi kinerja pemerintah daerah, yang telah dilakukan dalam tahun ini. Hal tersebut kata Gubernur, akan semakin mendorong tumbuhnya semangat obyektivitas, dalam memotret kinerja pemerintah daerah, yang dilandasi kemitraan, untuk saling melengkapi dalam menerjemahkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat NTT.
Gubernur menjelaskan, selama semester pertama tahun 2011 beberapa hasil pekerjaan di tahun 2010 dan semester pertama di tahun 2011 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan walaupun disadari masih terdapat kelemahan-kelemahan yang pelu dibenahi lebih lanjut. “Hal menggembirakan yang dapat dilihat bersama antara lain adanya penurunan angka kemiskinan dari 23,31 % pada Maret 2010 menjadi 21,23 % pada Maret 2011,” tandas Gubernur sembari menambahkan, hasil yang belum menggembirakan antara lain menyangkut tingkat kelulusan siswa; baik pendidikan dasar maupun menengah, walaupun secara keseluruhan prosentase kelulusan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun pendidikan 2009/2010.
Pada bagian lain Gubernur memaparkan, secara ringkas RAPBD NTT TA 2011 meliputi : anggaran pendapatan sebelum perubahan Rp 1,203 triliun lebih, setelah perubahan Rp 1,289 triliun lebih atau bertambah Rp 86 miliar lebih. Anggaran belanja sebelum perubahan kata Gubernur, Rp 1,308 triliun lebih setelah perubahan Rp 1,349 triliun lebih atau bertambah Rp 41 miliar lebih. “Sedangkan anggaran pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp 104 miliar lebih setelah perubahan sebesar Rp 59 miliar lebih atau berkurang menjadi Rp 45 miliar lebih,” ucap Gubernur dan berharap segenap unsur pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat, untuk mencermati dan memberikan koreksi, evaluasi dan masukan konstruktif terhadap draf perubahan APBD Provinsi NTT TA 2011. (by ferry guru)

Stok Pangan Di NTT Masih Ada


sergapntt.com [KEFA] – Setelah mengunjungi beberapa desa di daratan Flores dan Timor, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku stok kebutuhan pangan di Provinsi NTT hingga empat (4) bulan ke depan masih ada. ”Stok beras di NTT masih 180.812 ton. Sedangkan kebutuhan beras per bulan sebanyak 53.180 ton,” jelas Lebu Raya saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kefa, Kabupaten TTU, Sabtu (24/9/11).
Saat memberi penjelasan tersebut, Gubernur Lebu Raya didampingi Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos, Wakil Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah, SE serta dihadiri pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten TTU.
Selain kebutuhan beras, Gubernur juga merincikan kebutuhan pangan lainnya antara lain stok jagung sebanyak 78.372 ton, umbi-umbian sebanyak 1.474 ton, gula pasir sebanyak 13.821 ton, tepung terigu sebanyak 5.149 ton, minyak goreng sebanyak 2.844 ton, daging sapi sebanyak 3.990 ton, daging ayam sebanyak 2.825 ton, telur ayam sebanyak 2.076 ton dan kedelai sebanyak 494 ton. ”Dari stok kebutuhan pangan yang saya sampaikan itu, saya pastikan bahwa kebutuhan pangan untuk empat bulan ke depan di Provinsi NTT tetap aman,” jelas Gubernur, optimis.
Gubernur mengakui, siklus musim di NTT yang 4 bulan basah dan 8 bulan kering amat berdampak kepada kekeringan yang berlanjut yakni gagal tanam dan gagal panen yang berpengaruh pada kerentanan pangan atau rawan pangan. ”Dampak lanjut dari risiko rawan pangan yang tinggi adalah kelaparan yang juga mengakibatkan adanya gizi buruk,” ungkap Gubernur seraya menambahkan, penyebab gagal tanam atau gagal panen antara lain kekeringan, angin, banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Menurut Gubernur, hingga 5 September 2011 ini, prediksi data analisis risiko rawan pangan bakal terjadi di 159 kecamatan dan 925 desa di 11 kabupaten yang ada di Provinsi NTT. Gubernur menyebut, di Kabupaten Ngada (8 kecamatan dan 57 desa), Kabupaten Nagekeo (6 kecamatan dan 27 desa), Kabupaten Kupang (24 kecamatan dan 167 desa), Kabupaten Sumba Timur (22 kecamatan dan 140 desa), Kabupaten Lembata (6 kecamatan dan 65 desa), Kabupaten TTU (16 kecamatan dan 77 desa), Kabupaten Flores Timur (15 kecamatan dan 147 desa), Kabupaten Belu (13 kecamatan dan 46 desa), Kabupaten Alor (16 kecamatan dan 136 desa), Kabupaten Sabu Raijua (6 kecamatan dan 63 desa) dan Kabupaten TTS (27 kecamatan dan 136 desa).

Upaya penanggulangan rawan pangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT, sebut Gubernur Lebu Raya antara lain dengan bantuan pangan (besas) untuk tanggap darurat. ”Penyaluran beras pemberdayaan daerah rawan pangan dengan APBN/TP Provinsi NTT telah disalurkan ke 8 kabupaten yakni Kupang, Kota Kupang, TTS, Rote Ndao, Manggarai Timur, Sumba Tengah, Sabu Raijua, dan Nagekeo dengan total 153,16 ton dan diperuntukan kepada 7.658 kepala keluarga. Sedangkan penyaluran beras pemberdayaan daerah rawan pangan dengan APBN/TP Kabupaten kepada 12 kabupaten antara lain : TTU, Belu, Alor, Lembata, Flotim, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya dengan alokasi anggaran masing-masing Rp 25 juta per kabupaten,” jelas Guebrnur. (by ferry guru)