Anjing, “Dewanya” Orang Flores


sergapntt.com [BAJAWA] -> Bagi kebanyakan orang Flores, Anjing ibarat teman sejati, tentara rumahan, pasukan berburu dan menu yang paling lezat. Itu sebabnya, harga seeokor anjing di Flores bisa mencapai Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta rupiah. Anjing pun tak terpisahkan dari tradisi adat istiadat. Seakan belum lengkap kalau dalam sebuah acara adat atau pesta tak ada menu daging anjing. Bahkan sebagian wilayah di Flores, masih ada warga yang menganggap lebih baik manusia yang mati daripada dewanya itu dibunuh.
Pandangan inilah yang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun sejumlah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Flores kesulitan membasmi virus rabies.  
Ketika langkah eliminasi terhadap anjing rabies akan dijalankan oleh pemerintah, warga justru protes. Kata mereka, itu bertentangan dengan tradisi adat mereka. Tapi jika ada saudaranya, keluarganya, tetangganya atau kenalannya yang meninggal akibat digigit anjing yang terkontaminasi rabis, dunia seakan mau runtuh akibat tangisan yang menggelegar.
Karena apa? Karena kebanyakan orang Flores berkeyakinan, membunuh anjing sama dengan memutuskan mata rantai antara mereka dengan para leluhur Flores yang telah dipanggil Sang Khalik.
Penolakan pembunuhan massal terhadap anjing pun ditolak oleh Direktur Yayasan Peduli Sesama (Sanlima) NTT, Isidorus Kopong Udak di Kupang, Selasa (13/9/2011). Menurut dia, mengatasi rabies atau penyakit anjing gila di daratan Flores dan Lembata tidak harus dengan membasmi seluruh anjing di daerah itu. Pembawa virus rabies tidak hanya anjing, tetapi juga oleh binatang lain seperti kera, kelelawar, dan kucing.   
”Yang perlu diperhatikan pemerintah adalah mengadakan vaksin rabies anjing sebanyak mungkin sehingga diberikan secara rutin kepada setiap anjing peliharaan. Jika petugas kesehatan hewan dari dinas peternakan terbatas, masyarakat pemilik anjing dilatih untuk melakukan penyuntikan vaksin sendiri terhadap anjingnya,” ujar Kopong seperti dilansir kompas.com.   
Perlakuan yang mengistimewakan anjing juga terekam dalam kehidupan sebagian orang Bajawa, misalnya di Kecamatan So’a dan Golewa, Kabupaten Ngada. Disana, ada warga yang memelihara anjing hingga puluhan kisaran 10-30 ekor. Tujuannya, ada yang hanya untuk gagah-gagahan, hoby, untuk kepentingan berburu, untuk kepentingan adat dan sebagainya.
Yang empunya terlihat seperti panglima saat beranjak dari rumahnya menuju sawah atau ladang. Dari belakang, belasan hingga puluhan ekor anjing setia mengikuti derap langkahnya. Tapi ketika sial datang? Pasukan berani matinya itu justru balik menyerang tuannya.
Setahun silam pernah ada warga di So’a yang enggan anjingnya dieliminasi, walaupun menurut petugas kesehatan setempat, anjing tersebut telah positif rabies. Toh begitu ia tetap bersikeras agar anjingnya tidak dibunuh. Bahkan dia sempat mengancam, “Siapa yang bunuh itu anjing, dia punya kepala juga saya belah”.
Karena sikap keras kepala itu, para petugas pun mundur. Namun secara baik-baik sebelum beranjak pulang, para petugas meminta agar anjingnya diikat saja. Permintaan ini akhirnya dituruti. Anjing itu lalu diikatkan pada salah satu tiang di pojok rumahnya. Seminggu kemudian terdengar kabar menyedihkan. Anjing yang ia dewakan itu justru balik menyerangnya hingga tewas. Bahkan sebagian isi badannya raib dimakan anjingnya sendiri. Istri dan anaknya hanya bisa menangis. Tetangganya pun hanya bisa berduka. Anjing pembunuh dan pemakan manusia tersebut akhirnya dibunuh juga oleh si anak yang empunya anjing. Belakangan yang tersisa hanya penyesalan, tangisan dan rasa duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ironisnya, kejadian itu bukan menjadi tonggak perubahan sikap. Masih ada saja warga setempat yang melindungi anjingnya, walaupun menurut catatan kesehatan piaraannya itu positif terinfeksi virus rabies.  (by. chris parera)

Menpera Diceraikan Istrinya


sergapntt.com [JAKARTA] -> Entah apa musabapnya hingga Ny. Carolina Kaluku nekad menceraikan Suharso Monoarfa, suaminya. Tak ada yang tahu persis. Namun faktanya, pria yang kini menyandang jabatan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) RI itu digugat cerai istrinya. Gugatan Kaluku terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan tertanggal 12 September 2011 dengan berkas perkara beromor 1829/pdt.G/2011/Pa.JS.
“Iya, (pendaftaran gugatan cerainya) kemarin siang,” ujar Juru Bicara Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Tama, saat dihubungi, Selasa (13/9/2011).
Menurut Tamah, dalam gugatan itu disebutkan alasan penggugat melayangkan gugatan. Tetapi, Tamah enggan membeberkan alasan tersebut. “Sidangnya saja tertutup,” kata dia. 
Pengadilan Agama Jakarta Selatan sudah menunjuk Wakil Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan Yasardin untuk menjadi ketua majelis gugatan cerai istri Menteri Suharso. Tetapi, pelaksanaan sidang perdana belum bisa diputuskan.
 
“Bila nanti sidang perdana kedua belah pihak hadir, maka mediasi bisa langsung diajukan,” kata Tamah.

Pengadilan Agama Jakarta Selatan hingga kini belum mengetahui apakah Menteri Suharso akan hadir sendiri atau diwakili pengacara. Dalam kasus jenis ini, Tamah mengakui selama dua tahun bekerja di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, baru kali ini seorang menteri aktif digugat cerai istrinya. “Kalau yang mantan menteri banyak, tapi kalau yang aktif, baru kali ini,” ujar dia. 
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, kasus gugatan cerai yang diajukan oleh Carolina binti M Gandhi Kaluku, istri Menpera Suharso, telah menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Yang jelas sudah jadi atensi Bapak Presiden,” kata Sudi ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/9/11).
Sudi menjelaskan, Suharso sampai saat ini masih menjalankan tugas harian sebagai menteri. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, kata Sudi, juga akan membantu mengatur pelaksanaan tugas Menpera.
Sudi belum bersedia menjelaskan tindakan yang akan dilakukan oleh Presiden Yudhoyono terkait gugatan cerai yang sedang dihadapi Suharso. Namun, dia menegaskan, kasus ini bisa mempengaruhi kinerja Suharso. “Ya jelas itu berpengaruh,” tegasnya.
(by. eka putra)

Angin Kencang Tak Kunjung Reda, Transportasi Laut di NTT Lumpuh


sergapntt.com [Kupang] -> Aktivitas pelayaran antarpulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu (14/9/11) sore, masih lumpuh lantaran belum redanya angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah NTT. Gelombang laut terlihat ketinggiannya mencapai kurang lebih 3-5 meter. Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, angin kencang yang melanda NTT baru akan berkurang terhitung sejak besok, Kamis (15/9/11).  
Pantauan Sergap NTT, angkutan penyeberangan dan sebagian besar perahu nelayan berhenti beroperasi sejak Senin (12/9/11). Di dermaga penyeberangan Bolok terlihat lima armada feri (milik PT. ASDP Indonesia) berlabuh. Sedikitnya 20-an truk tampak antri di parkiran pelabuhan Bolok.
Manager Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Arnoldus Yansen mengatakan pihaknya tidak akan mengambil risiko dengan memaksa kapal untuk berlayar sebelum cuaca kembali normal.
Tak hanya laut, transportasi udara pun mengalami gangguan. Sejumlah pesawat terpaksa menunda keberangkatan sambil terus memonitor cuaca. Ketika cuaca sedikit membaik barulah take of.
“Wah,,, saya jadi jantungan, begitu pesawat mau turun, huh,,,terasa sekali getarannya. Angin kencang sekali bo,,,,” ujar Linda (20), salah satu warga Kupang usai menempuh perjalanan dari Bandara Ende ke El Tari Kupang. (by. chris parera)

Indahnya Pantai Di Ujung Timur Pulau Flores


sergapntt.com [LARANTUKA] -> Pantai Lagaloe. Ah,,,, mungkin pembaca baru dengar nama ini. Iya tidak? Saya juga baru tahu kalau ternyata di ujung timur pulau Flores terdapat pantai yang indah walau kondisinya kurang terawat. Maklum,,,, tak pernah disentuh tangan terampil! Tapi,,, pantai ini menjadi satu-satunya tempat wisata paling yahud bagi warga Kabupaten Flores Timur. Hm,,, apalagi disaat liburan. Manusia membludak memenuhi hamparan yang membentang menghadap Pulau Lembata.
Bagi para pelancong, pantai yang terletak di wilayah Kecamatan Ile Boleng atau tepatnya di bagian selatan Pulau Adonara itu bagaikan kelapa muda dibubuhi es. Segar minta ampun,,! Itu kata temanku Rony (28). Kata dia, kalau nyantai di Lagaloe, uh,,,, rasa penat hilang sekejap. Rasa bosan buyar seketika. Apalagi kalau disampiang ada si dia. Ah dasar Rony bujang kelimpungan. Hehehehe,,,,,! Santai!!! Rony orangnya enjoi.
Dari kejauhan, pantai Lagaloe nampak dihiasi pasir hitam. Sekilas seperti intan. Apalagi terkena matahari atau bulan. Seolah dia ingin menunjukan jati dirinya, “Aku ini biar hitam, biar kecil, biar kurang diperhatikan, tapi aku punya magnet menarik minat”. Hahae,,,,, belagu tuh pantai!
Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur telah menetapkan Lagaloe sebagai salah satu obyek wisata di Flores Timur, selain pantai Ina Burak dan Watotena. Sayang, penetapan Lagaloe itu tidak diikuti dengan kebijakan yang berpihak padanya.  Tak ada yang tahu persis, apa alasannya. Banyak yang menduga kalau Pemkab Flores Timur miskin dana, baik APBD maupun APBN. Moga aja begitu! Yang penting jangan miskin semangat and buta mata plus telinga tuli. Ibarat mutiara dilempar ke dalam tahi babi, begitulah kondisi terakhir Lagaloe. Tak terawat sama sekali.
Toh sekilas Lagaloe mirip Kute Bali. Selain indah, pantai ini juga diramaikan dengan lalulintas laut dari Lembata ke Flores Timur, atau sebaliknya. Belum lagi para nelayan yang hilir mudik mencari ikan. Pokoknya,,,, komplitlah!
“Dari letak, luas dan potensi, pantai ini mantap kali. Potensi ini sebenarnya bisa dijadikan sumber PAD. Tapi kenapa,,,,kenapa,,, dibiarkan begini,,,” ujar Rony tiba-tiba nyeletuk yang sedari tadi duduk menghadap laut sembari mengepulkan sebatang rokok merk oke punya.
Setelah puas menikmati indahnya pantai di ujung pulau Flores tersebut, saya dan Rony langsung bergegas menuju penginapan di Desa Adonara. Dalam perjalanan si Rony kembali mengumpat.
“Ini jalan lagi, koq rusak semua. Pemkab buat apa aja neh. Ga ada yang beres neh di Flores Timur. Menangnya, ribut aja, pilkada ribut, udah jadi bupati dan wakil bupati juga ribut terus. Ini nih hasilnya,” tohok si Rony.
Dalam hati saya berkata “Yah,,,, moga2 kedepan, keindahan Lagaloe sama seperti keseharian para pejabat, politisi dan masyarakatnya. Kan asyik,,,,”.  (by. chris parera)

Barca Ditahan Milan 2-2


sergapntt.com [BARCELONA] -> Gol gelandang AC Milan Thiago Silva pada masainjury time menghancurkan mimpi Barcelona untuk meraih tiga poin pada laga perdana Liga Champions, Selasa (13/9/2011). Dua raksasa Eropa itupun harus puas berbagi angka dengan skor 2-2.
Milan lebih dahulu unggul saat pertandingan baru berjalan dua puluh detik. Alexandre Pato berhasil memanfaatkan umpan terobosan Antonio Nocerino.
Pato yang tinggal berhadapan dengan Victor Valdes, dengan mudah melumpuhkan penjaga gawang El Barca tersebut.
Tertinggal 0-1 menjadi cambuk bagi Blaugrana. Messi dkk semakin meningkatkan gelombang serangan ntuk menembus lini pertahanan Milan yang digalang Alessandro Nesta.
Pada menit 13, Messi memaksa Abbiati berjibaku menahan tendangan mendatar ke sudut kiri gawangnya. Messi yang melakukan aksi solo-run, melepaskan sepakan terarah yang mengancam gawang Milan. Sayang, bola hanya menghasilkan tendangan penjuru untuk El Barca.
Semenit kemudian, giliran Pato yang mengancam gawang El Barca. Pato yang sudah dikepung tiga bek Barcelona, berhasil memberikan umpan cantik kepada Boateng yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Sayang, tendangan keras Boateng masih melenceng.
Abbiati kembali harus jungkir balik menyelamatkan gawangnya pada menit 19. Tendangan bebas Messi dari luar kotak penalti meluncur kencang ke sudut kiri gawang I Rossoneri. Beruntung, Abbiati masih bisa memblok tendangan tersebut.
Pada menit 31, Messi kembali mengancam gawang Milan. Messi berhasil lolos ke dalam kotak penalti Milan dan melesakkan tendangan keras mendatar. Namun, Abbiati yang tampil cemerlang berhasil mementahkan tendangan keras Messi.
Pada menit 33, Pelatih Milan Allegri mencoba mengubah strategi. Boateng yang tidak bermain seperti biasa digantikan Ambrosini.
Pergantian Boateng ternyata langsung dimanfaatkan Messi. Pemain Argentina itu membuat pertahanan Milan kocar-kacir pada menit 35 melalui aksi yang sangat fantastis.
Dari luar kotak penalti, pemain Argentina itu melakukan solo-run yang sangat memukau. Empat pemain I Rossoneri tak mampu mengadang laju Messi yang menerobos ke dalam kotak penalti Milan.
Messi pun mengakhiri aksi briliannya dengan umpan cantik ke mulut gawang Milan. Pedro yang telah berdiri bebas menunggu operan bola dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke gawang Milan.
Skor 1-1 membuat Guardiola melakukan pergantian pemain untuk memperkuat lini tengah. Cesc Fabregas masuk menggantikan Iniesta pada menit 39. Namun, tidak ada lagi gol tercipta hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Barcelona langsung menekan. Peluang pun tercipta pada menit 49 melalui tendangan bebas tak jauh dari kotak terlarang Milan. Villa yang dipercaya menjadi eksekutor, melepaskan tendangan indah yang mengarah ke sudut kanan atas gawang Milan. Abbiati mencoba menepis, namun bola tetap menerobos gawangnya.
Pada menit 67, Guardiola memasukkan Carles Puyol menggantikan Keita. Kembalinya sang kapten membuat para penonton sontak berdiri dan memberikan applaus. Puyol memang sudah cukup lama tidak bermain karena dibekap cedera.
Menjelang akhir pertandingan, Affelay yang masuk menggantikan Villa, mendapat peluang untuk menambah keunggulan El Barca. Sayang, tendangan Affelay masih membentur kaki bek Milan.
Pertandingan sepertinya akan berakhir untuk kemenangan Barcelona. Namun, masa injury time justru menjadi petaka bagi Barcelona. Memanfaatkan umpan pojok, Thiago Silva menanduk bola untuk menyamakan kedudukan. Hasil pertandingan pun berakhir dengan 2-2, kedua tim harus puas bermain imbang. (by. super ball)

Susunan pemain:
BARCELONA: Victor Valdes, Daniel Alves, Eric Abidal, Mascherano, Xavi Hernandez, Anders Iniesta (Fabregas ’39), Keita (Puyol ’67), Busquets, Villa (Afellay ’84), Messi, Pedro Rodriguez.
Cadangan: Pinto, Thiago, Maxwell, Adriano.
MILAN: Abbiati; Abate, Nesta, Zambrotta, Thiago Silva; Van Bommel (Aquilani ’77), Boateng (Ambrosini ’34), Seedorf, Nocerino; Cassano (Emanuelson ’62), Pato.
Cadangan: Amelia, Antonini, Bonera, Yepes.