Suami Rekam Adegan Seks, Istri Lapor Ke Polisi


sergapntt.com [Singapura] -> Ayin Kho (42), seorang wanita keturunan China melaporkan suaminya ke polisi lantaran suaminya doyan memvideokan dan memotret adegan seks mereka. Tak lama berselang sang suami pun langsung ditangkap polisi untuk menjalani pemeriksaan. Demikian dilaporkan surat kabar harian Malaysia, The Star, kemarin.

Yin mengaku, setiap kali berhubungan intim, suaminya selalu merekam atau memotret. Ketika ia berusaha melarang, suaminya justru mengancam akan menyakitinya.
Hasil rekaman dan jepretan kemudian dimasukan ke komputer lalu ditonton kembali.
“Saya tidak tahu apakah dia kelainan atau memang moralnya sudah rusak. Ini barangkali jalan terbaik. Biar semuanya diselesaikan di polisi saja,” ujar Yin, kesal.
Yin menikah dengan Ho Min, sumianya setelah berkelanan lewat sebuah jasa kontak jodoh di Singapura. Belakangan Yin baru tahu ternyata dirinya adalah istri ke 4 Ho Min.
“Ah,,,, ternyata dia memiliki banyak perempuan,” papar Yin, ketus. (by. cin)

Kebanyakan Wanita Hanya Pura-Pura Puas Saat “Bertempur” Diranjang


sergapntt.com [NEWYORK] -> Jika Anda pernah menonton film erotis dan bertanya-tanya mengapa istri tidak pernah melakukan itu selama bercinta, maka Anda beruntung. Lho kok?

Sebuah studi ilmiah yang dihelat Brewer G dan serta Hendrie CA bertajuk “Evidence to suggest that copulatory vocalizations in women are not a reflexive consequence of orgasm” menemukan bahwa wanita membohongi pria dengan cara bersuara selama bercinta, bahkan ketika mereka tidak orgasme. Sebagian juga melakukannya untuk meningkatkan harga diri pasangan, serta menghindari perselingkuhan emosional atau ditinggalkan.

Para peneliti mencari tahu dan menilai bagaimana dan mengapa wanita bersuara selama sanggama. Mereka meneliti 71 wanita heteroseksual dengan usia antara 18-48 tahun.

Para partisipan ditanya soal kehidupan seksual (jumlah pasangan seksual), bagaimana mencapai orgasme (apakah lewat masturbasi, seks oral, seks bersama pasangan, dan lain-lain) dan kapan orgasme tercapai (apakah bersamaan dengan pasangan).

Lebih lanjut, penelitian yang telah dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior ini mengungkap alasan wanita ‘berisik’ di ranjang, seperti dilansir The Stir:

– Sebanyak 66 persen wanita beralasan untuk mempercepat ejakulasi pasangan mereka karena berbagai alasan, seperti tidak nyaman, merasa nyeri, bosan, lelah, dan keterbatasan waktu.

– Sebanyak 92 persen wanita berpikir bahwa bersuara selama hubungan seks akan meningkatkan harga diri pasangan.

– Sebanyak 25,3 persen wanita bersuara di ranjang meskipun mereka tidak orgasme.

Ini menunjukkan bahwa banyak wanita mengeluarkan suara (desahan, jeritan, rintihan, kata-kata, perintah instruksional, dan lain-lain) selama berhubungan seks untuk meningkatkan gairah pria, bahkan ketika mereka tidak mencapai klimaks.

Dengan kata lain, wanita yang “berisik” di ranjang adalah pembohong. Memang, kita kerap melihat tayangan film erotis yang menggambarkan bagaimana wanita begitu senang ketika mencapai klimaks. Namun, itu semua adalah palsu. (by. ftr)

Laptop Penyebab Makin Banyak Pasutri Cerai


sergapntt.com [LONDON)  -> Pasangan suami istri (pasutri) semakin banyak menghabiskan waktu di tempat tidur sambil melihat laptop daripada saling melihat satu sama lain. 
Semakin banyak orang yang membuat hubungan mereka berisiko dengan menggunakan laptop di tempat tidur. Demikian hasil laporan yang disitat dariDailymail, Sabtu (27/8/2011).
Christine Northam, seorang konselor dari Relate, memperingatkan obsesi dengan teknologi dapat menyebabkan masalah terhadap hubungan pasutri.
 
“Teknologi modern menyediakan kita dengan alat-alat brilian tetapi ketika penggunaannya menjadi berlebihan dan mengacaukan kamar tidur, itu benar-benar bisa membuat jalan hubungan jadi berantakan. Teknologi adalah gangguan utama dan dapat membuat orang lain berpikir Anda menghindari mereka,” kata Christine.
Sebuah percakapan yang tenang via
 online merupakan cara yang bagus untuk menghubungkan dengan keluarga dan teman-teman. 
“Kita perlu untuk membuat waktu untuk berbicara tatap muka secara langsung. Ketika Anda di tempat tidur, merupakan waktu yang tepat untuk mematikan teknologi dan lebih konsentrasi kepada hubungan Anda,” paparnya.
 
Studi tentang dua juta warga Inggris, termasuk 200 ribu masyarakat London, dilakukan oleh Ikea, sebuah perusahaan teknologi. Peneliti menemukan pasangan di London adalah pelanggar peraturan terburuk di negara itu, dengan 22 persen orang mengakui menggunakan komputer di tempat tidur.
 
Edmonton adalah rumah bagi peselancar paling malam dengan 23 persen pengunjungnya. Berselancar di malam hari telah menyebabkan perusahaan menciptakan ‘tabel’ khusus di laptop yang dapat digunakan di atas selimut tanpa menghalangi laptop, penggemar AOS, dan menyebabkan aksi yang terlalu panas.
 
Namun, penelitian telah menemukan bahwa menggunakan gadget di tempat tidur dapat menyebabkan masalah tidur. Dengan cahaya dari perangkat seperti
 iPads dan laptop mengganggu penglihatan. 
Phyllis Zee, profesor
 neuroscience di Northwestern University di Chicago mengatakan, “Hal itu dapat memengaruhi ritme sirkadian, jam dalam otak Anda yang menentukan ketika Anda tidur dan saat bangun.” 
Penelitian lain, di Tel Aviv University, menyimpulkan bahwa berlebihan menggunakan internet harus dianggap sebagai gangguan setara dengan judi, kecanduan, seks dan kleptomani.
 
Hasil penelitian menunjukkan pengguna yang kecanduan karena mereka menjadi mudah marah ketika jauh dari teknologi.
 
Facebook disebut-sebut telah menjadi satu dari lima penyebab perceraian. Menurut pengacara, survei yang dilakukan oleh situs
 online perceraian menemukan bahwa satu dari delapan perceraian merupakan perilaku yang tidak masuk akal. (by.nsa)

Penyebab Suami Istri Bercerai


sergapntt.com -> TIDAK ada pasangan suami istri yang ingin bercerai. Namun nyatanya, masalah yang dinilai sederhana bisa menyebabkan hubungan menjadi retak.

Agar Anda tidak mengalami masalah ini, sebaiknya cari tahu penyebab dan solusi sejak dini. Inilah faktor-faktor penyebab pasutri memilih bercerai, seperti dilansir
Sheknows.

Kurangnya “me time”
Begitu menikah, kebanyakan dari kita melakukan kesalahan dengan lebih berfokus pada pasangan. Adalah mitos jika kebutuhan mereka sebagai seorang individu, harus terus kalah oleh kebutuhan mereka sebagai pasangan, yang lambat laun akan membuat frustasi.

So, lain kali Anda ingin melakukan sesuatu sementara pasangan tidak, lakukan saja. Selama Anda tidak menyakiti orang lain, lakukan apapun yang bisa membuat Anda bahagia.

Membanding-bandingkan kehidupan seks dengan tetangga
Tak dipungkiri, aktivitas di atas ranjang juga ikut memengaruhi keutuhan rumah tangga. Tapi, Anda hanya akan menjadi pasangan yang konyol jika terus berpikir tetangga memiliki seks yang lebih baik (atau lebih sering) dari Anda. Untuk diingat, kehidupan seks tiap pasutri berbeda-beda.
 

Selalu mengutamakan anak-anak
Saat kehadiran anak mulai mengisi kehidupan rumah tangga Anda, adalah mitos untuk terus melibatkan anak dalam aktivitas berdua.
Ok, melakukan aktivitas keluarga itu penting, tapi jangan lupa untuk terus memupuk keintiman bersama pasangan dengan kencan di malam hari ketika anak-anak sudah lelap tertidur.
(by. tty)

Ocehan O,,, Yes,,, di Ranjang Hanya Membantu Si Pria Cepat Klimaks


sergapntt.com [Lancashire] -> Ketika wanita mengerang di ranjang banyak orang mengasumsikan sebagai bentuk klimaks. Lantas, benarkah erangan wanita memang sebuah luapan kepuasan saat dirinya bercinta?

Sifatnya yang tertutup membuat kepuasan seseorang ketika bercinta sulit terungkap. Meski demikian, biasanya hal tersebut dapat diketahui dengan beberapa penanda yang ditunjukkan masing-masing pasangan. Khusus wanita, biasanya ocehan o,,, yes,,, saat di ranjang diindikasikan sebagai bentuk kepuasan.

Lalu, benarkah erangan memang bentuk klimaks dari wanita ketika bercinta?

Sebuah studi baru dari University of Central Lancashire mengungkapkan, suara seorang wanita selama seks berlangsung seringnya tidak mencerminkan sebuah kepuasan. Erangan wanita tersebut disinyalir sebagai bentuk aksi mereka untuk membantu pria mencapai klimaks.

Biasanya, vokalisasi sanggama tersebut paling sering dilakukan sebelum wanita mencapai klimaks atau selama agenda bercinta dengan pasangannya berlangsung. Temuan tersebut didasarkan pada analisis dari 71 wanita dengan usia rata-rata 22 tahun. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ekspresi vokal (o,,,yes) wanita selama hubungan seksual tersebut dipicu oleh orgasme atau terjadi secara inisiatif semata.  Dan dari penelitian tersebut diketahui, bahwa kebanyakan wanita yang disurvei mengatakan jika mereka justru mencapai orgasme selama foreplay. Meski demikian, mereka sangat menyukai untuk menunjukkan suara erangan selama agenda bercinta berjalan.

Para peneliti percaya bahwa alasan atas perbedaan tersebut adalah wanita kerap memanipulasi perilaku pria untuk keuntungan mereka sendiri.

“Data ini secara jelas menunjukkan bahwa terjadi disasosiasi dari wanita yang mengalami orgasme dan membuat vokalisasi sanggama. Di sana tampak bahwa ada unsur kendali sadar di mana wanita menggunakan kesempatan tersebut untuk memanipulasinya demi keuntungan mereka,” tulis peneliti seperti diungkap Dailymail dan dirilis Mid Day.

Dr John Grohol selaku pendiri situs Psych Central menjelaskan, wanita tampaknya menyuarakan erangan selama seks bukan untuk mengekspresikan kepuasan mereka sendiri, tetapi untuk membantu mencapai klimaks pria.

“Mungkin vokalisasi ini merupakan bagian dari skrip seksual atau setidaknya dilakukan dalam menanggapi apa yang diinginkan pria,” tutupnya. (by. sipri)