Bayi Berkelamin Ganda Mirip Katak


Sergap NTT -> Seorang ibu muda berusia 17 tahun di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 15 April petang, melahirkan seorang bayi berjenis kelamin ganda. Sudah begitu, bagian kepala dan muka bayi itu mirip katak. 

Istri seorang pedagang di Pasar Oebobo, Kota Kpang itu melahirkan bayi malang tersebut sekitar pukul 16.00 WITA di kosnya di lingkungan Pasar Oebobo. Proses kelahiran bayi itu hanya dibantu oleh seorang dukun beranak. Tak lama berselang bayi itu pun meninggal.

Seorang saksi mata, Charles, mengatakan bagian kepala bayi itu mirip katak. Kedua bola matanya berada di atas kepala dan bola matanya besar, seperti katak. “Bagian wajahnya benar-benar mirip katak,” katanya.

Charles yang juga tetangga dekat ibu si bayi tersebut menduga, kejanggalan kelahiran anak itu mungkin karena kebiasaan si ibu yang suka mengendarai sepeda motor.

“Ibunya sering naik motor,” katanya.

Dukun beranak, Rosiana Kana Mahi, mengaku ia yang membantu melahirkan anak mirip katak tersebut.

Bentuk bayi yang mirip katak itu, menurut dia, kondisinya sudah seperti itu sejak lahir. Ia mengaku tidak mengetahui penyebabnya.

“Waktu lahir kondisinya sudah seperti itu, dengan bagian kepala bagian belakang tidak ada,” paparnya.

Linda, adik sang ibu, mengatakan, bayi tersebut memiliki kelamin ganda, yakni laki-laki dan perempuan. “Kelaminnya dua: laki dan perempuan,” bebernya. +++chris parera/jose++

NTT “Sarang” TKI Ilegal


Sergap NTT -> Miskin,,! Inilah alasan kenapa sebagian warga Provinsi NTT nekad menjadi TKI ilegal. Kendati banyak kasus kekerasan yang menimpa TKI atau TKW asal NTT di luar negeri maupun dalam negeri, namun tidak menyurutkan niat mereka untuk memperbaiki nasib di daerah seberang. Ironisnya lagi, keberangkatan para pencari kerja tersebut selalu tanpa restu pemerintah daerah masing-masing.

Untuk meminimalisir angka TKI ilegal, Pol PP pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi NTT terus melakukan razia. Hasilnya, Jumat, 12 Agustus 2011 satuan Pol PP Provinsi NTT berhasil menggagalkan keberangkatan 24 orang TKI yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Belu. Mereka ditangkap di pelabuhan Tenau Kupang saat hendak menumpang KM Bukit Siguntang. Berdasarkan pendataan petugas Satpol PP, sebanyak 18 orang mengaku akan menuju Balikpapan, sedangkan sisanya (6 orang) ke Nunukan.

Kepala Satpol PP NTT, Frans Lasa menduga, mereka akan dijadikan TKI illegal di berbagai negara.

”Mereka diamankan karena tidak memiliki dokumen ketenagakakerjaan,” kata Frans kepada wartawan di Kupang, Jumat (12/8/11).
Puluhan TKI ilegal itu direkrut oleh Fery Agut, seorang calo tenaga kerja PT. Adindo Balikpapan. Namun, Fery membantahnya dan berdalih orang-orang itu bermaksud menyusul suami dan keluarganya yang sudah lebih dulu bekerja di Kalimantan.
“Saya tidak merekrut. Mereka mau ikut suami dan orang tua yang sudah duluan di sana,” ujarnya, berkilah.
Salah seorang di TKW bernama Petronela Lay (25), membenarkan dalih yang dikemukakan Fery. Wanita asal TTS itu bahkan membawa serta anaknya, Desta, yang baru berumur 2 tahun.
Petronela mengaku hendak mengikuti suaminya yang sudah bekerja selama setahun di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.
“Saya mau ikut suami,” tegasnya.

Adapun Benediktus Min asal Belu mengaku diajak Fery untuk bekerja di Kalimantan. Namun, Benediktus belum mengetahui akan dipekerjakan sebagai apa dan berapa gajinya per bulan. “Saya tidak punya pekerjaan di Belu, maka saya ikut agar bisa bekerja untuk memperbaiki hidup,” tuturnya.

Akhirnya, puluhan TKI ilegal tersebut dibawa ke kantor Satpol PP NTT. Setelah dilakukan pendataan, mereka diserahkan kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) NTT untuk dibina.
Frans Lasa menjelaskan, sudah berulangkali Satpol PP menggagalkan pemberangkatan TKI ilegal yang berasal dari berbagai daerah di NTT. Sejak Januari hingga Agustus 2011, tak kurang dari 200 orang yang berhasil digagalkan keberangkatannya.
”Minimnya lapangan dan kesempatan kerja di masing-masing daerah di NTT menjadi pemicu mereka nekad mencari kerja ke luar daerah hingga ke luar negeri,” papar Frans Lasa.
Tak heran bila sejumlah analis ekonom NTT memvonis kalau NTT adalah sarang TKI ilegal. Karena apa? Karena NTT miskin. +++chris parera/jose+++

Proses Pengawalan Nazaruddin Harus Terbuka


Sergap NTT Online -> SETARA Instute meminta agar proses pengawalan M.Nazaruddin dilakukan secara terbuka. Keterbukaan tersebut merupakan kunci untuk mencegah intervensi pihak-pihak yang berpotensi mengarahkan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi mengatakan Keterbukaan ini juga penting untuk menjawab keraguan publik atas potensi intervensi terhadap Nazaruddin.
“Keterlibatan pihak independen, jurnalis, atau pengacara publik dalam pengawalan ini bisa dipertimbangkan. KPK dan Polri dua institusi yang memonopoli akses pada tersangka, jelas tidak cukup untuk menjawab kecurigaan publik atas potensi intervensi,” kata Hendardi dalam rilisnya, Jumat (12/8/2011).
Hendardi juga mengharapkan agar publik mencermati secara tajam gerakan pihak-pihak yang diduga potensial mengarahkan kesaksian M. Nazaruddin. Pihak tersebut antara lain Badan Anggaran DPR, Partai Demokrat, KPK maupun Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Hendardi, Nazaruddin tidak bisa dipandang hanya upaya penyelesaian kisruh di Partai Demokrat tapi harus dilihat sebagai momentum membongkar mafia anggaran.
“Selain itu juga sebagai momentum penataan politik penganggaran yang transparan, akuntabel, dan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. +++chris parera+++

Walikota Kupang “Gantung Diri”


Sergap NTT  -> Ada yang prihatin, ada yang kesal, ada pula yang senang saat melihat Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe “gantung diri”. Maklum, sebagai manusia, Dan Adoe tidak terlepas dari sisi baik dan kurang baik. Ups,,,, jangan salah kira dulu,,,,. Maksudnya bukan Dan Adoe menemui ajal lewat gantung diri! Tapi, Dan Adoe mulai menebar pesona lewat ratusan balihonya yang di gantung di pohon-pohon di seputaran Kota Kupang. Maklum,,,, sang walikota tersebut  telah nyatakan sikap untuk kembali maju bertarung dalam suksesi Walikota Kupang periode 2012-2017.
Tak hanya dan Adoe,,, kandidat Calon Walikota lain seperti Freddy Ndolu, Jefri Riwu Kore (Jeriko), Yonas Salean dan Rikard Wawo juga melakukan hal yang sama. Tujuannya hanya satu, yakni cepat dikenal, cepat diminati lalu tetap dipilih oleh rakyat Kota Kupang saat hari “H” pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang tiba.
Pemilukada Kota Kupang sendiri baru akan digelar pada Juli 2012, tetapi buat para kandidat; kini saat yang paling tepat untuk mulai mensosialisasikan diri. jika tidak,,, semua bisa barabe,,,,hehehe,,,. Ya,,, salah satu caranya lewat baliho, spanduk dan stiker yang dipajang lewat digantung dan ditempelkan di tempat-tempat terbuka.
Selain atribut kampanye, para kandidat juga mulai rajin mengunjungi warga hingga ke pelosok-pelosok kota. Tak kenal siang ataupun malam. Kepada rakyat yang dikumpulkan oleh tim sukses, masing-masing kandidat mengklaim dirinya paling berpeluang karena didukung oleh semua strata masyarakat. Tak pelak, isu agama, isu etnis dan isu primordial lainya dipakai untuk meraih empati rakyat.
Pembuatan dan pemasangan baliho, spanduk dan stiker bukan tanpa biaya. Semua diperkirakan menelan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tapi bagi sang calon, biaya tak masalah. Yang penting tujuan politiknya berhasil. Jika tidak? Ah,,, anggap kalah judi saja. Yang penting teka-teki berpolitik mesti dimainkan dulu. Hm,,,,,! +++chris parera++ 

Walikota Kupang Hentikan Pembangunan Masjid


Sergap NTT -> Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe menghentikan pembangunan Masjid Nur-Musofir di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. “Saya hentikan sementara untuk menjaga situasi dan kondisi bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dan akan merayakan Idul Fitri,” tegas Daniel Adoe kepada wartawan di Kupang, Rabu, 10 Agustus 2011.

Menurut Adoe, dasar penghentian itu karena adanya penolakan dari warga sekitar. Warga menduga, dokumen perizinan pembangunan masjid syarata dengan rekayasa.

Adoe menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan terjadinya pemalsuan dokumen perizinan seperti yang diprotes warga. Tim tersebut terdiri dari kepolisian, kejaksaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Uskup Agung, serta Sinode GMIT Kupang. Fokus investigasi di antaranya dokumen yang berisi tanda tangan dukungan warga di sekitar masjid yang juga dituding dipalsukan.

Daniel berharap hasil kerja tim investigasi ini bisa memberikan kejelasan terkait kelanjutan pelaksanaan pembangunan masjid tersebut. Dengan demikian, harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di daerah ini bisa terjalin.
“Kita tunggu hasil kerja tim investigasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI NTT Abdulkadir Makarim menyesalkan penolakan warga dan penghentian sementara pembangunan masjid tersebut. Sebab umat muslim di NTT tidak pernah menolak pembangunan gereja.
“Saya sangat sesalkan penolakan dan penghentian ini karena kami tidak pernah menolak pembangunan gereja,” ucapnya. +++chris parera/tp+++