Victory News Gelar Seminar Sehari


sergapntt.com [KUPANG] –  Pengelola calon koran harian  “Victory News” menggelar seminar sehari di Hotel Kristal, Kamis (26/1/12). Pelaksanaan kegiatan dengan tema Pers di Era Demokrasi ini dalam rangka sosialisasi peluncuran koran Viktory News yang rencananya bakal dilaksanakan pada awal Februari 2012.
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, fungsi dan peran pers di era demokrasi saat ini  diharapkan dapat memberikan pencerahan dan mampu menjaga kemajemukan dan keanekaragaman masyarakat. Dengan begitu, kehadiran Viktory News diharapkan dapat ikut memajukan NTT.
Demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, lanjut Gubernur, ditandai dengan semakin besar dan luasnya aksesibilitas masyarakat dalam pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan persepsi dan perspektif masyarakat yang bersangkutan.
Kru Viktory News
Akselerasi pembangunan menuntut agar persepsi dan perspektif terus menerus ditumbuhkembangkan agar masyarakat di daerah ini semakin maju dan berkembang dan hal ini bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua kita yang peduli terhadap kesejahteraan rakyat.
“Dengan cara ini, artinya kita mengajak semua orang untuk bertanggungjawab terhadap daerah ini yang nantinya untuk kesejahteraan rakyat juga”, kata Gubernur Lebu Raya.
Lebih lanjut, Gubernur mengatakan, pers dan media cetak tidak diadakan hanya untuk kebutuhan membesarkan nama sendiri tapi diorientasikan bagi instrumen melalui masyarakat atau publik secara tetap dan berkelanjutan untuk memperoleh informasi serta pada saat yang sama menggunakannya sebagai instrument pembelajaran, perluasan wawasan, pembentuk opini alternatif dan control kebijakan serta hiburan.
“Penyajian berita harus memenuhi kebutuhan masyarakat agar masyarakat bisa memahami dan mau membaca koran”, ujarnya.
Yos Diaz, salah satu redaktur Viktory News
Gubernur Lebu Raya juga menambahkan, rekonstruksi peran media cetak tentunya menjadi tantangan bukan saja bagi Victory New’s yang nantinya akan segera diluncurkan penerbitannya, melainkan juga bagi berbagai media cetak yang telah ada di Provinsi NTT secara regional maupun lokal.
Dengan demikian, lanjut Gubernur Lebu Raya, kita tidak saja menuntut agar masyarakat terus maju dan berkembang akan tetapi kita juga menuntut diri kita sendiri untuk terus maju dan berkembang agar semakin luas jangkauan layanan informasi, peran dan fungsi pers serta semakin banyak masyarakat yang memiliki persepsi dan perspektif betapa pentingnya pers dan media cetak bagi kemajuan pembangunan.
“Temukan potensi dalam diri kita untuk memajukan daerah ini”, tegasnya.
By. MEGGY UTOYO

Kakanwil Depag NTT Pernah Tidur di Hotel Mewah Bersama Selingkuhannya


sergapntt.com [KUPANG] – EL alias Evi, wanita selingkuhan Frans Sega, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depertemen Agama (Depag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku, ia dan Frans Sega pernah tidur bersama di kamar 339 di sebuah hotel mewah di bilangan jalan Soeharto Kota Kupang.
Demikian diungkapkan Evi saat mengadukan Frans Sega ke Mapolda NTT pada Kamis (19/1/12). Pengusaha salon dan spa itu mengatakan, ia dan Frans Sega telah menjalin cinta sejak tahun 2007.  Tapi karena sering diteror agar tidak menjalin kasih dengan pria lain, ia akhirnya terpaksa mengadukan Frans Sega ke polisi, sekaligus minta pengamanan polisi.
Frans Sega yang hendak dikonfirmasi setelah adanya pengaduan tersebut, tidak berada di tempat. Dihubungi beberapa kali melalui telepon genggamnya, tapi tidak aktif.
Kamis (19/1/2012), sekitar pukul 13.20 Wita, Evi mendatangi ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT. Evi juga sempat menemui Kabid Humas Polda NTT, Kompol Antonia Pah, untuk meminta pendampingan.
Di ruang SPKT, Evi diterima Kepala SPKT, AKBP Jack Tanamal. Kepada Tanamal, Evi mengaku sebagai seorang pengusaha salon dan spa di Kota Kupang dan telah menjalin hubungan asmara dengan Sega sejak tahun 2007. Namun, akhir- akhir ini dia mengaku sering mendapat ancaman dari Frans Sega.
“Saya ingin aman dalam bekerja. Saya adalah salah satu “simpanan” dari Pak Frans, tapi selama ini saya selalu mendapat ancaman. Semua bukti akan saya berikan,” kata Evi.
Kepada Tanamal, Evi mengaku pernah bersama dengan Frans Sega menginap di kamar nomor 339 di sebuah hotel mewah di bilangan Jl Soeharto Kupang. Seluruh biaya kamar dibayar oleh Frans Sega.
By. CIS/RND

Kakanwil Depag NTT “Piara” Perempuan


sergapntt.com [KUPANG] – Sebaik apa pun borok disimpan, sekali kelak pasti terkuak juga. Begitulah yang dialami Frans Sega, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag)  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perselingkuhan yang ia jalani sejak tahun tahun 2007 akhirnya terkuak setelah wanita simpanannya melapor aib mereka ke polisi pada Kamis (1/19/12) lalu.

Pekan-pekan terakhir ini, Frans menjadi buah bibir masyarakat NTT. Kisah cinta yang ia jalani bersama EL sejak 2007 menjadi obrolan utama di setiap kesempatan. Ini bermula ketika EL melaporkan Frans ke Mapolda NTT karena tak kuat menghadapi ancaman. Kata EL, Frans cemburu. “Saya dilarang tak boleh bergaul apalagi berhubungan dengan lelaki lain. Padahal saya kan bukan istri sahnya,” ujar EL.
Saat melapor, EL diterima Kepala SPK Polda NTT, AKBP. Jacob Tanamal ditemani Kabid Humas Polda NTT Kompol. Antonia Pah di ruang SPK.
Kepada  polisi, EL mengaku ia sudah berulangkali diancam Frans, baik secara langsung, melalui SMS, telepon, bahkan beberapa kali pernah didatangi dan diancam oleh orang-orang suruhan Frans.
“Saya diancam orang suruhan Pak Frans, karena Pak Frans tidak mau saya berhubungan dengan orang lain. Padahal saya sudah bilang di Pak Frans supaya jangan ganggu saya lagi,” papar EL kepada AKBP Jacob Tanamal.
EL mengatakan, selain dirinya, Frans juga menjalin kasih dengan adik kandungnya. “Bukan saya saja yang diselingkuhi, tapi adik saya juga. Bahkan masih banyak wanita yang menjadi piaraanya, ada yang di Kupang dan juga di Bandung dan Jakarta,” terang EL.
Lalu apa komentar Frans? Melalui telepon selulernya, Kamis (19/1/12) tengah malam, ia membantah semua ocehan EL. Dia juga  mengaku tidak pernah menyuruh orang, apalagi keluarganya untuk mengancam EL.
Toh begitu ia tidak membantah kalau ia pernah menjalin hubungan cinta dengan EL. “Itu masa lalu,” tegasnya.
Terbongkarnya aib selingkuh ini, kata Frans, merupakan perbuatan oknum-oknum yang tidak senang akan prestasinya.
“Jangan-jangan ada orang yang coba merusak citra saya. Demi nama Tuhan, saya tidak pernah menyuruh orang atau keluarga saya untuk pergi mengancam dia. Untuk apa saya pakai ancam? Apa saya sudah tidak punya kerjaan lagi,” kata FS dari balik telepon selulernya. 
Sementara itu, Dirjen Bimas Katholik Kementerian Agama RI, Antonius Semara Duran, Jumat (20/1/12) mengatakan, Kementerian Agama RI menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan perselingkuhan  Frans dan EL ke polisi.
“Karena kasusnya sudah dilaporkan ke polisi, jadi biarlah aparat hukum bekerja menuntaskan kasus ini,” kata Duran yang dihubungi melalui telepon selularnya.
By. CIS/RND

PT ASDP Tutup Pelayaran Hingga Akhir Januari


sergapntt.com [KUPANG] – PT ASDP Feri Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara angkutan penyeberangan antar pulau di NTT hingga akhir Januari 2011.
“Penghentian semua pelayaran sudah dimulai sejak Senin (23/1/12) dan baru akan dibuka di akhir Januari (30/1) mendatang,” kata Manager Operasi PT ASDP Feri Indonesia (Persero) Cabang Kupang Arnoldus Yansen di Kupang, Rabu (25/1/12).
Dia mengatakan sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, tinggi gelombang yang melanda perairan daerah itu cenderung meningkat. 
Saat ini tinggi gelombang di laut kata dia, masih berkisar 3-4 meter, dengan kecepatan angin berkisar 15-20 kilometer per jam, yang sangat membahayakan pelayaran dan aktivitas di lautan. 
Menurut dia, terkait cuaca buruk tersebut, pihak ASDP telah mengumpulkan seluruh nakhoda untuk diberi penjelasan mengenai penghentian pelayaran tersebut.         Selain itu, lanjut dia, selama penghenatian pelayaran tersebut, semua kapal harus tetap berada di pelabuhan menunggu cuaca kembali normal. 
Dengan dihentikannya pelayaran, PT ASDP menderita kerugian sekitar Rp700 juta, yang merupakan gabungan dari rata-rata pendapatan lima kapal yang dioperasikan ASDP sebesar Rp100 juta per hari. 
“Tidak beroperasinya kapal, ada satu mata rantai terputus yakni tidak adanya pelayanan kepada masyarakat,” kata Arnoldus. 
Kepala BMG El Tari Kupang, Syaiful Hadi yang dihubungi terpisah, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada PT ASDP dan nelayan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang buruk dan telah menyebabkan gelombang tinggi.
Menurut dia, tinggi gelombang di perairan NTT berkisar antara 2-3 meter, namun khusus di perairan selatan NTT yakni samudra Hindia tinggi gelombang mencapai Lima meter. 
Untuk Selat Sape dan perairan utara Flores tinggi gelombang berkisar 3-3,5 meter, Selat Rote dan Laut Timor 3-3,5 meter. 
Sedangkan, kecepatan angin di laut berkisar antara 25-45 kilometer per jam. “Kami himbau agar kapal-kapal kecil tidak berlayar dulu,” katanya.
Sementara itu antrean truk ekspedisi di pelabuhan penyeberangan Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang telah mencapai 15 unit.     Sedikitnya 10 dari 15 truk tersebut adalah pengangkut kelontong dan bahan bangunan yang sudah mengantri sejak tiga hari terakhir.

By. AMA

TKI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia


sergapntt.com [KUPANG] – Sebanyak 128 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dideportasi Pemerintah Diraja Malaysia.
“Tahun 2011, TKI yang dideportasi dari Malaysia mencapai 128 orang,” kata Kepala Seksi Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran Dinas Sosial NTT, Fredi Muskanan di Kupang, Rabu (25/1/12).
TKI yang dideportasi tersebut, menurut dia, adalah pekerja migran yang bermasalah sosial di Malaysia dan rata-rata berasal dari Kabupaten Belu, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Pulau Sumba.
Dia mengatakan, 128 TKI tanpa dokumen tersebut, masuk secara ilegal ke Malaysia untuk mencari pekerjaan di sejumlah tempat di negeri Jirhan itu.
Selain itu juga, lanjut dia, ada sebagian TKI yang masuk secara resmi ke Malaysia, namun dalam perjalanan waktu selama berada di sana, menjadi TKI ilegal karena masa waktu paspornya berakhir dantidak diperpanjang, sehingga mereka ditangkap dan diproses hukum.
128 TKI itu, katanya, telah dikembalikan ke daerah masing-masing yang dibiayai oleh pemerintah, dengan diberikan dana jaminan hidup sebesar Rp3 juta untuk berusaha.     
“Diharapkan dana itu bisa membantu mereka untuk berusaha,” katanya.
Sedangkan, WNI asal NTT yang dideportasi dari Australia pada 2011 berjumlah tiga orang anak yang bermasalah hukum.     
Tiga anak asal Kabupaten Rote Ndao itu yakni Ose Lani (15), Ako Lani (16), dan Jhon Ndollu (17) yang ditahan di penjara dewasa Brisbane, Australia, karena didakwa melanggar Pasal 233C Migration.
Menurut Fredi, tiga anak asal Kabupaten Rote Ndao tersebut, dibebaskan Hon Chris Callaghan, hakim pengadilan Magistrate Brisbane, Australia karena ketiga anak yang dijadikan awak kapal itu masih di bawah umur.    
“Kalau dari Autralia hanya tiga anak yang dibebaskan dari hukuman penjara,” katanya.
By. AMA