sergapntt.com [SOE] – Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten TTS, pekan lalu menggelar Sosialisasi Pemantapan Budaya Politik bagi para camat, pimpinan parpol dan tokoh masyarakat tingkat kecamatan se-Kabupaten TTS. Acara yang digelar di Hotel Roda Pedati ini menghadirkan pembicara dari Fisip Undana Kupang, Dr Yanuarius Koli Bau.
Dalam materinya, Koli Bau mengungkapkan, bahwa banyak pejabat di TTS bermental korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), mulai dari pejabat teras hingga desa. “Mental korupsi ini ditandai dengan munculnya berbagai kasus penyimpangan seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dll, yang masih simpang siur dan belum jelas proses penyelesaiannya,” kata Kolibau.
Koli Bau yang didampingi Kepala Kantor (Kakan) Kesbang TTS, Drs. Yusuf Halla selaku moderator ini menyebutkan contoh masalah ADD. Bupati TTS, menurut Kolibau, bersekongkol dengan Kepala Bagian (Kabag) Pemdes memerintahkan para kepala desa (kades) untuk membeli motor. “Padahal kita tahu, banyak masyarakat butuh bantuan dalam banyak hal, seperti penyediaan listrik, jalan raya dan pokok persoalan lain yang butuh perhatian pemerintah, tapi tidak ditanggapi secara baik,” tegas peneliti dari FISIP Undana ini.
Ia mengatakan, bagaimana bisa menciptakan good governance (Pemerinthan yang bersih) bila tidak ada good political (kemauan politik). Pemerintah dan masyarakat harus proaktif dalam setiap proses pembangunan yang sementara berjalan, bukan sebaliknya menciptakan kebijakan yang tidak populis seperti kasus ADD maupun tindakan tidak profesional seperti KKN di mana-mana.
Ia menyebutkan, cara berpolitik masa sekarang beda dengan zaman orde baru. Masyarakat sekarang sudah cukup pintar, dan itu salah satu perubahan yang cukup signifikan bagi masyarakat modern saat ini, terlebih di TTS.
Sebelumnya, acara ini dibuka oleh Asisten III, Drs. Salmun Tabun, M.Si mewakili Bupati Banunaek. Dalam sambutan tertulisnya, Banunaek meminta agar sosialisasi politik ini menjadi ajang pembelajaran yang penting bagi perkembangan TTS ke depan.
Sementara Kakan Kesbang, Yusuf Halla pada penutupan acara ini meminta seluruh peserta sosialisasi agar memanfaatkan materi sosialisasi sebagai referensi bagi proses pemberdayaan politik yang baik menjelang Pilkada di TTS tahun depan.
”Yang diharapkan melalui kegiatan ini, kita bisa mendapatkan figur pemimpin yang baik dan mampu membawa TTS menuju perubahan yang lebih baik dari saat ini. Kita semua diharapkan bisa menumbuhkan sikap kritis dan control sosial yang efektif demi terciptanya tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” pinta Halla. (by. sipri atok)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar