sergapntt.com [KUPANG] -> Penyakit muntaber kembali menyerang anak kembar, buah hati dari pasangan Daniel Sive dan Lita Penuam, warga Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Akibat penyakit itu, si sulung, Migel Sive meninggal dunia dan sudah dimakamkan pada Rabu (7/9/2011). Sedangkan adiknya, Maxi Sive, kini sedang dirawat intensif di ruang instalasi rawat darurat (IRD) Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes Kupang.
Demikian dibeberkan oleh Orni Bandie, salah seorang keluarga korban di ruang IRD RSU Kupang pada Kamis (8/9/2011) siang.
“Anak itu mengalami muntaber sekitar 12 jam, mulai pukul 11.00 Wita hingga meninggal dunia pada pukul 23.00 wita. Sampai beraknya cuma air saja tanpa kotoran. Kembarnya Maxi Sive juga mengalami hal yang sama. Setelah saudara kembarnya meninggal, baru Maxi Sive dibawa ke IRD RSU Kupang,” tutur Bandie.
Saat ini, kata bandie, kondisi Maxi Sive semakin membaik. Karena itu, ia memperkirakan satu dua hari lagi, kesehatan bayi yang baru berusia tiga bulan tersebut akan kembali seperti semula.
Di Rumah Sakit tampak Maxi Sive terbaring di tempat tidur ruang IRD RSU Kupang. Ia didampingi saudaranya Sindi dan Orni Bandie. Di ruang IRD ini ada tiga anak yang dirawat.
Satu diantaranya, bernama Putra Aditio, berusia tiga tahun, empat bulan, juga sedang dirawat karena mengalami demam dan muntah-muntah.
Putra Aditio didampingi ibunya bernama Ida Onfat, warga Kelurahan Lasiana. Mereka tinggal di sekitar jalan menuju kampus Undana di KM 12.
“Anak saya menderita demam disertai muntah-muntah. Saat ini dia sudah mendapat perawatan di IRD RSU Kupang dan diberi infus. Saya harap anak ini segera sembuh,” kata Ida Onfat sambil membelai anaknya.
Kepala IRD RSU Kupang, dr. Hosiani In Rantau, M.Kes, ketika ditemui secara terpisah, mengatakan, jumlah pasien diare dan demam terutama anak-anak, kini cenderung meningkat.
Hanya umumnya sudah dialihkan ke ruang anak atau bangsal anak RSU Kupang sehingga yang ada di IRD tinggal satu dua anak saja. (sumber: pos kupang)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar