Petani Lembor Datangi DPRD Manggarai Barat


sergapntt.com [LABUAN BAJO] – Sedikitnya 40 orang petani Daleng kecamatan lembor kabupaten Manggarai Barat Flores NTT mendatanggi Kantor DPRD setempat, senin (3/10/11). Para petani yang tergabung dalam kelompok, Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air (GP3A), ini menumpang sebuah truk tanpa membawah spanduk atau poster juga tanpa berorasi. Di Kantor DPRD warga berdialog bersama DPRD .

Ketua GP3A, Aventinus Turu, yang ditemui di DPRD menuturkan kedatangan para petani untuk meminta DPRD segera memperhatiakn masalah irigasi di wilayah Daleng. Pasalnnya, sejak saluran irigasi tersebut ditutupi batu, pasokan air mulai terhambat, debit air kian sedikit. Hal ini menyebabkan, sejumlah sawah yang sudah ditanami padi mulai terkena dampaknnya.
DPRD Mabar di paksa segera tanggap terhadap permasalahan ini, dengan meminta pemerinah untuk mencari solusi menganai permasalahan irigasi tersebut. “Ada beberapa wilayah di Lembor yang air tidak lagi masuk di sawah. Kami harap irgasi itu segera diperbaiki, “kata Turu.
Lebih lanjut Turu menjelaskan sekitar dua lima ratusan hentar sawah di wilayah itu ternacam gagal panen jika tidak ada pasokan air. Irigasi yang terdapat di wilayah Daleng, merupakan salah satu irigasi yang airnya dialiri ke lima desa Lembor. “Irigasi tersebut bermasalah karena, adannya sebuah batu besar yang jatuh ketengah-tengah saluran irigasi ini hingga saluran air tertutup. Akibatnya air tidak lagi mengalir baik ke lahan pertanian warga setempat” lanjutnya. Warga juga mendesak pemerintah Mabar segera memperbaiki irigasi bermasalah tersebut.
Para petani tiba di kantor  DPRD sekitar pukul 11.00 wita. Kedatangan para petani dijaga ketat aparat kepolisian. Tampak sebelum masuk ke kantor, para petani diperiksa satu persatu sebelum bertemu dengan sejumlah anggota DPRD diruang sidang.
Warga diterima wakil DPRD Mabar, Johanes Pasir. Dalam dialog itu disepakati lembaga dewan bersama instansi teknis segera turun lokasi melihat langsung fakta lapangan terkait pengaduan warga itu. Instansi teknis, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersedia mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki irigasi bermasalah tersebuti. (by. Hans/Chelluz)

1 Komentar

  1. sy stju dgn para petani yg bertemu dgn DPRD MABAR krn tugas mrk sbnrx utk mndngarx aspirasi rakyat n cri solusi utk mngatasi mslh itu…..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan ke frengky Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.