Ah,,, Dasar Kampret,,!


sergapntt.com [Waikabubak] – Manusia macam apa kau? Serakahnya minta ampun. Kau kumpul semua harta benda yang kau rampok dari rakyat. Untuk apa? Untuk berleha-leha dengan istri anakmu? Hei,,,,! Asal kau tau saja,,,,! Saat kau mati nanti, tidak ada satu benda pun yang kau bawa. Mobil, rumah, uang dan perhiasanmu akan dirampok juga oleh generasi ke 7. Karena perilakumu suka merampok hak orang lain. Tak puaskah  dengan jabatan yang kau emban? Tak puaskah kau dengan gaji dan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh negara? Ah,,,, kau ini,,,! Dasar kampret,,,!
Kau lagi,,,! Kakakmu gubernur, kau juga gubernur. Belagak kayak bumi ini punya moyangmu. Kau juga,,,! Lihat sini,,! Mantumu walikota, kau juga belagak kayak walikota. Semua proyek kau embat. Semua tanah di kota ini kau beli. Kau punya nurani tidak? Beragama tidak? Jika kau punya, agama apa kau? Pasti tuhan agamamu itu perampok. Maka muridnya juga ikut-ikutan jadi perampok.

Heh,, kau juga. Jangan tunduk saja. Lihat apa ke bawah. Pantatmu tidak akan lari jika otakmu tidak menggerakan dia. Kau malu ka tidak? Iparmu bupati, eh,,, kau lebih bajingan dari iparmu.  

Bubar semua,,,,! Masuk ke kamar masing-masing,,! Renungkan itu. Karena Tuhan akan segera memanggilmu melalui liang lahat.

Permisi,,,! Saya juga mau semedi,,,!

Begitulah si buyut kera murka terhadap perilaku gubernur dan keluarganya, walikota dan keluarganya serta para bupati dan keluarganya. Sebab, dengan mata kepala sendiri, ia melihat, mendengar dan merasakan bagaimana susahnya kehidupan rakyat di provinsi kepulauan kera. Bahkan karena lapar, sebagaian kera harus adu cepat dengan babi hutan untuk mendapat ubi hutan. Syukur masih ada ubi, jika tidak,,,, mungkin,,,, mereka akan jadi kanibal. (by. chris parera)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.