sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 95.180 Km telah mengalami dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan abrasi, banjir, ROB dan kondisi cuaca ekstrim yang menyebabkan kekeringan dan banjir di berbagai wilayah. “Cuaca ekstrim yang menimbulkan bencana tersebut, salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dari kota-kota. Untuk itu perlu adanya pengelolaan kota yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan untuk habitat manusia yang lebih baik,” kata Gubernur Lebu Raya pada acara penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Habitat Sedunia tahun 2011 di Taman Nostalgia Kupang, Senin (10/10).
Gubernur berharap agar peringatan Hari Habitat Sedunia kali ini seyogyanya bukan sekadar acara rutin tahunan tapi harus menjadi peringatan bagi semua stake holder untuk mengukuhkan kembali kesadaran bersama mengenai makna dari pentingnya pembangunan perkotaan terkait dampak perubahan iklim bagi manusia baik sebagai peribadi maupun sebagai bangsa.
Kota – kota di dunia lanjut Gubernur, telah menjadi sumber emisi, penyebab utama perubahan iklim. “Jika kita ingin memitigasi tentu perlu kita kelola emisi dari kota-kota, kalau perlu kita hindari. Karena selain menjadi penyebab, kota juga akan menjadi korban pertama dampak pemanasan global,” jelas Gubernur seraya menambahkan, penerapan teknologi hijau yang ramah lingkungan perlu dikembangkan serta energi yang lebih bersih juga perlu diperkenalkan.
Ditegaskan, laporan dari “UN Habitat 2011 Global Report in Human Settlements” yang memfokuskan pada kota dan perubahan iklim, menyebutkan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kota memberikan kontribusi 70 % dari polusi dunia; sebagian besar berasal dari konsumsi bahan bakar fosil untuk listrik, transportasi, penggunaan energi pada gedung-gedung komersial dan perumahan, industri serta sampah. “Semuanya ini berdampak pada risiko perubahan iklim di kawasan perkotaan dan peningkatan populasi yang berdampak pada ketersediaan air, infrastruktur fisik, transportasi, ekosistem barang dan pelayanan, penyediaan energi serta produksi industri dan ekonomi,” jelas Gubernur.
Menurut Gubernur, kota sebagai pusat aktivitas manusia untuk kegiatan ekonomi, produksi dan sosial telah menjadikan kota sebagai mesim pertumbuhan atau engine of growth dan kemajuan bagi suatu negara. “Betapa pentingnya peran dan fungsi kota-kota di Indonesia, sehingga perlu mencermati kondisi perkotaan yang dewasa ini menghadapi berbagai masalah seperti urbanisasi yang semakin meningkat, pembangunan yang belum merata, masih banyaknya kawasan perumahan kumuh serta adanya perubahan iklim,” papar Gubernur.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang. (by. ferry guru)
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar