Mengintip Kekuatan Militer Israel (4)


sergapntt.com [TEL ALVI] – Untuk menghindari jatuhnya banyak korban manusia khususnya tentara dalam medan perang, Israel telah mengembangkan pasukan robot yang akan beroperasi secara otomatis pada mekanisme pertempuran di udara, laut dan darat. Sementara itu para ahli memperkirakan bahwa sepertiga kendaraan militer dalam pasukan pendudukan Israel dalam waktu 10 hingga 15 tahun mendatang adalah robot.
Hal ini dikaitkan dengan pernyataan Kepala Angkatan Udara teknologi Israel pada pasukan pendudukan – Erwin Berebe yang mengatakan: “Kami mencoba untuk menyusun mekanisme beroperasi secara otomatis di berbagai medan perang daripada harus menurunkan pasukan tentara manusia, dengan mekanisme ini memungkinkan untuk melakukan lebih banyak tugas-tugas tanpa membahayakan kehidupan setiap tentara Israel.”
Sedangkan wakil presiden perusahaan “Rafael” yang bergerak dalam bidang pengembangan sistem pertahanan militer canggih – Giora Katz menyatakan bahwa sepertiga dari kendaraan militer Israel adalah robot. Kita sedang bergerak menuju era robot,” seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa lebih dari 40 negara terpaksa harus menggunakan robot militer, seperti militer AS dan banyak negara lain yang menggunakan pesawat tempur tak berawak (drone) untuk menyerang target-target musuh mereka, meskipun gerilyawan Hizbullah Libanon bisa merontokkan empat pesawat tanpa awak milik Israel dengan menggunakan senjata yang diproduksi di Iran selama perang musim panas tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.
Pada invasi AS ke Irak pada Maret 2003, Amerika Serikat menggunakan sejumlah pesawat “Drone” tersebut untuk menyerang target maupun personil musuh mereka, AS kini memiliki sekitar tujuh ribu pesawat tanpa awak dengan mekanisme otomatis yang beroperasi di udara, dan lebih dari 12 orang di daratan yang mengendalikan pesawat tersebut untuk melaksanakan misi pengintaian dan serangan udara.
Tahun lalu angkatan perang udara AS untuk pertama kalinya melatih para tentara untuk “mengendalikan” pesawat tak berawak lebih banyak daripada jumlah pilot pesawat jet pemburu dan pesawat pengebom yang berisi manusia.
Menurut mantan pejabat militer AS, Thomas Tate, Israel, Jepang dan Amerika Serikat unggul dalam program-program seperti itu hal ini didorong oleh perkembangan pesat teknologi dan penyebaran mekanisme untuk memenuhi kebutuhan lapangan, sesuai dengan kemajuan jaman. Dengan adanya teknologi baru ini menempatkan Israel pada posisi puncak dalam pengembangan mekanisme militer dengan teknologi canggih.
Israel telah meluncurkan mekanisme ini di perbatasan utara dengan Libanon untuk mencegah infiltrasi Hizbullah ke Israel, setelah penculikan dua tentara mereka pada tahun 2006. Israel juga menggunakan buldoser yang digerakkan secara otomatis selama agresi mereka di Gaza tahun lalu
Kembangkan Satelit Kecil Untuk Mata-Matai Negara Arab
Sumber media Israel mengungkapkan bahwa Israel akan meluncurkaan satelit berukuran kecil untuk memata-matai negara-negara Arab selama dekade kedepan, hal ini menunjukkan bahwa satelit baru Israel tersebut akan meningkatkan kemampuan intelijen ke Tel Aviv.
Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz di situs Web-nya mengatakan, Israel akan menghabiskan sepuluh tahun ke depan sekitar ratusan juta dolar untuk mengembangkan satelit kecil yang akan digunakan untuk keperluan spionase, dan dapat diluncurkan dari pesawat militer, bukan rudal, seperti keumuman saat ini.
Haaretz menunjukkan bahwa generasi satelit mata-mata ini akan meningkatkan kemampuan intelijen untuk pasukan Israel secara signifikan, dan dengan satelit baru itu akan memungkinkan Israel dengan mudah memata-matai semua negara-negara Arab dan Timur Tengah lebih akurat.
Surat kabar Haaretz menunjukkan bahwa satelit mata-mata baru terebut akan diproduksi di bawah proyek “satelit kecil,” seperti diungkapkan komandan angkatan udara Israel Brigadir Jenderal Ido Nhostan, selama Konferensi tahunan angkasa di Tel Aviv hari Rabu yang lalu (27/1).
Nhostan dalam pidatonya di konferensi itu menyatakan bahwa tujuan pembuatan satelit adalah keinginan dari pimpinan Israel, dan satelit akan mematai-matai yang meliputi daerah terbesar yang mengelilingi Israel, sehingga mereka dapat memperoleh sebanyak mungkin informasi intelijen di negara-negara sekitar Israel, dan memiliki akses informasi yang tersedia setiap saat, yang disediakan oleh satelit kecil yang dapat diluncurkan hanya dengan pesawat.
Haaretz menyatakan bahwa Tel Aviv saat ini memiliki tiga satelit mata-mata yang “mengawasi” Timur Tengah dari waktu ke waktu, yaitu: Ofek 5 dan Ofek 7 dan Teksar-1, ditambahkan bahwa satelit kecil itu beratnya sekitar 120 kilogram. Sementara volume reguler berat satelit yang telah ada sekitar 700 kg.
Menachem Kidron, kepala ruang di perusahaan militer Israel Rafael menyatakan bahwa ketika Anda menyediakan anggaran yang tepat, Rafael bisa mulai meluncurkan satelit pertama yang dapat digunakan dalam skala kecil- untuk tujuan spionase dalam lima tahun. Menurut surat kabar Haaretz, para pejabat Angkatan Udara Israel mempunyai harapan besar pada satelit mata-mata baru tersebut untuk mencapai keunggulan kecerdasan Israel selama sepuluh tahun berikutnya.
By. CHE

1 Komentar

  1. Wah Makin canggih aja nih Yahudi, Mantapp, Bangsa Terpilih yang sekaligus juga Bangsa yang dikutuk Tuhan ( Kata Kitab Suci )


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan ke ikwan s Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.