Selingkuh Lewat Facebook


sergapntt.com [KUPANG] – Kisah mencari soulmate melewati berbagai cara dan jalan. Kecanggihan internet memungkinkan kedekatan emosi tak melulu mensyaratkan kedekatan fisik. Situs jejaring sosial yang belakangan sangat menarik minat adalah Facebook. Ya,,,, facebook tidak lagi sekedar menelusuri kawan yang selama ini tak tahu di mana rimbanya, tapi mulai digunakan sebagai jalan pintas untuk menemui pria idaman lain (PIL) atau wanita idaman lain (WIL) ketika kecewa memenuhi dada. Hm,,,,!
Pengaruh buruk facebook mulai dirasakan sebagian pasangan suami istri, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pacaran. Konflik sering terjadi hanya karena facebook. Itu karena situs jejaring sosial tersebut menggoda penggunanya untuk selingkuh dengan saling mengirim pesan cinta dengan kenalan barunya. Ini terlihat dari wall post (dinding posting) yang semakin sering dikutip sebagai bukti aktivitas “selingan” di luar nikah.
Rasanya tak sebanding jika kesenangan berselancar di facebook sampai harus mengorbankan ikatan pernikahan. Nyatanya, terdapat banyak orang yang tidak memiliki kemampuan (atau keinginan) untuk memanfaatkan Facebook dengan penuh rasa tanggung jawab.
Facebook ibarat teknologi nuklir, sebuah alat yang bisa berperan sebagai “peri baik hati”, juga “setan jahat”.  Itu sebabnya, sejumlah pelaku esek-esek pun kian melirik Facebook sebagai lahan potensial untuk mempromosikan diri.
Gelagat ini tercium di Kota Kupang dalam penelusuran sergapntt.com. Ditemukan 5 sampai 6 orang anak baru gede (ABG) yang punya profesi ganda sebagai wanita panggilan memanfaatkan facebook sebagai ruang untuk menjerat pria hidung belang.
Tak hanya itu, sergapntt.com juga menemukan sejumlah pria dan wanita berstatus menikah terlibat selingkuh dengan PIL atau WIL yang dikenali melalui facebook. Edan,,,! Tapi itulah faktanya.
Seorang perempuan cantik paruh baya yang baru dikenal sergapntt.com via facebook belum lama ini mengaku, semua tindakan konyolnya itu dilakukannya lantaran sakit hati pada suami. Mulanya ia hanya bermaksud meluapkan emosi lewat facebook. Tapi bersamaan dengan itu, tanpa ia perkirakan sebelumnya, ia justru mendapat perhatian dari kaum pria. Benar saja, tak lama berselang ia menjadi akrab dengan seorang pria penuh perhatian. Kendati hanya lewat dunia maya, bathin wanita yang akrab disapa, sebut saja Mila (32), menjadi tenang kala berkominikasi via facebook. Ujungnya keduanya pun bertemu face to face melampiaskan rasa saling suka. Bahkan kini menjadi ketagihan yang mereka sendiri tak tahu akan berakhir kapan.
Hal yang sama diakui pula oleh Jemi (29) –nama disamarkan— Pria yang baru menikah 3 tahun itu mengaku terlibat selingkuh dengan WIL pilihannya lantaran si ‘perahannya’ itu lebih cantik dari istrinya. Brudakkkkkkkkkkk! Hari gini ngaku selingan lebih cantik, tapi saat pacaran dulu ngaku istri lebih cantik, bahkan jika disandingkan dengan Madona sekalipun. Wakakak,,,,,!
But,,,, ini masalah! Ini persoalan yang mesti diwaspadai. Facebook itu baik, jika digunakan sebagaimana mestinya. Tapi jika disalahgunakan, apalagi disalah artikan, maka yang terjadi hanyalah musibah yang mendera.
Entah kapan ada ungkapan berbunyi “kalau suami selingkuh, pertama-tama yang harus ditanya adalah si istri. Kenapa suami bisa selingkuh?” Nah lho! Padahal berdasarkan survey (entah siapa yang menyelenggarakan), kalau suami selingkuh, orang terakhir yang tahu perselingkuhan itu adalah istri. Karena selingkuh tidak pake laporan dulu, trus bagaimana menjawab kenapa suami bisa selingkuh?
Hebatnya lagi, kalau perselingkuhan terendus, reaksi dari suami bisa dua macam, bisa segera insaf (berarti masalah dianggap beres, ada kata maaf dan janji untuk memperbaiki diri, setidaknya aman untuk sementara). Sebaliknya, reaksi ekstrim bisa terjadi marah dan tersinggung kepada istri. Marah karena ketahuan aktivitas keenakan yang terganggu. Tersinggung karena gengsinya terusik ketahuan punya selingkuhan. Nyalahin istri, seolah-olah semua kejadian memalukan ini terjadi karena ulah istri yang kurang canggihlah, kurang servicelah, kurang nyambunglah, kurang-kurang-kurang ajar! Hahahay,,,,,! Mengaku salah? Gengsilah,,,,! Jika istri protes mempertanyakan kesetiaan pada komitmen hingga menitikkan airmata karena kecewa dan sedih, reaksi si suami bisa lebih arogan, yakni si istri yang harus meminta maaf (penyebab suami selingkuh) dan harus merubah diri agar si suami kembali ke jalan yang benar bak seorang pahlawan.
Duuuuuh nggak fair banget ya! Capek deh! Emang sih, seperti kata lagu: Tidak Semua Laki-laki. Tapi itulah jeritan derita para wanita korban selingkuh.
Sungguh tidak mudah menjalani dan mempertahankan, memupuk dan menyirami cinta agar bisa bertahan sekian lama dan seterusnya. Sudah pasti, bukan hanya tugas seorang istri, tetapi juga kewajiban bagi seorang suami untuk bersama berjuang kearah keselarasan!
Setiap perbedaan yang timbul, harus disertai niat, bukan untuk sebuah perpecahan, tetapi untuk menambah wawasan demi menyamakan persepsi. Maka setiap muncul perbedaan, ada gairah yakni tersedia sarana bahan diskusi yang saling menyemangati untuk menemukan kelebihan pasangan, bukan melebarkan jurang tak terjembatani. Sungguh ironis.

Pernikahan bukan akhir sebuah percintaan, tetapi awal perjalanan panjang. Bila komitmen telah ditancapkan, jangan mudah menyerah! Temukan keindahan perasaan saling berbagi, saling mengerti, saling belajar, saling memaafkan, saling mengalah, saling menyemangati dan tetap menjaga rasa cinta di dalam dada. Selingkuh? Amit-amit, No way lah! Hahayyyyy!
Jatuh cinta memang indah,bagaimana kalau putus cinta? Menyakitkan bukan. Ya itulah yang dirasakan banyak orang setelah putus cinta. Untuk itu, hindari facebook jika ingin abadi membina hubungan yang sudah ada. Toh jika masih ingin menggunakan facebook, manfaatkan sesuai fungsinya.
Jutaan orang saat ini terdeteksi menggunakan facebook untuk mencari pasangan selingkuh. Inilah yang harus diwaspadai. Awasi pasangan. Sebab, selingkuh melalui jejaring sosial sangat mungkin terjadi. Awalnya mungkin hanya sekedar kenalan terus beribincang-bincang melalui media chating. Tapi lama-lama bisa keterusan karena “nyambung rasa”. Ujung-ujungnya banyak yang saling bertukar nomor handphone dan terus melanjutkan hubungan hingga diatas ranjang. Mau?
by. CHRIS PARERA

1 Komentar

  1. ijin nyimak gan trus ninggalin jejak,,,
    thx


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan ke Bang Uddin Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.