Hasil Tangkapan Nelayan Sabu Melimpah


sergapntt.com [MENIA] – Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Sabu Raijua yang tergabung dalam kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan perahu lampara oleh pemerintah cukup melimpah saat ini. Hasil tangkapan yang melimpah ini membuat harga ikan di Kabupaten Sabu Raijua turun drastis dari harga selama ini.
Jumat (20/1/11) di dermaga Seba, perahu lampara Mandiri I penuh dengan ikan jenis kombong dan menjadi tontonan masyarakat setempat. Awak perahu cukup kewalahan melayani pembeli serta mengatur ikan yang demikian banyak.
Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang ikut melihat hasil tangkapan nelayan saat itu merasa bangga dan mengatakan, saatnya masyarakat Sabu Raijua menikmati hasil lautnya sendiri dengan peralatan penangkapan yang baik.
“Selama ini kita hanya cukup bangga dengan laut Sabu yang ganas dan dalam. Namun saat ini dengan peralatan penangkapan yang baik, maka nelayan-nelayan kita mampu menghasilkan ikan yang cukup bagus. Saya mau katakan bahwa saatnya sekarang masyarakat Sabu menikmati hasil kekayaan lautnya sendiri dan tidak lagi hanya menjadi penonton,” katanya.
Dikatakan, untuk menunjang nelayan dalam pengawetan ikan hasil tangkapan, maka pemerintah sudah membangun pabrik es mini, sehingga para nelayan tidak sulit mencari es untuk pengawetan.
Selain itu, pemerintah juga lewat Dinas Perindustrian sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada kelompok masyarakat bagaimana mengawetkan ikan secara baik serta membuat berbagai macam makanan dari bahan baku ikan seperti bagaimana mengolah ikan menjadi abon.
Khusus untuk potensi laut ujarnya, harus diakui bahwa kekayaan yang terkandung di laut Sabu belum bisa dioptimalkan kerena berbagai keterbatasan sarana dan teknologi sehingga orang Sabu Raijua hanya bisa menonton orang luar mengeruk kekayaan yang ada di laut.
“Lihat saja hasil tangkapan mereka sangat luar biasa, hingga penuh perahunya. Nah, jika tiap hari hasil tangkapannya seperti ini, maka harus ada langkah-langkah lain untuk mengantispasinya yakni dengan cara pengawetan atau mengolah hasil tangkapan dalam bentuk lain seperti abon,” ujarnya.
Sementara, Yakobus Lede, salah satu pembeli ikan yang langsung datang ke dermaga kepada mengaku, sejak dioperasikannya perahu lampara bantuan pemerintah, harga ikan menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan harga ikan sebelumnya.
“Kalau dulu kita beli 12 ekor ikan dengan harga dua puluh ribu, maka sekarang sepuluh ekor ikan harganya cuma sepuluh ribu. Dulu tidak ada harga ikan yang sepuluh ribu tapi sekarang dengan uang sepuluh ribu kita sudah bisa beli ikan. Kalau kita langsung datang beli di pelabuhan seperti ini, maka kita pasti dapat persen lagi dari mereka,” ujarnya.
By. JEKO

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.