sergapntt.com [JOHOR] – Ketegangan antara komunitas kristen dan muslim di Malaysia terus meningkat pasca larangan pemerintah Malaysia agar umat Kristen tidak boleh menggunakan kata Allah yang artinya Tuhan. Karena tak terima, komunitas Kristen pun menggugat ke pengadilan. Hasilnya menang! Tapi Pemerintah belum mau menerima putusan tersebut. Mereka melakukan banding.
Seiring dengan itu, teror-teror terhadap Masjid dengan menggunakan potongan kepala babi terus terjadi di Malaysia. Diduga, provokasi ini dilakukan oleh orang-orang pro pemerintah sebagai wujud ketidakpuasan mereka terhadap putusan pengadilan.
Sejauh ini Kepolisian Malaysia telah menangkap empat orang terkait penemuan sembilan kepala babi di luar Masjid Al-Falah, di Taman Desa Jaya, negara bagian Johor Baru pekan lalu. Mereka diperiksa terkait dugaan menyulut kebencian agama.
Sejumlah politisi non-Muslim mengecam insiden ini dan menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang.
Wartawan BBC di Kuala Lumpur Jennifer Pak melaporkan kasus ini dipandang oleh banyak kalangan sebagai tindakan paling provokatif selama dua tahun terakhir. Sejauh ini belum diketahui mengapa kepala babi diletakkan di luar masjid.
Jamaah setempat menemukan potongan kepala babi yang dibungkus dalam plastik ketika mereka hendak salat subuh pada hari Jumat. Kasus serupa pernah terjadi di awal tahun 2010 di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Aksi tersebut diperkirakan berkaitan dengan polemik penggunaan kata ‘Allah’ bagi warga non-Muslim di Malaysia.
Penemuan potongan kepala babi tahun 2010 terjadi menyusul aksi pengrusakan beberapa gereja dan kuil umat Sikh. Rangkaian pengrusakan juga terjadi di satu masjid dan dua musala.
Ketegangan antar pemeluk agama di Malaysia meningkat sejak pengadilan memutuskan bahwa media milik Gereja Katolik Roma di Malaysia boleh menggunakan kata “Allah” dalam terbitan berbahasa Melayu untuk menyebut Tuhan bagi umat Kristen.
Untuk ketiga kalinya dalam sebulan terakhir sepotong kepala babi kembali ditemukan di luar mesjid. Kali ini di halaman sebuah mesjid di kawasan Sentel, Kuala Lumpur, Kamis 2 Februari 2012. Polisi setempat mengatakan belum dapat memastikan motif peletakan kepala babi tersebut.
Tuduhan bahwa hal itu dilakukan komunitas Kristen langsung dibantah politisi non-Muslim, dan menyebut hal itu dilakukan pihak-pihak tertentu yang memang ingin menyulut ketegangan antara Muslim dan Kristen di Malaysia.
Beberapa bulan belakangan ini memang sedang berlangsung ketegangan antara Muslim dan Kriten di negeri jiran tersebut. Ketegangan berawal dari tuduhan kaum Muslimin bahwa para misionaris Kristen melakukan pemaksaan terhadap warga Muslim untuk memeluk agama Kristen.
Ketegangan juga terjadi terkait pelarangan Pemerintah Malaysia penggunaan kata Allah dalam Kitab Injil untuk menyebut Tuhan, dan melarang beredarnya Injil demikian di Malaysia.
Komuntas Kristen pun melakukan kecaman atas larangan tersebut, dan menurut mereka penggunaan kata Allah yang mengacu kepada Tuhan sudah lama dipakai dalam tradisi Kristen sebelum Islam.
Atas pelarangan tersebut, komunitas Kristen melakukan gugatan hukum, dan Pengadilan Malaysia memenangkan gugatan tersebut dan menilai pelarangan oleh Pemerintah Malaysia tersebut melanggar konstitusi.
By. CHE/BBC
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar