Kader Timor dan Flores Terpental


sergapntt.com [KUPANG] – Politik selalu menarik minat. Tak peduli kalah atau menang. Itu sebabnya, dunia politik ramai dikunjungi petualang kuasa. Yang dikejar adalah kemenangan demi jabatan yang bisa mengatur orang lain. Tentu melalui jalan terjal yang identik dengan jegal menjegal. Yang terjegal biasa terukir diakhir laga. Yang terpental biasanya meringis menahan pedih. Misal yang dirasakan Gustaf Oematan dan Rikardus Wawo.
Dua pekan terakhir, warga Kota Kupang disuguhkan aksi dan reaksi kelompok Persehatian Orang Timor (POT). Kelompok POT yang dimotori mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Jonathan Nubatonis dan Ketua DPC Gerindra Kota Kupang, Hengky Benu menggugat Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si.
Apa pasal? Esthon dinilai tak mampu mengamankan kepentingan politik orang Timor di rana Pemilukada Kota Kupang. Dengan tongkat komandonya di DPD Gerindra NTT, Esthon dianggap tak sanggup menahan ‘tekanan’ yang dimainkan kelompok Jerfri Riwu Kore dan Kristo Blasin alias Jeriko. Ujungnya, Gustaf Oematan dan Hengky Benu yang didukung kelompok POT terpental dari arena suksesi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2012-2017.
Partai Gerindra yang diharapkan menjadi jembatan bagi orang Timor menuju tapuk kekuasaan justru jatuh ke tangan Jeriko dengan alasan keputusan Gerindra berdasarkan hasil survei paling tinggi.
Karena tak puas, POT pun ‘menggoyang’ kursi Gubernur dan Wakil Gubernur yang sedang diduduki paket Esthon dan Drs. Frans Lebu Raya (FREN). Melalui ritual adat yang dilakukan di sebuah restoran di Kota Kupang pada Minggu (5/2/12), kelompok POT mengutuk sekaligus menarik dukungan terhadap FREN.
Lalu apa yang terjadi? Keesokan harinya atau Senin (6/2/12), kelompok FREN yang dimotori Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Wellem Foni dan Kepala Biro Orta Setda NTT, Marthinus Tausbele langsung bereaksi. Bertempat di Hotel Romyta, pejabat-pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT asal etnis Timor itu menggelar jumpa pers sekaligus mengutuk sikap POT. Ironisnya, gerakan yang dipamerkan Tausbele cs itu dianggap sebagai reaksi berlebihan yang dimotivasi oleh ketakutan hilangnya jabatan yang sedang diemban.
“Organisasi yang dibentuk dengan nama F-POT ini, bukan organisasi tandingan,” tegas Wellem Foni.
Toh begitu, POT tetap menggangap F-POT sebagai organisasi tandingan, dan tameng untuk mempertahankan jabatan bagi segelintir orang Timor di lingkungan Pemprov NTT.
Bagi POT, ketidakmampuan Esthon telah melulutantakan harapan generasi muda etnis Timor untuk keluar dari jepitan kemiskinan melalui pintu suksesi Kota Kupang.
“Itu harapan dari generasi muda Orang Timor,” papar Hengky Benu.
Sebagai orang Timor dan pengurus Partai Gerindra, Hengky Benu merasa ditipu dan dikhianati. Sebab, jauh sebelum DPP menetapkan Jeriko sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto telah menyatakan sikap bahwa penetapan calon walikota dan wakil walikota Kupang akan berdasarkan rekomendasi Esthon. Artinya, jika Esthon mengusulkan siapa, DPP Gerindra 100 % tinggal menyetujuinya.
“99 orang yang saya temui, 99 orang itu mencemooh Esthon Foenay.Karena apa? Waktu komprensi pers di Depot Nelayan waktu itu, Prabowo bilang sendiri, saya akan mendengar dari panglima. Panglima itu siapa, panglima itu Esthon Foenay. Saya tidak tahu kemampuan dan kondisi Kota Kupang. Siapa-siapa yang punya kemampuan, saya hanya mau mendengar dari Esthon Foenay, ini panglima saya di NTT. Jadi begitu Esthon Foenay usul siapa, saya amin, saya langsung tanda tangan,” kisah Hengky Benu mengutip pernyataan Prabowo.
Selain Esthon, Jeriko juga dianggap berperan aktif menggusur Gustaf Oematan dan Hengky Benu dari lintasan Pemilukada Kota Kupang. Terutama Jefri. Buktinya? Kendati tercatat sebagai anggota dan pengurus Partai Demokrat, Jefri mampu mempengaruhi Esthon untuk mengamankan dirinya agar keluar via pintu Gerindra yang kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra Nomor: 01-221/PILKADA/DPP-GERINDRA/2012 tanggal 16 Januari 2012 tentang penetapan Calon Walikota dan Wakil Walikota periode 2012-2017.
Bagi POT, sikap Esthon merupakan petaka bagi orang Timor. Tak ada kesempatan lagi bagi orang Timor untuk bisa maju sebagai Calon Walikota. Setidaknya di periode 2012-2017. Sebab, partai politik lain telah menutup pintu bagi kader asal Timor.
Itu sebabnya, jauh sebelum SK Gerindra ada, kelompok POT yang dipimpin Gerson Tanuab menghadap Esthon di rumah jabatannya. Kepada Esthon, Tanuap cs meminta kepastian sikap Gerindra. Lalu apa kata Esthon? Gerinda akan mengusung orang Timor, yang lain tidak. Sayang, ucapan tak selaras dengan tindakan. SK Gerindra justru jatuh ke tangan Jeriko.
Kisruh di tubuh POT dan Gerindra terjadi pula di Partai Demokrat. Partai yang dipimpin Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu dikabarkan telah menetapkan Jeriko sebagai calon walikota dan wakil walikota Kupang.
“Demokrat untuk Jeriko. SK sudah ada,” ujar Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Gerindra, Isidorus Lilijawa saat bincang-bincang dengan SERGAP NTT di resto ‘Babu Kuning’ yang terletak di bilangan Oebufu Kota Kupang, Rabu (8/2/12) lalu.
 Kabar ini tentu saja mengguncang jiwa paket Rikadus Wawo dan Melkisedek L. Madi (PRIMA). Sebab, paket blasteran Flores+Sumba+Sabu ini sangat berharap banyak Partai Demokrat akan mengamankan langkah mereka menuju gelanggang pemilukada. Tapi sayang, diakhir perebutan kendaraan politik, mereka justru terpental ‘disliding’ Jeriko. Dengan demikian pupus sudah harapan kelompok  Flores menjagokan PRIMA untuk bisa memimpin Kota Kupang lima tahun kedepan.
Marah? Pasti! Cemburu? Pasti! Toh dalam dunia politik praktis, pilihan tak jauh-jauh amat dari prinsip suku, rasa dan agama. Itu sebabnya, kelompok Flores yang selama ini mengeluk-elukan PRIMA mulai banting setir. Sikap Flores dan Timor hampir sama. Ramai-ramai melirik paket blasteran Flores + Timor dengan sandi AMAN, yakni pasangan dr. Yovita Anike Mitak dan Anton Natun. 
Sadar akan itu, Jeriko mulai pasang kuda-kuda. Dibantu FREN, Jeriko tetap optimis bakal menang mudah dalam percaturan politik di Kota Kupang. Sejumlah pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT dikabarkan telah mendapat instruksi dari FREN untuk memenangkan Jeriko. Itu sebabnya sudah ada yang terang-terangan menjaring pengikut untuk memuluskan langkah Jeriko menuju gedung putih walikota. Konsekuensinya? Jika Jeriko menang, maka jabatan yang sedang diemban akan dipertahankan. Jika tidak? Siap-siap non job.
“Kami ini serba salah pak. Mau tidak dukung,,,, ini paketnya FREN. Mau dukung,,,, tapi paket yang dijagokan FREN itu tidak sesuai selera. Hehehe,,,” ujar salah satu pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTT.
Kekesalan terhadap Jeriko juga disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat, Jonatan Kana. Kepada SERGAP NTT, mantan Anggota DPRD NTT itu mengatakan, sebagai kader Partai Demokrat, Jefri harus tahu diri. Setidaknya bangun komunikasi aftif dengan pengurus Demokrat di DPD dan DPC.
“Sebagai kader, Jefri itu tidak tau diri. Selama ini dia tidak pernah berkomunikasi dengan DPD. Kita sudah berusaha berkomunikasi dengan dia, tapi,,, dia saja yang tidak mau gubris. Demokrat ini sudah besar, bukan besar karena Jefri Riwu Kore,” tohok Jonatan Kana saat ditemui SERGAP NTT di sekretariat DPD Partai Demokrat NTT di jalan Amabi, Kota Kupang, belum lama ini.
Menurut Jonatan Kana, sesungguhnya Partai Demokrat sangat menghormati kebebasan setiap anggota partai untuk menentukan sikap politiknya. Namun harus menghormati norma, etika, mekanisme  dan aturan partai. Tidak bisa seenak perut.
“Selama ini Jefri tak pernah berkomunikasi dengan DPD. Karena itu, di pemilukada Kota Kupang ini, kami tidak ada calon juga, tidak apa-apa,” tegasnya.
Sayang Jefri tak berhasil dihubungi. Berkali-kali ditelepon, Hpnya tidak aktif. Melalui SMS pun tak dibalas.
By. CES

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?