Priyanto menuturkan, kecelakaan lalu lintas merupakan kasusyang sering terjadi. Pasalnya jalan Timor Raya ini merupakan jalur yang rawan akan terjadinya lakalantas. Sesuai data tiga tahun terakhir yakni,pada tahun 2009 sudah terjadi sebanyak 90 kejadian lakalantas, tahun 2010 193 kejadian ,dan tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 278 kejadian lakalantas.
“Kasus kecelakaan lalu lintas tunggal menjadi kasus yang paling banyak. Rata-rata dari semua lakalantas yang terjadi menimbulkan korban jiwa,” ungkap Priyanto.Mungkin Berbeda dengan daerah lain, meskipun lakalantas cukup banyak, korban yang ditimbulkan sedikit.
Dijelaskan Priyanto, peningkatan kasus lakalantas yang terjadi pada tahun 2009 yang meninggal dunia (MD) sebanyak 39 orang,luka berat (LB) 68 orang ,luka ringan (LR) 143 orang.Dan tahun 2010 meninggal dunia 46 orang,luka ringan 99 orang ,luka berat 253 orang .Sementara 2011 meninggal dunia 43 orang,luka ringan 97 orang dan luka berat 394 orang.
Selain itu,lanjut Priyanto, faktor lain yang mempengaruhi yakni,makin banyak kendaraan baik roda dua maupun roda empat,serta pembangunan yang semakin pesat, khususnya peningkatan infrastruktur jalan yang semakin mulus, oleh sebab itu pengguna jalan dalam hal ini pengendara merasa bebas untuk mengendarai kendaraanya tanpa mengontrol lajunya kecepatan kendaraan yang dikendarainya,sehingga kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Ditambahkannya, dalam mengendalikan situasi keamanan, dan keselamatan pihaknya selalu memberikan sosialisasi bagi masyarakat soal pentinya menjaga keselamatan dalam mengendarai dijalan raya.
Diketahui jalan Timor Raya rawan akan terjadinya lakalantas.Pasalnya jalan tersebut merupakan jalan negara, yang tentunya tingkat arus kendaraan cukup banyak melalui jalan tersebut.”Untuk itu diperlukan suatu kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dalam mengendarai kendaraan dijalan.”pintanya.
By. RIFLAN
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar