Opa Petrus, Tewas Setelah Pesta Seks


sergapntt.com, KUPANG – Maksudnya ingin menikmati gadis ranum justru ajal langsung menjemput. Begitulah yang dialami opa Petrus Manlea, (61), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi NTT. Ia didapati tidak bernyawa lagi usai pesta seks bersama IN alias Ina, seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Sumba di lokalisasi Pohon Duri, RT 34/RW 11 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Minggu (27/2) malam.
Menurut Ina, setelah adegan tarung ranjang babak pertama, tiba-tiba Opa Petrus kejang-kejang dan langsung jatuh diatas perutnya. Karena takut, masih dalam keadaan telanjang, Ina langsung berteriak minta tolong. Tak lama kemudian warga pun  datang. Dugaan sementara, korban tewas karena mengkonsumsi obat kuat.
Tewasnya Petrus Manlea menghebohkan warga di sekitar lokalisasi tersebut. Warga pun berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung korban yang tewas diatas perut PSK itu. Opa Petrus diperkirakan tewas sekitar pukul 9.00 Wita.
Ina yang masih berusia 22 tahun mengaku Petrus merupakan salah satu langganan yang sering dilayani pada setiap Jumat dengan tarif Rp75 ribu sekali main, termasuk ongkos tempat tidur.
Sebelum berhubungan kondisi Petrus terlihat baik. Namun, usai berhubungan, korban lemas dan kejang-kejang. Korban terkulai lemas diatas tempat tidur dan tewas dengan posisi terletang. “Dia (Petrus) kejang-kejang dan lemas usai berhubungan akhirnya tewas diatas tempat tidur,” kata Ina.
Seorang saksi mata, Markus yang juga penjaga di lokalisasi itu mengaku tidak mengetahui secara pasti korban tewas dalam salah satu kamar di lokalisasi itu. Dia dipanggil Ina usai berhubungan dengan Petrus. “Saya datang, dan hanya melihat lewat pintu kamar, korban tertidur di atas tempat tidur pada kamar itu,” kata Markus.
Kasat Reskrim Polres Kota Kupang, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Fisie M Putra, mengatakan Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan tidak ditemukan obat kuat yang diduga dipakai korban ditempat itu.
Namun dugaan sementara korban tewas karena mengkonsumsi obat kuat. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan obat di dalam kamar itu. Sepertinya korban sudah lanjut usia dan memaksa berhubungan intim dengan gadis Ina,” katanya.
Polisi telah mengamankan Ina dan pemilik lokalisasi itu untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sedangkan mayat korban telah dibawa ke RSU W. Z. Johanes Kupang, untuk dilakukan visum.
“Mayat dibawa ke RSU, tapi Hasil visumnya belum ada. Namun keluarga korban menolak untuk di visum. Keluarga juga membuat surat pernyataan sebagai dokumentasi polisi,” katanya.
By. Edil

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?