Pihak rumah sakit lantas memburu hewan pengerat tersebut dan membunuhnya. Namun sayang, Jason terlanjur menderita 12 luka cukup dalam pada bagian bahu dan lehernya akibat gigitan tikus.
Ketika orangtuanya datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit justru bersikeras bahwa Jason digigit oleh tikus halaman. Namun keluarga meyakini bahwa Jason yang menderita gangguan kepribadian ganda dan usia mental seperti anak usia 2 tahun itu, digigit oleh tikus pengerat.
“Ketika saya melihat luka gigitannya, saya langsung tahu bahwa itu pasti tikus pengerat. Ada bekas gigitan yang dalam di sekujur bahunya. Saya tidak bisa percaya, ada banyak tikus berkeliaran di rumah sakit NHS. Ini sangat menjijikkan,” ujar ibunda Jason, Patricia Boardman (63), seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (28/2/2012).
“Dia di bawah pengaruh obat penenang ketika insiden itu terjadi, jadi hanya Tuhan yang tahu berapa lama tikus itu menggerogotinya. Itu pasti terjadi di ranjangnya,” imbuhnya.
Nampaknya, tikus tersebut menyerang Jason usai dirinya tertidur saat perawatan khusus di salah satu Rumah Sakit NHS, yakni RS St Ebba, Epsom, Surrey, Inggris, pada 20 November 2011 lalu. Pasca insiden ini, Jason langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Epsom untuk mendapatkan vaksin anti tetanus, polio dan difteri demi melindunginya dari infeksi.
“Saya tidak menyadari seberapa buruk lukanya ketika saya melihatnya — ada banyak luka sobek dan memar di sekujur bahunya. Dia benar-benar tak berdaya dan seseorang seharusnya mengawasi dia karena dia memiliki masalah untuk berkomunikasi dan dia menderita dalam diam,” ucap Patricia.
Patricia yang tinggal dengan ayah tiri Jason, Tom (66) tersebut, telah mengajukan komplain resmi kepada pihak rumah sakit. Namun hingga saat ini belum juga ditanggapi. Mereka pun berencana untuk mengajukan gugatan ke pengadilan atas insiden ini.
by. freed
Tinggalkan komentar
Belum ada komentar.


Tinggalkan komentar