Dua Pasang Calon Bidan Digebuk Massa


sergapntt.com, MEULABOH – Niat empat muda-mudi yang hendak bermesraan di kamar kost gagal total. Pasalnya, puluhan warga di Lorong Kelinci, Gang Sempit Desa Ujung Kalak datang menyerbu. Selanjutnya, masyarakat yang berada dalam wilayah Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat tersebut menggebuk pasangan mesum itu hingga babak- belur.

Amuk massa ini terjadi Sabtu (3/3) menjelang tengah malam. Dari TKP diamankan Khairuman, M Nasir, Dewi dan Suriani. Sebelumnya sejak sore, beberapa penduduk sudah mengintai kedatangan dua pemuda mengapeli pacar masing-masing. 

Khairuman dan M Nasir masuk ke dalam rumah, serta sepeda motor turut diparkirkan ke ruang tamu. Namun tunggu punya tunggu, ternyata mereka tak pulang-pulang meski hari sudah jauh malam. Warga lalu berkumpul dan merencanakan untuk menggerebek lokasi tempat tinggal, yang dijadikan areal kos-kosan tersebut.

Pintu lantas digedor, namun keempat muda-mudi asal Kabupaten Nagara Raya itu tak mau membuka. Bahkan sempat memadamkan lampu untuk mengecoh keberadaan mereka. Tak ingin kehilangan target beberapa pemuda desa segera mendobrak dan melakukan penggeledahan.

Dari dua kamar di rumah tersebut, Dewi dan Suriani ditemukan secara terpisah. Sementara pasangan prianya M Nasir bersama Khairuman sudah ketakutan, sembunyi di ruang belakang. Tak bisa lagi meloloskan diri, selanjutnya warga menarik paksa keempat pelaku dan mengimbal pasangan pria hingga babak-belur.

Kepada Metro Aceh (Grup JPNN), Minggu (4/3) siang, aksi main hakim sendiri kemarin dibenarkan Patani, selaku Geuchik Desa Ujung Kalak. “Pasangan prianya dihajar warga, sementara yang wanita ditarik keluar untuk diamankan. Selanjutnya mereka diserahkan kepada polisi,” tegas Patani.

Menurut Geuchik, kedatangan kedua pria tersebut cukup sering namun bertamu hingga larut malam.  “Sebenarnya sudah sering diperingatkan agar tak bertamu sampai jauh malam. Tapi larangan itu tak diindahkan, sampai kejadian ini menimpa keempat pelaku. Dewi dan Suriani diketahui sebagai mahasiswi salah satu Akedemi Kebidanan (akbid),” paparnya.

Sampai akhirnya, empat muda-mudi ini diserahkan ke pada pihak Polsek Kecamatan Johan Pahlawan.  “Saya tidak berani ambil resiko, makanya mereka diserahkan kepada Polisi saja, dari nanti dipukul warga yang emosi dengan tingkah mereka itu,” ujar Patani. 

by. MOR/JPNN

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?