Gereja Seperti Rumah Makan?


sergapntt.com, TIMORense – Sulit untuk memilih gereja merupakan pergumulan bagi orang Kristen baru. Ini juga bisa terjadi terhadap orang Kristen yang lama, yang jenuh dan yang bosan. Pertanyaan yang wajar muncul, mengapa ada banyak gereja, bahkan ada yang pecah, sedangkan lagunya berkata: “Dalam Yesus Kita Bersaudara”? Mana yang benar? Mana yang harus kupilih? Perbedaan itu bisa karena beda organisasi, liturgi, atau penafsiran.
Saat ini gereja sudah menjadi seperti rumah makan, tinggal dipilih, tergantung minat kita. Bila dilihat dari liturgi kebaktian minggu kita tinggal pilih, mau yang ada musik klasik, mau yang gaya musik rock, atau yang lengkap dengan dancer juga ada.
Sementara itu, dari aspek khotbah, ada banyak gaya, tersedia khotbah yang penuh dengan tafsiran teologi, ada yang penuh dengan humor yang  bisa membuat pendengar ketawa sampai puas, ada yang lama dan ada juga yang singkat.
Seringkali pertimbangan ada atau tidak mujizat dalam gereja juga menjadi faktor penentu bagi jemaat untuk menentukan pilihan. Ada banyak pilihan, misalnya ada yang dapat berbahasa roh, ada yang manjur untuk penyembuhan, ada yang tidak bisa menyembuhkan, bahkan ada yang tidak percaya mujizat penyembuhan.
Perbedaan ini sejak dahulu menjadi salah satu sumber konflik antara sesama anggota gereja. Sering kita mendengar istilah “Mencuri domba orang” saat ada anggota jemaat yang berpindah ke gereja lain. Isitilah ini juga sebenarnya membuktikan bahwa sering terjadi saling tuduh menuduh antara sesama anggota Tubuh Kristus. Pemuda dan remaja sering dilanda kebingungan, mau ke gereja yang satu tetapi merasa kaku karena tidak sesuai dengan tradisi selama ini, mau tetap bertahan digereja yang satu, sering ngantuk kalau ikut ibadah.
Semua akhirnya bermuara pada satu pertanyaan, Gereja manakah yang benar….? Yang jelas tidak ada satu gerejapun yang sempurna. Lalu untuk apa bergereja? Begitu orang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, ia diangkat menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Gereja merupakan wadah persekutuan (koinonia) dari anak-anak Allah untuk berbakti, memuji dan menyembah Tuhan bersama sebagai keluarga Allah. Gereja sebagai wadah orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangNYA untuk bersaksi (marturia) dan melayani (diakonia), juga sebagai tempat pengajaran (didaskalia) yaitu untuk saling menasihati sehingga iman kita diteguhkan.
Jadi kita datang ke gereja bukan saja untuk mengharapkan berkat baru. Ke gereja bukan hanya untuk mempertanyakan berkat apa yang akan saya terima, melainkan juga apa yang bisa saya persembahkan. Kalau tidak, kita akan mudah kecewa. Kita akan pindah ke gereja lain dan akan kecewa lagi karena menemukan kekurangan-kekurangan yang sama.
Pilihlah gereja bukan karena dekatnya, bukan karena besarnya atau asal ikut teman; melainkan gereja yang menyembah Allah Tritunggal Yang Maha Esa, yang mengakui ketuhanan Yesus Juruselamat, melakukan segenap FirmanNya, yang bisa memelihara iman  anda dan yang memberi anda peluang untuk terlibat dalam pelayanan.
Perjanjian Baru memberikan bermacam-macam model gereja. Tidak hanya gereja yang sangat mementingkan masalah ajaran, tradisi dan institusional tetapi juga memberikan contoh gereja yang mementingkan karunia-karunia Roh Kudus demi pembaharuan rohani sebagai bentuk protes terhadap gereja yang terlalu kaku dengan tradisi dan lembaga. Keseimbangan tempat yang diberikan oleh Perjanjian Baru menunjukan kepada kita bahwa gereja adalah gereja yang seharusnya memiliki identitas yang utuh, baik sisi tradisi, ajaran maupun spiritual.
Gereja yang ditampilkan dalam Perjanjian Baru adalah gereja yang terbuka kepada pembaharuan sebab setiap zaman dan setiap tempat mempunyai kebutuhan tersendiri… Melihat dan megevaluasi diri adalah bagian penting dalam sebuah perubahan untuk menjadi gereja yang benar… melihat sisi mana dari identitas gereja yang selama ini terlupakan…. dan Apakah seluruh identitas gereja yang ada, telah kita persembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan yang telah mengumpulkan kita?
By. Wesly Jacob

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?