Penginapan di Larantuka Tak Ada Yang Kosong Lagi


sergapntt.com, LARANTUKA – Semua penginapan di Kota Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT menjelang prosesi Jumat Agung pada 6 April 2012 sudah tak ada yang kosong lagi, semua sudah dipesan para peziarah dari dalam maupun luar NTT.

Para pemboking penginapan, umumnya dari luar negeri dan dari berbagai pulau di Indonesia.
“Semua kamar hotel sudah penuh karena para tamu dari luar yang ingin mengikuti proses Jumat Agung sudah memesan kamar sejak Februari lalu. Mereka langsung membayar di muka sehingga para pemilik hotel tidak berani menerima tamu lain,” ”, ujar Ketua Panitia Prosesi Sama Santa Kaum Awam Birokrat, Anton Tonce Matutine.
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur itu, bagi masyarakat dari seluruh penjuru dunia yang ingin ke Kota Larantuka untuk mengikuti prosesi keagamaan, baik gereja, pemerintah dan masyarakat telah menyediakan rumah-rumah penduduk untuk dijadikan sebagai tempat penginapan tanpa ada pungutan biaya.

“Memang kamar hotel penuh tetapi sudah menjadi tradisi bahwa masyarakat, gereja dan pemerintah selalu menyediakan tempat penginapan, baik di rumah-rumah penduduk maupun paroki-paroki untuk para tamu dari luar. Artinya, masyarakat Larantuka membuka pintu bagi siapa saja yang mencari penginapan. Tidak ada pungutan biaya,” kata Matutina.

Proses Jumat Agung yang dilakukan setiap tahun hingga saat ini adalah penghayatan agama popular seputar “Semana Santa” dan Prosesi Jumad Agung atau “Sesta Vera”.

Kedua ritual ini dikenal sebagai “anak sejarah nagi” juga sebagai “gembala tradisi” di tana nagi, sebutan untuk Kota Larantuka.

Ritual tersebut merupakan suatu masa persiapan hati seluruh umat Katolik secara tapa, silih dan tobat atas semua salah dan dosa, serta suatu devosi rasa syukur atas berkat dan kemurahan Tuhan yang diterima umat dari masa ke masa dalam setiap kehidupannya.

Doa yang dipanjatkan dan lagu-lagu yang dinyanyikan selama masa ini juga menggunakan bahasa Portugis/Latin.

Semana Santa adalah istilah orang nagi Larantuka mengenai masa puasa 40 hari menjelang hari raya Paskah yang diwarnai dengan kegiatan doa bersama (mengaji) pada kapela-kapela (tori) dan dilaksanakan selama pekan-pekan suci.

Doa bersama Semana Santa ini diawali pada hari Rabu Abu (permulaan masa puasa) sampai dengan hari Rabu Trewa. Orang nagi Larantuka memaknai masa Semana Santa sebagai masa permenungan, tapa, sili dosa dan tobat.

Dalam prosesi Jumat Agung di Larantuka ini, biasanya tidak saja diikuti masyarakat di wilayah itu tetapi juga dari seluruh dunia.

By. Eto/Antara

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?