Misteri Pulau Paskah


sergapntt.com – Nama Pulau Paskah, sebenarnya tidak ada kaitan dengan tradisi Paskah yang dimiliki umat Kristiani. Namun tetap saja, pulau kecil di tengah Samudera Pasifik ini menjadi magnet wisatawan karena misteri patung batu raksasa.
Pernahkah Anda melihat gambar patung-patung batu raksasa berbentuk wajah manusia, tersebar di lahan nan luas? Namanya Maoi, yang menjadi saksi luhurnya budaya bangsa Polinesia 400 tahun sebelum masehi. Maoi yang jumlahnya ratusan ini, tak lain tak bukan, berada di satu pulau terpencil di tengah-tengah Samudera Pasifik.


Pulau Paskah masih berada dalam teritorial negara Chili, dengan jarak 3.219 kilometer dari daratannya. Pulau ini dulunya bernama “Te Pito O Te Henua” yang berarti “Pusat Dunia”. Dalam bahasa Polinesia disebut Rapa Nui. Lalu, mengapa dalam bahasa Inggris dinamakan Easter Island alias Pulau Paskah?

Alkisah, bangsa Eropa menginjakkan kaki di pulau ini, tepat pada Minggu Paskah tahun 1722. Di saat itu pula mereka menemukan peninggalan sejarah yang tampak tak masuk akal. Di pulau terpencil ini, tanpa akses ke mana pun, tanpa penduduk satu pun, ada ratusan patung batu raksasa berbentuk wajah manusia.

Mengutip buku “101 Historic Hideaways” keluaran Bounty Books, London, Maoi punya tinggi sekitar 9 meter dengan berat ratusan hingga ribuan kilogram. Ada sekitar 600 Maoi yang berserakan di seantero pulau, beberapa di antaranya berkumpul dalam satu tempat. Tahun demi tahun berjalan dan penelitian mulai diadakan. Muncullah beberapa fakta terkait keberadaan Maoi ini. Walaupun, hingga sekarang misteri masih menyelimuti fakta itu.

Menurut penelitian, Maoi adalah hasil karya bangsa Polinesia yang hidup di sana ratusan tahun sebelum masehi. Dari beberapa manuskrip, pahatan dan ukiran, diketahui mereka menggunakan bahasa lokal yaitu Rongorongo. Maoi itu sendiri disinyalir sebagai perwujudan leluhur mereka, yang diharapkan bisa menjaga kehidupan tiap desa.

Ya, pulau kecil ini punya beberapa desa yang ukurannya lebih kecil lagi. Walaupun terisolasi dari dunia luar, para peneliti menilai penduduk Polinesia punya keterampilan seni yang tinggi dalam bentuk Maoi yang jumlahnya ratusan itu. Inilah mengapa Pulau Paskah dikenal sebagai salah satu pulau terpencil sekaligus paling sakral di dunia.

Sayangnya, di mana ada peradaban, di situ ada kehancuran. Kisah penduduk asli Pulau Paskah berakhir tragis. Konon waktu itu, bahan makanan di pulau perlahan menipis. Tanpa akses dari mana pun, para penduduknya mulai melakukan kanibalisme. Ditambah lagi adanya invasi dari bangsa Peru dan Bolivia hingga akhirnya penduduk asli Pulau Paskah hilang sama sekali.

Namun sekarang, pariwisata telah menjadi daya tarik utama pulau ini. Taman Nasional Pulau Paskah (Rapa Nui) masuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dicanangkan UNESCO. Anda bisa mengunjungi pulau ini menggunakan maskapai LAN Airlines yang berangkat dari Kota Santiago di Chile, dengan jadwal satu kali dalam seminggu.

Perjalanan menuju Pulau Paskah juga bukan hal yang mudah. 5,5 Jam perjalanan udara akan diwarnai oleh goncangan hasil hembusan angin kencang Samudera Pasifik. Tapi tenang saja, selama ini perjalanan menuju dan kembali dari Pulau Paskah tergolong aman.

Pulau ini sudah berpenduduk, mayoritas yang mencari penghasilan dari sektor pariwisata. Hal ini terbukti dari adanya guest house, toko suvenir, jasa rental mobil Jeep, dan banyaknya restoran di pulau itu. Karena ukuran pulau yang kecil, Anda bisa mengelilingi pulau ini menggunakan mobil Jeep dalam waktu beberapa jam saja.

Semua tempat wisata di sini adalah gratis, dengan sajian utamanya Maoi itu sendiri. Maoi yang jumlahnya paling banyak terdapat di dekat kawah vulkanis Rano Raraku. Konon, dari bebatuan vulkanis kawah itulah Maoi dibuat, dipahat selama berhari-hari oleh suku asli Polinesia.

Serunya, Anda tak hanya bisa menemukan Moai di daratan saja. Inilah daya tarik kedua Pulau Paskah, yaitu wisata bahari di sekelilingnya. Pulau ini dikelilingi pantai berpasir putih, dengan Pantai Anakena sebagai magnet bagi para peselancar. Jarak 1 kilometer dari pulau, Anda sudah tiba di titik snorkeling dan diving yang terkenal sangat indah. Tentunya, dengan patung-patung Moai yang juga tersebar di perairannya!

Jika Anda punya kesempatan untuk berkunjung ke Pulau Paskah, janganlah sekali-kali merusak peninggalan sejarah terutama Maoi. Di balik ratusan patung batu raksasa itu terdapat sebuah misteri yang tak bisa dijelaskan manusia hingga kini. Salah satunya, bagaimana bisa ada suku bangsa di pulau terpencil itu?

by. wik/det

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?