Investasi Picu Pertumbuhan Ekonomi


sergapntt.com, KUPANG – Kegiatan investasi merupakan pemicu (triger) peningkatan pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun di daerah. Oleh karena itu, perlu ditempatkan sebagai bagian yang penting dari penyelenggaraan perekonomian nasional dan daerah yang mana akan memberikan dampak multiplier efek seperti menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing sehingga dapat pula mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat membuka dengan resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Tahun 2011 yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI bekerjasama dengan BKPM Provinsi NTT di Hotel Sylvia, Kamis (12/4).
Menurut Gubernur untuk memacu peningkatan investasi, pemerintah terus berupaya mengeluarkan berbagai perangkat hukum dan kebijakan di bidang penanaman modal yang transparan dan konsisten. Hal ini kata Gubernur, dimaksudkan untuk memperbaiki iklim investasi yang kondusif sehingga mampu menjawab tantangan ekonomi secara global.
Gubernur berharap agar segala perangkat hukum, kebijakan-kebijakan yang terkait di bidang penanaman modal yang telah dikeluarkan oleh pemerintah perlu dipelajari dan dicermati dengan baik dan selanjutnya dapat disosialisasikan kepada semua pemangku kepentingan di bidang penanaman modal agar dapat dipahami dan diimplementasikan dalam penyelenggaraan kegiatan ekonomi di daerah.
 “Keberhasilan pengembangan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah sangat tergantung dari besarnya investasi dan kemampuan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif untuk membuat perencanaan dan pengembangan penanaman modal yang baik, mempromosikan potensi dan peluang investasi kepada calon investor. Saya juga harap agar ada monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan investasi yang telah ada guna mendorong upaya peningkatan realisasi investasi,” papar Gubernur.
Pemerintah Pusat lanjut Gubernur, telah menetapkan target realisasi investasi selama lima tahun yang dimulai dari tahun 2010 hingga 2014 yakni tahun2010 sebesar Rp 208,5 triliun, tahun 2011 sebesar Rp 240 triliun, tahun 2012 sebesar Rp  28,5 triliun, tahun 2013 Rp 390,3 triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp 506,8 triliun. “Berdasarkan pembagian wilayah pengendalian pelaksanaan penanaman modal yang dibuat BKPM Pusat, Provinsi NTT masuk dalam wilayah IV bersama-sama Provinsi NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Saya harap kita semua yang ada di jajaran instansi penanaman modal baik provinsi maupun kabupaten/kota agar merespons hal ini melalui suatu kajian yang rasional dan terukur serta dapat dipertanggungjawabkan,” pinta Gubernur.
Nampak hadir dalam acara tersebut Direktur Pelayanan Aplikasi BKPM Pusat, Suhardi, Anggota DPRD NTT, Drs. Anton Ugak, M,Si, Kepala BKPM Provinsi NTT, Ir. Thobias Uly, M.Si, dan sejumlah peserta yang berasal dari BKPM kabupaten/kota se Provinsi NTT.
By. Saul Kapitan/Verry Guru

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • YOU LIKE NTT?