Perencanaan Copy Paste, DPRD Akan Bentuk Pansus


sergapntt.com [KUPANG] – Banyak perencanaan fiktif yang dipakai sebagai acuan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kupang. Itu sebabnya, DPRD Kabupaten Kupang ngotot akan segera membentuk panitia khusus (pansus) guna mindaklanjuti kasus ini.

“Berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kupang, saya sebagai anggota DPRD maupun sebagai masyarakat menilai bahwa kalau praktek-praktek pembangunan seperti ini kita jalankan terus, maka kabupaten ini akan mundur 2000 tahun. Kenapa? Karena banyak perencanaan-perencanaan fiktif yang dipakai sebagai dasar atau acuan dalam pelaksanaan pembangunan. Ini harus dihindari. Kalau ini dipakai terus, maka Kabupaten Kupang akan membunuh para pengusaha-pengusaha yang ingin berusaha di Kabupaten Kupang,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Anthon Natun di ruang kerjanya sebelum digelar rapat gabungan komisi DPRD Kabupaten Kupang dengan Dinas PPO Kabupaten Kupang, Jumat (9/12/11).
Anthon menjelaskan, dasar perencanaan tidak valid dengan kondisi riil di lapangan. Karena, perencanaan fiktif mengandung unsur pidana. “Saya minta untuk jaksa dan polisi menelusuri ini dan menangkap orang-orang yang bekerja seperti ini. Karena mereka bekerja omong kosong tapi dibayar oleh negara. Ini praktek-praktek yang tidak perlu di tolerir. Ini perlu ditangkap oleh polisi dan diproses secara hukum. Ada perencanaan-perencanaan di Dinas PPO dan Dinas Kesehatan yang perencanaannya copy paste. Tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” bebernya.
Hal demikian terang Anthon, berarti perencanaan tidak didahului dengan survei lapangan, sehingga terjadi copy paste, karena tipe bangunan sama. Padahal, kondisi di lapangan tidak semua demikian.
“Artinya ada perencanaan di dinas-dinas, tapi perencanaan itu adalah perencanaan copy paste, perencanaan fiktif. Karena itu saya minta kepada dinas terkait untuk tidak membayar itu karena termasuk unsur pidana,” katanya.
Dijelaskan, praktek tersebut sudah berlangsung lama. Sudah dari tahun-tahun lalu, karena itu perlu diusut tuntas. Karena, pekerjaan seperti itu dapat merusak tatanan pembangunan di Kabupaten Kupang.
“Ada oknum-oknum yang bermain mengambil pekerjaan-pekerjaan ini tapi tidak bekerja secara profesional. Ada oknum-oknum yang mengintervensi dinas-dinas. Ini harus diberantas. Harus diingat, anggaran pembangunan semua harus lewat mekanisme perencanaan. Kalau perencanaan fiktif semua, kedepan untuk pelaksanaannya amburadul. Ini harus diberantas. Negara membayar ratusan juta tapi orang itu bekerja untuk menguntungkan diri tapi tidak profesional,” katanya.
Sementara, dalam rapat gabungan komisi DPRD Kabupaten Kupang dengan Dinas PPO Kabupaten Kupang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Johanis Mase didampingi Wakil Ketua, Anthon Natun membahas mengenai berbagai persoalan di Dinas PPO seperti perencanaan pembangunan yang copy paste, pengelolaan DAK, DAU, beasiswa, tunjangan sertifikasi serta mengenai Pendidikan Luar Sekolah (PLS).
Saat memberikan penjelasan, Kepala Dinas PPO Kabupaten Kupang, Benyamin Nomleni dan Kepala Bidang Sarana Prasarana, Matheos Nainupu mengakui kalau perencanaan pembangunan di Dinas PPO copy paste, fiktif dan sebagiannya tidak dilakukan survei.
Dinas PPO Kabupaten Kupang dalam mengikuti rapat gabungan komisi terlihat kalang kabut menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan. Sebab, saat ditanya kepada kepala dinas, kepala dinas tidak bisa menjawab dan diserahkan kepada kepala bidang, Matheos Nainupu. Namun berbagai pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan tidak bisa dijawab oleh kepala bidang, kepala bidang memberikannya kepada kepala seksi, Yacob Taiboko. Kepala seksi yang diharapkan bisa memberikan jawaban yang memuaskan, ternyata kepala seksi tidak menguasai persoalan bahkan tidak mempunyai data sehingga diminta untuk turun dari mimbar karena hanya membuat persoalan tambah rumit.
Lucunya, ketika Kepala Dinas PPO Kabupaten Kupang, Benyamin Nomleni memberikan penjelasan terkait perencanaan pembangunan dan diinterupsi oleh salah seorang anggota DPRD, Benyamin Nomleni menolak diinterupsi karena dirinya masih memberikan penjelasan.
Melihat suasana yang sudah mulai runyam, pimpinan rapat, Johanis Mase mengendalikan rapat dan memberikan penjelasan kepada Benyamin Nomleni mengenai larangan interuspsi. “Bapak harus jelaskan dengan baik agar tidak diinterupsi,” kata Johanis Mase.
Setelah diberikan penjelasan, Benyamin Nomleni meminta maaf kepada semua anggota DPRD. “Saya minta maaf, mungkin saya tidak mengerti,” kata Benyamin Nomleni.
Berkali-kali Benyamin Nomleni ditegur dan diberikan pemahaman, namun tetap saja dalam memberikan penjelasan berbelit dan tidak menjawab apa yang ditanyakan. Sehingga diberikan kepada kepala bidang, Matheos Nainupu. Karena tidak mampu menjawab, Matheos Nainupu memberikan kepala kepala seksi, Yacob Taiboko. Namun karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan anggota DPRD, sehingga pimpinan rapat berkesimpulan akan membentuk panitia khusus (pansus) guna mengusut persoalan yang terjadi di Dinas PPO Kabupaten Kupang. Rapat berakhir setelah mendengar penjelasan kepala bidang PLS. Rapat akan dilanjutkan, Senin (12/12) untuk mendengar penjelasan dari Direktur RSU Naibonat dan Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana.
By. LITA

 

Gembong Mafia Italia Ditangkap Polisi


sergapntt.com [NAPOLI] – Bos mafia Italia yang paling dicari, Michele Zagaria, akhirnya tertangkap saat tengah bersembunyi di sebuah bungker di kampung halamannya di Casapesenna, Provinsi Caserta, selatan Italia dekat kota Napoli, Rabu (7/12/11). Dia ditangkap setelah polisi mengebor tempat persembunyiannya. 

Sebenarnya, polisi sudah lama mengidentifikasi bungker tersebut. Namun, kekukuhan bungker berukuran 50 meter persegi dan tersembunyi di balik dinding setebal 5 meter berbahan beton bertulang dan dibuka-tutup secara elektronik itu menyulitkan petugas. Di lain pihak, sang bos mafia bisa mengendus upaya-upaya aparat dalam menembus bungkernya itu melalui kamera pengawas (CCTV).

Polisi kemudian melakukan penggalian dan pengeboran. Pertahanan pemimpin klan Casalesi itu pada akhirnya runtuh saat polisi memutus aliran udara dan listrik yang digunakan untuk menghidupkan saluran air bersih. Zagaria pun menyerah tanpa perlawanan. Penangkapan itu pun mengejutkan banyak pihak. Sebab, sang bos tampak berbeda dari fotonya yang ditampilkan di laman Departemen Dalam Negeri Italia. Ia terlihat lebih tua, lengkap dengan rambut putihnya.

Jaksa antimafia Piero Grasso mengungkapkan, Zagaria mungkin menghabiskan waktu setahun terakhir sebagai buron di wilayah itu. Itu terjadi, katanya, karena mafia hanya dapat menjalankan kekuasaan jika mereka berada di lingkungan yang melindunginya. “Ini mimpi buruk. Kami tahu dia di sana, tetapi sulit untuk menangkapnya, bahkan sulit untuk menariknya keluar. (Namun) akhirnya kami menangkapnya,” ujar Grasso kepada televisi Sky TG24.

Perdana Menteri Mario Monti memuji penangkapan itu sebagai ‘hari besar’ untuk ‘semua orang jujur’. Senada, Menteri Dalam Negeri Annamaria Cancellieri mengatakan keberhasilan petugas itu dipandangnya sebagai sebuah kesuksesan besar, tidak hanya terhadap klan Casalesi, tetapi juga melawan organisasi Camorra secara keseluruhan.

Raffaele Cantone, mantan hakim Naples yang sejak lama kematiannya diinginkan klan Casalesi, menyamakan penangkapan Zagaria dengan penangkapan bos dari segala bos mafia Sisilia, Bernardo Provenzano, pada 2006. “Dengan penangkapan Zagaria itu, seperti kita tahu, klan Casalesi sudah berhenti eksistensinya. Dan kita harus mengawasi, akan menjadi apa klan ini sekarang. Ini akhir sebuah zaman,” ujar Cantone kepada Reuters.

“Ini adalah hari besar, tetapi pertempuran melawan pengusaha jahat masih jauh dari kata selesai,” kata penulis buku Gomorrah: Italy’s Other Mafia, yang terinspirasi kisah Zagaria dan klannya itu, Roberto Saviano, kepada kantor berita Ansa.

By. CHE/Reuters

Uni Eropa Kunjungi Noelbaki dan Manusak


sergapntt.com [OELAMASI] – Sejak tahun 2001, Uni Eropa memberikan bantuan kepada warga baru eks Timor Timur melalui program Aid to Uprooted People (bantuan untuk pengungsi). Manfaat langsung dari program itu telah diterima pengungsi dan masyarakat lokal.
Care dan UN Habitat merupakan mitra kerja Uni Eropa yang bekerja di Provinsi NTT dan telah melaksanakan program untuk membantu para pengungsi yang masih telantar memperoleh kembali kondisi kehidupan yang layak.
Demikian ditegaskan Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry saat berdialog dengan warga baru eks Timor Timur dan warga lokal di kantor Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (6/12).
Hadir pada kesempatan itu, Petrus dari Care, Kemal beserta dua staf, Yusraf dan Kamran dari UN Habitat, Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan, kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole serta masyarakat eks Timtim dan masyaraat lokal.
Pada kesempatan itu, Vebry menjelaskan, dirinya sebagai penyandang dana bagi project yang dijalankan Care dan Yayasan Alfa Omega penting melihat kerja sama dan perpaduan warga baru dan warga lokal.
“Kami datang untuk melihat kemajuan masyarakat yang dibantu Care dan melihat integrasi dilihat dari konteks ekonomi, sosial dan politik yang terjadi antara warga baru dan warga lokal,” katanya sembari menjelaskan dirinya juga ingin tahu masalah apa yang masih ada di masyarakat baru dan masyarakat lokal.
Direktris Yayasan Alfa Omega, Sofia Malelak-de Haan menjelaskan, sebagai pelaksana project, dirinya menjalankan program di 15 desa di Kabupaten Kupang. Program yang dijalankan yakni program dampingan sesama kepada kelompok perempuan.
Kepala Desa Noelbaki, Yacob Fole menjelaskan, tanah yang luas untuk dibangun resettlemen di Noelbaki tidak ada, sehingga warga tidak mau pindah dari daerah sekitar terminal Noelbaki. Sebab, lokasi yang hanya diseputaran terminal.
“Kasihan, kalau hujan tergenang air. Kami sudah tanya mengapa tidak mau pindah, mereka tanya apakah disana kami bisa cari hidup sendiri,” jelas Yacob.
Usai Project Officer Uni Eropa, Muamar Vebry memberikan penjelasan dilanjutkan dengan dialog. Salah satu warga baru, Agustinus Sarmento menjelaskan, mereka tidak dapat resettlemen karena tidak mau keluar dari Noelbaki. Karena mereka telah berbaur dengan warga lokal serta tanah yang mereka tempati adalah tanah milik pemerintah.
“Ini tanah pemerintah, jadi kami minta pemerintah bangun resettlemen bagi kami di Noelbaki sini. Karena teman-teman di Oebelo atas dan Oebelo bawa tanahnya tidak jelas. Kami lebih memilih Noelbaki karena tanahnya milik pemerintah. Teman-teman yang sudah dapat resettlemen lebih susah, makanya ada yang kembali ke kamp,” jelasnya.
Setelah berdialog, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur. Di Manusak, rombongan berdialog dengan warga baru terkait program bantuan yang telah diberikan Care selama ini.
Dalam dialog, seorang warga mengaku, bantuan semen yang dibagikan Care tidak semua warga baru mendapatkannya. Karena itu, ia meminta agar kalau dapat mereka diberikan bantuan.

By. LITA

Sembilan Kabupaten Paparkan POK Program Rehabilitasi Rekonstruksi


sergapntt.com [Kupang] – Sembilan kabupaten penerima program rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2012 selama tiga hari, 7-9 Desember 2012 akan memaparkan Perencanaan Operasional Kegiatan (POK) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta sesuai pagu anggaran yang telah ditetapkan untuk masing-masing kabupaten.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus sampaikan hal ini kepada wartawan ketika ditemui di Kupang, Selasa (6/12).
Sembilan kabupaten penerima dana rehabilitasi dan rekonstruksi yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Kupang, Timor Tengah Utara (TTU) Belu dan Rote Ndao. Sedangkan untuk tingkat provinsi, tidak mengelola dana yang bersumber dari BNPB Pusat tapi hanya melakukan monitoring dan supervisi. Alokasi dana untuk setiap kabupaten telah diberikan pada pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta.
Tentang jumlah alokasi anggaran untuk masing-masing kabupaten, Tini akui belum tahu. Karena pada pertemuan lalu di Jakarta, panitia amplop tertutup yang sudah tertera alokasi anggaran untuk setiap kabupaten. Tapi amplop itu baru akan dibuka setelah diserahkan kepada bupati. Demikian juga amplop untuk provinsi dalam melaskanakan tugas monitoring dan supervisi. Setelah diserakan ke gubernur, diketahui bahwa untuk tingkat provinsi dalam melaksanakan dua tugas dimaksud, dialokasikan dana sebesar Rp4,8 miliar.
Walau demikian, lanjut Tini, berdasarkan informasi yang dihimpun,  dana yang diterima setiap kabupaten berkisar antara Rp5 sampai 10 miliar lebih. Misalkan, untuk Kabupaten Kupang dan Belu, masing-masing mendapat alokasi dana Rp5 miliar. “Kami tidak tahu pertimbangan atau kriteria apa yang ditetapkan BNPB Pusat  dalam menetapkan alokasi anggaran untuk masing-masing kabupaten. Mungkin saja berdasarkan pada proposal yang diajukan setiap kabupaten,” katanya.
Menyinggung jenis kegiatan yang akan dibiayai dari dana rehabilitasi dan rekonstruksi, Tini kembali akui belum tahu. Karena pemerintah kabupaten langsung mengirim proposal jenis kegiatan ke BNPB Pusat di Jakarta. Namun diprediksikan, pemanfaatan dana pada tahun 2012 lebih pada sektor fisik atau infrastruktur jalan. Sesuai nomenklaturnya, jenis kegiatan yang dibiayai melalui program ini antara lain penanganan abrasi pantai, pengerjaan lapen jalan, dan pembangunan rumah korban bencana. Semua kegiatan yang dilaksanakan tentunya berpedoman pada proposal yang diajukan.
“Penanggungjawab operasional kegiatan (PJOK) ada di instansi teknis sesuai jenis kegiatan yang dibiayai, sedangkan BPBD hanya melakukan koordinasi,” papar Tini.
Anggota DPRD NTT, Kornelis Soi meminta pemerintah di sembilan kabupaten untuk memanfaatkan dana yang bersumber dari program rehabilitasi dan rekonstruksi secara baik. Sehingga NTT terus mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat dalam hal ini BNPB Pusat untuk mengelola dana tersebut. 
By. LFP 

Pempus Bantu Rp 7,5 Miliar Untuk Nagekeo dan Ende


sergapntt.com [Kupang] – Pemerintah pusat (Pempus) melalui Kementerian Perindustrian pada tahun anggaran 2011 mengalokasikann dana sebesar Rp7,5 miliar untuk pengembangan industri garam rakyat di dua kabupaten, yakni Nagekeo senilai Rp2,5 miliar dan Ende senilai Rp5 miliar.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT, Yoseph Lewokeda kepada wartawan di Kupang, Selasa (6/12).
Yoseph menyebutkan, untuk Kabupaten Nagekeo, industri garam rakyat dilaksanakan di Desa Totamala dengan luas lahan 100 hektar dan Kabupaten Ende di Desa Wewaria dengan luas lahan 200 hektar. Semua kegiatan seperti pelaksanaan lelang dan perusahaan pendamping dilakukan di Kementerian Perindustrian. Sedangkan daerah hanya menyiapkan kepastian lahan untuk mendukung program itu. Kegiatan tender baru dilakukan pada akhir Oktober lalu dan belum ada tahapan pelaksanaan di lapangan.
“Kita baru tahu bahwa ada program pengembangan industri garam di dua kabupaten itu pada akhir Oktober lalu setelah kegiatan tender. Kita tidak pernah dilibatkan dalam merealisasikan program ini, karena semua dana dan aspek terkait lainnya diatur dari kementerian,” kata Yoseph.
Tentang perusahaan pemenang tender, Yoseph akui tak tahu persis. Karena hingga kini pihak kementerian belum menginformasikan perusahaan pemenang tender yang akan melakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat. Walau demikian, lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan industri garam sudah tersedia dan dalam status aman. Ini berdasarkan hasil konfirmasi yang diperoleh dari pemerintah dua kabupaten tersebut.
Yoseph sampaikan, pihaknya juga tidak tahu seperti apa mekanisme penggunaan anggaran pengembangan industri garam rakyat dimaksud. Belum juga diketahui apakah pelaksanaan dilanjutkan pada tahun 2012 mengingat akhir tahun anggaran sudah hampir habis. Pasalnya semua mekanisme ditetapkan di kementerian.
Anggota DPRD NTT asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka, Kornelis Soi sarankan, semua hambatan berkaitan dengan realisasi anggaran dan pelaksanaan di lapangan segera diberaskan. Karena program ini langsung bersentuhan dengan masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Apalagi, kualitas garam yang diproduksi nanti memenuhi standar pasar dan bisa dijual ke daerah lain.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini berargumen, jika anggaran itu tidak dimungkinkan untuk dimanfaatkan tahun ini mengingat sisa waktu tahun anggaran 2011 sudah hampir habis, diharapkan dapat dimasukkan pada daftar penggunaan anggaran (DPA) lanjutan untuk tahun 2012. Untuk hal ini, pemerintah provinsi dan pemerinntah dua kabupaten melakukan koordinasi dengan kementerian perindustrian. Ini dimaksudkan agar dana itu tidak ditarik ke kas negara akibat tidak terealisasi tapi tetap diserap di NTT. Karena ini semata-mata keterlambatan proses tender yang dilakukan oleh pihak kementerian sendiri.
By. LFP