Dinas PPO Akan Bangun Kembali SMPN Kimbana


sergapntt.com [ATAMBUA] – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Belu, Patrisius Asa yang dikonfirmasi, Senin (5/12/11) terkait dengan robohnya gedung SMPN Kimbana akibat puting beliung, Jumat (2/12/11) lalu mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari kepala SMPN Kimbana kalau sejumlah ruang kelas roboh dihantam angin puting beliung.
“Laporan sudah kami terima dari kepala sekolah, kalau sejumlah gedung SMPN Kimbana roboh,” jelasnya.
Pihaknya juga telah menyampaikan laporan itu kepada bupati Belu untuk diketahui dan bisa dicarikan jalan keluar agar proses belajar mengajar pada sekolah itu dapat berjalan dengan normal. Lebih dari itu agar pada tahun anggaran mendatang bisa diupayakan anggaran untuk pembangunan gedung baru untuk persekolahan. “Kami sudah laporkan juga kepada bupati Belu untuk dicarikan jalan keluar,” bilangnya.
Diakui, ruang kelas yang roboh itu terbuat dari bebak dengan usia yang sudah cukup lama, sehingga perlu untuk pembangunan baru. Seiring dengan peristiwa itu, maka akan diupayakan pembangunan gedung baru pada tahun mendatang. “Memang gedung ada, tapi gedung bebak dan kedepan kami akan upayakan anggaran untuk bangun kembali gedung sekolah yang baru dan permanen,” ucapnya.
Dikatakan, saat ini pembahasan APBD tahun anggaran 2012 sudah dimulai dan pihaknya akan segera memasukkan anggaran untuk pembangunan sekolah tersebut untuk disetujui bersama sehingga dapat dikerjakan pada tahun anggaran mendatang.
Menyoal proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada sekolah itu dia mengatakan, ada beberapa ruang sekolah permanen yang masih utuh untuk dapat melaksanakan KBM. Hanya saja tambahnya, ruang itu tidak menampung semuanya dilihat dengan jumlah siswa. Pihaknya sedang berkoordinasi untuk menentukan sekolah pagi dan sore pada sekolah itu atau memakai gedung SMAN Kimbana untuk proses KBM.
“Untuk KBM kami sedang upayakan berjalan lancar. Ada beberapa ruang kelas permanen masih utuh untuk KBM. Kalau tidak bisa, bisa sekolah pagi dan sore atau gunakan sementara gedung SMAN Kimbana pada sore hari sambil tunggu pembangunan gedung baru,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 10 ruangan SMPN Kimbana di Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat, Jumat (2/12) sekira pukul 15.00 Wita roboh setelah diterjang hujan dan angin puting beliung yang menimpa daerah itu.
Dari sepuluh ruangan yang roboh itu, satu ruangan merupakan gedung permanen yang dijadikan ruang guru. Sedangkan sembilan ruangan lainnya merupakan ruang kelas atau rombongan belajar yang dibangun menggunakan bebak.
Akibat robohnya sembilan ruang kelas dan sebuah ruangan guru itu, proses belajar mengajar pada sekolah itu terganggu. Sebab, hanya ada beberapa ruangan kelas yang digunakan untuk proses belajar mengajar.
By. ATB

Pemkab Belu Akan Surati Dirut PLN Terkait Mandeknya PLTU Aufuik


sergapntt.com [ATAMBUA – Pembangunan PLTU Aufuik terlihat mandek alias jalan ditempat. Karena itu, Sabtu (3/12/11) lalu, Bupati Belu, Joachim Lopez beserta jajarannya turun ke lapangan meninjau pembangunan PLTU Aufuik.
“Kami Sabtu lalu sudah turun langsung ke lapangan untuk lihat pengerjaan proyek itu,” bilang Joachim.
Dikatakan, dari penjelasan konsultan pengawas saat kunjungan itu, mesin pembangkit semuanya sudah ada di lokasi proyek dan sementara dikerjakan beberapa hal terkait dengan tempat mesin.
Hanya saja, proyek itu berjalan agak tersendat selain karena terkendala pergantian kontraktor pelaksana, juga akibat dengan material. “Semua sedang dikerjakan. Saat ini kendalanya adalah material untuk pembangunan tempat mesin,” katanya.
Untuk material ternyata menjadi kendala utama saat ini. Sebab, material khususnya pasir tidak sesuai dengan spek, di mana kadar lumpur lebih banyak, sehingga tidak dapat dipakai.
Karena kondisi itu, material harus didatangkan dari luar untuk pelaksanaan berbagai item pekerjaan, khususnya untuk tempat mesin.
Selain kendala material dan pergantian kontraktor, ada juga kendala lain yang dikemukakan yakni masalah pembangunan tower jaringan listrik, di mana ada sejumlah titik melewati kawasan hutan lindung, sehingga belum dibangun karena diperlukan izin dari Kementerian Kehutanan.
Joachim menyebutkan, pihaknya akan segera menyurati Dirut PLN terkait pembangunan PLTU yang sementara dilakukan agar secepatnya dikerjakan dan masyarakat Kabupaten Belu segera menikmati listrik yang berasal dari PLTU. “Kami akan surati Dirut PLN dalam beberapa waktu ini supaya pekerjaan bisa segera dituntaskan oleh kontraktor pelaksana dan masyarakat bisa nikmati listrik yang didambakan selama ini,” paparnya.
Dia berharap, mega proyek milik PLN yang dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Belu dan TTU itu bisa segera selesai dan masyarakat dapat menikmati listrik.
Pemerintah katanya, akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait agar pembangunan PLTU terus berjalan dan akhir 2012 sebagian mesin berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Belu dan TTU.
Sementara itu, konsultan pengawas pembangunan PLTU Aufuik, Rojaya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi kontraktor diantaranya masalah material seperti pasir dan masalah pembangunan tower jaringan listrik.
Walau demikian, kontraktor akan terus melakukan pembangunan PLTU dan akhir 2012 nanti satu atau dua mesin pembangkit sudah berfungsi.
Menyoal persentase pengerjaan proyek, dia mengatakan, secara keseluruhan telah mencapai 77,5 persen dan diperkirakan akhir tahun 2012 bisa dioperasikan mesin pembangkit.
By. ATB

HI Peringati Hari Penyandang Cacat Internasional


sergapntt.com [ATAMBUA] – NGO Handicap Internasional (HI), Jumat (2/12/11) menggelar sejumlah kegiatan bagi anak-anak dan anak-anak cacat atau anak berkebutuhan khusus jelang peringatan hari Penyandang Cacat Internasional yang jatuh pada 3 Desember.
HI menggelar sejumlah kegiatan diantaranya lomba estafet kesiapsiagaan bencana sekolah tingkat sekolah dasar, lomba cerdas-cermat pengurangan risiko bencana serta lomba pengurangan risiko (PRB) 2011.
Kegiatan dilaksanakan di GOR Rai Belu diikuti siswa-siswa dari 18 sekolah dasar (SD) dan sekolah dasar luar biasa (SDLB) di Kabupaten Belu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Fredrik Andrada ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, anak-anak merupakan kelompok usia yang paling rentan dan bisa menjadi cacat ketika terjadi bencana alam. Karena itu, kegiatan yang digelar merupakan sebuah kegiatan yang baik bagi anak-anak untuk mengetahui apa itu bencana dan langkah yang diambil.
“Anak-anak sangat rentan menjadi korban dalam bencana. Karena itu, kegiatan dari Handicap Internasional ini sangat bagus,” paparnya.
Kabupaten Belu jelasnya, rawan dengan bencana yang terjadi ketika musim hujan diantaranya banjir, longsor, gempa maupun sejumlah jenis bencana lain.
Bencana yang terus-menerus terjadi setiap tahun dapat menyebabkan anak-anak menjadi korban bencana dan bisa menderita kecacatan semur hidup. Sebab, anak-anak dengan fisik yang lemah belum mampu menghadapi bencana.
Dia berharap, pengurangan risiko bencana (PRB) mampu membuat anak-anak siap siaga menghadapi bencana yang bisa saja terjadi setiap saat, apalagi musim penghujan. Anak-anak diharapkan mendapatkan pengetahuan menghadapi bencana yang terjadi pada masa yang akan datang.
Sementara itu, Project Manager PRB di sekolah se-NTT, Handicap Internasional, Marni Lusida Silalahi dalam laporannya mengatakan, kegiatan PRB dan sejumlah rangkaian kegiatan lainnya yang dilaksanakan bekerja sama dengan Tagana dan CIS Timor dalam rangka hari penyandang cacat internasional. Sebagai salah satu NGO yang fokus pada anak-anak cacat, melihat PRB sangat penting diberikan kepada anak-anak, tidak saja yang cacat, juga kepada anak-anak sekolah dasar yang normal.
Anak-anak sebutnya, ketika bencana selalu menjadi korban dan biasanya menimbulkan kecacatan fisik dan mental. Dengan kegiatan itu, anak-anak bisa menolong dan menyelamatkan diri sendiri semampunya, juga mampu menolong sesamanya.
Dia mengharapkan dilibatkan anak-anak dalam kegiatan PRB, sehingga anak-anak mengetahuinya secara utuh dan ketika terjadi bencana risiko dapat dikurangi.
By. ATB

12 PAC Pelopor PDI Perjuangan Di Kabupaten Kupang Terbentuk


sergapntt.com [OELAMASI] – Berlarutnya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang sebagai DPC Pelopor dalam menyelenggarakan Musyawarah Rencana Kerja Cabang (Musrenjacab) bukan merupakan kesengajaan, tetapi ada beberapa alasan mendasar. Di mana, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang ingin mengkaji dan memaknai secara mendalam tentang apa yang dinamakan DPC Pelopor.
“Sebagai DPC Pelopor yang adalah program partai yang walaupun baru, namun perlu dipahami sebagai sebuah program partai yang sangat strategis bagi partai dan kader-kadernya kedepan. Karena itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang memahami, sebagai DPC Pelopor memiliki tugas yang mampu membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang dengan menggerakkan tiga pilar partai yaitu pengurus partai, legislatif dan eksekutif sebagai upaya memberi keadilan dan kesejahteraan bagi massa rakyat di Kabupaten Kupang,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Johanis Mase pada Musyawarah Rencana Kerja Cabang I dan Pencanangan PAC Pelopor PDI Perjuangan Kabupaten Kupang yang dilaksanakan di aula Yayasan Alfa Omega Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Senin (5/12/11).
Dijelaskan, sebagai DPC Pelopor, pihaknya berupaya memaknai kata-kata ketua umum PDI Perjuangan yakni jalan ideologi yang dipilih adalah jalan yang keras. Dengan demikian, ia menyadari bahwa membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang bukanlah jalan yang mudah. Karena itu, membutuhkan langkah yang taktis dan strategis. Semua kekuatan kader mesti digerakkan dan terus bergerak. Sebab, dalam menapaki perjalanan, mengimplemantasikan ideologi, mendapat lawan-lawan yang keras dan tangguh.
“Karena itu, kader tidak boleh menunggu, apalagi menunjukkan sikap diam di tempat. Potensi yang kita miliki saat ini, kita punya pengurus partai yang tangguh mulai dari DPC sampai di tingkat anak ranting. Kita punya kader di legislatif, kita punya kader yang memimpin daerah ini di pemerintahan. Harus terus bergerak dan terus digerakkan menjadi cabang pelopor dalam mengembangkan model pengelolaan partai harus menerapkan trias dinamika partai secara benar, konsisten dan berlanjut,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini menegaskan, menjadi kader adalah menjadi suluh bagi massa rakyat. Karena itu, dalam upaya membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang kader yang terhimpun dalam tiga pilar partai haruslah memberikan teladan yang baik atau menjadi pelopor keteladanan kepada massa rakyat di Kabupaten Kupang.
Ditegaskan, dalam upaya mengkaji dan memaknai tugas dan tanggung jawab sebagai DPC Pelopor, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang telah memilih jalan sebagai langkah taktis dan yang dianggap strategis dalam membumikan ideologi PDI Perjuangan di Kabupaten Kupang.
Langkah taktis yang dimaksudkan adalah dalam rangka mempermudah pengorganisasian di arus bawah, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang telah menetapkan 12 PAC dari 24 PAC menjadi PAC Pelopor. Diharapkan, dari 12 PAC Pelopor itu bisa memenangkan seluruh hajatan politik yaitu pemilu kepala daerah baik di Kabupaten Kupang maupun di tingkat provinsi, pemilihan presiden dan dapat menghasilkan atau 12 kursi di DPRD Kabupaten Kupang, dua kursi di DPRD Provinsi NTT dan satu kursi di DPR RI.
“Dapat membumikan program Pemerintah Kabupaten Kupang dan kebijakan-kebijakannya yang berpihak pada rakyat adalah merupakan program PDI Perjuangan terisitimewa program desa mandiri anggur merah dan lainnya yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Salah satu hal yang tidak kalah menariknya dan karena itu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang mengambilnya sebagai salah satu program skala prioritas adalah mengadakan satu unit kendaraan ambulans untuk melayani masyarakat Kabupaten Kupang secara gratis. Teristimewa melayani kesehatan ibu dan anak karena masalah yang sangat krusial di Kabupaten Kupang adalah angka kematian ibu dan anak sangat meningkat,” urainya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Nelson Matara dalam sambutannya mengatakan, PDI Perjuangan boleh berbangga punya bupati dan wakil bupati, tapi dalam forum yang bermartabat itu mereka tidak ada. “Itu tidak boleh. Mereka harus menghargai bahwa mereka lahir dari PDI Perjuangan,” katanya.
Ditegaskan, kegiatan seperti itu suka atau tidak suka yang namanya orang partai tidak boleh tinggalkan forum. Karena itu, DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT akan mengeluarkan surat peringatan kepada Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Kupang yang tidak hadir dalam acara tersebut.
“Itu harus diberikan peringatan tegas bahkan kalau boleh ibu ketua (Hereida Tambunan, red) yang ada disini memberikan mereka kepada kita untuk diberikan PAW. Itu menurut saya tidak ada-apa, karena kegiatan ini sudah dicanangkan cukup lama,” kata Nelson.
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini menegaskan, kedepan harus dilakukan rapat dengan bupati dan wakil bupati dan tanya pada mereka, apakah mereka dari PDI Perjuangan atau bukan. “Kalau tidak, berikan kesepakatan dan mulai hari ini (kemarin, red) tarik dukungan itu agar kita tidak boleh memberikan respon yang cukup besar kepada Pemerintah Kabupaten Kupang. Bagaimana PDI Perjuangan yang mengangkat mereka, kegiatan yang bermartabat ini mereka tidak hadir. Itu membuat pelecehan bagi kader sendiri,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Sebanyak 12 PAC Pelopor yang dibentuk adalah, Kecamatan Taebenu, Kupang Tengah, Kupang Timur, Amarasi, Nekamese, Takari, Amarasi Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Tengah, Fatuleu Tengah, Semau dan Amabi Oefeto Timur.
Hadir pada kesempatan itu, Korwil DPC Pelopor Wilayah Timur, Hereida Tambunan calon anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi NT yang akan dilantik, 8 Desember, Gusti, ketua Gema Perjuangan Sarina, Fenny, ketua Koperasi Gotong Royong DPD PDI Perjuangan NTT, Mathelda Malakamuri, bendahara DPD PDI Perjuangan NTT, Anthon, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Johanis Mase, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Soleman Dethan, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka bersama anggota serta pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang.
By. LITA

Foto-Foto Daniel Adoe dan Veki Lerik "Berpelukan"


Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerik, SE akhirnya berdamai, setelah hampir dua tahun berseteru lantaran  ketua dewan yang akrab disapa Veki itu dinilai terlalu keras mengkritisi pemerintah. 
Berikut foto-foto mereka saat berpelukan, saling memafaafkan di ruang sidang utama DPRD KOta Kupang belum lama ini:
     
DAMAI ITU INDAH,,,,,,,,,,,,,,,!
by. CHRIS PARERA