“Aku Mau Ajak Papa Main Ular Tangga”


sergapntt.com – Berto (30), baru pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah, ia mendapati anaknya Irma yang berusia 8 tahun yang sedang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. “Kok belum tidur?” sapa Berto pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari. “Saya menunggu Papa pulang, karena saya mau tanya berapa sih gaji Papa?”
“Lho,,, tumben, koq nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”
“Ah, nggak pa, saya sekedar,,, pengin tahu aja…”
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman. Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!” tapi sang anak tidak mau beranjak.
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah,,,! Besok pagi saja. Sekarang kamu tidur…”
“Tapi papa…” “Sudah, sekarang tidur…” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya. Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata”Maafin Papa ya! kenapa kamu minta uang malam-malam begini..besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?….”
“Papa, saya ngga minta uang. Saya pinjam…, nanti saya kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.
“Saya menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Saya mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, saya mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi saya mau beli waktu Papa. Saya buka tabungan, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tapi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabungan saya hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, makanya saya mau pinjam Rp 10.000 dari Papa…”
Sang Papa cuma terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anaknya sambil menangis.
Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras…maafkan Papa anakku…” kata sang Papa ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papa…
By. ES

Omku, Motivasiku


sergapntt.com – Aku sedang duduk tenang menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan besok, tiba-tiba saja si Oom memulai percakapan yang gak diduga-duga. Oom meminta pas foto aku, lalu dia bilang sudah punya pas foto adik-adik aku dan mama aku. Katanya buat disimpan di dompet, untuk kenang-kenangan. ”Ini mamanya waktu muda, ini anak-anaknya.”
Entah mengapa, rasanya aku jadi ingin memeluk beliau tapi semuanya gak aku lakukan karena Oom termasuk orang yang kaku, jadi aku merasa segan. Akhirnya aku hanya menyerahkan pas fotoku yang terbaik sambil tertawa. Oom menunjukkan foto-fotonya di masa lalu. Aku mengamati sesuatu, dia hanya menginginkan foto hitam-putih. Entah kenapa aku jadi ingin menangis. Aku buru-buru lari ke kamar, pura-pura membereskan kamar tapi sebenarnya aku menangis sejadi-jadinya.
Usia Oom hampir sama dengan umur Indonesia. Dari Oom, aku belajar banyak hal. Politik adalah topik yang paling disukai Oom, tetapi dia juga asyik diajak bicara tentang lingkungan hidup, seni, budaya, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kuliner. Oomku jago memasak, aku paling suka kacang kecap dan kulit singkong tumis oncom buatannya. Tidak ada yang bisa mengalahkan, bahkan restoran seperti Nasi Bancakan sekalipun.
Meskipun orangnya kaku, galak, dan kadang-kadang suka kasar tetapi kasih sayang yang dimilikinya luar biasa besar. Oom sudah seperti ayah buatku, bukan ayah kedua, bukan ayah pertama, aku tidak ingin meranking dan membanding-bandingkan dengan ayah kandungku sendiri. Dua-duanya orang yang hebat buatku dan rasa sayangku kepada mereka sama besarnya meskipun kadang-kadang sulit aku menunjukkan rasa sayangku kepada beliau. Rasa segan yang menjadi penghalangnya.
Oom telah menjadi bagian dari keluarga kami sejak aku baru lahir. Beliau memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memilih menemani mamaku yang kala itu sedang hamil aku dan sering ditinggal papa yang hampir setiap hari mengurusi pekerjaannya di luar daerah. Pengorbanannya sangat besar, karir yang sedang menanjak di tempatnya bekerja, dia tinggalkan. Pertimbangannya karena kasihan sama mamaku (bungsu, satu-satunya anak perempuan dari 7 bersaudara, nenek dan kakek meninggal ketika mama masih usia sekolah). Beliau tidak percaya kalau pekerjaan rumah diurus pembantu. Jadi si Oom-lah yang akhirnya turun tangan sendiri membantu mama mengurus rumah tangga.
Oom selalu ada buat aku. Pengalaman yang tak mungkin terlupakan adalah ketika aku kelas 2 SD. Usaha papaku bangkrut karena ditipu orang, aku masuk rumah sakit karena tipes, adikku masih kecil, kemudian rumah, mobil, harta kami semua disita bank. Ketika saudara-saudara yang lain seolah-olah menuduh, menyalahkan atau bahkan tidak peduli sama sekali, Oom tetap ada bersama keluarga kami. Menghadapi semua masalah yang seharusnya bukan menjadi tanggungannya. Masih segar di ingatan, bagaimana setiap hari dia menemaniku di rumah sakit, menangis untuk aku, berdoa untuk aku. Oom jugalah yang mengajariku untuk tegar menghadapi kehidupan.
Oom ada ketika mamaku melahirkan aku maupun kedua adikku. Semua dari kami telah merasakan kasih sayangnya, didikannya, dan belajar banyak nilai-nilai dari beliau. Darinya, aku belajar untuk mencintai NTT, meskipun kami bukan orang asli NTT. Darinya, aku belajar untuk selalu berusaha menimba pengetahuan sebanyak-banyaknya. Darinya, aku belajar untuk membiasakan diri membaca koran. Sesuatu yang dulunya menurutku membosankan. Darinya, aku belajar untuk berpikir kritis. Darinya, aku belajar bahwa kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang nomor satu di dalam hidup kita. Darinya aku belajar bahwa perempuan harus menghargai diri sendiri dengan salah satu cara yaitu berpakaian sopan. Darinya aku belajar bahwa menyayangi berarti bersedia berkorban.
Meskipun, kadangkala kata-katanya kasar dan agak menyakitkan hati tetapi aku tahu semuanya itu hanyalah ekspresi dari rasa sayang. Perwujudan dari rasa peduli dan khawatir kepada kami, keponakan-keponakannya.
Aku benar-benar tidak sanggup menuliskan semua kebaikannya satu per satu, terlalu banyak. Setiap hari selalu ada saja pengorbanannya buat keluarga kami. Sekarang usia Oom sudah lanjut. Wajahnya sudah jauh berbeda bila dibandingkan dengan wajahnya ketika aku masih SD, ketika Oom-lah yang setia menjemput aku dari sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumah, ketika Oom yang memperkenalkanku kepada enak dan lezatnya masakan Padang, ketika Oom mengajari aku untuk tidak sungkan-sungkan berinteraksi dan berbincang-bincang dengan sopir angkot. Sekarang Oom sudah tidak lagi mengantar-jemput aku. Oom lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, membaca Alkitab dan masih membantu pekerjaan rumah tangga.
Aku memperhatikan, kaki beliau yang dulu sangat kuat berjalan (dulu, aku sering diajaknya berjalan kaki menyusuri jalan-jalan setapak di Kupang, sambil diceritakannya sejarah tentang Kupang di masa lalu) sekarang sering bengkak dan tidak kuat berjalan. Wajahnya yang selalu segar, kini seringkali kudapati bengkak. Badannya juga sudah tidak kuat mengajariku push up. Sorot matanya juga telah berubah, aku seringkali melihat beliau tampak kelelahan. Beliau juga jadi sering mengeluh tentang kondisi badannya, tetapi selalu menolak diajak ke dokter. Beliau tidak suka dokter.
Entah mengapa aku tiba-tiba mengingat masa lalu seperti ini. Dan samar-samar, aku ingat, suatu hari beliau pernah berkata, ”Ingin melihat aku lulus sarjana, pakai toga lalu difoto bersama.” Kata-kata beliau itulah yang mulai kini akan menjadi penyemangatku. Meskipun aku merasa salah jurusan dan lain sebagainya, tetapi aku bertekad untuk menyelesaikan kuliahku dengan segera. Mulai sekarang tidak ada lagi kata-kata menyerah ataupun pindah jurusan. Cita-cita aku satu, aku ingin keinginan sederhana Oom tercapai.
By. JEVI

Kisah Sukses Bung Karno, Pilot Ditukar Dengan Pesawat Hercules


sergapntt.com – Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.
Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.
Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.
Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap tahun 1958 itu. Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.
Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope. Suatu hari Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.
Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok tak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.
Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonannya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!
Tapi sebetulnya canda itu menjadi tonggak lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kemudian turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.
Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.
Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan karena Bung Karno menggoda tunangan sang pilot. Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope lantaran Bung Karno dirayu istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….
Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..
Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.
Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.
Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.
Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!
Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.
Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.
Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.
Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.
Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.
Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.
John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.
Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?
Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.
Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.
John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.
Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.
Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI. Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.
Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam diterpa peristiwa G 30 S PKI.
By. OR

Jane (10), Mati Kedinginan Hanya Karena Ingin Membahagiakan Ibunya


sergapntt.com – Di sebuah desa yang terpencil, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota hiduplah seorang ibu dan seorang anaknya. Si anak sebenarnya tidak diinginkan oleh ibunya. Sebab, kelahiran si anak diluar harapan dan rencana sang ibu. Ia dikandung dan dilahirkan hanya karena pergaulan bebas sang ibu.
Memang kehidupan hedonis di masyarakat barat sudah menjadi kebiasaan yang lumrah. Perzinahan dan Kemaksiatan bukanlah suatu fenomena asing dan melanggar hukum, bahkan dilindungi oleh HAM alias Hak Asasi Manusia dan Liberalisme (Kebebasan), sehingga mereka bisa melakukannya di mana saja sekehendak hawa nafsu mereka, selama keduanya sepakat tanpa adanya rasa malu. Namun ternyata meskipun kehidupan serba bebas dan beranekaragam prilaku hedonis, satu hal yang mereka takutkan adalah mengandung anak “haram” dari aktivitasnya. Inilah awal dari dampak buruknya hedonisme dan prilaku dari kebebasan berekspresi.
Tingkat HIV/AIDS sangat tinggi. Meskipun selalu memakai “Kondom”, tetap saja Allah memudaratkan mereka akibat kehinaanya sebagai Manusia dan prilakunya yang menghancurkan tatanan kehidupan manusia di dunia.
Cathy (27), adalah salah satu wanita yang “kecolongan” akibat perbuat zinanya, sehingga ia tidak tahu siapa bapak dari anak yang dikandung dan dilahirkannya. Semakin tumbuhlah anak yang tidak diinginkannya itu, semakin murtat kebenciannya akibat kebebasan prilakunya sendiri. Akibatnya, ia curahkan kepada anaknya prilaku yang keras. Anaknya itu yang baru beranjak 10 Tahun, sebut saja namanya Jane.
Kehidupan ibu dan anak tersebut tidak pernah mengalami ketenangan. Karena selalu ada masalah yang ditimbulkan dan dipermasalahkan meskipun hanya sedikit. Namun Jane adalah seorang anak yang sangat penurut. Ia melakukan apa saja yang selalu diinginkan dan diperintahkan oleh ibunya. Setiap pagi Jane selalu berjualan makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya hidup berfoya-foya bersama para lelaki hidung belang.
Jane Berangkat setiap pagi dan harus kembali siang hari, seandainya telat dan tidak mendapatkan uang, maka punggungnya dah siap untuk dipukuli dan tampar, bahkan dikurung digudang serta tidak dikasih makan, (Dah berzina menyiksa pula). Itulah hari-hari Jane yang selalu diliputi kemarahan, kesedihan, keterpurukan, kegelisahan dan penderitaan yang tidak pernah berujung.
Suatu ketika, Jane pergi berjualan seperti biasanya….bagi Jane, hari itu adalah hari istimewa buatnya,…bukan karena ia mendapat suatu rizki yang besar, namun ia menyadari bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ibunya. Hari itu ia bertekad untuk menghabiskan jualannya agar uang yang didapat cukup untuk membelikan sebuah kado kecil untuk ibu terkasihnya, meskipun ia selalu menderita ketika berada di dekat ibunya.
Ibu yang baru pulang dari foya-foya dengan “teman kencannya”, serontak kaget melihat anak yang seharusnya menyiapkan makan siang, ternyata belum pulang… Spontan darahnya naik keubun-ubun dan panas 200 derajat, merah mukanya dibakar api amarah.. “Dasar nih anak Iblis, jam segini belum pulang. Pasti lagi main-main diluar sana…” gerutu si ibu sampai mulut berbusa.
Kemarahannya semakin memuncak ketika menjelang sore Jane belum pulang juga, sungguh tiada terkira marahnya si Ibu. Akhirnya ia punya cara yang paling efektif untuk menghukum Jane, “Biarkan dia tidur di jalanan” sahutnya sambil pergi untuk berfoya-foya dengan “teman kencannya” sampai besok pagi.
Salju terus turun, angin malam mulai menghampiri dan dinginpun mulai masuk ke dalam pori-pori. Jane Pulang dengan Riangnya, ia berharap ibunya akan membukakan pintu agar ia bisa masuk ke rumah dan menikmati hangatnya selimut. Namun, Harapan tetaplah harapan.. Ketika Jane sampai depan pintu, ia tidak mendapati ibunya. Rumah dalam kondisi sepi. Jane coba paksa membuka pintu. Ia juga caba mencari kunci rumahnya. Tapi semuanya sia-sia belaka. Justru dingin yang semakin memuncak dan sangat menyengat, suhu dilingkungan sekitar mencapai 0 derajat celcius.
“Mungkin ibu sedang pergi sebentar, saya tunggu aja ..ah..”. pikirnya sambil merebahkan diri kemudian tertidur di depan pintu.
Keesokan harinya… ibunya datang dengan cerianya… Maklum ia baru dapat kepuasan yang lebih habis “kerja keras” tadi malam. Ia mendapati Jane sedang tidur di depan pintu. “Rasakanlah sekarang anak iblis, kamu kedinginankan, rasakanlah…”, katanya sambil tertawa. Namun Jane, tidak bergerak sedikitpun. Akhirnya ibunya pun kesal dan membangunkan Jane dengan cara kasar…ditendang-tendangnya tubuh mungil tersebut sambil berkata,”Bangun anak iblis, bangun…” sergahnya penuh kesal. Namun, Jane masih belum bergerak juga. Kebingunganlah si Ibu untuk membangunkannya. Dengan perasaan kacau dan galau si ibu itu pun berusaha mencoba membangunkannya, namun semuanya sia-sia. Jane tinggal namanya…Ia meninggal karena kedinginan dengan air mata yang membentuk kristal dipipinya.
Ditangan yang membeku ia menggengam sebuah Liontin Perak dan sepucuk surat yang tertulis rapi, “Mama yang selalu dihati ini, maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakan mama, meskipun Jane selalu berusaha untuk itu, ternyata di mata mama hanya tampak kebencian dan kemarahan yang tak berujung, meskipun Jane tidak tahu dimanakah kesalahan Jane ini. Mama… yang tersayang, mama masih inget ga hari ini hari apa…??? Ya…benar hari ini adalah hari ulang tahun (Ulta) mama yang ke- 27. Mama, Jane mohon maaf kemarin agak pulang malem karena Jane ingin agar jualan Jane habis terjual dan mendapatkan uang yang cukup untuk membeli kado kecil ini buat mama. Mama yang terbaik, di dalam hidup ini Jane merasa sendiri meskipun ada mama, namun Jane tidak merasakan kehadiran mama dalam kehidupan Jane, Jane rindu seorang yang menyayangi Jane selayaknya seorang ibu. Namun Jane tidak mendapatkannya dari mama. Untuk itu Jane ingin memberikan hadiah ini untuk sekedar menaruh harapan agar Jane bisa melihat mama tersenyum, dan bahagia. Selama ini Jane selalu menganggap mama sebagai seorang terbaik dihati ini, karena Jane tidak punya siapa-siapa lagi. Mama selamat ulang tahun ya…, mudah-mudahan mama menyadari bahwa ada Jane yang selalu menyayangi mama dan merindukan mama… Sekian mama…”.
Sakit dan merananya hati ibu yang selalu menjadikan amarah dan hawa nafsu menjadi sumber dari segala tingkah lakunya. Hilang lenyap dunia yang ternyata malah menghinakannya. Penyesalan yang tiada akhir itulah akibat dari perbuatannya.. “Menyesalpun tiada gunanya”
Sahabatku…terkadang kita membenci seseorang yang didalam hatinya terdapat cinta yang tulus. Menghinakan orang lain padahal ia lebih mulia dari kita, memburukkan akhlak seseorang padahal lebih baik akhlaknya, ketulusan cinta ternyata hanya didapat dalam diri yang tidak perlu di umbar kemana-mana, Rasa Kasih sayang itu lahir dari hati yang tulus dan suci yang menginginkan orang yang kita sayangi itu bahagia dan selalu tersenyum dalam setiap hidupnya meskipun diri kita menderita.
“Kebagiaan yang hakiki adalah ketika kita melihat orang yang kita sayangi bahagia dan tersenyum”, maka sahabatku bahagiakanlah orang yang terkasih diantara kita dengan menjaga kehormatan dirinya.
By. JOE

Kedua Tangan Dipotong Hanya Karena,,,


sergapntt.com – Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adem ketakutan, lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma berdiam diri, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan pada anaknya. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang telapak tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya, si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya...
By. RON