Fasilitator Dan PPL Harus Bersinergi Untuk Bangun Desa !


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada fasilitator kecamatan, Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk bersinergi membangun dan mendorong percepatan pembangunan di desa-desa yang ada di Provinsi NTT.
“Saya minta para fasilitator, para PKM dan PPL harus bersinergi untuk mendorong percepatan pembangunan di desa. Ini musti menjadi kekuatan yang besar untuk kemajuan di desa-desa,” ucap Gubernur saat membuka dengan resmi Rapat Koordinasi Bulanan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) tingkat Provinsi NTT di Aula Hotel Sylvia Kupang, Senin (28/11).
Gubernur memerintahkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi NTT, Drs. Mikhael Fernandes untuk berkoordinasi bersama Kepala Bappeda Provinsi NTT dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT untuk segera mengkolaborasi perpaduan antara fasilitator PNPM – MP, PKM dan PPL yang ada di Provinsi NTT. “Saya minta Kepala BPMPD NTT segera bicara dengan Kepala Bappeda NTT dan Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT untuk segera kolaborasikan hal ini. Kalau desa maju, provinsi pasti maju dan negeri ini akan maju,” tandas Gubernur dan menegaskan, “Komitmen kita untuk membangun daerah ini tidak boleh luntur di tengah berbagai tantangan yang ada di daerah ini.”
Menurut Gubernur, momentum Rakor musti dijadikan ajang positif untuk secara jujur mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan. “Rakor ini penting untuk terus mendiskusikan berbagai masalah yang terjadi di lapangan dan segera menemukan solusinya. Sering bertemu itu bagus, sehingga bisa diketahui dengan cepat masalah dan solusinya,” kata Gubernur.
PNPM – MP lanjut Gubernur, tidak sekadar membangun jalan-jalan desa, gedung Posyandu, listrik, air bersih dan lain sebagainya. “Itu bagus. Saya senang dengan kerja-kerja PNPM seperti itu. Teman-teman fasilitator musti punya tekad agar pembangunan di desa bisa lebih cepat maju. Tugas kita adalah membangun semangat gotong royong dan semangat kerja keras masyarakat kita yang ada di desa-desa. Mari kita perhatikan rakyat yang hidupnya masih susah di kampung-kampung,” jelas Gubernur dan meminta kepada fasilitator PNPM agar tidak hanya memperhatikan infrastuktur perdesaan tetapi juga mendorong terciptanya pemberdayaan ekonomi rakyat.
Sebab sebut Gubernur, manakala Pendapatan Asli Rakyat (PAR) meningkat maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat. “Karena itu, saya minta PNPM – MP ini juga bisa bersinergi dengan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Mari kita membangun dengan konsep berbasis desa. Kita mulai membangun dari desa,” ujar Gubernur.
By. FERRY GURU 

Frans Seda, Tokoh Yang Berjasa Tegakkan NKRI


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menilai sosok almarhum Drs. Frans Seda adalah seorang tokoh nasional yang semasa hidupnya sangat berjasa dalam menegakkan NKRI, menjaga Pancasila dan UUD 1945 serta meletakkan dasar-dasar pembangunan dalam berbagai bidang khususnya bidang pertanian, ekonomi, perhubungan dan pariwisata.
 “Karena itu, kegiatan seminar hari ini merupakan penghormatan dan penghargaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap almarhum Bapak Drs. Franciscus Xaverius Seda yang telah banyak berjasa, bukan saja untuk masyarakat dan daerah NTT tetapi juga untuk bangsa dan tanah air Indonesia. Rasa hormat dan penghargaan yang tinggi inilah kemudian mendorong berbagai pihak, termasuk kita semua yang hadir di sini untuk memperjuangkan almarhum Bapak Drs. Franciscus Xaverius Seda untuk menjadi seorang pahlawan nasional,” tandas Gubernur pada acara pembukaan Seminar Usulan Calon Pahlawan Nasional Atas Nama Drs. Franciscus Xaverius Seda, di Aula Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Senin (28/11).
Menurut Gubernur, almarhum Frans Seda pernah menjabat sebagai Menteri Perkebunan pada era Presiden Soekarno, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan dan Pariwisata pada era Presiden Soeharto maupun sebagai Penasehat Ekonomi Presiden  pada masa Presiden B.J. Habibie, Presiden Abdurahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri. “Beliau juga pernah menjadi utusan Presiden Soekarno dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda dan pernah menjadi Penasehat Ekonomi Gubernur Militer Nusa Tenggara dan Bali pada tahun 1956 serta berbagai jabatan penting dan strategis lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” ucap Gubernur dan menambahkan, “Dari riwayat hidup almarhum, kita semua bisa tahu bahwa sebagian besar hidupnya telah beliau abdikan untuk nusa dan bangsa.”
Karena itu, pemerintah dan segenap masyarakat NTT lanjut Gubernur Lebu Raya, pantas memperjuangkan agar almarhum dapat diberikan penghargaan oleh negara sebagai pahlawan nasional. Disadari perjunangan seperti ini kata Gubernur, tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. “Untuk itu berbagai kajian ilmiah maupun sumbangan pemikiran dan pendapat sangat dibutuhkan terutama untuk mendukung aspirasi dan perjuangan kita dan yang paling penting tema ini harus menjadi perjuangan kita bersama, bukan saja oleh masyarakat kampus maupun oleh pemerintah daerah tetapi oleh seluruh masyarakat NTT,” pinta Gubernur.
Gubernur berharap, kiranya seminar ini dapat berjalan dengan baik lancar dan sukses dan terutama dapat menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk bangsa dan daerah ini, terutama meneguhkan komitmen dan tekad bersama untuk tetap sehati sesuara memperjuangkan almarhum Bapak Drs. Franciscus Xaverius Seda menjadi pahlawan nasional.  “Kita berharap perjuangan kita agar almarhum dapat dikukuhkan menjadi seorang pahlawan nasional juga mendapat restu yang sama dari almarhum,” ujar Gubernur.
Acara tersebut dihadiri Rektor Universita Katolik Atma Jaya Jakarta, Prof. Winarno, sesepuh masyarakat Sikka, Drs. Daniel Woda Palle civitas akademika Undana Kupang dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
By. FERRY GURU

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!


sergapntt.com – Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

‘Sendiri oh sendiri’… Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah anda termasuk yang demikian? 🙂

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna…

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Anda pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? 🙂 dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Anda ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
    yang sangat Chris sukai, misalnya dengan membaca,
    menulis, olahraga, menyanyi? 🙂 Apapun kesukaan
    Chris. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
    impian Chris dan belum sempat dilakukan. Chris bisa
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
    dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan Chris akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
    menyenangkan? 😉

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
    keinginan yang ingin Chris wujudkan selagi masih
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    ‘keinginan gila’ saat Chris masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?

    Saat itu Chris akan sadar, ternyata banyak sekali
    hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir…. Sebenarnya ini merupakan hal
    *utama* dan yang pertama yang harus Chris lakukan…
    Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Chris.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
    keberadaan Chris di dunia.

    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
    kokoh kemampuan Chris mengarungi kehidupan,
    dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Chris terjebak dalam kesendirian
dengan suasana ‘hati yang negatif’, membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Chris putus asa.

Kalau Chris mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Chris
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Chris mau terbuka, dalam kesendirian Chris bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Chris bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Chris miliki.

Dalam kesendirian pula Chris bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Chris temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Chris.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Chris sedang
dilanda ‘kesepian’ alias merasa ‘sunyi sepi sendiri’,
Chris harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Anda dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. 🙂

By. Anne Ahira

Komisi C Panggil Dinas Sosial, Klarfikasi Bantuan Puting Beliung


sergapntt.com [KUPANG] – Kalau tidak ada aral melintang, hari ini, Selasa (29/11) Komisi C DPRD Kabupaten Kupang akan memanggil Dinas Sosial Kabupaten Kupang untuk mengklarifikasi mengenai bantuan bencana puting beliung di Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur. Sebab, masyarakat yang mengalami musibah belum juga mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang.
“Kita akan panggil dia (Dinas Sosial, red). Karena hari ini (kemarin, red) kita ada rapat meyangkut dengan lima perda, besok (hari ini, red) kita panggil. Tanya sampai sejauhmana penanganan bencana-bencana terutama infrastruktur harus secepatnya,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Roby GJ Manoh kepada wartawan di ruang sidang DPRD Kabupaten Kupang, Senin (28/11).
Ditegaskan, telah berkali-kali komisi C menginstruksikan kepada pemerintah agar sedia payung sebelum hujan. “Tetapi sekarang ini sama saja. Nanti masyarakat mendapat musibah yang dibantu hanya super mi, itu saja. Kita harus punya nurani bahwa kita adalah perpanjangan tangan dari masyarakat, DPRD dan pemerintah harus tanggap,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kupang itu menjelaskan, sebagai lembaga, pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah agar secepatnya dapat memperhatikan korban bencana puting beliung. Namun, seolah-olah pemerintah mau diamkan.
“Pemerintah seolah-olah mendiamkan. Dana bencana alam kan ada. Dana itu harus stand by, tapi tidak tahu sudah sampai di mana. Sehingga sekali lagi dari komisi C menginstruksikan, tolonglah nurani dipakai, sehingga setiap bencana cepat dilaksanakan. Artinya, seng atau apapun yang namanya bencana kita harus tanggap karena mengangkut kepentingan masyarakat banyak. Dana bencana ada, dana tanggap darurat itu ada,” bebernya.
By. BOS

Realisasi PAD 55 Persen


sergapntt.com [ATAMBUA] – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Belu hingga, Senin (28/11/11) baru mencapai 55 persen atau hanya Rp 29 miliar dari total PAD yang ditargetkan pemerintah dan DPRD Belu sebesar Rp 52,3 miliar.
“PAD kita baru mencapai 55 persen atau Rp 29 miliar dari total Rp 52,3 miliar,” kata Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Belu, Jantje Taek ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/11/11).
Dijelaskan, tahun 2011 total penerimaan asli daerah ditetapkan sebanyak Rp 52,3 miliar, dengan melihat potensi-potensi yang ada, seperti galian mineral bukan logam atau bahan galian golongan C, tambang mangaan dan beberapa potensi lainnya.
Akan tetapi dalam perjalanan, potensi-potensi dimaksud agak terhambat dalam memberikan kontribusi PAD. Sebab, banyak yang belum bayar juga puluhan ribu ton mangan tidak bisa diangkut keluar Kabupaten Belu. Terhambatnya pemanfaatan potensi untuk mendongkrak PAD menyebabkan realisasi PAD baru mencapai Rp 29 miliar atau 55 persen.
Dia berharap, hingga akhir tahun ini realisasi meningkat dan berdasarkan kesepakatan dan perhitungan penerimaan atau pendapatan daerah pada dinas-dinas teknis pengelola PAD bisa mencapai Rp 45 miliar. “Kami berharap pada akhir tahun realisasi penerima bisa mencapai Rp 45 miliar. Semua karena ada tagihan bahan galian golongan C yang belum tertagih dan juga stok mangan dengan jumlah 20.000 hingga 30.000 ton belum dikeluarkan dari Kabupaten Belu,” urainya.
Jantje mengaku, PAD tahun 2011 sulit terealisasi semuanya akibat berbagai faktor penghambat misalnya tambang mangan yang sebenarnya dijadikan sumber penerimaan terbesar di Kabupaten Belu. “Realisasi PAD tidak mungkin tercapai 100 persen, sebab banyak penyebabnya,” ujar mantan Kabag Keuangan Setda Belu itu.
Ditanya tentang target penerimaan PAD tahun 2012, sekretaris tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Belu itu menyebutkan, pihaknya menargetkan nilai PAD tahun 2012 yang akan ditetapkan bersama DPRD Belu turun dengan total penerimaan sebesar Rp 38,6 miliar. “Target penerimaan PAD tahun 2012 akan turun dengan nilai PAD sebesar Rp 38,6 miliar,” bilangnya.
Dikatakan, penurunan target karena ada beberapa pertimbangan rasional yang diambil pemerintah dengan belajar dari penerimaan PAD tahun anggaran 2011.
By. BEL