Karena Ditampar, Adik Bacok Kakak Hingga Tewas


sergapntt.com [RUTENG] – Peristiwa pembunuhan kembali terjadi di Manggarai. Selasa (29/11) lalu sekira pukul 15.30 Wita, Donatus Jehamun (35) nekad membacok sang kakak Vensius Wadu (50) hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di Kampung Nontol, Desa Papang, Kecamatan Satar Mese. Korban sempat dilarikan ke RSUD Ruteng, namun tidak tertolong akibat pendarahan yang hebat. 
Kapolres Manggarai melalui Humas, Ipda Simon Jeo kepada wartawan di Mapolres Manggarai menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi pada Selasa (19/11) lalu sekira pukul 15.30 Wita. Berdasarkan pengakuan pelaku, katanya, kasus itu bermula saat sang kakak (korban) Vensius Wadu mendatangi Kampung Nontol, Desa Papang sekira Pukul 09.00 Wita.

Tujuan kedatangan itu untuk menjemput anak korban yang selama ini menetap bersama pelaku yang tidak lain adalah adik kandung korban sendiri. Korban selama ini tinggal di Kampung Dalo, Desa Compang Dalo Kecamatan Ruteng bersama sang istri yang juga sudah meninggal.

Pada Selasa lalu itu korban hendak menjemput anaknya namun niat korban tidak disetujui pelaku bersama anggota keluarga lain. Alasannya istrinya sudah meninggal sehingga dikhawatirkan nanti tidak dapat mengurus anak dengan baik.

Apalagi, jelas Simon, korban hendak membawa anak perempuannya ke Labuan Bajo, Manggarai Barat dengan tujuan tidak jelas. “Korban hendak membawa anak perempuannya ke Labuan Bajo dengan alasan tidak jelas. Sementara di sana tidak ada keluarga. Makanya ditolak seluruh anggota keluarga,” ujar Simon meniru keterangan pelaku.

Dikatakan juga, selama ini anak korban sudah tinggal dengan aman di kampung tersebut. Namun, tiba-tiba diajak ke Labuan Bajo. Karena permintaannya tidak dipenuhi, korban lalu menampar muka pelaku. Tamparan korban rupanya tidak diterima pelaku. Pelaku lalu mengambil sebilah parang dan langsung membacok bagian kepala, dagu serta kedua tangan korban. “Korbanpun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah
saja,” katanya.

Sejumlah tetangga langsung melerai dan mengamankan pelaku. Korban seketika dilarikan ke Puskesmas terdekat namun sulit ditolong sehingga langsung ke RSUD Ruteng guna mendapat pengobatan. Tetapi rupanya terjadi pendarahan serius sehingga sangat sulit ditolong. Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekira Pukul 01.30 dini hari Rabu
(30/11).

Sementara pelaku dalam penahanan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku diancam dengan pasal pembunuhan KUHP pasal 351 dengan ancaman pejara maksimal 15 tahun penjara. 

by. jpnn/kr2/ito/che

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Anda Kurang Beruntung


sergapntt.com – Jika Anda kerap merasa sebagai orang yang kurang beruntung? Sebenarnya bisa jadi adalah kesalahan Anda sendiri. Cobalah mulai perbaiki diri dalam bergaul, bicara, tingkahlaku dan lain sebagainya yang positif.  Kini,,,, coba cermati faktor-faktor yang menyebabkan kesialan di bawah ini; 
1. Tak Punya Selera Humor –
Jika Anda tipe orang yang menanggapi segala hal secara serius, maka Anda masuk daftar pertama ini. Mulailah belajar tertawa. Tawa adalah obat paling ampuh dalam segala hal. Jika Anda tak dapat menjadikan permasalahan yang Anda hadapi sebagai lelucon, malah sebaliknya mengeluh panjang lebar tentang masalah tersebut, bisa jadi masalah ini sebenarnya tak seburuk yang Anda pikirkan. Sekali Anda buktikan, maka sepanjang hidup semua masalah tak seburuk yang Anda kira.

2. Menyalahkan Pihak Lain –
Kenapa Anda begitu mudah patah? Bukan berarti mengatakan orang lain tak bersalah, tapi saat menunjuk pada hal itu, Anda akhirnya malah mengubah uang Anda sendiri. Sekali lagi, berhentilah merasa menyesali diri dan berhentilah mengeluh. Jika usaha yang Anda lakukan tak membawa hasil seperti yang diharapkan, maka lakukan hal yang berbeda. Jadi orang yang berbeda sesekali, bisa jadi hal bagus buat diri Anda. Ingat, mulailah dengan berhenti mengeluh, dan berdamailah dengan segala keadaan yang Anda hadapi.

3. Tak Bahagia Dengan Diri Sendiri Saat Melihatnya di Kaca –
Kenapa bis begitu? Dengan standard siapa Anda membandingkan diri sendiri? Anda sendiri atau orang lain? Yang Sebenarnya, Anda bisa menemukan sesuatu dalam diri sendiri yang membuat Anda bahagia, atau melakukan perubahan. Lakukan keduanya jika Anda mau. Tak seorangpun di dunia ini yang dapat menghentikan Anda berpikir bahwa Anda menarik.

4. Tak Punya Harapan Atau Stuck –
Tak seorangpun yang dapat membuat Anda merasa lebih baik selain diri Anda sendiri. Anda tak bisa mengharapkan dunia berubah untuk Anda sebelum Anda mengubah diri.

5. Bertindak Lebih Dari Kemampuan –
Tindakan ini membuat Anda jadi tumpul, dan khususnya tak berarti ‘Semua pekerjaan dan tak ada permainan.’

6. Khawatir Berlebihan –
Semakin Anda khawatir, semakin kurang keyakinan Anda kalau segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Bagaimana Anda dapat mengharapkan mendapat tempat dalam kehidupan jika Anda tak punya keyakinan atau rasa percaya diri? Biarkan semua berjalan apa adanya. Rileks.

7. Iri Dengan Keberuntungan Orang Lain –
Kapanpun Anda mendengar orang lain mendapat keberuntungan Anda selalu berseru, ‘Orang itu bikin aku sangat kesal!’ Mungkin jika Anda ikut bergembira dengan keberuntungan orang lain, maka keberuntungan yang sama bisa menular pada Anda.

8. Menyalahkan Tuhan –
Kadang Anda berpikir betapa Tuhan tidak adil pada Anda. Mungkin sebaiknya mulai sekarang Anda belajar bersyukur dan maka hal-hal baik akan datang menggantikan hal-hal buruk. Anda bisa memulainya dengan bersyukur bangun dalam keadaan sehat di pagi hari.

9. Tak Menghargai Hal-Hal Baik Yang Anda Miliki –
Sebagai contohnya, Anda tak pernah mensyukuri kalau Anda masih bisa bangun pagi ini dan melihat sinar matahari? Benar begitu? Mulai sekarang, Anda bisa menghitung kebaikan yang Anda miliki dalam hidup dari hal-hal kecil yang Anda miliki.

10. Mengeluh Terus Menerus –
Sebenarnya, mengeluhkan satu hal malah akan lebih banyak hal lain yang Anda keluhkan. Dan yang pasti semua orang merasa terganggu dengan orang yang suka mengeluh.

Bagaimana menurut Anda? Jika benar dari 10 hal di atas ada pada diri Anda. Coba lakukan perubahan, dan ketidakberuntungan itu hanya akan tinggal bayang-bayang. Semoga!!!

By. RED

Capim KPK Titipan Pengusaha?


sergapntt.com [JAKARTA] – Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Jamil meminta Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan nama-nama pengusaha hitam yang berada di belakang calon pimpinan KPK dari unsur Kejaksaan dan Kepolisian.
“Saran saya kepada ICW agar sebutkan saja siapa pengusaha hitam yang berada di belakang capim KPK dari unsur kejaksaan dan kepolisian tersebut,” ujar nasir dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (28/11/2011).

Selain itu, lanjutnya, ICW juga harus menyebutkan kasus-kasus mana saja yang akan diamankan oleh dua capim KPK tersebut jika terpilih nanti. Hal ini agar tidak menimbulkan fitnah yang hanya bermuara pada tuduhan-tuduhan tanpa bukti. “Lalu kasus-kasus apa saja yang akan dipeti-eskan oleh mereka jika keduanya menjadi capim KPK. Jadi icw akan lebih berwibawa kalau mampu mengungkapkan itu kepada publik,” tuturnya.

Nasir menambahkan jika ICW hanya melontarkan tuduhan tanpa bukti hal itu hanya akan menghambat proses pemilihan capim KPK dari unsure Kejaksaan dan Kepolisian.”Kalau tidak publik akan cendrung menilai ICW sengaja menghambat capim KPK dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil kordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan mengatakan penyertaan unsur Kepolisian dan Kejaksaan dalam seleksi  capim  KPK  disinyalir merupakan titipan dari pihak-pihak tertentu untuk menghambat pemberantasan  korupsi di Indonesia.

Selain itu, kata Adnan pemilihan pimpinan KPK periode ketiga ini memang sarat dengan kepentingan dari luar. Hal ini karena, belakangan ini KPK gencar mengusut kasus korupsi di berbagai  bidang, seperti di  perpajakan, kelautan, kehutanan, dan sebagainya.

“Masuknya KPK ke berbagai lini ini tentu saja membuat gerah banyak pihak terutama para pengusaha hitam,” katanya dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat,  Sabtu (26/11/2011).

Namun. Adnan enggan menyebut siapa oknum-oknum titipan  tersebut. Dia  menilai, rendahnya integritas dari beberapa nama wajar  jika menimbulkan kecurigaan. “Kita  tidak bisa  langsung menuduh bahwa unsur polisi dan  jaksa itu titipan.  Tapi  melihat track record dan penilaian  Pansel, kan jelas  terlihat  ada beberapa nama yang kurang  memiliki integritas sehingga membuka  peluang masuknya  kepentingan-kepentingan lain,”  tandasnya.

Delapan capim KPK yang lolos berdasarkan peringkat adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja dan Aryanto Sutadi. Aryanto Sutadi berasal dari kepolisian sedangkan Zulkarnaen dari Kejaksaan.

Toh begitu, Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho membeberkan calon pimpinan KPK dari unsur Kepolisian, Aryanto Sutadi pernah menjadi pembela koruptor. Emerson menjelaskan koruptor yang dimaksud adalah Rusdihardjo, mantan Kapolri dan mantan Duta Besar RI di Malaysia.

Rusdihardjo dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, pada 11 Juni 2008 lalu. Hakim menilai sah dan meyakinkan Rusdi telah memenuhi unsur-unsur yang didakwakan dalam dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 55 ayat (1) 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Rusdi didakwa melakukan dugaan korupsi biaya pengurusan dokumen keimigrasian. Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Rusdihardjo 2 tahun penjara, denda 100 juta subsider 6 bulan penjara.

Aryanto yang ketika itu menjadi bagian tim kuasa hukum Rusdi membantah mantan Dubes tersebut memiliki inisiatif memungut tarif lebih tinggi untuk biaya pengurusan dokumen keimigrasian. Jaksa Penuntut Umum KPK dinilai tidak bisa menerangkan secara jelas apakah Rusdihardjo melakukan perbuatan itu sebagai wujud penyalahgunaan jabatan. Hal itu Aryanto saat membacakan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa penuntut umum terhadap Rusdihardjo.

Selain itu, lanjut Emerson Aryanto juga pernah meminta agar tahanan koruptor seperti kliennya mendapat fasilitas seperti hotel ketika ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Aryanto yang ketika itu selaku Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri dan Kuasa Hukum Rusdihardjo juga pernah mendatangi kantor KPK dan membentak seorang penyidik yaitu Yurod Saleh yang tengah menangani kasus korupsi KBRI Indonesia yang melibatkan mantan Kapolri Rusdihardjo.

Emerson menambahkan, Aryanto pernah memindahkan tahanan Rusdihardjo tanpa koordinasi dengan KPK. Penahanan Rusdiharjo yang berdasarkan serah terimanya ditahan di Rutan Mabes Polri, kemudian dipindahkan ke Mako Brimob dengan alasan ruang tahanan di Rutan Mabes Polri penuh. Pimpinan KPK ketika itu meminta agar Polri memindahkan Rusdi ke Rutan Mabes Polri jika sudah ada ruangan kosong di sana. Hal ini dijawab dengan kurang patut oleh Aryanto yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri, “terserah Mabes mau tempatkan kemana”.

Aryanto juga pernah menilai LHKPN membuat orang munafik. Dalam wawancara yang dilakukan Peneliti ICW pada 11 Agustus 2011 pukul 16.00 WIB bertempat di  Kantor Badan Pertanahan Nasional, yang bersangkutan mengatakan: “LHKPN itu cuma membuat orang munafik, tidak mungkin ada orang yang mengisi LHKPN itu sesuai dengan apa yang dia punya. Apa gunanya?”.

Emerson mengatakan, Aryanto tidak patuh melaksanakan pelaporan data kekayaan, dan baru melaporkan data LHKPN dua kali yaitu pada 31 Mei 2001 sebagai Direktur Pidana Khusus-Mabes Polri, dan LHKPN B1 disampaikan pada 17 Maret 2011 sebagai Deputi Bidang Pengkajian & Penanganan Sengketa & Konflik Pertanahan-BPN RI atas permintaan KPK.

“Aryanto tidak melaporkan semua harta yang dimilikinya, baik atas nama yang bersangkutan sendiri atau keluarganya. Harta yang dilaporkan oleh yang bersangkutan sesuai hasil Klarifikasi LHKPN pada tanggal 18 Maret 2011 sebesar Rp 4.443.442.860,- Sedangkan temuan hasil pemeriksaan LHKPN sementara, sebesar Rp 8.511.285.338,” papar Emerson.

Oleh karena itu, Emerson menegaskan calon yang pernah menjadi pembela koruptor patut diragukan kredibelitasnya dan sangat kontradiktif dengan kerja pimpinan KPK yang berupaya memberantas korupsi dan mendorong koruptor dipenjara. Hal ini akan melekat sindiran bahwa Pemimpin KPK pernah menjadi pembela koruptor.

By. ABE /OKEZONE

Afrika Selatan Dikuasai Geng, Polisi Tak Bisa Berbuat Apa-Apa


sergapntt.com [AFSEL] – Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) sedang berupaya habis-habisan untuk menumpas kelompok-kelompok kriminal yang jumlahnya cukup banyak di negaranya. Tidak tanggung-tanggung, pemerintahan setempat mengirim ribuan tentara untuk membasmi kelompok yang lebih dikenal sebagai Geng itu. Menurut wartaXinhua pada Senin (28/11/2011), militer telah berangkat ke Cape Town.
“Tentara akan bekerja sama dengan unit khusus kepolisian. Kami mengincar salah satunya, kawasan Lavender Hill yang paling rawan terhadap kekerasan geng,” kata Juru Bicara Kepolisian Cape Town Barat Letnan Kolonel Andrè Traut.
Anggota geng yang saling bertikai memang terbilang meresahkan masyarakat. “Tiap hari ada saja yang mati dalam baku tembak antar geng,” terang Traut.
Sejak beberapa bulan lalu, tercatat sudah 64 orang tewas dalam pertikaian tersebut. Perjanjian perdamaian antar geng bertikai hanya berumur beberapa bulan. “Sesudah itu, mereka saling berperang kembali,” imbuh Traut.
Menurut petugas di komunitas di kawasan Steenberg, Cape Town, kevin Southgate, andai tindak kekerasan para geng ini tidak bisa diredam, maka bisa dipastikan negara akan menetapkan situasi gawat darurat.
Ya,,, gangster dan kiriminal, kini menjadi dua isu besar di Afsel.  Gangster seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Afrika Selatan. Geng beserta anggotanya menjamur seperti jamur di musim hujan, bahkan menjadi tiang kriminalitas. Itu sebabnya, pengiriman tentara yang dilakukan oleh pemerintah diprediksi oleh sebagian pengamat sosial dan militer akan menuai kegagalan.
Banyaknya geng dan keleluasaan gerak mereka, berbanding lurus dengan citra Afsel sebagai negeri dengan tingkat kriminal tertinggi. “Di negeri ini, sepertinya setiap blok ada geng penguasanya. Ketika cara hidup normal sulit dijalani, orang akan dengan mudah memilih jalan hidup sebagai anggota geng,” tutur Chris Mullins, mantan anggota geng yang pernah beberapa kali mendekam di penjara.
Bicara geng sama halnya bicara kekerasan, pemerkosaan, perampokan, peredaran obat terlarang, dan pembunuhan. Begitulah kehidupan mereka. Mereka mencoba membangun masa depan, membangun identitas, membangun kehormatan, mengangkat martabat, membangun rasa aman, memperbaiki kehidupan, dan membangun komunitas lewat geng. Pasalnya, sebagian besar anggotanya merasa gagal atau tak mendapat jalan dalam kehidupan normal.
“Orang butuh makan dan memenuhi kebutuhan lainnya. Jika gagal, maka mereka akan mudah masuk geng sebab geng juga menawarkan banyak hal,” kata Chris Mullins lagi.
Dan, sejak zaman apartheid, geng menjadi alternatif yang cukup populer bagi sebagian orang, terutama warga coloured dan kulit hitam, sebagai kendaraan mengarungi kehidupan. Setelah apartheid dihapus sejak awal 1990-an, geng terus menjamur.
Kekerasan, pemerkosaan, perampokan, pencurian, dan pembunuhan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan geng.
Kota Cape Town, Port Elizabeth, dan Johannesburg paling banyak memiliki geng. Ada yang mengorganisasi diri sebagai pembajak mobil, perampok bank, pembobol ATM, permerkosa, pembunuh, juga terutama pemasar narkoba. Mereka bekerja sangat rapi, bahkan terkadang mampu menjalin kerja sama dengan polisi.
Mantan Presiden Interpol Afsel yang juga mantan komisioner polisi nasional Afsel, Jackie Selebi, bahkan sampai disidang. Dia didakwa menerima suap dari seorang pemimpin geng di Johannesburg, Glenn Agliotti.
Di Soweto, misalnya, ada geng yang cukup ditakuti, yakni Jackroll. Mereka sering memerkosa wanita, sekalipun di depan umum. Sampai-sampai, orang yang melakukan pemerkosaan atau perampokan sering disebut jackrolling.
Ada pula geng yang tak bernama, tetapi aktivitas mereka dalam dunia kriminal sangat tinggi. Mereka biasanya para imigran gelap dari Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan sebagainya. Karena sulit mendapat pekerjaan di Afsel, mereka akhirnya menjadi kriminal dan terorganisasi. Bahkan, banyak di antara mereka yang sebelumnya adalah tentara di negaranya.
Cape Town lebih kental dengan kehidupan geng. Di kota pelabuhan itu, kegiatan utama geng adalah menjual narkoba secara sembunyi-sembunyi. Jumlah mereka sangat banyak dan bekerja rapi.
Banyak yang mengatakan, Americans adalah geng terbesar di Cape Town, bahkan mungkin di Afsel. Mereka memiliki anggota sampai 5.000 orang. Selain itu, ada nama-nama Mongol, Fast Guns, Yakkies, Nice Time Kids, Hell Street Dudes, Playboys, Sexy Boys, Jermany, Russians, dan sebagainya.
Hampir semua geng selalu bersenjatakan pistol. Maklum, di Afsel, dengan uang 100 rand (sekitar Rp 130.000) atau 200 rand (sekitar Rp 260.000), seseorang bisa mendapatkan pistol. Afsel punya hukum yang melegalkan kepemilikan senjata api, tetapi tentu dengan persyaratan ketat. Walau demikian, kenyataannya, banyak senjata ilegal yang beredar dan menjadi bagian dari kehidupan geng.
Geng seolah begitu membudaya di Afsel. Di penjara pun ada geng. Di Penjara Pollsmoor yang paling terkenal, misalnya, ada tiga geng berpengaruh dan dikenal serta ditakuti masyarakat. Nama geng mereka menggunakan nomor, yakni “26”, “27”, dan “28”. Begitu keluar dari penjara, posisi mereka di dunia kriminal akan sangat tinggi.
Selain memiliki aktivitas kriminal, geng-geng ini juga sering berselisih. Maka dari itu, sering pula terjadi perang antargeng. Biasanya penyebabnya perebutan pasar narkoba atau dendam.
Untuk melawan kriminal di Afsel, salah satunya harus melawan geng. Namun, itu pekerjaan berat karena banyak geng yang sudah begitu kuat. Bahkan, mereka sering mencoba menguasai polisi. Salah satunya dengan menyuap atau memberi upeti.
Jika pun tidak, maka mereka berani melawan polisi. Sejak tahun 2000, dalam catatan pemerintah sudah ada 17.000 polisi lebih yang tewas akibat kekerasan atau bentrok dengan para kriminal dan anggota geng.
Hal itu terasa lebih karena kehidupan geng amat dekat dengan masyarakat. Bahkan, anak-anak kecil pun tahu dan sebagian mengidolakan mereka. Padahal, merekalah salah satu tiang kriminal di Afsel. Bahkan polisi pun tak bisa berbuat apa-apa, walau tindak kriminal yang dilakukan para geng di depan mata kepala polisi.
By. LORD

Si Belang, Akhirnya Keok Juga


sergapntt.com [GETAFE] –  Barcelona akhirnya keok juga ditangan Getafe saat melawat ke Coliseum Alfonso Perez, Minggu (27/11/2011) dini hari. Si Belang Matador itu menyerah 0-1. Toh begitu,  Barcelona tetap berada di peringkat kedua klasemen dengan 28 poin, kalah enam poin dari Real Madrid.
Kemenangan tuan rumah ditentukan Juan Valera pada menit ke-67. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Pablo Sarabia masuk ke sudut kanan bawah gawang Victor Valdez.

Barcelona membuka pertandingan dengan menciptakan sebuah peluang dari David Villa pada menit kedua, yang kandas di tangan Miguel Moya.

Moya kemudian secara konsisten mempertahankan performa. Setelah mengeblok tembakan Lionel Messi pada menit ke-13, ia mementahkan eksekusi Alexis Sanchez pada menit ke-37.

Si belang Barcelona terus menguji Moya di babak kedua. Pelatih Pep Guardiola sampai memasukkan penyerang Isaac Cuenca menggantikan bek Maxwell pada menit ke-72 untuk menambah daya serang.

Namun, Messi dan kawan-kawan tak kunjung mampu menundukkannya. Pada menit ke-74 dan ke-78, Dani Alves dan Xavi melihat tembakan akurat mereka kembali kandas di tangan Moya. Hal serupa terjadi pada percobaan yang dilakukan Pedro pada menit ke-81.

Sesaat sebelum laga berakhir, Messi masih sempat melepaskan tembakan. Kali ini, usahanya mental setelah membentur tiang gawang. Pedro berhasil menjangkau bola muntah dan kembali menembakkannya. Namun, Moya lagi-lagi mampu menyelamatkan gawangnya.

Selama pertandingan, Barcelona menguasai bola sebanyak 73 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 21 kali usaha. Adapun tuan rumah melepaskan satu tembakan akurat dari tujuh kali percobaan.

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola tak mau menyalahkan pemainnya akibat kekalahan tersebut.

Entrenador berusia 40 tahun itu mengatakan, Lionel Messi dkk telah melakukan segalanya untuk mencoba meraih poin maksimal, meski tetap tak mampu menghindarkan Barcelona dari kekalahan pertama musim ini.

Guardiola menambahkan, kekalahan di Coliseum Alfonso Perez tak akan mengganggu keyakinan timnya untuk bisa mempertahankan gelar liga musim ini karena kompetisi masih panjang.

“Kami memiliki target tim dan pada situasi normal kami mampu meraihnya, tapi tidak hari ini,” kata Guardiola usai pertandingan pada Marca.

“Saya tak akan menyalahkan tim ini, mereka telah bekerja keras dan kelelahan (usai pertandingan Liga Champions lawan Milan),”

“Secara keseluruhan kami bermain sangat bagus. Hari ini kami harus memberi selamat pada lawan kami, dan meski menurut saya kami bermain lebih baik, mereka tetap menang,”

“Masih ada banyak pertandingan di La Liga, kami akan bangkit kembali,” tegas Guardiola.

Kekalahan ini merupakan yang pertama kali dialami Barca di liga domestik sejak kalah 2-1 dari Real Sociedad musim lalu (30 April 2011).

by. MAR/ZUL/CHE