Wanita Rusia Simpan Jasad Alien Di Dalam Lemari Es


sergapntt.com – Marta Yegorovnam, seorang wanita paruh baya di Rusia membuat geger.  Hampir seminggu, para ilmuwan dan masyarakat Rusia terfokus pada apa yang dikatakan wanita tersebut. Ia mengaku telah menyimpan bangkai makhluk aneh mirip alien di dalam lemari esnya.
Ibu tiga anak yang sering disapa Marta itu mengklaim bahwa sosok aneh itu ia temukan dua tahun silam di sebuah tempat yang mengeluarkan bunyi ledakan keras di luar rumahnya di Petrozavodsk, Rusia Barat.
Begitu mendengar suara itu, ia langsung bergegas keluar dari rumah dan mendekati sumber suara. Setibanya di lokasi, Marta mengaku menemukan puing-puing terbakar serta logam-logam yang sudah berantakan dan sangat panas. Ia juga melihat tubuh alien di rongsokan tadi.
Karena ingin menjaga keutuhan alien tadi, Marta kemudian membawa pulang ke rumah dan mengawetkannya dengan cara membungkusnya dalam plastik dan memasukkannya ke dalam kotak beku di kulkas.
Temuan Marta itu tidak serta-merta membuat orang lain mempercayainya. Ada pula yang menganggap bungkusan itu hanyalah sayuran busuk. Meski demikian, para ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Karelian di Petrozavodsk merasa penasaran dan ingin menyelidiki kebenaran cerita Marta. Tak pelak mereka pun mendatangi rumah Martha. Kini jasad alien itu dalam penyelidikan para ahli.
Pengamat UFO, Michael Cohen, mengatakan bahwa Rusia merupakan sarang kegiatan obyek-obyek luar angkasa. Ia juga percaya bahwa pesawat alien mungkin pernah terpantau oleh lembaga militer atau pihak swasta setempat.
“Ini bisa jadi sebuah tipuan, tetapi kemungkinan bahwa sosok ini merupakan alien asli sebaiknya tidak diabaikan. Dalam setiap kemungkinan, makhluk asing akan terlihat aneh bagi kita, seperti spesimen ini,” kata Cohen.
By. CHE

Mengintip Kekuatan Militer Israel (6 – HABIS)


sergapntt.com [TEL ALVI] – Zionis-Yahudi merupakan kaum yang banyak mendapat pengakuan dunia, antara lain: Kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, kaum Yahudi adalah bangsa yang cerdas, serta MOSSAD dan Israeli Defense Force (IDF) merupakan dinas rahasia dan tentara terhebat di dunia.
Menurut sejarah, Palestina adalah tanah Israel yang diklaim bangsa arab. Karena itu tidak ada salahnya Israel merebutnya kembali. Dengan peralatan canggihnya Israel terus menggempur Hamas, sebuah kelompok teroris yang bermukim di Palestina.
Kehebatan Israel itu diakui juga oleh militer Indonesia. Sejumlah perwira menengah dan atas dikirim ke Israel untuk belajar tentang kehebatan Israel. Bahkan beberapa tahun lalu Indonesia membeli peralatan militer dari Israel. Salah satu senjata api yang jadi dibeli TNI adalah sejenis Assault Rifle (Senjata Serbu) bernama Galil-Galatz/99R yang telah dimodifikasi menjadi senjata sniper dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.
Kehebatan peralatan militer Israel lainnya adalah Tank Merkava yang dikenal sebagai tank serbu yang sangat lincah, dahsyat daya hantamnya, dan kuat lapisan bajanya.
Seorang komandan senior Israel, Mayor Jenderal Yair Golan, menyatakan bahwa Israel sedang melakukan persiapan skenario “habis-habisan” untuk suatu perang simultan yang meliputi beberapa front, termasuk Iran, Suriah, dan Libanon.

Iran telah lama mempersenjatai Hezbollah dan kelompok-kelompok Palestina melalui Suriah. Intelejen Tel Aviv juga menemukan Teheran sedang mengembangkan persenjataan nuklir, yang juga telah diakui tim inspeksi IAEA PBB.

Pada konferensi yang diselenggarakan di Tel Aviv, Golan juga mengkonfirmasi kemungkinan Israel melakukan konfrontasi militer baru melawan Hamas di Jalur Gaza. Pernyataan Golan timbul setelah setelah adanya laporan yang menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel yang baru, Benjamin Netanyahu, memiliki rencana untuk melakukan ” konflik militer lebih besar” pada bulan-bulan mendatang.
Komandan Israel tersebut juga mengungkapkan bahwa Tel Aviv akan memasang sistem peringatan baru di Israel dalam persiapan menyambut rencana perang Israel.
By. CHE

Mengintip Kekuatan Militer Israel (5)


sergapntt.com [TEL ALVI] – Amerika Serikat selama ini menerapkan kebijakan “ambigu” terkait pengembangan nuklir Israel untuk persenjataan. Sama seperti Israel, AS tidak membantah tapi juga tidak mau mengakui soal isu senjata nuklir rezim Zionis itu. Tapi, sebuah laporan militer AS secara tidak langsung mengakui bahwa Israel memang sudah memiliki bom-bom nuklir.
Laporan tersebut merupakan hasil studi departemen pertahanan AS yang dirilis tahun 2008 lalu. Dan untuk pertamakalinya, AS mengeluarkan laporan yang menyinggung tentang senjata-senjata nuklir Israel, isu yang selama ini sangat dirahasiakan oleh Israel maupun AS.
Dalam laporan setebal 37 halaman yang dibuat oleh Komando Pasukan Gabungan AS, disebutkan bahwa Israel adalah satu satu negara di wilayah Barat yang memiliki kekuatan nuklir, bersama negara-negara seperti Iran, Pakistan, India dan China, Korea Selatan serta Rusia di wilayah Timur.
Laporan militer AS itu makin menguatkan keyakinan negara-negara dunia bahwa Israel sudah memiliki kekuatan nuklir jauh sebelum pengembangan senjata nuklir Israel terbongkar lewat salah satu teknisinya bernama Mordechai Vanunu.
Wartawan investigasi kawakan asal AS, Seymour Hersh dalam artikelnya berjudul “The Samson Option” juga pernah membeberkan strategi nuklir Israel yang akan digunakan untuk menyerang negara-negara Arab, jika Israel merasa eksitensinya terancam.
Sampai saat ini, Israel diduga sudah memiliki sekitar 200 sampai 400 misil berkepala nuklir. Tapi Israel selalu menolak menjawab jika dikonfirmasi tentang informasi senjata nuklirnya. Begitu pula dengan sekutu dekat Israel, Amerika Serikat. Presiden AS Barack Obama juga menolak memberi jawaban ketika ditanya apakah ia tahu negara mana di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Obama, seperti juga pemimpin-pemimpin AS lainnya memilih diam karena takut membuka konfrontasi dengan Israel.
Berdasarkan hukum AS “Symington Amandement” tahun 1976, pemerintah AS tidak boleh memberikan bantuan pada negara lain yang diketahui mengembangkan senjata nuklir. Sementara AS, hingga kini, memberikan bantuan asing paling besar pada Israel, terutama bantuan untuk militer rezim Zionis itu. AS tetap tutup mata dengan kegiatan nuklir Israel yang digunakan untuk membuat persenjataan. Alih-alih mengkritik Israel, AS dan Israel malah menuding negara lain, seperti Iran, membuat senjata nuklir dan menuntut agar program nuklir Iran dihentikan.
By. CHE

Mengintip Kekuatan Militer Israel (4)


sergapntt.com [TEL ALVI] – Untuk menghindari jatuhnya banyak korban manusia khususnya tentara dalam medan perang, Israel telah mengembangkan pasukan robot yang akan beroperasi secara otomatis pada mekanisme pertempuran di udara, laut dan darat. Sementara itu para ahli memperkirakan bahwa sepertiga kendaraan militer dalam pasukan pendudukan Israel dalam waktu 10 hingga 15 tahun mendatang adalah robot.
Hal ini dikaitkan dengan pernyataan Kepala Angkatan Udara teknologi Israel pada pasukan pendudukan – Erwin Berebe yang mengatakan: “Kami mencoba untuk menyusun mekanisme beroperasi secara otomatis di berbagai medan perang daripada harus menurunkan pasukan tentara manusia, dengan mekanisme ini memungkinkan untuk melakukan lebih banyak tugas-tugas tanpa membahayakan kehidupan setiap tentara Israel.”
Sedangkan wakil presiden perusahaan “Rafael” yang bergerak dalam bidang pengembangan sistem pertahanan militer canggih – Giora Katz menyatakan bahwa sepertiga dari kendaraan militer Israel adalah robot. Kita sedang bergerak menuju era robot,” seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa lebih dari 40 negara terpaksa harus menggunakan robot militer, seperti militer AS dan banyak negara lain yang menggunakan pesawat tempur tak berawak (drone) untuk menyerang target-target musuh mereka, meskipun gerilyawan Hizbullah Libanon bisa merontokkan empat pesawat tanpa awak milik Israel dengan menggunakan senjata yang diproduksi di Iran selama perang musim panas tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.
Pada invasi AS ke Irak pada Maret 2003, Amerika Serikat menggunakan sejumlah pesawat “Drone” tersebut untuk menyerang target maupun personil musuh mereka, AS kini memiliki sekitar tujuh ribu pesawat tanpa awak dengan mekanisme otomatis yang beroperasi di udara, dan lebih dari 12 orang di daratan yang mengendalikan pesawat tersebut untuk melaksanakan misi pengintaian dan serangan udara.
Tahun lalu angkatan perang udara AS untuk pertama kalinya melatih para tentara untuk “mengendalikan” pesawat tak berawak lebih banyak daripada jumlah pilot pesawat jet pemburu dan pesawat pengebom yang berisi manusia.
Menurut mantan pejabat militer AS, Thomas Tate, Israel, Jepang dan Amerika Serikat unggul dalam program-program seperti itu hal ini didorong oleh perkembangan pesat teknologi dan penyebaran mekanisme untuk memenuhi kebutuhan lapangan, sesuai dengan kemajuan jaman. Dengan adanya teknologi baru ini menempatkan Israel pada posisi puncak dalam pengembangan mekanisme militer dengan teknologi canggih.
Israel telah meluncurkan mekanisme ini di perbatasan utara dengan Libanon untuk mencegah infiltrasi Hizbullah ke Israel, setelah penculikan dua tentara mereka pada tahun 2006. Israel juga menggunakan buldoser yang digerakkan secara otomatis selama agresi mereka di Gaza tahun lalu
Kembangkan Satelit Kecil Untuk Mata-Matai Negara Arab
Sumber media Israel mengungkapkan bahwa Israel akan meluncurkaan satelit berukuran kecil untuk memata-matai negara-negara Arab selama dekade kedepan, hal ini menunjukkan bahwa satelit baru Israel tersebut akan meningkatkan kemampuan intelijen ke Tel Aviv.
Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz di situs Web-nya mengatakan, Israel akan menghabiskan sepuluh tahun ke depan sekitar ratusan juta dolar untuk mengembangkan satelit kecil yang akan digunakan untuk keperluan spionase, dan dapat diluncurkan dari pesawat militer, bukan rudal, seperti keumuman saat ini.
Haaretz menunjukkan bahwa generasi satelit mata-mata ini akan meningkatkan kemampuan intelijen untuk pasukan Israel secara signifikan, dan dengan satelit baru itu akan memungkinkan Israel dengan mudah memata-matai semua negara-negara Arab dan Timur Tengah lebih akurat.
Surat kabar Haaretz menunjukkan bahwa satelit mata-mata baru terebut akan diproduksi di bawah proyek “satelit kecil,” seperti diungkapkan komandan angkatan udara Israel Brigadir Jenderal Ido Nhostan, selama Konferensi tahunan angkasa di Tel Aviv hari Rabu yang lalu (27/1).
Nhostan dalam pidatonya di konferensi itu menyatakan bahwa tujuan pembuatan satelit adalah keinginan dari pimpinan Israel, dan satelit akan mematai-matai yang meliputi daerah terbesar yang mengelilingi Israel, sehingga mereka dapat memperoleh sebanyak mungkin informasi intelijen di negara-negara sekitar Israel, dan memiliki akses informasi yang tersedia setiap saat, yang disediakan oleh satelit kecil yang dapat diluncurkan hanya dengan pesawat.
Haaretz menyatakan bahwa Tel Aviv saat ini memiliki tiga satelit mata-mata yang “mengawasi” Timur Tengah dari waktu ke waktu, yaitu: Ofek 5 dan Ofek 7 dan Teksar-1, ditambahkan bahwa satelit kecil itu beratnya sekitar 120 kilogram. Sementara volume reguler berat satelit yang telah ada sekitar 700 kg.
Menachem Kidron, kepala ruang di perusahaan militer Israel Rafael menyatakan bahwa ketika Anda menyediakan anggaran yang tepat, Rafael bisa mulai meluncurkan satelit pertama yang dapat digunakan dalam skala kecil- untuk tujuan spionase dalam lima tahun. Menurut surat kabar Haaretz, para pejabat Angkatan Udara Israel mempunyai harapan besar pada satelit mata-mata baru tersebut untuk mencapai keunggulan kecerdasan Israel selama sepuluh tahun berikutnya.
By. CHE

Mengintip Kekuatan Militer Israel (3)


sergapntt.com [TEL ALVI] – Dalam pemberitaannya, Al-Jazeera telah memuat berita yang menyebutkan bahwa pasukan militer Yahudi Zionis Israel menggunakan senjata WP alias White Phosphorus (fosfor putih). Senjata ini termasuk jenis senjata kontroversial. Sebab bila senjata ini digunakan terhadap manusia, maka daya bunuhnya sangat mengerikan. Senjata ini berupa asap putih yang jatuh dari langit seperti kembang api. Siapapun yang selama dua pekan ini rajin mengikuti pemberitaan War on Gaza melalui layar kaca tentunya sering melihatnya setiap kali ada serangan udara Israel atas Gaza.
Senjata ini pernah digunakan di Falluja oleh militer AS ketika menginvasi Irak. Sekarang militer Israel menggunakannya di Gaza. Senjata ini biasa digunakan untuk menandai target militer yang selanjutnya akan dibom melalui serangan udara. Selain itu senjata ini juga untuk menutup dan mencegah gerakan pasukan musuh sebab asap putih WP akan mengacaukan daya pandang pasukan musuh. Namun efek selanjutnya yang ditimbulkan oleh WP ialah kemampuannya membakar tubuh manusia menimbulkan luka bakar kimia sejak kulit, daging hingga tulang korban. Inilah barangkali mengapa dokter yang bertugas di Gaza melaporkan bahwa sebagian korban yang ditemukan mengalami luka bakar dahsyat yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.
Dalam pemberitaannya Al-Jazeera melaporkan sebagai berikut:
Human Rights Watch telah menyerukan agar Israel menghentikan penggunaan fosfor putih yang menurut HRW  telah digunakan dalam operasi militer Israel di kawasan padat penduduk Jalur Gaza. Lembaga yang berbasis Di AS ini mengatakan bahwa para penelitinya mengamati penggunaan senjata kimia ini, yang dapat membakar daging manusia hingga ke tulang, terutama di  Gaza City dan Jabalya pada hari Jumat dan Sabtu.
“Kami melintas dekat unit artileri Israel yang terpasang padanya rentetan white phosphorus  dengan sumbu yang terpasang,” kata Marc Garlasco, analis militer senior di Human Rights Watch kepada Al Jazeera.  “Jelas itu [white phosphorus], kami dapat mengindikasikannya dari ledakan dan tendrils yang turun serta bentuk api yang membakar,” katanya. “Hari ini ada serangan besar-besaran di Jabalya ketika kami di sana. Kami melihat bahwa terdapat banyak sekali kebakaran begitu white phosphorus jatuh” Human Rights Watch percaya bahwa penggunaan senjata kimia di Gaza melanggar persyaratan di bawah hukum humaniter internasional karena tidak memenuhi semua langkah pencegahan untuk menghindari jatuhya korban sipil.
Konflik Israel Palestina atau Arab-Israel sering dikonotasikan sebagai peperangan antara Muslim dan Yahudi. Namun, sesungguhnya paham konotasi itu cukup rumit karena kini diperkirakan ratusan bahkan ribuan pemuda Muslim tercatat menjadi anggota militer Israel. Mereka ikut bertempur di berbagai front melawan Arab, seperti front Lebanon dan Jalur Gaza.
Fahad Fallah adalah seorang perwira Muslim berpangkat kapten di institusi militer Israel. Fallah yang berasal dari suku Badui Israel mengaku bangga menjadi anggota korp militer dan siap bertempur di laga mana pun melawan musuh-musuh Israel. Ia juga mengaku ikut bertempur dalam perang Jalur Gaza lalu (27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009).
Fallah menuturkan, menjadi anggota militer Israel adalah warisan keluarga. ”Kakek dan bapak saya menjadi anggota militer Israel,” kata Fallah. Banyak warga Badui Arab yang beragama Islam bangga memiliki loyalitas pada negara Israel, tempat kelahiran mereka. Dan sejarah kerja sama Badui-Yahudi sesungguhnya telah terjadi sebelum berdirinya negara Israel tahun 1948.
Kepala kabilah Al Hib dari suku Badui, Abu Yousuf, bahkan mengirim 60 anggota kabilah itu untuk membantu Yahudi berperang melawan Arab pada tahun 1946-1947. Kabilah Al Hib hidup di lembah-lembah Galilie (kini wilayah Israel Utara berbatasan dengan Lebanon dan Suriah). Di Israel juga ada tugu pahlawan khusus bagi serdadu Israel dari Badui Muslim yang gugur dalam berbagai kancah peperangan melawan bangsa Arab. Selain dari kalangan Badui, dikenal pula suku Druze Muslim yang menjadi anggota militer Israel.
Pihak militer Israel menolak mengungkapkan berapa sesungguhnya jumlah serdadu Israel dari kalangan Muslim. Namun, diperkirakan mencapai ratusan dan bahkan ribuan. UU Israel tidak mengharuskan Muslim dan minoritas lainnya ikut program wajib militer di negara itu. Apa motivasi Muslim di Israel masuk menjadi anggota militer negara itu? Penanggung jawab urusan minoritas di institusi militer Israel, Kolonel Ahmed Romzi, mengatakan, kewajiban pertama warga Israel dalam membela tanah airnya, apa pun agama mereka, adalah mengabdi di institusi militer.
Ia juga menegaskan, kaum minoritas di Israel kini juga mulai menyadari bahwa untuk meraih persamaan hak dengan Yahudi, dalam konteks negara Israel, harus melaksanakan semua kewajiban negara itu, termasuk menjadi anggota militer.
Menurut Romzi, banyak pemuda Muslim yang masuk menjadi anggota militer Israel untuk mendapatkan dana bagi sekolah mereka di universitas agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Departemen Pertahanan Israel memang memberi fasilitas bantuan dana bagi serdadunya yang ingin melanjutkan studi ke tingkat universitas. Juga banyak perusahaan Yahudi mensyaratkan bagi pelamar kerja harus memiliki surat bukti menjadi anggota militer. Romzi mengungkapkan, warga Muslim Israel yang masuk menjadi anggota militer pascaperang di Jalur Gaza malah meningkat meskipun perang itu mendapat kutukan keras dari segenap Muslim di seluruh dunia. ”Ratusan Muslim di Israel mendaftar menjadi anggota militer negara itu per tahun. Mungkin jumlah Muslim yang menjadi anggota militer Israel mencapai ribuan,” ungkap Romzi.
Bulan Maret lalu (pascaperang Jalur Gaza), menurut Romzi, Departemen Pertahanan Israel menyebarkan iklan lowongan dan ternyata semakin banyak Muslim Israel yang mendaftar. ”Ini membuktikan perang Jalur Gaza tidak berpengaruh sama sekali,” lanjutnya.
By. CHE