Rajut Persaudaraan dan Raih Prestasi Via El Tari Memorial Cup


sergapntt.com [KUPANG] – Tujuan penyelenggaraan El Tari Memorial Cup tahun kali ini adalah merajut persaudaraan dan meraih prestasi. Selain itu, gawe olahraga ini juga untuk tujuan kesehatan, kesejahteraan dan berbagai keutamaan lain seperti kejujuran, sportivitas, ketekunan, semangat juang, kerjasama, kedisiplinan dan solidaritas.
Demikian dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya saat membuka Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup XXV di Stadion Galatama-Weetabula, Sumba Barat Daya, Rabu (5/10/11).
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete, Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, Wakil Bupati Jack Malo Bullu, Wakil Bupati Sumba Barat, Reko Deta, S.Ipem, Wakil Bupati Manggarai Timur, Ande Agas, SH, M.Hum dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, dalam permainan sepak bola kita terus belajar untuk terus berjuang dalam memenangkan sebuah pertandingan. “Untuk itu, semangat juang harus terus menerus dipupuk dan ditumbuhkembangkan dalam diri seseorang,” tandas Gubernur dan mengingatkan kepada para wasit agar dapat memimpin pertandingan dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Sedangkan bagi para suporter, Gubernur meminta agar beri dukungan yang santun, jaga keamanan dan kedamaian selama pertandingan berlangsung.
Menyadari pentingnya kegiatan El Tari Memorial Cup ini maka Gubernur Lebu Raya mengharapkan, agar turnamen ini, hendaknya diselenggarakan dengan baik dan profesional. “Para kontingen harus bermain yang baik, jujur dan sportif. Jangan buat keributan tapi tampilkan permainan yang menarik dan indah agar penonton benar-benar merasa terhibur dan puas,“ pinta Gubernur.
Sementara itu, di tempat yang sama Ketua Panitia penyelenggara yang juga Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Jakc Malo Bullu mengatakan, kegiatan El Tari Memorial Cup ini bertujuan untuk mengembangkan dan membangun citra sepakbola di NTT yang lebih memprioritaskan prestasi dan prestise serta melaksanakan agenda tetap pengurus PSSI NTT tentang pelaksanaan turnamen sepakbola dalam rangka pengembangan prestasi sepak bola nasional pada umumnya dan di Provinsi NTT pada khususnya.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut kata dia, berjumlah 16 kontingen yang terdiri dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Lembata, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Flores Timur, Rote Ndao, Belu, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua dan Kota Kupang. (by. ferry guru)

Mantan Mensesneg Moerdiono Tutup Usia


sergapntt.com [JAKARTA] – Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di era Presiden Soeharto, Moerdiono, tutup usia di Singapura pada Jumat (7/10/11) pukul 19.40 WIB. Putri sulung almarhum, Ninuk Mardiana Pambudy melalui sambungan telepon dari Singapura mengatakan, Moerdiono meninggal dalam keadaan tenang setalah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.

“Saya ikut mendampingi papa saat papa pergi, banyak di sini yang mendampingi papa. Minta doanya semua dari tanah air ya,,,” kata Ninuk.
Ninuk melanjutkan, saat terbaring sakit sampai tiada, Moerdiono kerap berpesan agar keluarga dan semua anak-anaknya terus menjaga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan keluarga dalam menjalankan laku hidup sehari-hari.
Moerdiono, kata Ninuk, tak ingin apa yang pernah diajarkannya kepada anak-anak dan keluarga diabaikan kendati dirinya sudah meninggal dunia. “Papa selalu berpesan itu, bahkan sebelum meninggal juga bicaranya begitu,” ujar Ninuk.
Ninuk saat ini tengah mengurus segala keperluan agar almarhum bisa diterbangkan segera ke tanah air. “Rencananya, papa dibawa ke kedutaan (KBRI Singapura) dulu baru besok dimakamkan di (Taman Makam Pahlawan) Kalibata,” ucap Ninuk.
Moerdiono meninggal pada usia 77 tahun. Pria kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934 tersebut pernah menjabat sebagai menteri sekretaris negara selama tiga periode pemerintahan, yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988), Kabinet Pembangunan V (1988-1993), dan Kabinet Pembangunan VI (1993-1998). (by. Ismail)

Komodo Menang, Indonesia Menang


sergapntt.com [Labuan Bajo] – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan, hewan purba komodo masih ada dalam urutan kompetisi new seven wonder.

Dia mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama tetap mendukung komodo dengan slogan, “Komodo Menang, Indonesia Menang.”
Slogan ini disampaikan Kalla saat mengunjungi habitat asli kadal raksasa ini di Pulau Komodo, Rabu (5/10/2011).
Kedatangan mantan orang nomor dua di Indonesia ini untuk menggenjot perhatian pada satwa purba komodo (Varanus Komodoensis) di mata dunia. Kedatangan JK tersebut untuk mempromosikan komodo melalui media informasi.
Tak tanggung-tanggung, Duta Komodo ini membawa serta sekitar 70 wartawan media cetak dan elektronik untuk melihat langsung hewan asli Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.
Kedatangan Jusuf Kalla di Labuan Bajo, disambut Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay, bersama jajaran Muspida Manggarai Barat. Setelah itu, rombongan langsung berangkat ke Pulau Komodo.
Di Pulau Komodo, Jusuf Kalla bersama rombongan melakukan pengambilan gambar serta menyaksikan langsung aktivitas satwa purba ini di dalam Taman Nasional Komodo. Selain itu, Kalla juga ikut dalam tracking yang dipandu langsung Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Sustyo.
Pada kesempatan itu, Kalla bersama rombongan juga melakukan vote di area Taman Nasional Komodo dengan mencentang tanda untuk memberikan dukungan terhadap satwa purba ini.
Kalla menegaskan, masuknya komodo dalam new seven wonder merupakan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia.
Keunikan komodo sudah mendunia, karena itu, promosi harus terus dilakukan oleh pemerintah.
Dari Komodo, Kalla, yang didampingi rombongan wartawan, serta muspida sempat menyaksikan tarian caci khas Manggarai yang dipertontonkan di Pelabuhan Labuan Bajo.
Usai kunjungan, Kalla bersama rombongan menggunakan pesawat carter, bertolak kembali ke Jakarta dari Bandara Komodo, sekitar pukul 18.30 wita (by. pk)

10 Persen Anak SD Di NTT Mengakses Video Porno Via Handphone


sergapntt.com [KUPANG] – Ini peringatan bagi para orang tua agar lebih seksama memperhatikan anak, terutama terhadap bahaya internet. Pasalnya, 10 persen anak Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan mengakses video porno via handphone.   

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) NTT, Mutiara Mauboy mengatakan, sesuai hasil penelitian KPI NTT terhadap perilaku anak, ditemukan ada anak yang mengakses situs porno.
“Data ini luar biasa dan membahayakan masa depan anak,” papar Mauboy kepada wartawan di Kupang, Kamis, 6 Oktober 2011.
Anak-anak, menurut dia, mengakses situs porno usai jam sekolah. Penelitian yang dilakukan sejak April 2011 itu mengambil 300 sampel anak usia di bawah 13 tahun di berbagai sekolah di Kota Kupang.
“Kita mengambil 10 persen dari populasi jumlah anak di Kota Kupang sebanyak 300 ribu orang,” katanya.
Dia mengatakan, anak-anak usia sekolah yang mengakses situs porno ini harus segera diselamatkan. Karena itu, hasil penelitian KPI harus menjadi rujukan bagi pemerintah dan orang tua untuk memberikan perhatian serius kepada anak.
Anak-anak itu harus dipantau aktivitasnya di sekolah maupun di luar sekolah. Di sisi lain, upaya pemerintah untuk memblokir situs porno belum secara maksimal sehingga masih ada situs porno yang bisa dibuka anak.
Kelompok anak-anak yang mengakses situs porno dan luput dari perhatian orang tua, antara lain pekerja anak, anak putus sekolah, anak orang kaya, serta anak-anak di panti asuhan. Penelitian ini, tambah Mutiara, merupakan bentuk kepedulian KPI terhadap anak karena hampir seluruh waktu anak dihabiskan di warung internet (warnet) atau melalui handphone.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai peredaran video porno memberikan dampak negatif sangat besar. Video porno telah menimbulkan kejahatan perkosaan terhadap anak-anak usia 12-14 tahun oleh para pelaku yang berusia sekitar 16-18 tahu. fenomena tersebut merupakan salah satu penyakit Remaja dan Pornografi Internet.
Bagi orang tua, hal yang dikhawatirkan bagi anak-anaknya saat mengakses internet adalah untuk mengakses hal-hal yang tidak benar, seperti video atau gambar-gambar jorok.  Orang tua sebaiknya aktif membentengi anaknya dari hal-hal yang tidak baik sejak dini.
1)        Mengenalkan pendidikan seks kepada anak. Sekarang ini sudah banyak buku tentang seks buat anak-anak yang penuh gambar, seperti komik dan buku-buku yang lain. Dengan cara ini orang tua dapat membentengi anak dari pengaruh pornografi, terutama ketika lima anaknya mulai beranjak remaja.
2)        Orang tua sudah selayaknya memberikan pengertian bahwa mengakses video  atau gambar  tidak pantas merupakan hal yang dilarang oleh agama, apalagi melakukan sendiri perbuatan tersebut.
3)        Memberikan pengarahan bahwa melakukan perbuatan asulisa atau berhubungan suami istri diluar nikah dapat mengakibatkan penyebaran penyakit yang berbahaya seperti HIV atau aids, bahkan merusak harga diri.
4)        Memberikan pengertian kepada anak untuk tidak mencontoh hal buruk seperti yang pernah dilihat meskipun itu dilakukan oleh artis idolanya. Mencontohlah hal yang baik, bukan mencontoh hal yang buruk.
5)        Sebaiknya orang tua juga membentengi anak dengan ilmu agama yang kuat sejak dini.

Menurut psikolog sekaligus direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini, orangtua dan lingkungan harus turut mengawasi supaya anak-anak tidak mengakses konten pornografi. Salah satu cara yang harus dilakukan ialah, membangun komunikasi dengan buah hatinya. Dengan membuka dialog komunikasi dengan anak. Kalau anak sudah sempat melihat video mesum, maka orangtua dan anak harus berdialog mencari kesimpulannya. Yaitu dengan membahas apa sisi jeleknya, dan efeknya. Kalau anak belum sempat menyaksikan konten pornografi, orangtua harus memberikan edukasi tentang pornografi itu tidak bagus. (by. andi adoe)

NCIPS Mulai Dibangun


sergapntt.com [KUPANG] – Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Satu Atap NCIPS, SPS dan Universitas San Pedro merupakan suatu perwujudan nilai dan niat baik bersama, baik itu pemerintah, Yayasan Mario Foundation maupun segenap masyarakat dalam menjawab tantangan jaman dan tuntutan kebutuhan di dunia pendidikan yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan laju pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini dikatakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Satu Atap NCIPS, SPS dan Universitas San Pedro, di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (4/10/11).
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, unit sekolah satu atap yang akan dibangun ini hendaknya dapat dimanfaatkan dan didayagunakan secara baik, terutama dalam mendukung dan menunjang kelancaran berbagai proses yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kualitas kecerdasan bagi segenap peserta didik, baik itu kecerdasan intelektual, mental dan spiritual.  
Gubernur Lebu Raya berharap, agar kita senantiasa proaktif dan peduli, terutama dalam memberikan dukungan baik secara moril maupun materil demi menunjang kelancaran proses pembangunan gedung sekolah satu atap ini, sehingga ke depan dapat menjadi contoh yang baik dan memerikan teladan bagi sekolah-sekolah yang lain dalam menciptakan kemandirian bagi para peserta didik untuk membangun kepercayaan diri, agar semakin bernilai dan berdaya guna bagi kepentingan pembangunan masyarakat di daerah ini.
“Kepada generasi muda, tetap pertahankan dan tingkatkan mutu pendidikan, mulailah dengan pendidikan karakter karena kita sebagai manusia memiliki akal dan budi pekerti. Jangan malu menjadi masyarakat NTT, semua harus berawal dari mimpi yang besar serta berpikir besar dan tetap bekerja keras membangun NTT agar lebih maju,” pinta Gubernur NTT.
Sementara itu Ketua Yayasan SMF, Servas Mario mengatakan, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Satu Atap Servas Mario Foundation (SMF) terdiri dari kelompok play Group, TK, SD, SMP, SMA NCIPS, SMP dan SMA Saint Peter serta Universitas San Pedro. Selain itu juga akan dibangun sarana pendukung seperti asrama untuk mahasiswa, tempat tinggal untuk karyawan dan mini mall. Ketua Yayasan Servas Mario mengharapkan Gubernur NTT, untuk membicarakan kepada Bapak Presiden RI agar  izin operasional segera turun karena sesuai dengan janji Bapak Presiden RI untuk mempercepat pembangunan di NTT termasuk percepatan di bidang pendidikan. (by. heri lay)