Gubernur NTT Dukung Kegiatan Kgc !


sergapntt.com [KUPANG] – mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan perkotaan perlu dilakukan penghematan energi dan mengurangi pemborosan energi dengan teknologi baru. Melihat kebiasaan di kota-kota besar, pasti masih ada ruang untuk bisa melakukan penghematan teknologi yang melandasi penyediaan energi. “Karena itu saya sangat mendukung program Peemrintah Kota Kupang dengan Kegiatan Kupang Green and Clean (KGC) dan saya mengharapkan juga dukungan semua pihak untuk menyukseskannya,” tandas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada acara penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Habitat Sedunia tahun 2011 di Taman Nostalgia Kupang, Senin (10/10/11).
Gubernur juga berharap, agar ada perencaaan sanitasi yang baik, skenario dasar pada proses perubahan iklim yang matang, perlunya pengkajian dampaknya, meningkatkan konsultasi, dan membuat suatu gerakan antisipasi yang tepat. “Saya pikir kita perlu mengurangi pengaruh negatif dari kehidupan kota, yaitu dengan menata kota yang baik, mengurangi penggunaan energi, perbaikan sistem transportasi dan lokasi industri perlu dipikirkan dalam suatu penataan kota,” kata Gubernur.
Gubernur mencontohkan, beberapa program dan kegiatan yang tengah dilaksanakan oleh Kementerian PU RI misalnya, program peningkatan kualitas perumahan dan permukiman yang meliputi pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi kawasan kumuh, revitalisasi kawasan dan pengembangan green building serta pengurangan sampah dengan metode 3 R (reuse, reduce, recycle). Selain itu, sebut Gubernur, Kementerian Perumahan Rakyat RI juga melaksanakan pemenuhan rumah layk huni antara lain melalui pembangunan rumah layak huni antara lain melalui pasar formal dan swadaya, pembangunan Rumah Susun Sederhana (Rusuna) baik sewa maupun milik serta penanganan lingkungan perumahan kumuh.
Menurut Gubernur, dampak perubahan iklim telah dirasakan bersama yaitu meningkatnya kekeringan serta adanya potensi gagal panen di beberapa daerah, frekwensi kejadian bencana alam seperti banjir dan gunung meletus. “Terlebih lagi NTT sebagai Provinsi Kepulauan, jumlah penduduk perkotaan yang saat ini semakin padat, maka perubahan iklim akan sangat mempengaruhi setiap pembangunan yang dilaksanakan di NTT,” tandas Gubernur dan menambahkan, ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka mengurangi perubahan iklim atas pemanasan global yakni menggalakan gerakan hemat energi, mencari green technology sebagai alternatif penggunaan energi yang sudah ada dan ramah lingkungan.
Dalam menghadapi kemiskinan perkotaan dan perubahan iklim, ungkap Gubernur, semua pihak diajak untuk berpikir secara global dan juga lokal. “Kita perlu memahami cara paling tepat untuk mitigasi perubahan iklim adalah mengurangi kemiskinan perkotaan serta menghemat penggunaan energi. Saya juga mengajak kita semua untuk menciptakan lingkungan yang sehat baik di rumah tempat tinggal maupun di tempat kerja dengan menanam minimal 1 (satu) pohon. Dengan begitu maka apa yang dilakukan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya pembangunan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan,” papar Gubernur. (by. ferry guru)

Info Dari Arena Hari Habitat Sedunia di NTT


sergapntt.com [KUPANG] – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 95.180 Km telah mengalami dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan abrasi, banjir, ROB dan kondisi cuaca ekstrim yang menyebabkan kekeringan dan banjir di berbagai wilayah. “Cuaca ekstrim yang menimbulkan bencana tersebut, salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dari kota-kota. Untuk itu perlu adanya pengelolaan kota yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan untuk habitat manusia yang lebih baik,” kata Gubernur Lebu Raya pada acara penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Habitat Sedunia tahun 2011 di Taman Nostalgia Kupang, Senin (10/10).
Gubernur berharap agar peringatan Hari Habitat Sedunia kali ini seyogyanya bukan sekadar acara rutin tahunan tapi harus menjadi peringatan bagi semua stake holder untuk mengukuhkan kembali kesadaran bersama mengenai makna dari pentingnya pembangunan perkotaan terkait dampak perubahan iklim bagi manusia baik sebagai peribadi maupun sebagai bangsa.
Kota – kota di dunia lanjut Gubernur, telah menjadi sumber emisi, penyebab utama perubahan iklim. “Jika kita ingin memitigasi tentu perlu kita kelola emisi dari kota-kota, kalau perlu kita hindari. Karena selain menjadi penyebab, kota juga akan menjadi korban pertama dampak pemanasan global,” jelas Gubernur seraya menambahkan, penerapan teknologi hijau yang ramah lingkungan perlu dikembangkan serta energi yang lebih bersih juga perlu diperkenalkan.
Ditegaskan, laporan dari “UN Habitat 2011 Global Report in Human Settlements” yang memfokuskan pada kota dan perubahan iklim, menyebutkan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kota memberikan kontribusi 70 % dari polusi dunia; sebagian besar berasal dari konsumsi bahan bakar fosil untuk listrik, transportasi, penggunaan energi pada gedung-gedung komersial dan perumahan, industri serta sampah. “Semuanya ini berdampak pada risiko perubahan iklim di kawasan perkotaan dan peningkatan populasi yang berdampak pada ketersediaan air, infrastruktur fisik, transportasi, ekosistem barang dan pelayanan, penyediaan energi serta produksi industri dan ekonomi,” jelas Gubernur.
Menurut Gubernur, kota sebagai pusat aktivitas manusia untuk kegiatan ekonomi, produksi dan sosial telah menjadikan kota sebagai mesim pertumbuhan atau engine of growth dan kemajuan bagi suatu negara. “Betapa pentingnya peran dan fungsi kota-kota di Indonesia, sehingga perlu mencermati kondisi perkotaan yang dewasa ini menghadapi berbagai masalah seperti urbanisasi yang semakin meningkat, pembangunan yang belum merata, masih banyaknya kawasan perumahan kumuh serta adanya perubahan iklim,” papar Gubernur.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang. (by. ferry guru)

Ah,,, Dasar Kampret,,!


sergapntt.com [Waikabubak] – Manusia macam apa kau? Serakahnya minta ampun. Kau kumpul semua harta benda yang kau rampok dari rakyat. Untuk apa? Untuk berleha-leha dengan istri anakmu? Hei,,,,! Asal kau tau saja,,,,! Saat kau mati nanti, tidak ada satu benda pun yang kau bawa. Mobil, rumah, uang dan perhiasanmu akan dirampok juga oleh generasi ke 7. Karena perilakumu suka merampok hak orang lain. Tak puaskah  dengan jabatan yang kau emban? Tak puaskah kau dengan gaji dan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh negara? Ah,,,, kau ini,,,! Dasar kampret,,,!
Kau lagi,,,! Kakakmu gubernur, kau juga gubernur. Belagak kayak bumi ini punya moyangmu. Kau juga,,,! Lihat sini,,! Mantumu walikota, kau juga belagak kayak walikota. Semua proyek kau embat. Semua tanah di kota ini kau beli. Kau punya nurani tidak? Beragama tidak? Jika kau punya, agama apa kau? Pasti tuhan agamamu itu perampok. Maka muridnya juga ikut-ikutan jadi perampok.

Heh,, kau juga. Jangan tunduk saja. Lihat apa ke bawah. Pantatmu tidak akan lari jika otakmu tidak menggerakan dia. Kau malu ka tidak? Iparmu bupati, eh,,, kau lebih bajingan dari iparmu.  

Bubar semua,,,,! Masuk ke kamar masing-masing,,! Renungkan itu. Karena Tuhan akan segera memanggilmu melalui liang lahat.

Permisi,,,! Saya juga mau semedi,,,!

Begitulah si buyut kera murka terhadap perilaku gubernur dan keluarganya, walikota dan keluarganya serta para bupati dan keluarganya. Sebab, dengan mata kepala sendiri, ia melihat, mendengar dan merasakan bagaimana susahnya kehidupan rakyat di provinsi kepulauan kera. Bahkan karena lapar, sebagaian kera harus adu cepat dengan babi hutan untuk mendapat ubi hutan. Syukur masih ada ubi, jika tidak,,,, mungkin,,,, mereka akan jadi kanibal. (by. chris parera)

Bantu AS Sergap Bin Laden, Seorang Dokter Pakistan Dituduh Sebagai Pengkhianat


sergapntt.com [ABOTTABAD] – Seorang dokter asal Pakistan yang membantu CIA dan Pasukan Komando AS melacak dan menembak mati Osama bin Laden dituduh oleh Komisi Penyelidikan Pakistan sebagai pengkhianat. Ia diancam pasal pengkhianatan tingkat tinggi terhadap negaranya.

Komisi itu bertugas menyelidiki serangan Amerika Serikat terhadap Bin Laden di Abottabad, Pakistan, Mei lalu.

Media Pakistan, Dawn, melaporkan, dr Shakil Afridi dituduh berusaha membantu CIA mengumpulkan sampel DNA Bin Laden dan anggota keluarganya dengan cara menggelar vaksinasi di Abottabad.

Afridi ditahan tak lama setelah penyerbuan yang dipimpin pasukan komando AS pada 2 Mei 2012.

Komisi itu memutuskan, seperti dikutip BBC, catatan dan bukti cukup untuk mendakwa Afridi dengan alasan “konspirasi melawan Negara Pakistan dan pengkhianatan tingkat tinggi”.

Komisi pimpinan mantan hakim agung itu dibentuk untuk menyelidiki bagaimana AS bisa memasuki Pakistan dan menyelesaikan misi (membunuh Bin Laden) di luar pengetahuan Pakistan.

Komisi itu juga bertugas menyelidiki bagaimana Bin Laden bisa tinggal di Abottabad selama beberapa tahun.

Pakistan menyebut serbuan AS itu sebagai pelanggaran atas kedaulatan Pakistan. Penangkapan Afridi diduga bakal memperuncing hubungan antara CIA dan badan intelijen Pakistan, ISI.

BBC melaporkan, Washington mendesak dokter itu dibebaskan dan dikirim untuk tinggal di AS.

Jika terbukti melakukan pengkhianatan terhadap negara, maka Afridi berhadapan dengan hukuman mati.
Komisi yang sama juga mengiterogasi janda-janda dan putri-putri Osama Bin Laden pada Rabu (5/10/2011) untuk mengetahui bagaimana bin Laden tinggal tanpa diketahui selama bertahun-tahun di Pakistan.
“Wawancara yang mendalam” dengan tiga janda dan dua putri bin Laden itu terjadi Selasa (4/10/2011), kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan singkat. Para pejabat menolak memberikan keterangan yang lebih terperinci.
Pakistan menahan tiga janda Osama bin Laden. Dua di antaranya warga Arab Saudi dan satu orang Yaman, serta sekitar 10 anak mereka, setelah pasukan khusus AS Navy SEAL membunuh bin Laden lalu membawa jenazahnya dari Abbottabad pada 2 Mei lalu.
Insiden di Abbottabad itu telah menciptakan ketegangan dalam hubungan AS-Pakistan.
Upaya awal untuk memulangkan para wanita dan anak-anak itu kandas ketika komisi tersebut pada Juli memerintahkan mereka untuk tetap di Pakistan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal itu mengindikasikan bahwa komisi itu ingin memeriksa mereka berkaitan dengan penyelidikan tersebut.
Komisi itu juga telah mewawancarai kepala badan intelijen militer Pakistan ISI, Ahmad Shuja Pasha, Rabu, dan akan menanyainya lagi Kamis (6/10/2011), katanya.
Tanya jawab dengan seorang kepala ISI yang masih menjabat oleh sebuah panel sipil adalah sangat jarang terjadi di negara itu. Sebab, intelijen militer Pakistan sangat ditakuti dan sekaligus dihormati, dan kekuasannya melebihi kekuasaan pemimpin sipil.
Penemuan bahwa bin Laden telah tinggal di Abbottabad, tampaknya selama lima tahun, dan serangan sepihak Amerika telah dilukiskan oleh para pengkritik di Pakistan sebagai bencana terburuk militer sejak Bangladesh memisahkan diri dari negara itu pada 1971.
Pada Selasa, anggota-anggota komisi itu telah mewawancarai dr Shakil Afridi, seorang ahli bedah pemerintah yang ditanya mengenai kampanye vaksinasi gratis yang menurut laporan dia lancarkan pada Maret-April di lingkungan tempat tinggal bin Laden.
Beberapa pejabat keamanan di wilayah itu yakin dokter tersebut mungkin tahu mengenai kehadiran bin Laden dan membagi informasi dengan agen-agen intelijen AS.
Komisi itu, yang pemerintah bentuk di bawah tekanan dari oposisi politik di tengah kecaman atas penyelidikan militer internal sebagai tidak akan obyektif, memiliki kekuasaan untuk memanggil para pejabat militer dan sipil.
Komisi itu, yang dipimpin oleh hakim Javed Iqbal, beranggotakan antara lain Abbas Khan, seorang bekas komandan polisi, Ashraf Jehangir Qazi, mantan diplomat PBB dan jenderal purnawirawan Nadeem Ahmed, yang dulu kepala atoritas bencana nasional.
Komisi itu mengatakan mereka ditugasi untuk menyelidiki “fakta sepenuhnya” mengenai kehadiran bin Laden di Pakistan, keadaan sekitar serangan Amerika yang menewaskannya dan kehilangan “jika ada” pejabat Pakistan. (by. daw)

Pemahaman Masyarakat Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Masih Minim!


sergapntt.com [KUPANG] – Dewasa ini masih sering terjadi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa kaum perempuan dan anak di Provinsi NTT. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat belum maksimal. Selain itu, advokasi dan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan TPPO, belum menjangkau masyarakat tingkat bawah sehingga pemahaman masyarakat akan hal ini masih sangat minim.
Demikian disampaikan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Drs. Andereas Jehalu, M.Si saat membuka kegiatan Workshop Evaluasi dan SOP Koordinasi Pengertian Trafficking tingkat Provinsi NTT, di ruang rapat Sekda NTT, Jumat (7/10/11).
 Menurut Lebu Raya, pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri sering dijadikan modus kejahatan TPPO dan ekspolitasi seksual anak. “Berdasarkan kajian Migran Care, setiap tahun setidaknya 450.000 warga Indonesia (70 % adalah perempuan), diberangkankan sebagai tenaga kerja ke luar negeri dan dari jumlah tersebut, sekitar 60% dikirim secara ilegal dan sekitar 46 % terindikasi kuat menjadi korban TPPO,” jelas Gubernur.
 Lebu Raya menjelaskan, dari data International Organization for Migration (IOM), periode 2005-2010 tercatat telah dipulangkan 3.840 orang korban perdagangan orang dan sebagian besar adalah perempuan (90,39%) dan diantara jumlah korban tersebut 23,57 %-nya adalah anak-anak di bawah umur. “Mereka dipulangkan umumnya dari Malaysia (92.40%), dan sebagian besar berasal dari Jawa Barat (882 korban). Karena itu, pemerintah telah bertekad untuk memerangi TPPO dan eksploitasi seksual anak, karena dampak kejahatan kemanusiaan ini dapat merugikan kaum perempuan dan anak sebagai generasi penerus,” kata Gubernur sembari menambahkan, “Tingginya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan TPPO dengan diterbitkannya UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO yang dilengkapi dengan berbagai peraturan perundang-undangan lainnya.”
Tantangan fundamental yang dihadapi dalam upaya pemberantasan TPPO lanjut Gubernur, adalah bagaimana menyelesaikan akar permasalahan yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui percepatan penurunan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, meningkatkan sumber daya manusia dengan memperkuat kapasitas keluarga khususnya perempuan dan anak serta mengupayakan adanya kesetaraan dan keadilan dalam mendapatkan akses pembangunan di berbagai bidang bagi seluruh komponen masyarakat yang ada baik di tingkat pusat maupun di daerah.
Di tempat yang sama Kepala Bagian (Kabag) Pengarusutamaan Anak Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT, Dra. Erny Nappoe, MM dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan Workshop Evaluasi dan SOP Koordinasi Pengertian Trafficking tingkat Provinsi NTT adalah untuk memperoleh informasi sejauhmana Gugus Tugas tingkat Provinsi telah dilaksanakan, menyamakan pemahaman dan persepsi anggota Gugus Tugas tentang Trafficking serta terciptanya kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak antar instansi baik di tingkat Daerah, Nasional dan Internasional.
 Sebagaimana diketahui perdagangan manuia terjadi bilamana korban dipaksa untuk melakukan pekerjaan diluar kehendaknya untuk keuntungan si pelaku. Perdagangan manusia dapat terjadi dalam berbagai bentuk namun apapun itu selalu merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan melawan hukum di Indonesia. Tujuan dari perdagangan orang selalu untuk mengeksploitasi korban untuk keuntungan orang lain. (by. ferry guru)