Gerindra Copot Pius Lustrilanang


SERGAP NTT ->  Secara resmi, Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra mencopot Pius Lustrilanang dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI. Hal ini merupakan respon Gerindra akibat sikap Pius yang sebelumnya ngotot agar pelaksanaan pembangunan gedung DPR dilanjutkan. Meski akhirnya, kini, pembangunan gedung baru DPR dihentikan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon kepada tribun, Senin (22/08/2011).
“Pak Pius, sekarang anggota fraksi Gerindra biasa. Ia tetap duduk sebagai anggota Komisi VII DPR, tapi tak lagi menjabat sebagai wakil ketua BURT DPR. Pius kini tak punya jabatan apa-apa, hanya anggota fraksi biasa,” ujar Fadli Zon.
Pius, kini posisinya digantikan oleh Nuriswanto. Fadli menegaskan, rotasi yang dilakukan adalah hal biasa, dan sebagai bagian dari bentuk penyegaran di internal fraksi Gerindra di DPR.
Sementara Ketua BAKN DPR yang sebelumnya dijabat oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, kini digantikan oleh Sadar Subagyo. Ahmad Muzani, tetap pada posisi semula, sebagai anggota Fraksi Gerindra yang duduk di Komisi I DPR. (by. web)

UN 2012, Siswa/i di NTT Akan Diasramakan


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur Klemens Meba menegaskan, pemerintah tetap akan menerapkan kebijakan pemondokan bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional mulai tahun ajaran 2011/2012. Meski pun, kebijakan ini mengundang kontroversi.
“Memang ada kontroversi tetapi kita tetap laksanakan karena bagi pemerintah, kebijakan pemondokan akan menjadikan siswa lebih disiplin dan berprestasi baik,” kata Meba, di Kupang, Senin (27/6/2011), terkait polemik seputar rencana kebijakan pemondokan siswa di NTT.
Dia mengatakan, sekolah-sekolah yang mewajibkan siswa tinggal di asrama telah terbukti hasilnya sangat bagus sesuai dengan hasil evaluasi ujian sekolah maupun ujian nasional. Meba mencontohkan, SMP dan SMA Advent di Noelbaki Kupang, yang telah menerapkan kebijakan mengasramakan siswa di sekolah ini sejak tahun 1967 dan hasil ujian akhirnya sangat memuaskan.
“Kalau ada kebijakan-kebijakan yang bisa meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini mengapa tidak kita dilaksanakan secara bersama-sama pada semua sekolah di NTT,” kata Meba.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan kebijakan pemondokan ini, siswa yang akan mengikuti ujian akhir hanya diwajibkan untuk masuk asrama selama dua bulan menjelang pelaksanaan ujian nasional. Selama di asrama, semua biaya ditanggung bersama pemerintah dan para orang tua siswa.
“Ini agar para orang tua ikut dilibatkan dalam proses akhir pelaksanaan ujian nasional,” katanya.
Dengan demikian, menurutnya, baik pemerintah dan orang tua tidak saling mempersalahkan jika anak-anak mereka tidak bisa lulus pada ujian akhir. Selama ini, kata Meba, hanya pemerintah dan guru yang selalu disalahkan pada saat angka kelulusan mengalami kemerosotan.
“Sekarang kita bergandengan tangan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Kalau anak-anak di asrama, orangtua bisa tanggung makan, pemerintah bisa tanggung asrama dan sebaliknya,” katanya. (*)

Rabies Masih Mengancam Flores


SERGAP NTT -> Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr Asep Purnama, Sp.PD, mengatakan, perlu keseriusan seluruh komponen di NTT untuk memberantas rabies yang mengganas di Pulau Flores dan Lembata.
“Sebenarnya, pada 2000 pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khusus Direktorat Jendral PPM dan PPL sudah mencanangkan Indonesia bebas Rabies 2005, namun hingga saat ini belum ada perkembangan berarti, karena belum serius untuk mencegah atau memberantas penyakit ini,” katanya di Kupang, Minggu (21/8/2011) terkait dengan upaya mengatasi masalah rabies di Flores dan Lembata.
Jadi, Asep Purnama menjelaskan, masalah pemberantasan rabies merupakan program nasional, dan sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu.
Ia mengaku, berdasarkan kriteria Kementerian Kesehatan, suatu daerah dikatakan bebas rabies jika daerah tersebut secara histori tidak pernah ditemukan penyakit rabies atau daerah yang tertular rabies akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir tidak ada kasus secara klinis dan epidemiologis serta sudah dikonfirmasi secara laboratoris.
Sampai saat ini terdapat empat propinsi yang dinyatakan bebas rabies yaitu Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat. “Apakah daerah yang dinyatakan tertular rabies seperti NTT, bisa berubah status menjadi daerah bebas rabies? Jawabannya, sangat bisa,” katanya.
Buktinya tiga propinsi, yaitu propinsi Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah telah membuktikan bahwa dengan kemauan dan usaha keras berbagai pihak suatu daerah bisa bebas dari rabies.
Ia menyebut Surat Keputusan Menteri Pertanian No.892/Kpts/TN.560/9/97 tanggal 9 September 1997, menjadi bukti bahwa ketiga propinsi yang awalnya masuk dalam kategori tertular rabies, akhirnya dinyatakan bebas rabies.
NTT dinyatakan sebagai daerah tertular rabies pada tahun 1998 sejak terjadinya wabah rabies di Kabupaten FloresTimur. Dan bukanlah sebuah khayalan jika suatu saat NTT akan berubah status menjadi daerah bebas rabies.
“Tiga propinsi telah berhasil membuktikannya, dan kita warga NTT juga pasti bisa mewujudkan NTT bebas rabies, asal kita mempunyai kemauan dan berusaha dengan keras,” katanya.
Dia mengatakan rabies adalah infeksi susunan saraf pusat yang sifatnya akut, disebabkan oleh oleh virus Rabies. “Rabies merupakan penyakit menular yang mematikan,” katanya.
Menurut dia, Virus Rabies berdomisili pada semua jenis hewan menyusui, tidak hanya pada hewan jenis anjing saja. Bahkan di Amerika, Virus Rabies dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan hewan sebagai sumber penularannya yaitu “Urban Rabies”, virus tersebut ditemukan pada anjing atau kucing peliharaan yang belum mendapatkan vaksinasi rabies.
Berikut “Sylvatic Rabies”, virus terdapat pada hewan liar seperti kelelawar, anjing hutan, kera, srigala, musang, dan hewan peliharaan bisa terinfeksi rabies dari hewan liar yang tidak diketahui pemiliknya atau terjadi wabah dilokasi setempat.
Di Flores-Lembata, sebagian besar virus rabies ditularkan melalui gigitan anjing yang mengandung virus rabies dalam air liurnya.
Sebetulnya virus rabies sendiri tidak dapat menembus kulit yang utuh dan sehat. Jilatan hewan yang mengidap virus rabies dapat berbahaya jika kulit terluka atau tidak utuh. Virus rabies dapat pula memasuki badan melalui selaput mukosa yang utuh, seperti selaput mata, mulut, dubur, alat kemaluan.
Hewan juga dapat terinfeksi lewat makanan yang tercemar virus tersebut. Tetapi pada manusia belum ada konfirmasi tentang penularan melalui makanan. Penularan antar manusia dapat terjadi melalui operasi transplantasi organ dimana organ donor terpapar virus rabies, juga dilaporkan adanya kasus penularan melalui gigitan manusia antar manusia. (by.chris parera yang disaduh dari kompas.com)

Bom Milik Tentara Jepang Ditemukan Nelayan Kupang


SERGAP NTT -> Sebuah bom ditemukan seorang nelayan asal Kelurahan Namosain, Kota Kupang bernama Ba’i Lada (28) di lepas pantai laut Timor bagian barat pada Senin (22/8/11). Bom yang diduga peninggalan perang dunia ke 2 itu tersangkut di jaring (pukat) ikan milik Ba’i.
Mulanya Ba’i menduga, bom tersebut hanyalah potongan besi biasa. Ia lalu membawa benda maut itu ke rumahnya. Namun ia kaget bukan kepalang saat sejumlah tetangganya mengatakan kalau barang tersebut adalah bom. Tanpa pikir dua kali lagi, Ba’i pun angsung melapor temuannya itu ke polisi.
“Beta kira itu barang hanya besi biasa, eh,,, ternyata bom,” ujar Ba’i dengan logat kupangnya yang kental.
Tim Gegana Brimob Polda NTT yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian langsung mengamankan bom tersebut. Setelah diselidiki polisi, ternyata bom itu buatan tahun 1936 dan di duga milik tentara Jepang.
“Bom ini di duga milik tentara Jepang saat menduduki Kota Kupang di era perang dunia ke 2,” papar salah seorang polisi di TKP.
Bom akhirnya dibawa ke markas Gegana Kupang untuk dimusnahkan. (by. chris parera)

NTT Ajak Timor Leste Kerjasama


Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengajak Pemerintah Republic Democratic Timor Leste (RDTL) untuk bekerja sama di bidang ekonomi, khususnya dalam aspek penyerapan Semen Kupang yang baru diluncurkan dengan produk dan kemasan baru pada Rabu 17 Agustus 2011.
Mari kita bekerja sama di bidang ekonomi. Apalagi kemarin setelah perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 66, saya telah meluncurkan produk dan kemasan baru Semen Kupang,” kata Lebu Raya saat menerima kunjungan kenegaraan Director Geral das Relacoes Externas (Duta Besar Timor Leste) untuk Indonesia, Juvencio de Jesus Martins di ruang kerja Gubernur, Kamis (18/8).
Dalam kunjungannya, Dubes de Jesus Martins didampingi Konsul Timor Leste, Feliciano da Costa.
Menurut Lebu Raya, kerjasama di bidang ekonomi bersama RDTL amatlah penting, apalagi aspek transportasi sangat mendukung.
”Saya pikir kerjasama dengan RDTL dari aspek transportasi sangatlah mudah. Bisa jalan darat dan bisa juga jalan laut. ,” ujarnya. (by. ferry guru)